"Kenapa harus aku Mas yang kamu sakiti? apakah kamu tak ingat jika aku sudah banyak berkorban untukmu kenapa harus ada dia dalam pernikahan kita apa salahku sama kamu Mas."
Suara lantang wanita cantik bernama Paramitha Rusli membuat semua orang kini kembali menatap kearahnya terlebih lagi laki laki yang berstatus menjadi suaminya itu menatapnya dengan sinis.
"Jangan pernah kamu lupakan satu hal Mitha aku menikahimu hanya karena keterpaksaan dan juga karena permintaan orang tuaku,dan kamu tahu aku tak pernah mencintaimu walupun hanya seujung kuku wanita yang aku cintai hanya Lisa dan kamu tahu akan hal itu.."
Laki laki egois yang bernama Heru Sudjatmoko terdengar begitu pedih di telinga Mitha wanita yang sudah menemaninya namun kini dia harus di campakkan dan di cerai begitu saja.
Rasa sakit hati yang dia alami membuat Mitha berubah menjadi wanita yang sangat cantik dan juga berubah menjadi wanita sukses hal itu tentu saja membuat Heru menyesal di kemudian hari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 23
""Bagaimana diri ini bertingkah biasa saja, jika senyummu saja membawa kenangan yang tak pernah bisa aku lupakan..""
Ada perasaaan aneh yang menjalar di dada Dimas,kini dia harus kembali menelan pil pahit bahwa Mitha telah pergi menjauh darinya walupun tak mustahil dia bisa menemuinya kapanpun dengan uang yang dia miliki.
"Apakah Bu Mitha akan kembali ke Jakarta?"pertanyaan itu akhirnya lolos juga dari bibir manis Dimas.
Ayu hanya bisa menarik nafas panjang dan membuangnya secara perlahan,sesaat kemudian dia pun menggelengkan kepalanya..
"Mungkin enggak karena Bu Mitha sendiri sebenarnya selama ini tinggal di Singapura. Ibu Mitha di sini itu karena dia tengah menikah namun saat ini mereka pun telah resmi bercerai.." tanpa sadar Ayu keceplosan sampai sampai dia menutup mulutnya tak percaya bahwa dia akan bisa mengatakan hal yang seharunya menjadi rahasia sang bos...
Mata Dimas langsung menatap tajam kearah Ayu yang menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya dia tak menyangka jika dia akan keceplosan...
"Benarkah itu? Jadi Bu Mitha sudah menikah dan saat ini sudah berpisah?"Dimas pun bertanya seolah tak percaya kini dia benar benar tengah merasakan patah hati untuk kedua kalinya...
******
Dua tahun kemudian..
Mitha kini terlihat jauh lebih cantik dari tahun lalu ketika dia meninggalkan Indonesia. Kini perusahaan Mitha juga tengah berkembang pesat membuat namanya semakin melejit di mana mana.
Mitha pun tersenyum sembari menatap kearah balkon kamarnya..
"Mitha,, sudah cukup kamu lari dari kenyataan dan sekarang sudah waktunya kamu untuk memulai semuanya dari awal lagi."Mitha pun tersenyum sembari menatap layar ponselnya...
Mitha pun langsung menghubungi nomer yang tertera di dalam sana...
"Iya Mas aku akan segera turun.."jawabnya singkat membuat seseorang di sebrang sana tersenyum bahagia...
Sesaat kemudian Mitha pun sudah sampai di lantai bawah rumahnya dia melihat sosok yang sangat familiar untuknya,iya itu adalah Dimas kekasihnya...
"Mas maaf sudah menunggu lama ya?"tanya Mitha sembari tersenyum.
Dimas hanya menggelengkan kepalanya dan membalas senyuman wanita yang sudah sudah payah dia taklukan..
"Belum kok baru saja sampai sayang.."ucapnya sedikit ragu.
Mata Mitha mendelik mendengar panggilan yang di lontarkan oleh laki laki yang baru saja menjadi kekasihnya itu..
"Mas Dimas panggil apa tadi?apa aku gak salah dengar?"tanya Mitha mencoba untuk memastikan pendengarannya.
Dimas hanya tersenyum sembari menggelengkan kepalanya..
"Kamu gak salah dengar kok sayang. Mulai sekarang dan selanjutnya aku akan memanggilmu dengan sebutan sayang karena aku benar benar tulus menyayangimu Paramitha Rusli.."
Lagi lagi ucapan Dimas bisa membuat Mitha tersipu malu berbanding terbalik dengan Heru laki laki yang pernah menjadi suaminya dulu..
"Apa kamu keberatan jika aku memanggilmu dengan sebutan sayang? Itu bukan karena aku gombal ya maaf untuk seorang Dimas Airlangga tak pernah sekalipun menggombal?"ucapnya dengan sangat percaya diri membuat Mitha tertawa..
Mitha pun melebarkan tawanya dia merasa sangat bahagia bisa bersama dengan laki laki yang selalu memperlakukan dia apa adanya. Mitha pun mengingat bagaimana perjuangan Dimas untuk meluluhkan hatinya..
Flash back...
Kala itu Mitha yang sedang berada di sebuah restoran ternama di Singapura tiba tiba saja mendapatkan notifikasi pesan dari seseorang. Mitha pun berusaha untuk mencari keberadaan laki laki yang sempat dia kenal di Indonesia berapa waktu silam.
"Maaf ya Mitha kamu sudah menunggu lama ya?" Dimas pun langsung membuka jas yang di pakai dan meletakkannya di belakang kursinya..
Mitha pun hanya mengangguk samar dan sikapnya juga masih biasa saja.
"Ada apa Mas meminta untuk kita bertemu di sini bukankah kita bisa bertemu di kantor saja?"pertanyaan Mitha membuat Dimas langsung menatapnya.
Dimas pun menatap Mitha dengan tatapan kagum karena enam bulan mereka tak bertemu ternyata Mitha bertambah cantik saja..
"Aku hanya ingin bertemu dengan kamu di luar saja Mitha. Ada hal penting yang ingin aku katakan. Paramitha aku tahu ini memang terlalu dini untuk aku mengatakan hal ini tapi aku ingin mengatakan bahwa aku mencintaimu apakah kamu mau menjadi kekasihku. Maaf maksudnya menjadi istriku." lamaran intens yang di lakukan Dimas pun berhasil membuat Mitha geleng geleng kepala...
Mata nanar Mitha menatap tak percaya dengan apa yang di katakan oleh laki laki yang kini ada di hadapannya itu..
"Mas are you kidding me?"hanya pertanyaan itu yang sanggup keluar dari bibir Mitha...
Dimas pun tersenyum menatap kearah Mitha dan dengan berani dia pun memegang tangan Mitha dengan sangat lembut...
"Aku serius Paramitha. Sudah lama aku mempunyai perasaan ini apa kiranya kamu sudi menerima aku sebagai iman buat kamu?"
Mitha membeku mendapatkan perlakuan manis dari laki laki yang baru saja sekitar satu tahun dia kenal itu..
"Tapi Mas aku rasa aku gak pantas untuk kamu lagipula aku ini hanya seorang janda Mas dan juga aku hanyalah seorang wanita bisa yang tak bisa apa apa." Mitha pun berkata terus terang tentang apa yang telah terjadi pada kehidupannya lagipula hatinya masih mati rasa mungkin karena dia pernah berharap pada seseorang namun hanya luka yang dia dapatkan...
"Aku tahu semuanya Mitha dan aku bisa menerima itu yang terpenting adalah kita berdua dan kita gak perlu mendengar ucapan orang bukan? Mitha aku mohon izinkan aku untuk menjaga dan melindungi kamu apapun yang terjadi."
Mitha pun serba salah satu sisi dia tak ingin memberikan harapan pada Dimas namun di sini lain Dimas merupakan sosok yang baik dan sempurna.
"Aku gak bisa kasih jawaban sekarang Mas. Maaf mungkin aku masih perlu untuk mempertimbangkan semua ini karena jujur aku gak mau menyakiti dan aku juga gak mau di sakiti.." Mitha pun memberikan jalan terakhir dia ingin meminta petunjuk pada Allah karena dulu dia pernah gagal untuk itu Mitha tak ingin jika harus gagal untuk kedua kalinya..
"Aku akan membuktikan bahwa aku layak untuk kamu dan aku juga akan membuat kamu mencintaiku seiring berjalannya waktu aku yakin aku akan bisa mendapatkan hatimu."
Flash off..
******
"Sayang kenapa bengong?" pertanyaan Dimas membuat Mitha terhenyak bahkan dia tanpa sadar langsung memeluk Dimas karena refleks.
Sayang kita belum mahram jadi kamu di larang memeluk meluk aku.." Dimas pun terkekeh melihat apa yang di lakukan oleh Mitha.
Mitha sendiri merasa sangat malu karena refleks dia memeluk laki laki yang belum halal untuknya.
"Maaf Mas aku gak sengaja. Aku tadi hanya sedang memikirkan sesuatu.." Mitha pun berdalih tentu saja hanya untuk menutupi kegelisahan dalam dirinya...
mohon maaf lahir bathin 🙏😘
👏👏👏👏👏
💖💖💖💖💖