NovelToon NovelToon
Mencintai Sang Mafia

Mencintai Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Nikahmuda / Dijodohkan Orang Tua / Mafia / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Emma Shu

Chesy tanpa sengaja memasuki rumah Ustad Cazim, memergoki ustad muda yang kesehariannya selalu alim itu kini tiba-tiba terlihat seperti seorang preman, bertato dan bahkan merokok. Sejak saat itu, Chesy berusaha membongkar kedok si ustad modus. Tapi usaha Chesy selalu sia- sia, apa lagi ayahnya Chesy yang merupakan pemuka agama juga sangat mempercayai Cazim sebagai ustad yang baik.
Parahnya, ayahnya Chesy meminta Cazim supaya menjadi gurunya Chesy supaya mengubah perilaku Chesy yang nakal menjadi lebih baik,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ancaman

"Mau kemana kau?" Cazim menarik lengan Chesy.

"Pulang. Lepasin!" Chesy berusaha melepaskan lengannya dari genggaman Cazim, namun tidak berhasil. Tenaga Cazim tidak cukup seimbang dengan kekuatannya.

"Aku belum menyuruhmu pulang. Aku masih mau bicara. Aku paling benci dengan orang yang selonongan sepertimu, main masuk kamar sembarangan. Sudah berapa kali kau lakukan itu padaku?"

"Kamu marah bukan karena aku selonongan, tapi karena rahasiamu hampir terbongkar olehku. Kamu orang berada, uangmu banyak. Tapi kenapa memilih tinggal di kontrakan kecil ini? Apa yang membuatmu meninggalkan tempat tinggalmu dan bersembunyi di sini?" Chesy sempat melihat bukti transaksi uang yang nominalnya fantastis tadi.

Tatapan mata Cazim makin tajam. Rahangnya pun mengeras. "Kau sudah terlalu jauh mencampuri privasiku."

"Aaakh..." Chesy meringis merasakan lengannya sakit sekali. Ngilu dan nyeri. Cengkeraman tangan Cazim sangat kuat. Jari berotot Cazim bahkan melingkar penuh di lengan kecil itu. "Lepasin. Sakit!"

Tidak ada tanggapan dari Cazim. Lelaki itu terus saja mencengkeram erat lengan Chesy dengan tatapan tajam.

"Sakit. Lepas!" Chesy memukuli tangan Cazim yang memegangi satu lengannya itu.

"Aku bisa saja memberimu peringatan keras atas perbuatanmu ini. Jangan menyesal jika sampai terjadi sesuatu pada orang yang kau sayangi."

Chesy tidak menggubris perkataan Cazim. Ia terus memberontak meminta dilepaskan. Sampai akhirnya tanpa sadar ia menangis, air matanya tumpah begitu saja.

"Ini sakit sekali. Kamu menyakitiku. Lepas. Hiks." Chesy merintih.

Melihat tangisan Chesy, akhirnya Cazim langsung melepaskan cengkeraman tangannya. Sekilas ia melirik tangannya sendiri. Tangan itu kekar dengan otot bisep yang mencuat dan menggoda setiap wanita. Hanya saja, Chesy tidak tertarik untuk hal itu. Justru tangan berotot itulah yang baru saja mencelakainya.

Mata Chesy berair saat menatap Cazim. Tangannya mengusap- usap lengan yang pasti sudah membiru. Kulit Chesy sangat putih hingga cengkeraman tangan Cazim pasti meninggalkan bekas.

"Kamu beneran jahat! Hanya lelaki lemah yang berani menyakiti fisik wanita begini. Aku sumpahin kamu menjadi manusia sial seumur hidup dan menikah dengan wanita paling jelek juga memalukan di dunia ini. Secepatnya ajal menjemputmu! Huh!" Chesy menghambur pergi. Berlari dengan air mata yang membanjiri wajah.

Tangan kanannya terus saja mengusap- usap lengan kanan yang terasa ngilu. Ia lalu berhenti sebentar tepat di bawah lampu jalanan. Ia angkat ujung lengan baju hingga ke pangkal lengan untuk melihat kondisi lengan kanannya itu.

Ya ampun, warnanya membiru. Jari besar tangan Cazim membekas di sana.

"Duh, sakit! Dasar jahat! Manusia terkutuk! Bisanya menyakiti fisik wanita! Keterluan! Hu huuu..." Chesy sesenggukan merasakan sakit di lengannya.

Seandainya saja Sarah yang merasakan sakit itu, mungkin Sarah tidak akan menangis. Sarah hanya akan mengurutnya saja pelan- pelan tanpa begitu peduli dengan rasa sakit yang tak seberapa baginya. Tapi ini yang mengalami sakit adalah Chesy, gadis yang kesehariannya hidup enak dengan segala keperluan yang dipersiapkan oleh pembantu, terkadang juga Yunus yang selalu menyiapkan keperluannya.

Dan satu lagi, kulit tubuh Chesy terlalu putih hingga bekas luka apa saja, meski hanya baret sedikit pun akan meninggalkan bekas cukup kuat.

Bersambung

Jangan lupa kasih hadiah, dan ikuti juga cerita Emma Shu di sebelah yang orange itu dengan judul MENCINTAI SANG PANGERAN. Baca gratis loh. Ada yang udah baca di sana belum? Masih ongoing

Yuk pencet tombol permintaan update di bawah. Makin banyak yg minta update, berarti ada banyak yg nungguin cerita ini 🥰

1
isil_silvi
setelah aku membaca gaya bicaranya chesy ini yg aku pikirin kenapa ke ria ricis yak🤗🤗
Hermien Rudatin
lanjut Thour...Rival pikih mantan dosen lho...
Hermien Rudatin
kayaknya Reva orangnya lugu untuk urusan laki2 ...gk tau dech apa bener ya
Hermien Rudatin
penyesalan selalu terahkir heheheheh
Hermien Rudatin
thor keren banget bikin alurnya jadi oenqsaran
Hermien Rudatin
kok kayaknya Akram yaa hehehe menurut jacamataku
Hermien Rudatin
katanya apapun masa lalu suaminya ditrima
kalo kasusnya seperti ini gimana yaaaaa...
apakah cinta akan menutup semua ini...
Hermien Rudatin
ini baru keren..Chesss
Hermien Rudatin
cinta segi tiga jadinya ...lanjut..
Hermien Rudatin
senja dibatas kota....batu sadar kayaknya
Hermien Rudatin
begitulah cinta...
Hermien Rudatin
memang mencintainitu jalannya unik...i
Hermien Rudatin
bagus alur critanya....lanjut
Huzi_toys
gak sebanding kelakuanya Dalsa, Rajani sampai meninggal lhoooo, ini Rival cuma lumpuh aja kok
Huzi_toys
Revalina mulai gak fokus sama misinya ahhhh
Huzi_toys
cincin nya kan dirampok toh,, belum sempet dipake🤔🤔
Huzi_toys
q belum ikhlas Casim meninggal ditmbh ini Rajani ya alloh,, cobaana Chesy banyak bener🤧😭
Huzi_toys
ya alloh, pas lg sayang sayangnya kok berpisah sihh, masak Chesy sendirian lg ngurus anak"nya🤧🤧😭😭
Huzi_toys
nahhhh ini namanya nagus👍🏻👍🏻 awal baca agak gimana gitu pas panggil kasem kasem
Huzi_toys
tegas Chesy malahan yo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!