NovelToon NovelToon
Santri Rock'N Roll

Santri Rock'N Roll

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi
Popularitas:425.3k
Nilai: 5
Nama Author: Green Aple

Santri Rock'n Roll..
Ricky Sanjaya adalah anak dari seorang pengusaha yang sukses, kehidupan mewah dengan segala fasilitas yang dia miliki membuatnya hidup tanpa aturan.

Ricky selalu membuat ulah dimanapun dia berada, bahkan dia sering berpindah-pindah sekolah karena kenakalannya.

Sang Ayah yang merasa sudah tidak sanggup lagi mengatur perilaku anak semata wayangnya, mencoba menitipkannya ke sebuah pondhok pesantren yang jauh dari rumahnya, dengan harapan Ricky akan mampu hidup mandiri dan bisa lebih menghargai orang lain.

Kehidupan pesantren yang penuh aturan nyatanya juga tidak membuatnya berubah, hingga dia dikeluarkan dari pesantrennya. Namun kehadiran sosok perempuan yang juga merupakan anak dari sang Kiai perlahan-lahan mampu mengubah hidupnya.

Bagaimana petualangan Ricky selanjutnya. Ikutu kisahnya yuk..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Green Aple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

"Pa, gimana kabar Ricky sekarang ya? Sudah lama kita tidak pernah nengokin dia, mama jadi khawatir" ucap Bu Sofi dengan raut wajah yang tampak cemas. "Apalagi sudah enam bulan lebih handphone Ricky tidak bisa dihubungi" sambungnya lagi.

Bu Sofi yang tengah sarapan bersama Pak Robby, mencoba membujuk suaminya agar mau menengok putra semata wayang mereka, karena semenjak Ricky tinggal di pesantren, mereka memang belum pernah sama sekali melihat kondisi putranya.

"Mama nggak usah khawatir, Ricky pasti baik-baik saja di sana" ucap Pak Robby menenangkan istrinya. "Mungkin handphone dia rusak" sambungnya lagi.

"Memang apa salahnya sih pa kalo kita ke sana, lagian mama juga kangen sama anak kita" jawab Bu Sofi. "Lusa kita tengokin Ricky ya pa" sambungnya lagi sambil membujuk suaminya.

"Ya sudah terserah mama saja" jawab Pak Robby yang membuat Bu Sofi tampak lega.

Malam harinya Pak Robby menghubungi Andi dan memintanya untuk mencarikan mencarikan tiga buah tiket pesawat menuju jawa, karena Pak Robby juga berniat untuk mengajak Pak Edi untuk ikut serta bersamanya, agar sekalian bisa pulang ke kampung halamannya. Tidak lupa juga meminta Pak Edi agar menyewa mobil untuk beberapa hari selama berada di sana.

***

Selepas maghrib Pak Robby dan juga Bu Sofi langsung menuju ke pesantren, setelah sempat mampir ke rumah Pak Edi untuk memberikan oleh-oleh untuk Bu Indri dan juga Intan.

"Suaranya merdu sekali ya pa?" Ucap Bu Sofi saat mereka sudah sampai di pesantren dan mendengar adzan isya sedang berkumandang.

"Iya ma, Papa berharap kelak Papa bisa mendengar Ricky mengumandangkan adzan, meskipun suaranya tidak semerdu ini" ucap Pak Robby penuh harap.

"Amin" ucap Bu Sofi mengaminkan harapan suaminya.

Dan setelah Pak Robby juga Bu Sofi menunaikan kewajibannya, mereka segera menemui pengurus pesantren untuk menanyakan kamar Ricky.

pak Robby juga Bu Sofi sama-sama terkejut saat Pak Sugeng mengatakan bahwa Ricky sekarang tinggal di rumah Pak Yusuf, dan Pak Sugeng pun mengantar mereka ke rumah Pak Yusuf.

Ketika sampai di rumah Pak Yusuf dan saling memperkenalkan diri masing-masing, Bu Rina segera mempersilakan mereka masuk, setelah memberitahu bahwa Pak Yusuf dan Juga Ricky belum pulang dari pesantren. Semantara Pak Sugeng pamit undur diri yang ditemani Pak Edi.

"Assalamu'alaikum" sapa Syifa yang baru pulang dari masjid.

"Wa'alaikum salam" jawab mereka semua yang ada di situ.

"Kenalin Syif, mereka orang tua Ricky yang baru datang dari jakarta" ucap Bu Rina memperkenalkan Pak Robby dan Bu Sofi pada anaknya.

"Selamat malam om, tante, saya Syifa" ucapnya memperkenalkan diri sambil mencium punggung tangan mereka secara bergantian.

"Nama yang cantik, persis kaya orangnya" ucap Bu Sofi memuji. "Pantesan aja Ricky betah ya pa" sambungnya lagi sambil tersenyum ke arah suaminya.

"Makasih tante" jawab Syifa yang tampak tersenyum malu, kemudian masuk. Sementara mereka kembali melanjutkan obrolan yang tadi sempat tertunda.

Tidak lama kemudian Syifa keluar dengan membawakan minuman untuk mereka.

"Assalamu'alaikum" sapa Pak Yusuf saat baru pulang dari pesantren bersama Ricky, dan menyadari ada tamu di rumahnya. Semua mata tertuju padanya setelah membalas salam.

"Ricky" ucap Bu Sofi yang terlihat senang saat melihat anaknya, kemudian berdiri.

"Mama..Papa" ucap Ricky yang terkejut saat menyadari kedua orang tuanya datang. Dia memandangi Mama dan Papanya secara bergantian, seakan masih belum percaya dengan situasi yang dihadapinya.

Bu Sofi lantas berjalan mendekati Ricky yang masih diam berdiri di tempatnya, kemudian memeluk anaknya dengan erat untuk melepas kerinduannya.

"Udah Ma, aku malu" bisik Ricky saat menyadari semua mata tertuju padanya. Ricky pun mencoba melepaskan pelukan Mamanya.

"Tapi Mama masih kangen sama kamu nak" ucap Bu Sofi yang masih tidak rela untuk melepas pelukannya. "Kenapa handphone kamu nggak aktif sayang?" Tanya Bu Sofi setelah pelukannya benar-benar terlepas.

"Maaf Ma,aku udah nggak pegang hp" jawab Ricky yang membuat Mamanya terkejut.

Sebenarnya sudah lama Ricky menjual handphonenya, karena untuk membayar makanan para santri selama seminggu, bahkan laptonya pun sudah dijual untuk membayar hutang mereka di warung Pak Karso.

Namun dia terpaksa berdusta kepada Mamanya dengan menceritakan bahwa handphone miliknya terjatuh dan rusak.

Dan obrolan pun berlanjut di meja makan saat Pak Yusuf menjamu Pak Robby dan Bu Sofi.

"Apa selama tinggal du sini, Ricky selalu membuat ulah Pak Kiai?" Tanya Pak Robby kepada Pak Yusuf setelah mereka selesai makan.

"Sebenarnya Ricky anak yang baik, kita hanya perlu mendidiknya dengan baik dan benar" jawab Pak Yusuf sambil tersenyum ke arah Ricky.

Mendengar jawaban Pak Yusuf, Pak Robby dan Bu Sofi tampak lega, karena setidaknya Ricky tidak membuat masalah selama berada di rumah Pak Yusuf, mereka merasa tujuan mereka membuahkan hasil seperti yang mereka harapkan.

Sementara Ricky tampak mengernyitkan dahi, dia merasa Pak Yusuf sedang membelanya dengan menutupi perbuatannya selama di pesantren.

"Syukurlah kalo begitu" ucap Pak Robby yang terlihat gembira. Sementara Bu Sofi tampak tersenyum sambil mengusap pundak Ricky pelan.

"Sepertinya kamu betah tinggal di sini, apalagi di rumah ini ada bidadarinya juga" ucap Bu Sofi yang kemudian melirik Syifa lalu menaik-turunkan alisnya menggoda Ricky sambil tersenyum jahil.

"Mama apa-apaan sih" bisik Ricky saat mendengar Mamanya yang mulai menggodanya.

Pak Robby, Pak Yusuf dan juga Bu Rina tertawa melihat Bu Sofi menjahili Ricky, sementara Syifa hanya diam dan menundukkan wajahnya yang mulai memerah karena malu.

"Lalu bagaimana dengan perkembangan anak saya Pak Kiai?" Tanya Pak Robby setelah tawanya mulai reda. "Apa Ricky sudah mulai mendalami ilmu agamanya?" sambungnya lagi.

"Ricky sudah mulai menguasai beberapa kitab, dan dia juga menjadi muadzin dengan suara yang sangat merdu, menurut saya" jawab Pak Yusuf yang kemudian menceritakan semua kegiatannya yang selalu Ricky ikuti.

Pak Robby dan Bu Sofi tampak terkejut saat mendengar semua cerita Pak Yusuf, mereka tidak menyangka jika ternyata suara adzan yang tadi mereka dengar adalah suara Ricky, putra mereka.

"Mama sangat bangga padamu nak" ucap Bu Sofi sambil menyentuh bahu Ricky. "Mama selalu yakin kamu pasti bisa" sambungnya lagi, matanya tampak berkaca-kaca saking bahagianya.

"Sebaiknya malam ini Pak Robby dan Bu Sofi menginap di sini saja, sekalian menemani Ricky yang mungkin masih rindu dengan kalian, lagian juga masih ada kamar kosong di lantai dua" ucap Pak Yusuf memberi tawaran.

"Terima kasih Pak Kiai" jawab Pak Robby menerima tawaran Pak Yusuf. Dan malam ini mereka pun menginap di rumah Pak Yusuf.

___

1
Anonim
/Good/
jangkaremas
seruuu..
karyaku: hi kak mendadak menjadi istri ustadz jangan lupa mampir y kk
total 1 replies
jangkaremas
makin seru
jangkaremas
masih lanjut
jangkaremas
jejak/Facepalm/
Anonim
lanjut lagi Thor, jangan lama2 up-nya..penasaran nih/Frown/
Anonim
ceritanya ringan tapi banyak berisi ilmu, apalagi dikemas dengan nuansa komedi jadi lebih mudah dipahami. Terima kasih author.
then_must_nanang
syarat pak Kiai memiliki makna yg sangat dalam.
Ya begini ini cerita yg aku suka.
semangat buat authornya.
Siti Muniroh
baru juga awal awalan udah kocak,gimana kalau di jadiin filem
Dede Saputra Djaelani
lanjut thor
sudi mukti susila
mana up datenya Thor
dah lama banget
Adi Marhadi
mana nih up datenya.....??
Fauzan Bahri
lanjut thor meskipun aku bacanya telat yg lain baca dr tahun 2020 lah aku baru baca😀
sul sul
kapan up lagi
Dwi Ningsih
semangat...ricky..!!!!
yamink oi
nyimak...
bagus sanggar hurif
assalammualaikum
Fatur Rohman
kapan lanjutan nya nih...
arief budiman
belum ada sambungan cerita masih nunggu
Fatonah
👍🙏🙏💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!