Cinta pertama Ellea An Noor adalah ayahnya. Surga satunya yang dia miliki di dunia ini. Dia yang pernah berjanji tidak akan membuka hati kepada lelaki manapun harus dikejutkan atas permintaan sang ayah yang di luar prediksi.
Menikah karena ingin berbakti itulah yang dilakukan oleh Ellea dan Ahlam, putra dari kerabat ayah Ellea. Tanpa adanya pendekatan dan hanya bermodalkan kesepakatan mereka memutusakan untuk maju ke jenjang pernikahan. Merelakan kebahagiaan mereka direnggut agar bisa membuat orang tua mereka merasakan kebahagiaan.
Akankah pernikahan tanpa cinta yang mereka lakukan akan menghasilkan kebahagiaan? Atau malah sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. Tak Ingkar Janji
Ellea masih belum keluar dari kamar mandi. Dia masih berdiri di depan cermin sambil memegang tanda merah bukti cinta sang suami. Lengkungan senyum terukir di bibirnya.
"Apa harus sampai sebegitunya, Mas?" gumam Ellea.
Ketukan pintu dari luar membuat Ellea harus mengakhiri lamunannya. Sang suami sudah memanggilnya. Dahi Ellea mengkerut ketika melihat Ahlam sudah memakai jasnya kembali.
"Mas keluar sebentar, ya."
"Mau ke mana?"
Tangan Ellea memegang lengan Ahlam dengan raut yang berbeda.
"Mas ada urusan. Kamu di sini dulu, ya."
Ahlam mengecup kening Ellea sebelum dia meninggalkan Ellea. Ternyata di luar sudah ada dua orang berbeda kekar yang ditugaskan untuk menjaga istrinya.
"Awasi dari jauh dan jangan sampai terlihat."
Ahlam segera turun ke lantai bawah di mana staf-nya sudah menunggu. Mereka pun menuju sebuah tempat.
Rahang Ahlam mengeras ketika membaca laporan yang dia terima. Tangannya pun sudah mengepal begitu kencang.
"Ini bukan kali pertama, Pak. Jadi, wajar Ibu memilih untuk pergi karena sudah begitu sakit hati."
Ahlam melangkah dengan begitu lebar. Dadanya sudah turun naik tak karuhan. Juga mimik wajahnya sudah tak bisa dikontrol. Pintu pun dia banting dengan sekuat tenaga dan mengejutkan mereka yang berada di ruangan. Mereka yang ada di sana menunduk takut karena Ahlam sudah sangat tak bersahabat.
Brakk!!
Ahlam dengan sekuat tenaga menggebrak meja hingga membuat barang yang ada di atas meja tersebut bergetar. Mereka pun semakin menunduk dalam
"Ketika kalian menghina istri saya. Sama saja kalian itu menghina saya!"
Lantang dan penuh kemurkaan. Ahlam benar-benar mengeluarkan taringnya.
"Gunjingan kalian sangat keterlaluan dan sangat amat tak pantas. Kalian memiliki pendidikan yang tinggi, tapi attitude kalian amatlah rendah."
Salah satu staf mencoba meredakan emosi Ahlam dengan memberikan mereka amplop putih panjang.
"Itu tak sebanding dengan rasa sakit yang kalian torehkan untuk Nyonya Ellea," ucap salah satu staf yang menemani Ahlam.
Dia mengajak Ahlam untuk pergi dari sana. Dia tidak ingin khodam Ahlam keluar dan akan membahayakan mereka semua.
Tubuh mereka yang telah menghina Ellea baik di dua tahun ke belakang maupun sekarang terkulai lemah tak berdaya. Mereka dipecat secara tidak hormat dan tanpa mendapatkan pesangon sama sekali.
Minuman alkohol kalengan sudah staf berikan kepada Ahlam yang tengah mengatur emosinya. Tak dia hiraukan tangannya yang sudah terluka. Dia seakan mati rasa saking emosinya.
"Siapapun yang menghina istriku tak akan pernah aku biarkan hidupnya senang."
Ahlam benar-benar menjadi lelaki yang tak pernah ingkar dengan ucapannya. Janjinya dia tepati, yakni akan menjaga Ellea. Setelah satu kaleng minuman beralkohol rendah habis, dia meminta staf untuk mengantarnya kembali ke apartment. Dia tidak tega meninggalkan Ellea.
.
Ellea yang tengah duduk di sofa segera berlari ke arah pintu. Ahlam sudah kembali dan Ellea berhambur memeluk tubuh suaminya.
"Kenapa?" tanya Ahlam begitu lembut.
"Aku takut," jawabnya dengan begitu pelan. Tangannya pun melingkar erat di pinggang Ahlam.
"Mas udah di sini, Sayang." Ahlam membalas pelukan Ellea tak kalah eratnya.
Hati Ahlam yang tadinya masih memanas, kini mulai dingin karena pelukan sang istri. Ellea pun mulai merasakan ketenangan ketika Ahlam datang. Ketakutannya seketika sirna.
"Mas, mau mandi dulu, ya."
Selama Ahlam mandi, Ellea berkutat dengan ponselnya. Ternyata banyak sekali pesan yang masuk berisikan kalimat permohonan maaf. Ellea masih belum mengerti. Namun, ada satu pesan yang menyebut nama suaminya.
"Mas," panggil Ellea ketika sang suami baru saja keluar dari kamar mandi.
Ellea segera menghampiri dan menunjukkan pesan dari nomor yang tak dia kenal. Ahlam bersikap begitu datar.
"Apa Mas melakukan sesuatu?"
Ahlam hanya melirik Ellea. Kemudian, berlalu menuju sofa dan itu membuat Ellea semakin penasaran. Dia mengejar Ahlam yang kini sudah ada di sofa.
"Mas--"
Ellea terkejut ketika tangannya Ahlam tarik hingga dia terjatuh di pangkuan Ahlam. Matanya dan mata Ahlam kini bertemu lagi.
"Apa kamu kira Mas akan diam saja ketika orang yang Mas sayang direndahkan?"
Ellea pun tak menjawab. Sorot mata dan wajah serius Ahlam membuat dirinya takut. Baru saja Ellea hendak menundukkan kepala, tangan Ahlam meraih dagunya.
"Tidak ada yang boleh menyakiti hati istri Mas. Juga tidak ada yang boleh membuat istri Mas menitikan air mata. Jika, ada yang berani. Maka, mereka akan berhadapan dengan Mas."
Begitu tegas kalimat yang diucapkan oleh Ahlam hingga bibir Ellea tak bisa terbuka. Mode sang suami yang serius begitu menyeramkan di mata Ellea.
"Orang berilmu belum tentu beradab. Itulah mereka."
Hati Ellea mencelos mendengarnya. Matanya sudah berkaca-kaca. Ahlam merupakan suami yang luar biasa. Selalu menjaganya dan bertanggung jawab atas dirinya.
Wajah Ahlam sudah mendekat. Sudah Ellea pastikan jika Ahlam akan membubuhkan kecupan di bibirnya. Ellea pun memalingkan wajahnya hingga terdengar hembusan napas kasar dari mulut Ahlam. Dia hanya bisa memeluk tubuh Ellea yang ada di pangkuannya.
"Maaf. Bibir kamu udah menjadi candu untuk Mas."
Ellea tersenyum kecil mendengarnya. Dia bahagia mendengar kalimat yang keluar dari mulut Ahlam.
"Bibir Mas juga begitu manis."
.
Mereka berdua memilih untuk pulang ke rumah dan tidak bermalam di apartment. Sebelum pulang, Ahlam meminta Ellea untuk menguncir rambutnya.
"Mas, tapi kan ada--"
"Itu bukti cinta loh, Sayang. Apa kamu malu?"
Ellea tak tega melihat wajah suaminya yang begitu sedih. Alhasil, dia pun mengikuti kemauan Ahlam. Tanda merah begitu jelas terlihat di leher putih Ellea. Ahlam memeluk Ellea dari belakang. Bibirnya mulai menempel di leher jenjang sang istri.
"Mas--"
"Satu lagi boleh gak?"
Ellea segera menatap Ahlam dengan tatapan garang. Bukannya takut dia malah tertawa. Ahlam memutar tubuh istrinya. Kembali menatapnya dengan penuh cinta.
"Mas akan terus menunjukkan rasa cinta Mas supaya kamu juga bisa membalas cinta yang Mas miliki."
"Mas begitu mencintai kamu, Sayang."
Kecupan di kening, Ahlam berikan dan membuat mata Ellea terpejam untuk sesaat. Merasakan kehangatan yang Ahlam berikan untuknya.
"Jika, kamu sudah mencintai Mas. Ungkapkanlah! Mas begitu menanti balasan cinta dari kamu, Sayang."
Mulut Ellea tertutup rapat jika mendengar penuturan cinta dari suaminya. Suaranya pun tercekat. Anehnya, sang suami sama sekali tak marah dengan diamnya dirinya. Malah semakin memberinya kehangatan dan kenyamanan setiap hari.
Baru saja keluar dari unit apartment milik Ahlam, langkah Ellea dan Ahlam harus terhenti ketika mereka berpapasan dengan seseorang.
"Ellea," sapa Zeyn.
Ellea menatap suaminya yang bersikap amat datar. Terlihat dia sangat tidak menyukai Zeyn.
"Boleh kita bicara berdua?"
Ellea pun terdiam. Dia menatap suaminya yang tak bereaksi apapun. Ellea menarik ujung jas suaminya bagian samping. Ahlam pun menoleh.
"Bicaralah!"
Ellea terkejut. Sedangkan Zeyn malah tersenyum. Namun, seketika senyum Zeyn pudar melihat bibir Ahlam yang sudah menyesap bibir Ellea tepat di depan matanya. Pemandangan panas itu tidak sebentar karena mereka berdua malah saling membalas.
"Siyalan!!"
...***To Be Continue***...
Boleh minta komennya? Banyakin dong...
sangat menjiwai karektor, inspirasi cerita yang paling baik untuk dijadikan pedoman dalam hidup,..
setelah banyak mengeluarkan air mata seperti hujan akhirnya mentari muncul selepas badai ketawa ngakak habis ...bagai org gila pula ketawa tak henti henti 🤣🤣🤣🤣🤣...ada ada saja Thor ..tapi menarik dan lucu Thor menjiwai , seperti realiti.. mantap Thor inspirasi selalu Thor 👍👍👍👍
mungkin ini yang dikatakan setelah banyak mengeluarkan air mata disuggahi kelakuan absdul mereka nie ada-ada saja..
kena azab tuh sijalang
nyari mampos melawan 2 klrga raksasa./Sneer//Sneer//Sneer/