Dea dijebak oleh kakaknya yang berakhir dia harus ditiduri oleh suami kakaknya yang membuat dia harus mengandung anak dari suami kakaknya dan terpaksa menjadi Madu dari sang kakak hanya karena kebahagiaan sepihak.
Menceritakan Liku-Liku perjalanan kakak adik angkat, yang terjebak dalam hubungan rumit dimana mereka harus berbagi suami yang sama dengan keadaan saling mengikhlaskan.
Zara Aridda sesosok wanita tegar dengan rasa penuh perhatian harus menikahkan suaminya dengan adiknya dikarenakan adiknya telah hamil anak suaminya, namun dia menyimpan rahasia yang besar yang hanya dia yang tahu.
Dea Aninda sesosok wanita yang tak kala tegar nya terpaksa masuk kedalam hubungan pernikahan kakaknya dan menciptakan sebuah keadaan rumit dimana dia terjebak dalam keadaan terpaksa dan kenyataan bahwa dia mulai mencintai suami kakaknya yang kini menjadi suaminya
Siapakah yang akan dipilih Tirta dikala Kedua istrinya sama-sama ingin menyerah
Siapakah yang akan bertahan dalam pernikahan tersebut dan siapakah yang pada akhirnya menyerah
Dan jangan lupa sosok Danu yang selalu ada untuk Zara dan masih menanti cinta Zara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CH. 21: Abang, Talak Kamu
Tirta terbangun di pagi hari setelah semalaman memikirkan perkataan pria yang dia temui dimasjid, memang benar dia sudah terlalu lama menggantung Zara sedangkan dia sendiri sudah menetapkan pilihannya kepada Dea.
Hari ini Tirta akan benar-benar menalak Zara setidaknya untuk membuatnya lepas dari semua masalah yang ada, walaupun pada akhirnya dia dan Dea tidak akan bersama nantinya, setidaknya dia sudah membiarkan Zara memilih jalan bahagianya sendiri.
Setelah mandi Tirta memakai jaketnya dan mengambil surat pengadilan agama yang sudah ia tanda tangani bersama Zara, ia mengendarai mobilnya menuju rumah Zara, rumah tempatnya dulu tinggal, rumah yang menjadi saksi enam tahun pernikahan, rumah yang menjadi saksi hadirnya poligami dan rumah yang menjadi saksi banyaknya dusta dan hati yang tersakiti.
Buk!
Suara pintu mobil yang ditutup boleh Tirta mendominasi suasana pagi itu, Tirta yakin kalau Zara sedang tidak kerja semarang karena biasanya Zara hanya bekerja dihari biasa tidak di weekend.
Didalam perjalanan Tirta menguatkan hati, tekad dan membulatkan rasa bahwa ini harus dilakukan dan untuk pencariannya terhadap Dea akan tetap dia lanjutkan tapi dia harus membereskan masalah dengan istri pertamanya karena dia sendiri sudah menjatuhkan pilihan.
Sesampainya didepan rumah Zara, sebuah mobil yang Tirta ketahui adalah milik Danu sudah terparkir lebih dulu disana, itu tidak membuat tujuan Tirta berubah, Tirta memarkirkan mobilnya disamping mobil Danu.
Tirta keluar dari mobil sembari membawa map berisi surat tersebut beserta kata "Talak" yang siap dia ucapkan.
Zara dan Danu yang tengah berbincang diteras, berdiri melihat kedatangan Tirta, Tirta tidak datang dengan wajah frustrasi tapi senyum ramah yang biasa menghiasi wajahnya.
"Bang Tirta?" panggil Zara.
Tirta tidak menjawab, ia langsung memeluk Zara dan mencium puncak kepalanya seperti yang dulu sering ia lakukan.
Danu yang melihat itu sontak sakit hati namun dia bisa apa karena Tirta masih sah suami Zara jadi dia berhak melakukan apapun dan Danu sendiri hanya bisa melihat dengan gusar.
"Aku ingin merealisasikan semuanya?" ujar Tirta lemah menggenggam tangan Zara.
"Apa?" tanya Zara pada Tirta.
"Terima kasih sudah menjadi istri yang baik selama tujuh tahun ini, menjadi istri yang selalu memperhatikan kebahagiaan suaminya dan menjadi istri yang selalu bisa diandalkan, terlepas dari semua kesalahanmu yang fatal, Abang maafkan itu, karena Abang sendiri tidak memungkiri Abang masih cinta sama kamu, ruang dihati abang masih ada untuk kamu tapi Abang gak mau kamu merasa bahwa semua usaha kamu sia-sia," jawab Tirta menahan tetesan air matanya.
Zara yang melihat itu merubah raut wajahnya yang tadi bingung menjadi sedikit sedih mendengar kalimat suaminya.
"Abang pengen kamu bahagia dengan caramu, abang pengen kamu bahagia dengan pria lain, Abang pengen kamu bisa dicintai sama orang yang hanya mencintai kamu, tidak berbagi suami lagi dan Abang mau kamu tidak melakukan kesalahan yang sama lagi, terlepas dari pernikahan Abang dan Dea yang juga diujung tanduk, tapi Abang tidak bisa menggantung kamu terus seolah kamu itu cadangan yang bisa abang pilih kalau pernikahan kedua abang benar-benar hancur," lanjut Tirta.
"Zara,"
Zara mendongakkan kepalanya dengan tetesan air mata di pipi nya, ia menatap dalam wajah suaminya itu.
"Abang, Talak Kamu," lanjut Tirta lemah.
Bagaikan dihujam pisau seribu hati Zara kini sudah benar-benar hancur, semua benteng pertahanan air mata dan ketegaran hati nya sudah lebur. Tapi Keikhlasan yang dari awal dia bangun tidak akan pernah berubah karena ini yang dia inginkan.
"Maafin, Abang Zara, semoga kamu bahagia dengan pria yang lebih baik," ujar Tirta melepas tangan Zara.
"Ga-gapapa Bang, ini yang aku tunggu selama ini, dan akhirnya abang mengatakannya juga setelah penantian beberapa bulan lamanya, doaku tidak akan pernah berubah, semoga Abang dan Dea bahagia," jawab Zara dengan tetesan air matanya.
Tirta menatap wajah Zara dalam, inilah akhir dari semua hubungan poligami, Zara berhak bahagia dan dia juga berhak menentukan jalan bahagianya.
Tidak mudah menjatuhkan talak dan tidak mudah menerima talak walaupun kita sudah ikhlas dan mempunyai pilihan lain, hanya tuhan yang tahu kapan keikhlasan itu akan bertahan tetapi kita harus bisa mempertahankannya.
Tirta mengusap air mata diwajah Zara untuk terakhir kali nya. "Biarkan pria beruntung lainnya yang mengusap air matamu setelah Abang, Abang pamit,"
Tirta meraih tangan Zara dan menyerahkan surat cerai tersebut kemudian berjalan meninggalkan Zara bersama Danu yang kaget dengan apa yang dia lihat.
"Aku lupa, jika kamu jodohnya maka berusahalah," tunjuk Tirta pada Danu.
Danu memberikan senyuman terbaiknya kepada Tirta sampai Tirta masuk kedalam mobilnya dan menghilang dari pandangan mereka.
Danu kemudian menarik Zara ke pelukannya, Zara masih larut dalam tangisnya dia sudah benar harus ikhlas, dia harus bisa ikhlas karena rasa ikhlas yang akan menguatkan semuanya.
"Jangan menangis, disitulah letak keikhlasan hati seorang istri, semuanya sudah berakhir, hadapi jalanmu ada banyak pria yang menantikanmu, bahkan aku masih menunggu jawabanmu," ujar Danu mengusap air mata Zara dengan jempolnya.
Zara menatap dalam Danu.
"Promise?" Danu mengulurkan tangannya.
Zara menyambut tangan Danu yang membuat Danu memeluknya lagi untuk menguatkannya.
- TBC
mubeng2 wae..ra uwis2...😃😃😃