NovelToon NovelToon
Bukan Salah Takdir

Bukan Salah Takdir

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:218.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nugraha Gibran

Bukan salahmu karena kamu lahir dari seorang wanita yang belum menikah.
Tapi takdir begitu kejam. Hanya karena tidak punya Ayah, hampir semua orang mencemoohnya.


Saat mengetahui dia lahir dari pemerkosaan, Syahida bertekad untuk mencari keadilan buat ibunya yang selama ini telah berjuang sendiri merawat dan membesarkan dirinya..

Bisakah Syahida membuktikan kalau ibunya wanita baik-baik yang tidak mendapatkan keadilan
Dan bagaimana pula perjalanan cintanya?..


Yuuuk ikuti kisahnya di novel ini..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha Gibran, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23

Rencana Kevin yang dia atur bertahun-tahun lalu saatnya dilancarkan. Kevin memberikan Syahida sebuah perusahaan untuk dia Syahida tangani, Syahida menjadi petinggi perusahaan tersebut.

Nadien alias Syahida datang kekantor Gurazi dengan mobil mewah diantar oleh sang supir. Semua mata karyawan Gurazi terpana melihat kecantikan Syahida. Syahida berjalan Santai menuju lift dan memasukinya. Lift terus naik ke lantai tujuan Syahida.

"Semoga aku bisa mengatur emosiku saat melihat Gurazi," ucap Syahida dalam hati.

Lift terbuka, Syahida berjalan santai menuju meja yang bertulis sekretaris di meja itu.

"Selamata siang, saya Nadien,"

"Oh ibu Nadien, ibu sudah di tunggu di ruangan," potong sekretaris itu.

Nadien berjalan santai mengikuti sekretaris Gurazi tersebut.

"Selamat siang pak Andra, ibu Nadien dari perusahaan Syafana Group sudah datang,"

"Suruh masuk Marlie," pinta laki-laki itu.

Nadien masuk, dia berusaha menahan rasa terkejutnya, karena bukan Gurazi yang dia temui.

"Selamat siang pak Razi, senang bertemu dengan anda," Nadien mengulurkan tangannya.

"Maaf bu Nadien, saya bukan Gurazi Hamawan, Tapi saya Andra Arifan," laki-laki itu membalas uluran tangan Nadien..

"Owh …maafkan saya, dalam jadwal saya, saya akan bertemu tuan Gurazi," jawab Nadien berpura-pura.

"Maaf, papa saya sakit, setahun terakhir ini dia semakin lemah, karena belum dapat donor ginjal yang cocok dengan papa saya,"

"Semoga semakin tersiksa," kata hati Nadien, namun Nadien segera berkata, "Semoga keadaan papa anda bisa membaik," ucap Nadien.

"Terimakasih bu Nadien, waduh saya kok risih ya panggil ibu, secara anda masih muda dan sangat cantik, bagaimana kalau miss Nadien," seru Andra.

"Jangan pakai miss, saya sudah punya anak, panggil nama saja,"

"Waw, emak-emak jaman 'Naw' ini luar biasa," seru Andra.

"Bisa kita lanjutkan pekerjaan kita?"

"Owh, maaf Nadien, saya terpesona dengan kecantikan anda," seru Andra, dia sambil memberi isyarat mempersilahkan Nadien duduk di sofa.

Nadien santai dia langsung duduk di sofa yang ada di ruangan itu dan langsung memeriksa beberapa berkas yang telah di siapkan Andra. Mereka membicarakan pekerjaan mereka.

Setelah selesai di kantor Gurazi, Nadien segera kembali ke kantornya.

***

Nadien berjalan lemas menyusuri lorong kantornya, sapaan para karyawannya hanya dia balas dengan senyuman kecil. Dia terus melangkahkan kaki indahnya hingga memasuki lift.

Melihat Nadien yang keluar dari lift, Nara sekretaris Nadien langsung berlari mengejarnya.

"Bu---"

"Nanti ya Nara, aku mumet banget ini," ucap Nadien, dia terus berjalan menuju ruangannya.

"Kevin?" Nadien terkejut melihat Kevin ada dalam ruangannya.

"Hai Nadien," seru Kevin.

"Bagaimana urusan kamu dengan Gurazi?"

"Bukan Gurazi kev, anaknya Andra," jawab Nadien lemas sambil menghempaskan tubuhnya di sofa panjang didekatnya.

"Oh Andra? Bagus dong, kita hancurkan Gurazi lewat Andra, buat Andra bertekuk lutut padamu," seru Kevin.

"Kamu gila???? Kalau dia anak Gurazi, berarti kami sedarah,"

"Bukan, Andra anak tiri Gurazi, kamu masuk ke lingkup keluarga Gurazi, terus setelah Andra bertekuk lutut, kita buat dia benci dengan Gurazi, kamu hanya perlu membuat dia menyukai kamu, yang lainnya urusanku," seru Kevin.

"A---anak tiri?" Nadien terkejut.

"Iya, jadi aman kalau kamu goda dia kalau kamu punya nyali," seru Kevin.

Nadien dan Kevin membicarakan strategi mereka menghukum Gurazi.

"Bagaimana kalau aku kebablasan? Apa kamu rela?" Tanya Nadien.

"Jika kamu jatuh cinta pada Andra, itu hak kamu, aku hanya bisa berusaha ikhlas, seperti saat aku mengikhlaskan kamu dengan Fa'az," jawab Kevin.

"Tapi kamu melakukan banyak hal buatku dan keluargaku,"

"Nadien, maksudku Syahida … misi kita sama, menghukum Gurazi," seru Kevin.

"Dia akan merasakan bagaimana rasanya tersiksa," seru Nadien.

1
Bang Gib🌷
haha. mksih ya. sdh mampir..
sasip
klise bener dah jawabannya Zein neh.. 😉🤭😅 kebanyakan baca novel di nt sepertinya dia.. ✌🏻 wkwkwkwkwk...🤣
Joeiksa Tree
aku mampir thor..
Saimah Mandarin
😭😭😢
𝐓𝐢𝐟𝐟𝐚𝐧𝐲
Assalamualaikum kakak ☺️ saya PIMOY akan mendubbing novel ini, semoga suka ya 💕 mohon dukungan dari kakak author dan mohon maaf sebelumnya bila ada yg kurang sesuai. Senang sekali bila kakak author berkenan mampir nanti di Audiobooknya. Terimakasih banyak 🙏
Bang Gib🌷: waalaikumsalam
total 2 replies
nayla~ais
bintang 5
🌹£€₦¥💐
hmmmm
🌹£€₦¥💐
😭
🌹£€₦¥💐
🥰
🌹£€₦¥💐
😭
marcel
tak tunggu next up nya thor
marcel
slamat Kayla...
marcel
akhire Syah...
marcel
g tego delok Kevin....
marcel
tenang Kevin Klo jodoh tdk akan kmana.💪🏻💪🏻💪🏻
marcel
Iki aktinge Syahida apa beneran nangis🤔
marcel
usaha yg mulus.....
marcel
Andra masuk prangkap lagi
marcel
Kevin dorong Demok Syahida...malah Andra ddmok2 disek😲
marcel
Kevin....kevin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!