Chesy tanpa sengaja memasuki rumah Ustad Cazim, memergoki ustad muda yang kesehariannya selalu alim itu kini tiba-tiba terlihat seperti seorang preman, bertato dan bahkan merokok. Sejak saat itu, Chesy berusaha membongkar kedok si ustad modus. Tapi usaha Chesy selalu sia- sia, apa lagi ayahnya Chesy yang merupakan pemuka agama juga sangat mempercayai Cazim sebagai ustad yang baik.
Parahnya, ayahnya Chesy meminta Cazim supaya menjadi gurunya Chesy supaya mengubah perilaku Chesy yang nakal menjadi lebih baik,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ancaman
"Mau kemana kau?" Cazim menarik lengan Chesy.
"Pulang. Lepasin!" Chesy berusaha melepaskan lengannya dari genggaman Cazim, namun tidak berhasil. Tenaga Cazim tidak cukup seimbang dengan kekuatannya.
"Aku belum menyuruhmu pulang. Aku masih mau bicara. Aku paling benci dengan orang yang selonongan sepertimu, main masuk kamar sembarangan. Sudah berapa kali kau lakukan itu padaku?"
"Kamu marah bukan karena aku selonongan, tapi karena rahasiamu hampir terbongkar olehku. Kamu orang berada, uangmu banyak. Tapi kenapa memilih tinggal di kontrakan kecil ini? Apa yang membuatmu meninggalkan tempat tinggalmu dan bersembunyi di sini?" Chesy sempat melihat bukti transaksi uang yang nominalnya fantastis tadi.
Tatapan mata Cazim makin tajam. Rahangnya pun mengeras. "Kau sudah terlalu jauh mencampuri privasiku."
"Aaakh..." Chesy meringis merasakan lengannya sakit sekali. Ngilu dan nyeri. Cengkeraman tangan Cazim sangat kuat. Jari berotot Cazim bahkan melingkar penuh di lengan kecil itu. "Lepasin. Sakit!"
Tidak ada tanggapan dari Cazim. Lelaki itu terus saja mencengkeram erat lengan Chesy dengan tatapan tajam.
"Sakit. Lepas!" Chesy memukuli tangan Cazim yang memegangi satu lengannya itu.
"Aku bisa saja memberimu peringatan keras atas perbuatanmu ini. Jangan menyesal jika sampai terjadi sesuatu pada orang yang kau sayangi."
Chesy tidak menggubris perkataan Cazim. Ia terus memberontak meminta dilepaskan. Sampai akhirnya tanpa sadar ia menangis, air matanya tumpah begitu saja.
"Ini sakit sekali. Kamu menyakitiku. Lepas. Hiks." Chesy merintih.
Melihat tangisan Chesy, akhirnya Cazim langsung melepaskan cengkeraman tangannya. Sekilas ia melirik tangannya sendiri. Tangan itu kekar dengan otot bisep yang mencuat dan menggoda setiap wanita. Hanya saja, Chesy tidak tertarik untuk hal itu. Justru tangan berotot itulah yang baru saja mencelakainya.
Mata Chesy berair saat menatap Cazim. Tangannya mengusap- usap lengan yang pasti sudah membiru. Kulit Chesy sangat putih hingga cengkeraman tangan Cazim pasti meninggalkan bekas.
"Kamu beneran jahat! Hanya lelaki lemah yang berani menyakiti fisik wanita begini. Aku sumpahin kamu menjadi manusia sial seumur hidup dan menikah dengan wanita paling jelek juga memalukan di dunia ini. Secepatnya ajal menjemputmu! Huh!" Chesy menghambur pergi. Berlari dengan air mata yang membanjiri wajah.
Tangan kanannya terus saja mengusap- usap lengan kanan yang terasa ngilu. Ia lalu berhenti sebentar tepat di bawah lampu jalanan. Ia angkat ujung lengan baju hingga ke pangkal lengan untuk melihat kondisi lengan kanannya itu.
Ya ampun, warnanya membiru. Jari besar tangan Cazim membekas di sana.
"Duh, sakit! Dasar jahat! Manusia terkutuk! Bisanya menyakiti fisik wanita! Keterluan! Hu huuu..." Chesy sesenggukan merasakan sakit di lengannya.
Seandainya saja Sarah yang merasakan sakit itu, mungkin Sarah tidak akan menangis. Sarah hanya akan mengurutnya saja pelan- pelan tanpa begitu peduli dengan rasa sakit yang tak seberapa baginya. Tapi ini yang mengalami sakit adalah Chesy, gadis yang kesehariannya hidup enak dengan segala keperluan yang dipersiapkan oleh pembantu, terkadang juga Yunus yang selalu menyiapkan keperluannya.
Dan satu lagi, kulit tubuh Chesy terlalu putih hingga bekas luka apa saja, meski hanya baret sedikit pun akan meninggalkan bekas cukup kuat.
Bersambung
Jangan lupa kasih hadiah, dan ikuti juga cerita Emma Shu di sebelah yang orange itu dengan judul MENCINTAI SANG PANGERAN. Baca gratis loh. Ada yang udah baca di sana belum? Masih ongoing
Yuk pencet tombol permintaan update di bawah. Makin banyak yg minta update, berarti ada banyak yg nungguin cerita ini 🥰
kalo kasusnya seperti ini gimana yaaaaa...
apakah cinta akan menutup semua ini...