NovelToon NovelToon
Istri Bercadar Tak Dianggap

Istri Bercadar Tak Dianggap

Status: tamat
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:418.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: purna yudiani

IG : purna_yudiani

Pernikahan ini merupakan pernikahan yang tidak pernah Kafkha inginkan, bagaimana tidak ia menikahi gadis bercadar yang tidak ia cintai, pernikahan ini hanya pernikahan kontrak yang di buat oleh nya.

Kafkha terpaksa menikahi gadis ini karena ada suatu kesepakatan waktu itu antara kakek Kafkha dengan almarhum kakek Medina, Kafkha terpaksa menyetujui pernikahan ini toh pernikahan ini hanya satu tahun saja yang ia buat di surat perjanjian.

Medina sangat terpuruk saat suaminya lebih memilih kekasihnya ketimbang dirinya yang sudah sah menjadi istrinya. Medina tidak mau pernikahan kontrak ini berakhir dengan begitu cepat, dengan tekat yang kuat dan izin Allah SWT, Medina mau mengejar cinta suaminya itu.

Menurut Medina pernikahan itu hanya sekali seumur hidup.

Akankah Medina bisa meluluhkan hati seorang Kafkha Darmansyah yang sangat terkenal dengan sifat cuek dan dingin nya.

Yuk saksikan kelanjutan cerita ini hanya di sini!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon purna yudiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 23. Sering Mendapat Kecaman

Seperti biasa Medina pergi ke kampus naik taksi online, ia tidak mau merepotkan Kafkha untuk mengantar nya.

"Assalamualaikum mas, Dina berangkat kuliah dulu ya!" ucap salam Medina seraya berpamitan dengan Kafkha yang lagi duduk di teras rumah itu.

Saat ini Medina masuk siang, sementara itu Kafkha hati ini ia libur ke kantor karena ia tidak memiliki banyak pekerjaan di kantor.

"Hmm!" jawab Kafkha

"Oh iya, aku sudah buatin makan siang buat kamu, di makan ya!" tutur Medina tapi tak di gubrisi oleh Kafkha.

Medina menghela napas lalu ia berangkat ke kampus nya.

Saat ini Medina sudah sampai di kampus nya ia masuk ke dalam kelas nya itu, di sana Nina--temanya Medina sudah datang saja.

"Assalamualaikum nin!" ucap salam Medina lalu ia duduk di bangku nya, kebetulan dosen belum masuk.

"Wa'alaikumussalam!"

Akhir-akhir ini Medina banyak melamun tapi Nina tidak tau kenapa temannya itu banyak termenung dari biasanya, Nina juga telah bertanya kepada Medina hanya saja Medina tidak mau bercerita.

"Ada masalah ya antara kamu dan suami kamu?" tebak Nina, tebakan Nina itu benar.

Banyak orang yang tidak tau tentang masalah rumah tangga mereka ini, Medina menutupi tentang masalah yang selama ini ia alami.

"Tidak, aku hanya kepikiran soal lain!" jawab Medina dengan suara lembut.

Tidak mungkin ia menceritakan aib rumah tangga nya dengan orang lain.

...

Hari-hari terus berlanjut kini Medina dan Kafkha nginap di rumah orang tua Kafkha, bukan apa-apa ia di minta oleh Darmansyah untuk menginap di sini, sudah lama mereka tidak berkunjung ke kelurga besar Darmansyah itu.

Saat di rumah Darmansyah ini, Medina selalu memakai cadar nya karena di rumah Darmansyah ini banyak orang asing dan ada juga kakaknya Kafkha di rumah ini.

Medina hanya membuka cadarnya saat dia di dalam kamar bersama dengan Kafkha, saat ini saja Medina membuka cadarnya itu karena Kafkha yang memintanya.

Hari ini merupakan marah nya Kafkha karena hari ini di kantor nya ada masalah sedikit.

"Eh, ninja keluar sana, kau membuat saya tambah marah!" hardik Kafkha

"Kamu ada masalah?" tanya Medina

"Cik... pergi kau dari sini saya lagi malas melihat kau di sini!" bentak Kafkha lalu ia mendorong tubuh Medina keluar.

"Tunggu!"

"Apa lagi? kau mau saya bersikap lebih kasar lagi?"

"Cadar Dina ketinggalan di dalam mas!" tutur Medina karena ia sudah berdiri di luar pintu kamar.

"Menyusahkan!"

Kafkha kembali ke kamar untuk mengambilkan cadar milik Medina, ia sedikit kesusahan mencari cadar Medina itu.

"Dimana gadis itu menyimpan nya?"

Medina masih menunggu di luar kamar itu, mumpung tidak ada siapapun di sini ia merasa aman, tidak lama setelah itu terdengar suara langkah kaki seseorang yang menuju naik ke lantai dua ini, Medina langsung panik ia berlari ke dalam kamar itu.

Ia langsung bersembunyi di depan Kafkha yang sedang menghadap ke lemari itu, Kafkha menaikan sebelah alisnya karena Medina langsung menarik tubuhnya.

"Hey, apa-apaan ini?" protes Kafkha

"Ada seseorang mau ke sini, aku belum mengunakan cadar ku!" tutur Medina menatap wajah Kafkha yang nampak terkejut karena ulah nya tadi.

Tubuh Medina tertutup habis oleh tubuh kekar Kafkha itu, bahkan Medina sampai hilang oleh tubuh tinggi Kafkha itu.

Tanpa sengaja Kafkha memperhatikan raut wajah cemas Medina itu, ia melihat bibir mungil Medina yang selalu menganggu pikiran nya itu.

"Mana cadar Dina, mas?"

"Mana saya tau!" tutur Kafkha

Medina masih menghadap ke arah Kafkha begitupun Kafkha masih menghadap Medina.

Hanif berdiri di ambang pintu itu ia melihat Kafkha yang entah apa yang ia lakukan, pikir Hanif karena ia tak melihat Medina.

"Kaf!" panggil Hanif

Mata indah Medina itu melebar, Kafkha sendiri yang menyaksikan betapa cantiknya wajah Medina jika matanya itu ia lebarkan.

"Mas... cadar Dina mana?" lirih Medina dengan wajah memerah karena takut jika Hanif melihat wajahnya.

Hanif memutar tubuhnya ia menghadap ke arah Hanif.

"Apa?" tanggap Kafkha judes

"Kamu ngapain di lemari itu? tanya Hanif melihat dengan jelas, "eh, bukanya itu Medina? kenapa adik ipar bersembunyi seperti itu?" sambung Hanif baru kelihatan jika Medina bersembunyi di balik Kafkha.

"Bukan urusan abang!" tutur Kafkha

"Abang mau apa kesini? gangguin orang saja!" sungut Kafkha

"Sorry gue gangguin kalian, hehe...!" tukas Hanif merasa malu sendiri sudah menganggu sepasang suami istri itu yang lagi bermesraan, pikir Hanif

"Lain kali pintu di kunci ya bro, gue jadi malu gini kan!" saran Hanif menutup pintu kamar itu, Kafkha mengerutkan keningnya entah apa yang di bilang oleh abang nya itu.

"Aneh!" gumam Kafkha

Kafkha berbalik lagi menghadap Medina ternyata dia sudah telat karena Medina sudah memasang cadarnya.

"Dimana kamu menemukan cadar mu itu?" tanya Kafkha

"Lemari!" jawab Medina

"Lalu kenapa tidak dari tadi saja kau mengambil nya di lemari? kenapa kau harus sembunyi di depan saya tadi? apa kau sengaja?" protes Kafkha sangat kesal.

"Maaf, Dina tidak kepikiran mas!" ucap Medina

Semua orang yang ada di lantai bawah jadi jingkrak-jingkrak mendengar cerita Hanif.

"Ah, kenapa kamu menganggu adik kamu yang lagi berduaan!" tutur Sarah

"Mama... ini bukan Hanif salahkan kakek yang menyuruh Hanif memanggil Kafkha!" protes Hanif tidak mau di salahkan.

"Bilang saja kau iri!" sindir Darmansyah dengan nada bicara seakan meledek kejombloan cucunya yang satu ini.

"Bukan masalah iri kek ini masalah harga diri Hanif dan Hanif merasa malu juga!" keluh Hanif memanyunkan bibirnya bak anak kecil yang lagi cemberut.

Medina turun ke bawah semua orang menatapnya dengan senyum-senyum, tidak dengan Hanif yang merasa malu dengan apa yang ia lihat tadi.

"Ma, pa, kek, kalian kenapa?" tanya Medina merasa ada yang aneh.

"Ah, tidak kenapa-napa!" elak Sarah pada menantu nya itu.

Mereka semua satu persatu meninggalkan Medina yang menghampiri mereka itu, Darmansyah lebih dulu pergi dari ruang keluarga ini, sebelum ia pergi ia tampak tersenyum melihat Medina, lalu Hanif yang langsung kabur begitu saja karena malu, setelah itu Darman dan Sarah juga pergi dari sana.

"Papa sama mama mau kemana?" tanya Medina merasa heran dengan semua orang.

"Tidak!" tutur Darman lalu menyeret lembut tangan istrinya itu.

Kini Medina sendiri yang duduk di sofa ruang keluarga itu, Kafkha melangkahkan kakinya menuju lantai bawah ia menghampiri Medina.

"Kemana semua orang?" tanya Kafkha dengan judesnya

"Tidak tau!" jawab Medina

Kafkha melangkahkan kakinya menuju pintu utama, ia berencana pergi keluar untuk mencari angin.

"Mas... mau kemana?" panggil Medina soalnya Kafkha tidak berpamitan dulu dengan Medina.

"Ketemu kekasih saya, di sini sangat suntuk saya muak melihat wanita seperti kau!" hardik Kafkha

"Astagfirullah alhazim... mas istighfar mas!" ujar Medina

"Ck... untuk apa saya istighfar, atau dengan cara saya beristighfar bisa mengembalikan saya ke seperti semula? bisa mengembalikan kehidupan saya dimana tidak ada kau di sisi saya hah? saya benci dengan kau yang sok baik padahal kau perempuan busuk, kau sama saja seperti kakek tua itu, sama-sama memiliki misi untuk menghancurkan saya!" maki Kafkha dengan suara pelan namun menyakiti hati Medina.

"Kau hanya istri yang tak pernah saya anggap, kau itu hanya benalu dalam kehidupan saya!" hardik Kafkha mendorong tubuh Medina dengan kasar.

Medina sering mendapatkan kecaman dari suaminya itu terlebih lagi Kafkha juga main fisik terhadap nya, tidak hanya batin nya saja yang tersakiti tapi fisiknya juga sering menjadi amukan Kafkha itu.

....

Bersambung...

Hayooo yoyoyo silahkan beri komentar kalian di cerita ini, no komentar pendek, author mau lihat komentar panjang dari kalian.

Like sama vote nya jangan lupa juga, jangan jadi pembaca gelap saja!!!

1
ayu cantik
ceritanya bagus semua
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya indah nya
sungguh mantap sekali 👍👍
terus lah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa
makasih kak thor buat karya nya
sungguh mantap sekali 👍👍
Yunerty Blessa
jahat sekali kau Clara mempermainkan perasaan Kafkha..
Yunerty Blessa
baguslah berdamai..aman juga hati
Yunerty Blessa
padan muka kau Clara
Yunerty Blessa
syukur lah kalau Kafkha mau berubah..
Yunerty Blessa
jangan sampai Medina pergi baru menyesal..... fikir² lah
Yunerty Blessa
mantap Kafkha.... tinggalkan Clara
Yunerty Blessa
jahat sekali ayah Clara mau menghancurkan keluarga Darmansyah.... hati² Kafkha
Yunerty Blessa
moga hati Kafkha bisa berubah menjadi lebih baik
Yunerty Blessa
satu kucupan di pipi...
Kafkha seperti patung 🤣🤣
Yunerty Blessa
lawan tu pelakor tak tahu malu
Yunerty Blessa
moga hati Kafkha sudah terbuka..
Yunerty Blessa
sungguh sulit untuk Kafkha berubah apa lagi ada Clara..
Yunerty Blessa
kesabaran Medina ada batas nya...
kalo tak kuat pergi saja
Yunerty Blessa
kalau kau tahu apa maksud kakek mu kau pasti menyesal karna telah kenal dengan Clara
Yunerty Blessa
sungguh sabar sekali kau Medina
Yunerty Blessa
pergi saja Medina
Yunerty Blessa
setelah melihat wajah Medina... Kafkha langsung terkejut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!