NovelToon NovelToon
Hubungan Rahasia

Hubungan Rahasia

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Angst / Pelakor jahat / Suami Tak Berguna / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Konflik etika / Tamat
Popularitas:54.9k
Nilai: 5
Nama Author: Afriyeni Official

Dinikahi Roylando yang hobi bermain judi dan berselingkuh, membuat hidup Tara penuh dengan penderitaan.

Tara terpaksa berjuang sendiri untuk menafkahi anak nya dan menghidupi keutuhan rumah tangga nya.

Dibalik kegelapan hidup Roylando ternyata masih banyak rahasia yang ia sembunyikan dari Tara.

Perlahan rahasia itu pun terungkap bersama kehadiran seorang pria misterius yang mengaku sebagai pengagum rahasia Tara.

Kehadiran pria itu dalam hidup Tara, mampu membangkit kan semangat hidup Tara yang nyaris putus asa.

Tara pun berhasil menguak seluruh tabir rahasia keluarga Roylando yang selama ini di tutupi.

Siapakah sebenar nya pria misterius itu? Bagaimana ia bisa tahu semua hal tentang Tara? Apa hubungan Roylando dengan pria itu?

Bagaimana cerita hidup Tara yang penuh tantangan dan dipenuhi intrik kejahatan dari seorang perempuan jahat bernama Karla dan seorang pria jahat bernama Dika?
Apakah Tara bisa selamat dari rencana pembunuhan yang di rangkai mereka berdua?

Cuss Baca....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Afriyeni Official, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hati yang terluka

Sarapan pagi yang terdengar ramai.

Suara denting sendok dan garpu terdengar disela canda tawa Dokter Adrian yang sedang sarapan ditemani cucunya Sania dan Marvel. Kakek tua itu terlihat bahagia.

Roy yang duduk tak jauh dari Papanya ikut tertawa senang. Hari ini penampilan Roy terlihat rapi. Seperti janji Dokter Adrian, Roy hari ini bekerja sebagai asisten Dokter Adrian di klinik pribadi miliknya.

Tara merasa senang melihat perubahan suaminya yang mulai rapi dan hidup teratur. Semenjak pindah rumah, Roy tak pernah pulang larut malam. Waktunya banyak di habiskan dirumah bermain bersama Sania dan Marvel.

Tara pun tak pernah bertanya tentang bagaimana hubungannya dengan Diana. Karna baginya masa depan Sania saat ini jauh lebih penting daripada harus memikirkan Roy.

Tak sengaja matanya melirik ke arah Arya yang duduk di hadapannya.

DEG!

Dadanya berdebar seketika. Mata Arya kepergok sedang menatap Tara tajam. Sesaat mata mereka saling bertatapan. Hati Tara seketika jadi kacau balau. Ia mencoba memalingkan wajah ke arah lain. Debaran indah di dadanya tak kunjung reda. Tara menepuk dadanya pelan. Ada sesak yang terasa menyiksa.

"Huk!" Tara mendadak terbatuk.

Arya spontan menuangkan air putih ke gelas Tara yang terlihat kosong. Begitupun dengan Roy yang duduk di samping Tara, Roy juga menyodorkan segelas air putih kepada istrinya.

Sejenak hati Tara bimbang. Mana yang akan ia minum. Namun jemarinya lebih memilih gelas miliknya sendiri yang telah diisi air oleh Arya.

Sambil minum, sekilas Tara melihat Arya yang tersenyum tipis sembari menikmati kembali sarapan paginya. Tanpa sengaja, Tara mengabaikan ekspresi wajah Roy yang terlihat sedikit kecewa.

Saat berangkat kerja.

Roy, Dokter Adrian dan Marvel telah duduk di atas mobil menunggu Tara yang baru saja hendak memakai sepatu.

"Cepatlah Tara, Marvel hampir telat ke sekolah!" teriak Roy.

Dahi Tara berkerut heran. Sepertinya ia tak pernah mengatakan ingin di antar Roy berangkat kerja.

"Kamu tak perlu antar aku. Aku bisa berangkat sendiri." Jawab Tara seraya mendekati mobil dan bicara setengah berbisik pada Roy.

Lagi-lagi kekecewaan tersirat di wajah Roy. Namun Roy tak bisa bicara banyak karna ada Dokter Adrian di atas mobil. Ia pun sejenak melirik Papanya yang duduk dengan tenang bersama Marvel di kursi belakang. Roy menghela nafas dan mengemudikan mobilnya meninggalkan Tara dengan hati kecewa.

Dengan langkah gontai, Tara berjalan keluar dari pekarangan rumah Dokter Adrian yang luas dan berdiri sejenak di depan pagar.

Tiiiiiittt ...!

Suara klakson mobil yang panjang mengejutkannya. Mobil Arya berhenti tepat di belakang. Tara segera menepi memberinya jalan. Wajah Arya terlihat kesal dan marah padanya.

"Cepatlah, masuk!" teriak Arya.

Ia membukakan pintu mobil dari dalam. Menyuruh Tara masuk ke dalam mobilnya.

Tara bergegas masuk dan mobil Arya pun melesat kencang meninggalkan rumah mewah milik Dokter Adrian.

Sedari tadi Arya hanya diam tak bicara sedikitpun pada Tara. Sekilas Ia melirik wajah Arya. Rasa kesal masih terlihat memenuhi raut wajah tampannya.

"Aku tahu, kamu sedang marah padaku. Maaf, kalau aku ada salah padamu, Setidaknya, kamu 'kan bisa memberitahuku, apa yang membuat sikapmu jadi kesal tak menentu?" tanya Tara pada Arya yang makin kesal mendengar pertanyaannya.

Tara menarik nafas panjang saat Arya masih diam tak bersuara.

"Apa karna gara-gara semalam Roy memeluk ku, lalu kamu marah, cemburu, dan cemberut padaku, begitu...,?" tanya Tara lagi dengan polosnya.

Tiba-tiba Arya menepikan mobilnya ke pinggir jalan. Mesin mobilnya dibiarkan tetap menyala. Kemudian Arya memutar tubuhnya menatap Tara yang duduk disampingnya dengan sorot mata yang tajam.

"Apa belum cukup Tara? Kamu menyakiti hatiku." Tatapan Arya perlahan berubah sendu.

Bias matanya menyiratkan kelukaan yang mendalam. Ada kesedihan dan kepedihan yang Tara rasakan disana. Tara tertegun, menatap wajah tampannya yang terlihat kuyu tak bersinar.

"Aku selalu ada untukmu. Namun kamu tak pernah ada untukku Tara. Hatiku kuserahkan utuh untukmu. Tapi hatimu entah milik siapa. Kamu tak pernah anggap aku ada. Padahal, Aku selalu hadir saat kamu membutuhkan aku. Namun dirimu tak pernah memikirkan aku." Keluh Arya menatap Tara sedih.

"Apa kamu tak pernah sedikitpun menyimpan rasa untuk ku Tara? Apa kamu tak pernah merindukanku walaupun sekali? Apa aku tak ada artinya untukmu?" kalimat demi kalimat yang di ucapkan Arya membuat Tara terpaku.

Tara terdiam tak mampu bicara sepatah kata pun. Lidahnya terasa kelu tak sanggup untuk menjawab. Hanya tetes air mata yang tiba-tiba jatuh bergulir di pipinya. Tara baru sadar, ia telah begitu banyak melukai hati dan perasaan Arya.

Selama ini Tara begitu egois. Tara hanya memikirkan dirinya sendiri. Tak pernah sedikitpun, ia memikirkan perasaan Arya yang nyaris hancur karna egonya.

"Maafkan aku Arya. Aku terlalu sibuk memikirkan diriku dan Sania. Aku mengabaikan hati dan perasaanmu padaku. Aku sadar, rasa sayang dan cintamu begitu tulus padaku. Tapi Aku tak tahu harus bagaimana. Aku terpaksa tinggal di rumah itu bersama Roy. Semuanya demi masa depan Sania." Jelas Tara pada Arya.

Mata Arya terlihat memerah berkaca-kaca. Arya meremas dada sebelah kirinya yang terasa nyeri. Perih, Arya merasa hatinya begitu perih. Bagai tertusuk ribuan duri tajam.

"Apa kamu tahu, keputusanmu seakan membunuhku. Aku berasa mati Tara! Apa kamu meragukan ku? Aku sanggup menghidupi kamu dan Sania. Aku akan membiayai semua kebutuhan Sania hingga ia dewasa. Aku akan mencukupi segala kebutuhanmu. Kamu tak perlu lagi bekerja keras. Apalagi yang kamu inginkan dari Roy? Apa belum cukup penderitaanmu selama ini?" teriak Arya dengan nada sedikit keras.

Tara tertegun. Arya terlihat begitu marah. Tara tak pernah meragukannya sama sekali. Ia tahu, Arya cukup mapan untuk menghidupi lebih dari satu keluarga.

"Apa kamu masih mencintai Roy. Hah...?!" tanya Arya mengagetkan Tara.

Tara memandang Arya dalam. Hatinya bimbang untuk menjawab pertanyaan Arya.

Arya mendesah, menghela nafas panjang. Wajahnya yang suka tersenyum dan humoris kini penuh kesedihan. Lelaki itu seolah kehilangan jati diri. Ia pun memalingkan wajahnya dari pandangan mata Tara yang disalah artikan Arya sebagai pandangan iba dan kasihan.

"Apa karna aku cuma anak pungut?" ujarnya pelan namun terdengar jelas ditelinga Tara.

Tara terhenyak mendengar ucapannya. Ia pun mencoba untuk menyentuh tangan Arya. Namun Arya menepiskan tangan Tara kasar. Raut wajahnya terlihat sangat marah dan gusar.

Saat Tara ingin menyentuh lengannya. Arya bergegas menginjak pedal gas di mobilnya. Tubuh Tara limbung seketika dan tersandar ke bangku tempatnya duduk.

Arya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membuat Tara sedikit takut melihat sikapnya yang tiba-tiba jadi ugal-ugalan. Jantung Tara nyaris copot. Tubuhnya terasa tegang sambil berpegangan ke handle mobil. Baru Ia sadari, saat marah Arya terlihat menakutkan.

"Arya, kumohon. Hentikan!" jerit Tara ketakutan.

Wajah Arya terlihat tegang. Ia seolah tak mendengarkan Tara.

" Kumohon, hentikan!" pinta Tara dengan wajah pucat pasi.

"Aku takut Arya. Please, kumohon!" seketika Tara menangis keras.

Ia takut terjadi sesuatu yang menyebabkan dirinya dan Arya bisa kecelakaan.

Suara tangisnya berhasil membuat Arya berhenti melakukan aksi gilanya. Mobil Arya mulai terasa melaju dengan pelan menyusuri jalan menuju resto milik Maya tempat Tara bekerja. Tara pun mulai merasa tenang. Ia menyusut airmata yang mengalir di pipinya dengan cepat.

Lama mereka berdua saling berdiam diri. Hingga mobil Arya sampai di lokasi resto. Arya menepikan mobilnya ke pinggir jalan. Tara segera turun dari mobil Arya dengan hati dongkol dan marah.

*Blam**m* !!

Suara pintu mobil terbanting keras membuat Arya terkejut. Arya terpaku diam menatap Tara yang langsung pergi, masuk ke dalam resto tanpa bicara sepatah katapun.

Dari balik jendela salah satu ruangan resto. Tara melihat mobil Arya masih terparkir di pinggir jalan raya. Hingga beberapa lama kemudian. Mobil itu pun melesat pergi meninggalkan resto.

Hati Tara terasa hancur. Lagi-lagi, ia menyakiti hati Arya. Ia tak tahu, apa yang akan terjadi pada Arya. Saat ini Arya pasti sangat membutuhkannya.

Tapi apa yang ia lakukan? Tara justru membiarkan lelaki itu terluka sendirian. Rasa cemas meliputi hati Tara. Ia khawatir akan Arya. Bagaimana keadaan Arya saat ini?

.

.

.

BERSAMBUNG

1
🪅D@ B®♓⛎♏
kasihan amat lu arya
🪅D@ B®♓⛎♏
iya tahu kamu Arya, tapi Arya mana /Facepalm/
🪅D@ B®♓⛎♏
mungkin aja Tara
✿^ MOj∀K❍ ^✿⁠
sudah ku duga
Mari_Mar
buset langsung di gas, kalau itu aku langsung kabur🤣
Mari_Mar
mulutmu Roy, pengennku remes, uda mabok, jual cincin kawin, emang nggak ada otak kang jumbok(judimabok) 🤧
Oma yeni*🦋: makasih udah mampir ya 🤭
total 1 replies
🪅D@ B®♓⛎♏
aku belum bisa move on dari novel ini thor, pengen baca lagi dan lagi
🪅D@ B®♓⛎♏
hajar brooo,,, Uber sampai dapet
🪅D@ B®♓⛎♏
lihat tuh Roy, bini lu di godain cwok lain. tau rasa lu kaan?
🪅D@ B®♓⛎♏
jangan pasrah, kamu harus berjuang. semangat tara
🪅D@ B®♓⛎♏
sial karena kamu nikah sama orang kyk gitu tara
🪅D@ B®♓⛎♏
coba aja, ku tampar balik nih /Panic/
🪅D@ B®♓⛎♏
kalau enggak gimana? Lo malah bikin bini Lo menderita
🪅D@ B®♓⛎♏
kasihan istri mu woyy... kakinya terluka tuh
🪅D@ B®♓⛎♏
heleehh.. bohong pasti tuh
🪅D@ B®♓⛎♏
tega sekali si Roy, cincin nikah di minta lagi /Panic/
mommy Fadillah
cerita bagus Bun😇 nyicil dikit🤭
Oma yeni*🦋: makasih udah mampir moms,, moga suka 🤗
total 1 replies
Almeera
Kereennnnnn banget
Oma yeni*🦋: makasih syg aku 🥰😘
total 1 replies
iqbal nasution
mantapp
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Frontier
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!