Seorang pria yang mempunyai kekuatan supranatural yang mana kekuatan tersebut tidak dapat diidentifikasi asal dan jenisnya bahkan oleh dirinya sendiri.
Namun dunia dimana ia berada saat ini, sangat jarang atau mungkin hanya dia seorang diri yang mempunyai kekuatan supranatural.
Sehingga bagi mereka yang telah mengetahui kekuatannya, merasa takut dan menjauhinya bahkan keluarga terdekatnya termasuk orang tuanya.
All hasil, ia terpaksa menjadi seorang penyendiri menjalani hidup yang membosankan dan tak berwarna.
Sampai suatu ketika saat ia sedang tidur di kamarnya, terjadi sebuah fenomena aneh yang membawanya ke dunia yang sama sekali tidak ia kenali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
The second stage of the competition
Setelah beristirahat dan mengisi energi, Shiran dkk segera kembali ke arena pertarungan yang jaraknya cukup dekat dengan penginapan mereka.
Yah, tentu saja hal itu telah di atur oleh mereka sejak hari pertama tiba di kerajaan ras demi human.
Jarak antara penginapan dengan arena pertarungan kurang lebih hanya membutuhkan sekitar 10 menit waktu perjalanan dengan berjalan kaki.
Saat tiba di arena pertarungan, Shiran dkk lebih cepat 5 menit dari waktu akan dimulainya tahap 2 kompetisi.
Setelah mereka semua saling bersapa singkat, Shiran dan Sekushi bergegas ke loby arena pertarungan dimana telah berkumpul cukup banyak peserta lainnya.
Waktu perlahan berlalu, hingga tepat menunjukkan 1 jam yang telah dijanjikan, Ryugen kembali muncul sambil menyatakan
"Selamat siang para peserta kompetisi sekalian !
Berhubung waktu istirahat yang disepakati telah berakhir, aku akan segera mengumumkan peraturan pada tahap 2.
Peraturannya masih sederhana yakni, setiap peserta diwajibkan membentuk kelompok paling sedikit 2 anggota dan paling banyak 5 anggota dalam 1 kelompok.
Bagi mereka yang tidak memiliki kelompok, akan langsung dinyatakan terdiskualifikasi.
Adapun mekanisme pertarungannya, setiap ronde akan dipilih 10 kelompok secara acak dan melakukan pertarungan satu sama lain.
Pertarungan dinyatakan berakhir hanya saat tersisa 1 kelompok dengan jumlah anggota yang utuh dan masih bisa melanjutkan pertarungan sekaligus dinyatakan lolos ketahap 3.
Baiklah itu saja peraturan pada tahap 2, segeralah bersiap dan membentuk kelompok sebelum dimulainya pertarungan dalam 5 menit kedepan."
jelasnya dan berlalu ke podium hakim.
Dengan itu, semua peserta berlomba-lomba membentuk kelompok mereka masing-masing.
Pasalnya diantara mereka banyak yang telah saling kenal, namun karena kapasitas dalam satu kelompok terbatas, perdebatan pun tidak dapat dihindari.
Akhirnya, mereka memutuskan untuk mengklasifikasikan kelompok kuat dan lemah.
Peserta yang kuat akan bergabung dengan peserta kuat lainnya dan begitu pula sebaliknya.
Disisi lain, Shiran dan Sekushi hanya dengan diam dan santai mengamati mereka, tidak pusing walau hanya mereka berdua dalam 1 kelompok yang merupakan batas minimum dari peraturan.
Sebenarnya sangat banyak yang ingin bergabung dengan mereka, namun saat melihat tatapan penolakan mutlak dari Sekushi, mereka segera mengurungkan niat tersebut.
Bagaimana tidak ?
"Jika mereka masuk dalam kelompok tersebut dan menjadi penghambat, mereka pasti akan merasakan kemarahan Sekushi."
pikir mereka saat bergidik membayangkan kemarahan Sekushi tersebut.
Hanya satu orang yang dengan sangat percaya diri dan mengabaikan tatapan tersebut masih berani menghampiri mereka.
Siapa lagi orang itu kalau bukan Ryugo yang masih dengan senyum penuh maknanya berkata saat tiba dihadapan mereka
"Bolehkah aku bergabung dengan kelompok kalian ?"
tanyanya sambil menatap Sekushi dan masih mengabaikan Shiran seperti sebelumnya.
Sekali lagi, Sekushi balik mengabaikannya dan malah berbalik menatap Shiran menunggu tanggapannya.
Menyaksikan sikap konyol kedua orang itu, Shiran tidak tahu mau menangis atau tertawa dan hanya menjawab
"Silahkan !"
katanya singkat dan santai sambil menggelengkan kepalanya.
Entah karena kulit yang sangat tebal atau tidak mempunyai urat malu, Ryugo lagi-lagi tidak mempermasalahkan sikap Sekushi yang mengabaikannya dan segera berdiri disisinya tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Shiran.
Sedangkan Shiran, benar-benar tidak menghiraukan sikap Ryugo tersebut yang kini malah lebih tertarik menyaksikan perdebatan peserta lain yang tak kunjung berakhir.
Sambil menghembuskan nafas kasar, Shiran berpikir
"Sungguh pertemanan yang rapuh !"
katanya dalam hati menilai arti pertemanan mereka.
Menurutnya, mereka semua sama-sama egois mementingkan diri mereka sendiri.
Walaupun ia sadar bahwa mereka tidak salah berpikir begitu, karena pada akhirnya yang akan menjadi panglima hanya satu orang.
Yang berarti memungkinkan mereka nantinya untuk bertarung dengan rekan mereka saat ini jika lolos ke tahap 3.
Namun tetap saja, Shiran masih berpikir begitu karena baginya jabatan pangliama hanyalah sebuah gelar dan penambah kekuasaan yang dapat menjadikanmu pemimpin yang dihormati dari sebuah pasukan.
Lalu apa bedanya seorang panglima dan pasukan biasa saat perang terjadi ?
Bukankah mereka akan sama-sama bertarung untuk membela bangsa mereka sendiri ?
Dan lebih konyolnya lagi, sang panglimalah yang memegang tanggung jawab terbesar dalam memenangkan peperangan tersebut.
"Sungguh ironis !"
Lagi-lagi Shiran mendesah dalam hati.
Waktu berlalu, 5 menit pun berakhir dimana saat ini telah terbentuk kurang lebih 100 kelompok.
Itupun masih menyisakan kurang lebih 200 orang peserta yang belum memiliki kelompok.
Tidak ingin terdiskualifikasi, sisa 200 orang tersebut segera membentuk kelompok seadanya.
Namun tentu saja, diantaranya ada yang segera mengundurkan diri karena tidak lagi memiliki kepercayaan diri.
Pasalnya, sisa dari 200 orang tersebut merupakan rekan-rekan buangan dari kelompok-kelompok yang telah terbentuk.
Sehingga bisa dipastikan bahwa mereka tidak akan memiliki peluang jika dipikirkan secara rasional.
Setelah semua kelompok terbentuk secara sah, masing-masing pemimpin kelompok melakukan pencabutan loot yang telah tersedia di tengah arena.
Tanpa menunggu perintah dari siapapun, Ryugo dengan sombong maju mewakili kelompok mereka.
Sekushi yang hendak menghentikannya karena tidak senang, dengan tenang dan santai dihentikan oleh Shiran yang hanya tersenyum penuh makna padanya.
Seakan mengetahui makna dari senyuman tersebut, Sekushi dengan patuh menghentikan tindakannya.
Untuk menghibur Sekushi yang masih sedikit kesal, Shiran dengan lembut mengusap kepalanya dan sukses membuatnya tenang sekaligus bertambah semangat.
Tentu saja hal itu disaksikan oleh Yugana dan Kirei yang berada di tribun penonton dan sedari terus melekatkan pandangan mereka pada Shiran.
Menggeretkan gigi mereka, keduanya sebisa mungkin menahan kekesalan sambil mengingat janji yang telah mereka sepakati sebelumnya.
Namun tetap saja mereka belum dapat mengendalikan emosi tersebut dan hanya menatap tajam ke arah Shiran sebagai pelampiasan.
Shiran yang jaraknya cukup jauh dari mereka, seakan merasakan tatapan tersebut dan membuatnya tanpa sadar menggigil.
Berbalik ke arah Yugana dan Kirei dengan penglihatan yang sangat tajam, Shiran dengan jelas menyaksikan ekspresi kesal mereka.
Walaupun tidak tahu penyebabnya, Shiran masih menganggap bahwa itu disebabkan olehnya dan segera membenahi segala perilakunya.
Berdiri dalam keadaan tegap layaknya personil paskibraka, Shiran melambaikan tangannya sambil tersenyum kikuk kearah mereka.
Menyaksikan tingkah konyol tersebut, seketika Yugana dan Kirei terlepas dari tawa mereka yang juga cukup jelas melihat semua perilaku Shiran.
Sebagai hasilnya, senyum kikuk yang awalnya terpampang diwajah Shiran berubah menjadi senyum masam saat segera menurunkan tangannya.
Sekushi yang menyaksikan dan memahami semua itu, malah merasa kesal terhadap Yugana dan Kirei seakan makanannya telah dirampas oleh mereka.
Di saat Yugana dan Kirei menyadari tatapan kesal Sekushi yang mereka balas dengan tatapan serupa, Terjadilah tatapan sengit diantara ketiga gadis itu.
"Yugana+Kirei vs Sekushi !"
Saking sengitnya, Shiran yang berada di tengah-tengah mereka seakan merasakan kilatan kasat mata pada lintasan tatapan yersenut yang membuatnya lagi-lagi menggigil tanpa sadar.
Kembali pada masing-masing ketua kelompok yang baru saja selesai melakukan pencabutan loot, mereka segera melihat angka yang tertera pada token undian.
Kebetulan token yang didapatkan oleh kelompok Shiran bertuliskan angka 3 yang mengindikasikan bahwa kelompok mereka akan bertarung pada ronde ketiga melawan setiap kelompok yang mendapatkan nomor serupa pada tokennya.
Begitu pula untuk kelompok lain yang akan melakukan giliran pertarungan berdasarkan nomor token mereka.
Tanpa membuang waktu saat semua kelompok telah melihat dan memahami maksud angka pada token mereka, Ryugen segera menyatakan dimulainya tahap 2 kompetisi.
Dengan itu, 10 kelompok dengan nomor token serupa yaitu 1 segera memasuki arena dan bersiap melakukan pertarungan.
Pada ronde ini, kebetulan setiap kelompok dalam keadaan full slot sehingga terkesan setiap kelompok memiliki jumlah peluang menang yang sama.
Namun tentu saja perhitungan itu hanyalah berdasarkan perbandingan jumlah anggota yang tidak menghitung klasifikasi lain seperti kekompakan, kekuatan individu, dll termasuk kecurangan.
Seperti yang diharapkan, awal pertarungan berlangsung cukup sengit dimana setiap kelompok memilih satu kelompok lain untuk dilawan.
Sayangnya hal itu hanya berlangsung selama 15 menit, ketika terdapat beberapa kelompok yang telah memenangkan pertarungan, mereka segera bergabung ke pertarungan kelompok lain dan menyerang kedua kelompok yang sedang bertarung tersebut saat mereka lengah.
All hasil, 5 menit kemudian hanya tersisa dua kelompok yang masih bertahan.
Namun salah satu kelompok diantaranya telah kehilangan 1 anggota mereka yang cukup memudahkan kelompok yang masih full slot memenangkan pertarungan tersebut dan dinyatakan lolos ketahap 3.
Pada ronde kedua, terdapat sedikit perbedaan dimana ada beberapa kelompok yang melakukan aliansi dan dengan cepat menjatuhkan kelompok yang berdiri independen.
Hingga saat tersisa para kelompok yang melakukan aliansi tersebut, barulah terjadi pertarungan yang cukup sengit diantara mereka.
Ironisnya, kelompok yang menang pada ronde itu telah kehilangan 2 anggota mereka dan menyebabkan mereka tidak lolos ketahap 3.
Akhirnya tiba giliran kelompok Shiran yang akan melakukan pertarungan.
Dalam pot mereka terdapat beberapa kelompok yang anggotanya memiliki kualifikasi yang terbilang cukup kuat.
Sehingga saat baru saja akan dimulai pertarungan, sorakan semangat penonton telah terdengar sangat keras.
Tentu saja terdapat banyak penonton yang mengidolakan kelompok Shiran juga.
Meskipun mereka hanya terdiri dari 3 orang, menimbang kekuatan Ryugo yang tidak perlu dipertanyakan lagi serta penampilan Sekushi yang sangat menakjubkan pada tahap 1, menambah antusias penonton untuk menyaksikan pertarungan mereka.
Adapun Shiran yang belum menunjukan kelebihannya sedikitpun, penonton malah tidak berharap banyak padanya.
Yang mereka yakini hanyalah, dengan kolaborasi antara Sekushi dan Ryugo telah cukup bagi mereka untuk meraih kemenangan.
Tentu saja hal ini juga disadari oleh kelompok lain yang berada dalam pot mereka.
Tidak ingin kehilangan kepercayaan diri, ke-9 kelompok tersebut memutuskan untuk beraliansi berharap dapat menjatuhkan kelompok Shiran.
Seolah telah direncanakan saat baru saja pernyataan dimulainya pertarungan diumumkan, 9 kelompok yang terdiri dari 45 orang segera membagi menjadi 2 kelompok dengan perbandingan 1 : 44.
Yang mana 44 orang mengepung Sekushi dan Ryugo, dan satunya lagi yang juga merupakan orang terlemah diantara mereka segera menghampiri Shiran sembari meluncurkan serangan.
Kecuali Yugana, Kirei dan Sekushi, orang lain yang menyaksikan hal itu hanya mengenakan ekspresi iba diwajah mereka berpikir bahwa Shiran sedang sial.
Namun tidak pernah terbayangkan oleh mereka seolah terjadi kesalahan tehnis, serangan sang penyerang malah meleset saat hendak mengenai Shiran yang dengan santai menghindarinya serta sempat memberikan kontak fisik kecil kepadanya.
Beberapa saat kemudian, tanpa mengeluarkan reaksi apapun sang penyerang malah ambruk tak sadarkan diri pada perhentiannya.
up up up up
up up up
up up
up
Satu hal lagi, kalau sudah pakai kata 'berkata' gak perlu lagi pakai kata 'katanya' itu adalah pemborosan kalimat. Lagipula pada dasarnya arti kedua kata itu sama saja. Intinya terlalu banyak pemborosan kata. Kurang lebihnya mohon maaf, aku juga pemula. Tapi saling membagi ilmu tidak ada salah bukan? Sekian, semoga bisa direvisi jadi lebih baik lagi.