NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Kakak Tiri

Benih Rahasia Kakak Tiri

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Single Mom / One Night Stand / Fantasi / Reinkarnasi / Konflik etika / Tamat
Popularitas:288k
Nilai: 4.5
Nama Author: sayonk

Rosetta Luwig di hidupkan kembali setelah mengalami sebuah kecelakaan dimana ia sedang mengandung anak kakak tirinya. Dia mencintai Jhonatan Maxiliam, namun ternyata pria itu justru mencintai adiknya. Dengan berbagai cara dia menjebak Jhonatan hingga mengandung anaknya, namun sayang ternyata anaknya tidak di akui bahkan keluarganya membencinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayonk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jadi Javer adalah anaknya ...

Tiga hari kemudian.

Maxiliam berusaha mendengarkan ucapan ibu mertuanya, ia tidak menghubungi Rosetta atau pun Javer. Hubungannya pun dengan Lili tak ada lagi percekcokan, kemarahan, Lili seperti dulu yang lembut padanya.

Namun rasanya, hatinya begitu sakit. Ia merasa telah kehilangan sosok yang ia menguatkan hatinya, menguatkan dirinya menginjak di muka bumi ini.

"Sayang kau akan ke kantor. Biar aku bantu." Lili mengambil alih dasi di leher Maxiliam. "Aku sudah belajar buat mengikat dasi mu."

Maxiliam tersenyum tipis. "Iya, aku senang kau belajar mengikatnya."

Ia mengusap pucuk kepala Lili dengan lembut.

"Sayang aku sudah menyiapkan sarapan untuk mu."

Maxiliam tersenyum, akhir-akhir ini ia tak bernafsu untuk makan. "Aku takut terlambat, aku tidak sarapan. Kau sarapanlah dulu."

Maxiliam menatap lampu merah di depannya, salah satu jari telunjuknya mengetuk beberapa kali setir mobilnya. Hatinya terasa gerah, tidak bisa menahannya lebih lama lagi. Ia pun menancapkan gasnya dan membelokkan mobilnya hingga sampailah ia di basemant.

Kedua tangannya gatal tidak menggendong Javer, hatinya terasa redup beberapa hari tidak bertemu dengan Rosetta. Ia memencet bel apartemen namun sayang sama sekali tidak ada yang membukakan pintu.

"Rosetta? Dimana dia?" gumam Maxiliam. Ia melihat jam kecil di pergelangan tangannya. Ia bergegas pergi sambil mengerutkan keningnya. Ia seperti delima tidak bisa bertemu dengan Rosetta.

Sementara itu, Rosetta berada di samping brankar. Tadi malam Javer demam tinggi dan untunglah Mario pada saat itu menghubunginya menanyakan Javer.

"Mario sebaiknya kau pulang dulu," ucap Rosetta. Sejak malam Mario berjaga, pria itu pasti lelah.

Mario memejamkan kedua matanya, kepalanya terasa pusing mungkin karena kurang tidur. "Sudahlah, nanti akan ada sekertaris ku yang datang kesini."

"Mario terima kasih telah menjaga Javer. Kau membantu ku."

"Rosetta kau tau, aku masih mencintai mu dari dulu sampai saat ini. Aku tidak pernah menganggap mu orang luar."

Rosetta tersenyum, Javer yang samar-samar mendengarkannya sambil membuka kedua matanya.

"Mommy."

"Sayang kau sudah bangun, Javer ingin minum?"

Javer mengangguk, Rosetta membantu putranya untuk duduk.

"Javer." Sapa Mario.

"Paman, Ah lupa. Javel harusnya memanggil Daddy." Javer terkekeh, Mario pun ikut tertawa. Jika ia bersama dengan Rosetta dan Javer sudah pasti kehidupannya akan terasa hangat.

Di tempat lain.

Nyonya Diane menekan bel apartemen, ia ingin mengunjungi Javer dan Rosetta namun hingga beberapa menit kemudian pintu di depannya tak terbuka, sepertinya tidak ada orang di dalam apartement tersebut.

Ia pun mengambil ponselnya di tasnya. "Rosetta kamu ada di mana? Mommy ada di depan apartemen mu," ucapnya.

"Apa rumah sakit? Javer sakit? Mommy akan kesana." Nyonya Helena begitu panik, ia sangat kesal Rosetta tidak menghubunginya tadi malam. "Rosetta awas kamu." Ia pun menghubungi Agam dan Maxiliam.

Kedua pria itu panik, mereka yang ingin mengadakan rapat pergi begitu saja meninggalkan ruangan.

"Javer."

Nafas nyonya Diane naik turun, dia setengah berlari karena tidak sabar melihat keadaan Javer.

"Mommy."

"Javer gimana keadaannya?" tanya nyonya Diane. Wajahnya tampak khawatir, rasanya lebih mengkhawatirkan keadaan cucunya dari pada Rosetta. "Bagaimana bisa kamu tidak menghubungi Mommy Helena? Kamu keterlaluan tidak menghubungi ku, Javer cucu ku Rosetta."

"Aku tidak kepikiran untuk menghubungi Mommy, saat itu aku panik Mom."

Nyonya Diane menghela nafas panjang, ia mengusap kening Javer dengan lembut. "Maafkan Nenek sayang."

"Nenek tak pellu malah, Javel sudah baikan. Sebentar lagi Javel pulang kok."

Nyonya Diane menoleh dan melihat Mario, sepertinya Mario lah yang menjaga Javer semalaman.

"Javer!" Dua orang pria serempak memanggil Javer.

"Bagaimana keadaan Javer Rosetta?"

"Javer sudah mulai membaik Dad," ucap Rosetta.

Daddy Agam mulai naik pitam, bisa-bisanya ia tidak tau keadaan cucunya. "Kau bagaimana Rosetta? Kenapa tidak menghubungi kami?!" bentaknya.

"Kakek jangan malahi Mommy." Javer tidak ingin ibunya di salahkan, ia sakit bukan karena ibunya.

"Benar Rosetta, kau malah menghubungi orang luar di banding keluarga mu sendiri," ucap Maxiliam dengan wajah memerah. Ia sangat kesal, di saat Javer butuh dirinya justru Rosetta malah menghubungi orang lain.

Sedangkan Mario, ia sudah tau, pria itu tidak menyukai kedekatannya dengan Javer.

"Sudah-sudah, yang penting Javer sudah baikan." Lerai nyonya Diane. "Yang penting Mario sudah menjaga Rosetta dan Javer."

Maxiliam menahan ucapannya, ingin sekali ia mengutuk pria di depannya itu. "Javer bagaimana kalau kamu bersama Daddy saja? Maksudnya kamu tinggal di rumah nenek dan kakek."

"Tidak mau, Javel mau sama Daddy sama Mommy."

Maxiliam mengepalkan sebelah tangannya, ia tidak bisa berbuat apa-apa, seharusnya ia yang ayah kandungnya dekat dengan Javel.

Lebih baik aku menjaga jaral dengan Daddy Maxiliam, aku tidak mau Mommy di sakiti telus batin Javel.

Sebenarnya ia ingin bermain bersama Maxiliam, tapi apalah daya, ia tidak bisa melakukannya dan harus menahannya.

Aneh, kenapa Maxiliam semarah itu saat Javer menolaknya. Kalau di lihat-lihat Javer dan wajah Maxiliam seperti mirip, apa jangan-jangan ... Tidak mungkin.

Nyonya Diane menggelengkan kepalanya, mungkin hanya pikirannya saja yang tidak waras.

...

"Tunggu! Aku ingin berbicara dengan mu." Maxiliam menahan lengan Mario yang ingin keluar sebentar.

Mario mengangguk, sudah pasti orang di depannya akan mencari waktu untuk berbicara dengannya, begitupun dirinya juga ingin berbicara dengan Maxiliam.

Tanpa mereka sadari, nyonya Diane membuntuti mereka dari belakang dengan jarak jauh.

Sesampainya di taman rumah sakit, Maxiliam menatap nyalang pria di depannya. Ia tidak perlu lagi menahan ucapannya atau wajahnya. "Aku tidak perlu basa-basi lagi, jauhi Javer dan Rosetta."

Mario terkekeh, ia merasa lucu dengan ucapan pria di hadapannya. "Kau sangat lucu Maxiliam, apa kau tidak berpikir, aku adalah calon ayah Javer, bukan dirimu. Ya walaupun aku tau kau memang ayah kandung Javer."

"Apa?! Jadi kau tau siapa aku?"

"Aku memang sudah mengetahuinya pada saat Rosetta mengandung, dulu aku memang ingin bertanggung jawab tapi Rosetta menolak, hingga akhirnya Rosetta pergi. Setelah itu aku tak pernah lelah mencarinya, mungkin karena kita jodoh jadi kita di pertemukan kembali."

"Kau tidak perlu khawatir tentang Rosetta dan Javer, Rosetta tidak akan mengganggu mu dan Javer, dia tidak tau siapa dirimu, tapi lebih baik Javer memang tidak tau."

Buk

Maxiliam tak bisa menahan amarahnya lagi, Mario terlalu sombong padanya. Bahkan ingin merebut Javer.

Mario mengusap sudut bibirnya yang pecah. "Kau cemburu pada Javer atau pada Rosetta? Sekalipun Rosetta menikah dengan ku, dia tidak akan melarang kau bertemu dengan Javer seharusnya kau sudah untung, karena kau tidak pernah tau bagaimana kesusahan Rosetta pada saat itu."

Jadi Javer adalah anak Maxiliam batin nyonya Diane.

1
Siti Solikah
wah jangan sampai rosetta ketemu max
Siti Solikah
wah kok max tahu
Siti Solikah
kok diceritakan to sama mamanya rosetta
Siti Solikah
bagus
Siti Solikah
pergi yang jauh dari mereka
Siti Solikah
bagus rosetta
Siti Solikah
mampir baca thor
Siti Solikah
bagus
tenny
kasian Mario, kok Maxi malah ga dapet karma. enak banget jadi Maximilian
tenny
kasihan mario, harusnya Rosetta tegas. kecewa banget KL endingnya Rosetta SM maxi 😬
tenny
kayaknya dicerita ini pas partnya Emily yg masuk akal dialognya, KL yg lain banyak yg ga logis rada aneh. Pdhal alur ceritanya bagus looh
falea sezi
najis balikan
falea sezi
najis lu uda obok2 lili mau balek ke roseta enak bgt lu bangsatt
falea sezi
males aja moga aja g balik maxi bekas lili
falea sezi
najis amat ne maxi kakak adek. mau serakah
Ricka Monika
kasihan marionya,kalau rose balik SM max,satu kata untuk mu "BODOH"
Ricka Monika
kasihan ya Mario di PHP,gerem deh lihat si rose
Ricka Monika
ingat jika kau bukan anak emas ortu mu maka kebaikan sebesar apapun tidak berguna dan kesalahan sekecil apapun akan menjadi sangat besar dan fatal,maka lebih baik menjauhi mereka agar hati dan raga mu tenang dan tentram
Ricka Monika
rose ini plin plan deh gerem aku jd nya
Ricka Monika
aku padamu Emeli 😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!