Merasuki tubuh Logan, seorang pria lumpuh yang tak berdaya, sang karakter utama diberikan misi oleh sistem untuk membalaskan dendamnya agar ia bisa kembali ke dunia asalnya!
Merasa bahwa dia memiliki orang-orang penting yang menunggunya, sang karakter utama pun menyanggupi misi tersebut dan membalaskan dendam Logan menggantikan dirinya!
Dibantu oleh sistem, Logan pun menapaki jalan balas dendam!
Mampukah sang karakter utama menyelesaikan misi dari sistem dan memenangkan balas dendamnya?
* Karya ini hanya fiksi belaka, jangan meniru adegan apa pun yang ada di dalamnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fat Kitten, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 Teman Lain
Beralih tempat ke kediaman Logan.
Di sana, Logan sudah kembali ke kamarnya setelah mengambil jalan memutar pasca menaruh Liliana dan Tania ke dalam rumahnya sendiri.
Bertepatan dengan dirinya yang masuk melalui jendela, topeng penyamaran yang dikenakannya memudar ke udara.
Logan kemudian berganti pakaian ke pakaian yang biasa ia kenakan ketika di rumah.
Duduk kembali di kursi roda, Logan menjalankan kursinya dan berpindah ke ruang tengah, tempat di mana Tania tergeletak tak sadarkan diri di atas kursi.
Tidak seperti Tania yang Logan letakkan di ruang tengah, Logan menaruh Liliana di kamarnya sendiri dan menyelimutinya di atas tempat tidurnya.
Pada awalnya, Logan berniat mengganti pakaian putrinya, tetapi kemudian dia mengurungkan niatnya dan membiarkannya apa adanya.
Sambil menunggu keduanya bangun, Logan mengecek status miliknya.
'Sistem, tunjukkan layar statusku yang sekarang.'
Karena ada Tania di dekatnya, Logan pun mencoba memanggil sistem lewat pikiran agar rahasianya yang memiliki sistem tidak terbongkar, dan ternyata, sistem menanggapinya.
\=\=\=
Logan Epstein
Poin : 26.000
Kemampuan : Beladiri
Kartu : Kartu Luck (×1)
Status : Kehilangan 30% ingatan
\=\=\=
'Hoho, ternyata aku juga bisa memerintah sistem dengan cara seperti ini?!'
'Ini menarik!'
Logan yang baru mengetahui kalau ia bisa memfungsikan sistem miliknya dengan telepati, tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.
Melihat layar statusnya baik-baik, Logan merasa sumringah saat melihat jumlah poin yang dimilikinya telah terisi kembali.
'Aku tidak menyangka bisa mendapatkan 25.000 poin dari menyelamatkan putri dan teman masa kecilku itu. Dengan poin ini, seharusnya aku bisa tenang sampai hari di mana istriku mampir lagi ke rumah ini.'
Logan berkata demikian di dalam hati karena dia tidak memiliki sumber poin lain yang bisa menghasilkan banyak poin baginya.
Istrinya yang jarang pulang ke rumah dan tidak adanya alasan di mana ipar atau mertuanya datang menemuinya, membuat total 26.000 poin di tangan terasa sangat banyak.
Logan merasa bersyukur karena setidaknya ia memiliki cadangan poin yang bisa dipakai untuk keadaan darurat sampai hari di mana ia bisa melakukan panen poin lagi, entah ia akan memanen dari istrinya, iparnya, atau mertuanya.
Pada saat Logan tengah menikmati poin yang dimilikinya, tiba-tiba pintu rumahnya terbuka.
Yang berdiri di pintu adalah istri Logan dengan napas terengah-engah dan keringat yang menghiasi wajah cantiknya.
Mata istri Logan menatap lurus padanya yang membuat Logan bertanya-tanya, "Mengapa dia tiba-tiba datang?"
"Di mana putriku?"
Dengan nada lirih dan napas tersenggal-senggal, istri Logan menanyai Logan keberadaan putrinya.
"Oh, dia ada di kamarnya."
Tanpa menanggapi jawaban Logan, istrinya langsung masuk ke dalam rumahnya, melewati Logan tanpa permisi, dan membuka pintu kamar putrinya.
Ketika mata istrinya bertemu dengan sosok putrinya yang tengah tertidur di kasur, ekspresi lega terpancar dari wajahnya.
Elia, istri Logan, tak kuasa menahan air matanya setelah ia memastikan keselamatan putrinya.
Elia merasa sangat bersyukur karena putrinya baik-baik saja dan tidak terluka atau diculik oleh orang asing.
'Tunggu, si bodoh itu bilang putriku dibawa kabur oleh seseorang...'
'Apakah itu kamu, Logan?'
Rasa curiga yang tiba-tiba timbul itu membuat Elia mengalihkan perhatiannya pada Logan yang saat ini sedang menatapnya.
Menutup pintu kamar putrinya, Elia berjalan mendekati Logan.
Ketika Elia melintasi ruang tengah, ia melihat kehadiran lain yang luput dari matanya, yaitu Tania yang tengah tertidur di kursi panjang.
'Hmm, jadi target adikku yang sebenarnya itu adalah kamu, huh, si wanita ular.'
'Hanya kebetulan saja rupanya putriku ikut terbawa ke dalam masalah kalian.'
Menatap sinis ke arah Tania, Elia kemudian mengalihkan lagi pandangannya pada Logan saat ia berdiri di dekat kursi rodanya.
Logan yang mendongak untuk melihat wajah istrinya merasa heran dengan tingkah absurd istrinya yang tiba-tiba datang, tiba-tiba cemas dan tiba-tiba sinis.
"Mengapa kau datang kemari? Seingatku ini bukan jam pulang kerjamu. Oh! Mungkinkah kau mulai merasa rindu padaku sehingga kau buru-buru pulang untuk melihat wajahku?"
[Ding!! 26.500 poin (+500)]
Saat Elia mendengar ucapan tidak tahu malu Logan, tanpa sadar dia menunjukkan ekspresi jijik pada wajahnya.
"Aku hanya kemari untuk melihat putriku."
"Oh, benarkah?"
[Ding!! 27.000 poin (+500)]
"Tentu saja. Tapi lebih dari itu, ternyata kamu cukup berani yah membawa pulang wanita lain ketika aku sedang tidak ada."
Lirikan mata Elia yang mengarah pada Tania ketika ia mengatakannya membuat Logan berpikir,
'Apakah dia cemburu?'
'Atau cuma sekadar menyindir?'
"Karena ini rumahku dan kau juga jarang pulang ke rumah, jadi aku bisa bebas mengundang siapa pun kemari, kan?"
Pada saat Logan mengatakan ini, tidak timbul reaksi apa pun pada istrinya. Bahkan notifikasi poin pun juga tidak muncul.
Melihat hal ini, Logan merasa agak kesal karena sarkas yang dilontarkannya ternyata gagal menghasilkan sesuatu.
Itu sebabnya Logan menumpahkan minyak tambahan agar apinya menyala.
"Lagi pula, ini tidak seperti hanya aku yang membawa pulang seseorang ke rumahnya."
[Ding!! 29.000 poin (+2.000)]
Ketika notifikasi poin kembali muncul, Logan merasa girang di dalam hati.
'Kau memang yang terbaik, istriku!'
"Apa yang kamu katakan? Apakah itu yang dikatakan wanita ini padamu?"
Elia menunjuk Tania saat ia mencoba mengelak sindiran Logan.
"Apakah menurutmu cuma dia satu-satunya teman yang kupunya?"
[Ding!! 29.500 poin (+500)]
"Kamu punya teman lainnya?"
"Tentu saja aku punya."
[Ding!! 30.000 poin (+500)]
Elia termakan umpan Logan yang menyebut soal dia yang memiliki teman lain.
Menyadari bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk menjatuhkan bom, Logan pun menekan tombol pemicunya.
"Seperti barusan, temanku datang membawa Tania dan putriku. Kau tahu dia bilang apa? Dia bilang, dia melihat mereka diculik, jadi dia menyelamatkannya dan membawanya kemari."
[Ding!! 32.000 poin (+2.000)]
"Tapi, kau tahu apa yang lucu? Dia meninggalkan pesan kepadaku dan memintaku untuk menyampaikannya padamu."
[Ding!! 34.000 poin (+2.000)]
"Isi pesannya adalah, "Tolong jaga tingkah laku adikmu," begitulah yang ia katakan padaku."
[Ding!! 39.000 poin (+5.000)]
Bersamaan dengan notifikasi yang hadir, pada saat itu pula keringat dingin mulai mencuat di pelipis istrinya.
Menikmati pemandangan ini, Logan tersenyum memandangi perubahan ekspresi pada wajah istrinya.
/Bye-Bye//Cleaver/