(REVISI)
Airin masih kelas 3 SMA dan sebentar lagi akan ujian Akhir.
Airin mempunyai kekasih bernama Arga mereka saling mencintai, Hingga suatu saat mereka kepergok melakukan hal yang tak seharusnya.
Sehingga mereka didesak menikah oleh orang tua Airin, Disaat hari pernikahannya tiba Arga malah kabur dan entah kemana.
Bagaimana nasib Airin, setelah ditinggal pergi oleh sang calon suami?
Ini novel pertamaku, jadi mungkin banyak kekurangan dan masih terus belajar. Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kak meyla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23
Terkadang apa yang kita lihat, tak semuanya benar. Tapi kemarahan mengalahkan segalanya dan terkadang emosi sesaat bisa menghancurkan semuanya.
Begitu pun yang dirasakan Airin saat ini, ingin rasanya Airin melabrak seseorang yang sedang tertawa dan terlihat sangat bahagia.
Entahlah Airin tidak mengenal siapa wanita itu, tapi kelihatannya Daddy sangat nyaman didekat wanita itu karena sampai tertawa lepas.
Aku takut lepas kendali bila terus berada disini. Melihat seseorang yang sangat aku sayang lagi berdua dengan seorang wanita, mending aku pulang saja batinku.
"Ehh. Rin lo mau kemana?, baru juga gue nyampe tapi lo udah mau balik aja" kata siska yang baru datang dan langsung saja duduk.
Akupun tak menghiraukan apa yang dikatakan Siska, aku tetap berlalu dan berjalan dengan tergesa-gesa.
Entah kenapa hatiku sangat hancur melihat Daddy bersama wanita itu, aku merasakan ada sesuatu diantara mereka.
Sebenarnya aku sangat kecewa dengan Daddy, kata Daddy dia sangat sibuk sehingga tidak bisa mengantarku kerumah Bunda. Tapi apa yang kulihat sekarang, dia bukannya sedang bekerja malah sedang ketawa ketiwi dengan seorang wanita yang tak kukenal.
Aku memang tak mengenal teman Daddy dan juga keluarganya. Entah kenapa dia belum mengenalkan aku.
"WOOOY. Rin" teriak Siska lagi tapi aku tak menghiraukannya.
"Lah tu anak kenapa lagi sih," ucap Siska yang berdecak, tapi tak aku hiraukan.
"Lo mau kemana sih,"
"Gue mau ketaman aja, menenangkan diri dulu" kataku sambil memberhentikan taxi.
Ckckkk.
"Ia udah gue ikut" kata Siska sambil masuk kedalam taxi juga bersamaku. Sebenarnya aku tak ingin menangis tapi entah mengapa air mataku tak henti-hentinya keluar dan kenapa juga hatiku sangat sakit melihat semua itu. Aku merasa sedang diselingkuhi oleh Daddy ...
Ini sebenarnya yang paling kutakuti, aku takut Daddy hanya mempermainkan aku, sama seperti Arga.
"Rin lo kenapa sih, loh ngomong dong, nyesek gue kalau liat lo kaya gini" kata Siska lagi kepadaku. Mungkin heran, kenapa aku Tiba-tiba keluar dari kafe dan tergesa-gesa. sekarang tiba-tiba aku menangis.
"Daddy Sis" kataku dengan sesegukan.
"Daddy kenapa, yang jelas dong ngomongnya" katanya kesal.
"Gue lihat Daddy lagi sama cewek sambil ketawa-ketawa. Padahal kata Daddy lagi sibuk banget"
"Tapi ko dia bisa dicafe sih berdua sama cewek tadi" kataku yang masih sesegukan.
"Mungkin lagi meting kali Rin" kata Siska yang memang selalu berfikir positif.
"Coba deh loh telpon dulu"
"Lo nanyain Daddy sedang dimana dan sama siapa. Biar lo tenang dan enggak curiga-curigaan lagi" kata Airin yang panjang kali lebar. Akupun tarik nafas biar bisa menstabilkan suaraku karena ingin menelpon Daddy.
Satu kali aku menelpon, tapi tak diangkat. Aku mencoba menelpon kedua kali, tapi tetap juga tak diangkat olehnya. Aku mencoba menelpon untuk terakhir kalinya, jika tidak diangkat ya sudahlah.
"Halo Rin" ucap seseorang disebrang sana.
"Halo Dad, Daddy dimana?" kataku yang langsung to the point.
"Ini Daddy lagi di ruang kerja Daddy, yah biasa direstoran" katanya lagi disebrang telpon.
"Sama siapa?" kataku dengan nada sedikit bergetar karena menahan tangis.
"Sama teman Daddy Rin,"
"Kenapa? ko tumben sih nanya kaya gini" katanya dengan heran.
"Temen Daddy Cewek apa Cowok" kataku kemudian.
"Cewek Rin ak,,," Daddy ingin melanjutkan omongannya tapi langsung saja aku mematikan telponku. Akupun sudah tak bisa lagi menahan tangisku.
"Kenapa?" kata Siska yang langsung saja memelukku karena mendengar aku semakin menangis.
"Daddy Bohong" kataku yang terus saja menangis.
"Sabar Rin" katanya sambil mengusap-usap punggungku.
"Kenapa Daddy nyakitin aku Sis, dia ternyata sama aja kaya Arga"
"Hanya ucapannya aja yang manis, tapi setelah bosan dia bakal ninggalin aku"
"Aku habis manis sepah dibuang Sis" kataku yang terus menangis sesegukan.
"Hus, ngaco deh lo kalau ngomong."
Maaf yah kalau updatenya mohon dukungannya.
Soalnya ini karya pertamaku.
Terima kasih banyak yang udah like dan comen serta vote.
rita barunyaaa... tentang nana .
masa gakndijelaskan di awal sm doktet