NovelToon NovelToon
Pengasuh Tuan Muda Lumpuh

Pengasuh Tuan Muda Lumpuh

Status: tamat
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Angst / Romansa / Pengasuh / Tamat
Popularitas:502.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: cemaraseribu

"Sudah saya katakan, keluar!". Lee sudah kehilangan kesabarannya. Semenjak lumpuh ia menjadi tempramental.
" Saya tidak akan keluar Tuan. Sekarang Tuan adalah tanggung jawab saya. Saya akan merawat Tuan". Kei tetap kekeh dalam pendiriannya untuk merawat Tuan Mudanya itu.
"Apa yang kamu inginkan?!". Lee menatap nyalang Kei. Ia begitu gusar karena kedatangan Kei sebagai orang yang merawatnya.
" Saya menginginkan untuk merawat Tuan. Jadi mohon kerjasamanya. Saya juga butuh uang saat ini, Tuan". Kei memelas, ia memang butuh uang untuk membayar angsurannya.
"Butuh berapa? Cepat katakan!". Lee benar benar membentak Kei. Kei malah memandangi Tuannya lamat lamat.
" Kenapa Tuan menanyakan itu?".
"Supaya kamu cepat pergi. Saya tahu kamu seperti pengasuh sebelumnya. Hanya menginginkan uang".
Lee sangat meremehkan tekad Kei. Kali ini Kei tidak tergoda dengan iming iming uang itu.

Akankah Kei bisa melunakkan hati Tuan Muda Lee yang sangat tempramental itu? Atau justru akan menyerah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cemaraseribu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

"Kenapa sih? Karena status sosial lagi? Fisik?"

"Bukan Mas"

"Lantas?" Tuan Muda Lee menuntut penjelasan Kei.

"Kita beda agama Mas, ya jelas tidak bisa bersatu." Kei menunduk lesu. Ia kehilangan harapan saat itu juga.

Tuan Muda Lee termenung. Benar, jika berbeda agama bagaimana bisa bersatu. Agama saja beda apalagi dirinya dan Kei.

"Kita bisa nikah di luar negeri Kei? Apa susahnya?" Tuan Muda Lee punya banyak cara untuk meyakinkan Kei. Tapi Kei langsung menggelengkan kepalanya.

"Mas, kalau pun bisa itu tetap namanya zina. Dan aku tidak mau. Sudahlah mas, hubungan kita tidak usah diteruskan. Aku Islam dan kamu Nasrani. Aku gak bisa."

Kei langsung meninggalkan Tuan Muda Lee sendiri di balkon. Sementara ia langsung berlalu ke kamarnya.

Kei menangis terisak. Giliran mendapatkan cintanya, tapi mereka terhalang tembok besar itu. Ia tidak akan menggadaikan agamanya dengan alasan apapun.

"Ya Allah, berilah petunjukmu apa yang harus hamba lakukan saat ini." Kei mengusap pipinya yang sudah basah karena linangan air mata.

Sedangkan di kamar Tuan Muda Lee, ia tidak tahu harus bagaimana. Ia bingung dengan keadaan yang ia alami. "Apa iya aku harus masuk ke agamanya? Tapi jika aku masuk hanya karena Kei, itu berarti sama saja aku mendustakannya. Hmm sebaiknya aku cari tahu tentang Islam terlebih dahulu. Aku harus belajar."

Tuan Muda Lee mendorong kursi rodanya ke arah nakas dan mengambil ponselnya. Ingatannya tertuju pada Arsa yang juga seorang muslim.

"Oh iya, Arsa kan muslim, mungkin aku bisa tanya tanya dan belajar Islam sama dia. Tapi jika aku menanyakan hal itu, dia masih sibuk. Besok saja lah. Sebaiknya aku cari tahu lewat internet dahulu."

Ia membuka peramban dan mengetikkan 'Syarat Masuk Islam bagi Laki-laki'

Menurut perancarian itu, ada syarat syarat yang harus dipenuhi. Ia membaca dengan seksama tanpa ada yang terlewat.

"Pertama wajib syahadat. Apa itu syahadat ya?" Tuan Muda Lee langsung mencari tentang lafal syahadat.

"Oh seperti itu. Oke bisa ini." Tuan Muda Lee manggut manggut karena ia sepertinya bisa melakukan itu.

Ia melanjutkan membaca syarat yang kedua. Matanya agak membelalak. "Sunat? Apa itu sunat?"

Tuan Muda Lee tidak pernah mendengar itu semua. Ia lantas keluar kamar dan menuju ke lantai bawah tempat dimana kamar Kei berada.

Tok

Tok

Tok

"Buka pintunya, Honey." Tuan Muda Lee mengetuk pintu kamar Kei. Ia menyebutkan panggilan kesayangannya itu walaupun agak kelu di lidahnya.

Dari dalam kamar, Kei yang semula memberingsutkan bobotnya di ranjang, sekarang beranjak dari ranjang itu sambil mengusap matanya yang sembab itu.

"Ada apa Mas?" Kei kelihatan sedih, mukanya sendu dan matanya sembab.

"Honey, aku ingin berbicara serius padamu." Tuan Muda Lee meraih tangan Kei. Menatap kekasihnya secara intens.

"Apalagi Mas? Hubungan kita tidak bisa lanjut." Kei mati matian menahan air matanya supaya tidak lolos dari pusatnya. Tapi disaat Lee menatapnya penuh permohonan. Pertahanannya jebol saat itu juga.

Kei kembali menangis terisak. Apa ia sanggup harus membahas ini lagi. Tapi ia juga mencintai Tuan Mudanya itu.

"Honey, jangan menangis. Apa kita bicarakan di kamarmu?"

"Jangan Mas, di kamar Mas saja. Ayo." Kei mendorong kursi roda itu. Ia memegang tangan Kei yang mendorong kursi roda itu.

Entah kenapa hati Kei rasanya menghangat mendapatkan perlakuan dari Tuan Muda Lee. Ia baru saja merasakan hangatnya cinta Lee yang bersemayam di hatinya. Tapi ia harus berbuat apa.

"Sudah sampai." Kei lalu mensejajarkan posisinya dengan Tuan Muda. Ia duduk di kursi menghadap Tuan Muda.

"Oke Honey. Aku mau belajar tentang Islam. Aku penasaran dengan apa saja ajaran di Islam. Dan terlebih lagi bagaimana cara masuk Islam."

Tuan Muda Lee bersungguh sungguh dengan kata katanya itu. Ia mau belajar tentang agama yang dianut Kei.

"Mas serius?" Kei terlihat sumringah saat itu juga. Ia tidak menyangka kekasihnya mau belajar tentang agama Islam.

Tuan Muda Lee mengangguk. "Iya, aku tahu Islam itu hanya sekilas. Aku tahu bahwa di Islam ibadanya ada 5 waktu. Ya kan? Soalnya aku tahunya dari Arsa yang setiap waktu waktu tertentu ia selalu salat."

Mendengar penuturan dari kekasihnya itu, Kei merasa Lee sungguh sungguh ingin belajar.

"Iya Mas, syarat masuk Islam itu kamu harus mengucapkan syahadat dan juga kamu wajib sunat."

Benar dugaan Lee, memang itu yang ada di pencariannya di internet. Ia akan menanyakan perihal sunat pada Kei. Walaupun agak tabu.

"Honey, sunat itu apa?" Lee mengerutkan dahinya. Ia masih kebingungan dengan definisi sunat.

"Sunat itu memotong bagian ujung itu lo Mas. Jadi ujung itumu..." Kei belum menjelaskan secara jelas tapi Tuan Muda Lee sudah paham itu. Ia mendadak ngilu.

"Honey, stop it. Jangan dilanjut kalau menjelaskan itu. Come on Honey, apa tidak ada cara yang lain. Memotong bagian pucuknya itu bukannya sama dengan memutilasi si Junior ya."

Tanpa sadar Tuan Muda Lee yang gagah itu mendadak menciut sambil menutupi juniornya. Ia membayangkan saja tidak sanggup.

Melihat tingkah Tuan Muda Lee yang absurd itu membuat Kei terkekeh pelan. Ia merasa terhibur dengan tingkah kekasihnya itu.

"Tidak apa apa kok Mas, itu tidak sakit loh. Sekarang teknologi canggih. Tidak seperti dulu juga. Waktu pemotongannya itu..."

Kei lagi lagi disela pembicaraannya oleh Tuan Muda Lee.

"Aduh, jangan Honey. Aku tidak sanggup. Itu melukai juniorku. Kamu tega ya sama aku, Honey?"

Kei makin terkekeh saat kekasihnya terus memohon. "Aduh Mas, kamu lucu ya. Kamu tuh aku kira berani dan gagah. Eh ternyata penakut juga." Kei malah meledek Lee, ia tertawa puas saat ini.

"Honey, jangan tertawa terus. Aku takut kalau harus memotong itu ku. Bagaimana jika nanti sembuhnya lama? Bagaimana kalau nanti ukurannya menciut."

Sempat sempatnya Lee berpikir sampai kesitu membuat Kei makin gemas.

"Mas, itu buat kesehatan juga kok. Tidak sakit, percaya deh. Coba tanya Pak Arsa deh. Beneran kok tidak sakit. Hanya kaya digigit semut."

Kei berbicara seperti itu tapi ia sebenarnya tidak tahu rasanya hahaha. Ia hanya menebak nebak saja.

"Mana ada cuma kaya digigit semut. Aku tidak mau Honey. Aku tidak mau sunat."

Tuan Muda Lee kekeh dengan pendiriannya. Ia takut jika Kei hanya membohonginya soal sunat itu.

"Katanya mau belajar tentang Islam. Mas coba cari di internet manfaat dari sunat. Jangan hanya takut saja. Mas sudah gede loh."

"Gede sih gede Honey. Tapi kalau menyangkut junior, aku kayanya pasrah deh. Takut ukurannya jadi mengecil terus kamu tidak puas."

Sekarang omesnya Tuan Muda Lee mulai terlihat

"Ih apaan sih mas, dasar omes!" Kei mencubit pinggang kekasihnya itu

1
Ruk Mini
ajibbb..sat set .ga ribet..sgt menghibur thorr ..smua tunras..tq d tgg karya2 mu lgi🙏👍👍👍
Fabio Brahma
Kecewa
Fabio Brahma
Buruk
Noorjamilah Sulaiman
🤣🤣🤣
I Dw Ny Manasamadhi
pantaswn sedikit yang vote,,ceritanya jelek banget
I Dw Ny Manasamadhi
masa ya Orang kaya harus parkir mobilnya di sebrang jalan,,Kalau buat cerita yang Mirim-mirip dunia nyata dikit deh,,,,,A
I Dw Ny Manasamadhi
emeh ceritanya remeh nener
Puput
heleh ngomongin IMAN, kalau aja celap celup sana sini, gak usah ngomongin Iman, di agama apapun gak ada yang ngajarin Celap celup sana sini🙄.
reza indrayana
Buruk
reza indrayana
Cerita nya bagus dn menarik...pokoknya komplit dech...Ringan tp Berbobot...👍🏻👍👍🏻💙💙💛💙💙😘😘😘😘
reza indrayana
bikin ngiriinajaa...😘😘😘
Puput
Apakah itu DONI 😂🤭
guntur 1609
mantap. jangan krn cinta kau langsung masuk suatu agama. alangkah baiknya kau pindah agama karna keyakinan hatimu sendiri. lee
Wani Ihwani
key jangan mau sama Akas,,sama tuan muda Lee aja
Wani Ihwani
pekerja aja sombong amat ,lagian yg ngelayani bukan dia
Wani Ihwani
hadehhh perang saudara ni kayak nya
Wani Ihwani
seru si cerita nya walau ad tipo,,lucu si key
Wani Ihwani
tor Denial itu apa??
Wani Ihwani
gak pp se kamar
Wani Ihwani
oh si lele ini, semua orang Memang la butuh uang maka nya dia kerja ,,,,,jangan galak" kamu le nnti ku sumpahin jadi bucin sama si key
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!