***
Harap bijak dalam memilih bacaan..
Karya ini hanya kisah fiktif belaka 😁
Kisah ini menceritakan seorang gadis bernama Alena Wijaya yang merupakan putri ketiga seorang pengusaha tambang yang sukses.. Ia adalah gadis yang ceria, supel, cantik, tomboy namun anggun.. Tapi sifatnya yang tegaan justru menjerumuskannya ke dalam perjodohan yang awalnya dirancang untuk kakaknya...
Axton William adalah pria yang dijodohkan dengan Alena yang merupakan kakak tingkatnya saat SMA.. Seperti apa kisah serunya? Jangan lupa ikuti guys...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrianindita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Olimpiade Matematika
Sudah tiga hari lamanya Alena tidak masuk sekolah dan hari ini ia sudah sangat sehat dan waktunya untuk kembali ke sekolah... Selama tiga hari itulah Axton dan para sahabat Alena bergantian menemani Alena agar tak merasa bosan.... Pagi ini ia sudah bersiap dan menunggu Axton datang untuk menjemputnya..
Mendengar suara mobil Axton, Alena segera berlari ke luar... Ia berdiri di depan pintu dengan senyum yang tak pudar dari wajah cantiknya..
"Sepertinya kau bersemangat sekali..." ucap Axton yang baru saja turun dari mobil dan menghampirinya..
"Hmmm.. Axton bagaimana jika hari ini memakai motor saja??? Aku rindu berkendara tapi karena tanganku sedang sakit makan aku tak bisa membawanya..."
"Baiklah.. dimana motormu aku akan mengambilnya..."
Alena segera menarik tangan Axton menuju garasi rumahnya dan betapa terkejutnya Axton karena motor yang dituju Alena adalah sebuah motor sport berwarna hitam..
"Ini punyamu atau kak radit??" Selidik Axton..
"Punyaku!! Kak Radit lebih suka koleksi mobil-mobil antik yang sudah uzur..."
"Kau bisa membawa motor sport???" Axton masih tak percaya..
"Sangat-sangat bisa... Aku sangat menyukainya... Balapan!!! Aku pernah bermimpi bisa menjadi kekasih pembalap dunia, aku ingin dibawa melesat cepat oleh mereka... Ahhh mereka sangat keren Axton..."
"Ck! Berhenti mengagumi pria lain..." Axton memutar bola matanya malas...
"Pria lain??? Mereka idola dunia Axton... ku rasa bukan hanya aku satu-satunya wanita yang halu,,"
Axton tak ingin mendengar pujian Alena pada pria lain walaupun itu pembalap dunia sekalipun... Ia segera naik ke atas motor sport milik Alena dan menyalakan mesinnya... Khawatir ditinggalkan, Alena bergegas naik dan memeluk Axton dari belakang membuat Axton tersenyum...
"Kalau tahu bisa sedekat ini, lebih baik setiap hari kita naik motor saja" gumam Axton..
"Jangan terlalu percaya diri, aku memelukmu agar punggungku tidak sakit!!!"
"Kau menempel dipunggungku juga tidak berpengaruh apa-apa.. Dadamu masih rata baby..." ejek Axton
Plaaaakkkk..... Alena menghadiahi Axton dengan pukulan di helmnya lalu menjauhkan tubuhnya... Axton mengelus helmnya, menyadari kekesalan Alena dirinya menarik tangan Alena agar kembali memeluknya...
"Sudah marahnya... Aku senang kau memelukku Alen..." bujuk Axton..
"Cih! Bodo amat!!" jawab Alena dengan bersungut-sungut...
Walau begitu Axton tetap menarik tangan Alena agar melingkar di perutnya, bahkan ia menahannya saat Alena hendak melepaskan lilitan tangannya hingga Alena pasrah dan menjatuhkan dirinya ke punggung Axton...
Axton menyalakan motor lalu membawa Alena berkendara bersamanya... Alena bahagia bisa sedekat ini dengan Axton, menghirup parfum Axton membuat Alena betah untuk memeluk pria yang lebih sering menyebalkan itu... Ia tersenyum di balik punggung Axton tanpa sepengetahuan Axton...
"Axton.."
"Hmmm..."
"Aku baru tahu jika jatuh cinta itu seindah ini... Apa aku akan jatuh cinta pada jodoh pilihan orang tuaku seperti aku jatuh cinta padamu???"
"Kau membuatku kesal Alena.. Bisakah kau membahas yang lain saja??"
"Oh Astaga Axton, kau cemburu bukan??? Kau cemburu dengan orang yang bahkan aku sendiri belum mengetahuinya...." Alena tertawa bahagia, melihat Axton cemburu adalah hal yang menyenangkan untuknya... Alena bisa melihat seberapa besar cinta Axton padanya....
"Hmmm..." kesal Axton..
Alena merentangkan tangannya dan berteriak sekeras mungkin "I Love You Axton".. Axton tersenyum dengan kelakuan Alena yang sangat menggemaskan di matanya...Tak terasa mereka sudah sampai di sekolah... Bella dan Vanya segera menyambut kedatangan sahabatnya yang baru saja masuk sekolah setelah kejadian yang menimpanya..
"Aleeeennn...." seru Bella dan Vanya..
"Haaiii" Alena melambaikan tangannya
"Ciiieee udah beneran pacaran nih???" goda Vanya...
Jika mengingat statusnya dengan Axton, Alena menjadi bersungut-sungut karena hubungan mereka sangat tidak jelas di mata Alena...Axton bersikap biasa saja seolah tak mendengar apa yang dikatakan oleh ketiga gadis dihadapannya...
"Apa itu pacaran?? gue mah pacaran setelah nikah..." sahut Alena..
"Buseettt... lu beneran mau dijodohin?? Terus kak Axton gimana nasibnya???" cecar Vanya..
"Dia ga pengen gue perjuangin gaes...yuk masuk ke kelas.." Alena menarik sahabatnya dengan lirikan mata tajam ke arah Axton... Axton hanya bisa menatap kepergian Alena dan sahabatnya sambil menggelengkan kepala...
"Alen.. kemarin lu dicariin guru matematika loh" ucap Bella..
"oh ya?? Kenapa emang?? gue belum pernah ikut kelas matematika kan sejak sekolah di sini... Mana mungkin dia nyariin gue karna nilai gue anjlok..."
"Ya ga mungkin bangetlah Len... Nilai ujian nasional matematika lu aja 100.. Lah kalau nilai lu anjlok apa kabar kita yang otaknya masih setengah-setengah gini..." cibik Bella..
"Terus ngapain dong nyariin aku??" Alena masih saja penasaran..
"Katanya sih lu kepilih jadi perwakilan sekolah ini buat Olimpiade Matematika di Jepang..."
"Whaaaat????" pekik Alena
"Ihh apaan sih pakai acara terkejut segala.. Bukannya elu emang langganan tiap tahun ikut Olimpiade matematika??" timpal Vanya..
"Gue lagi males nih tahun ini... Gue mundur aja deh, nanti gue bilang ke guru matematika kita siapa namanya???"
"Miss Maya" Jawab Bella dan Vanya kompak.. Alena hanya mengangguk pelan dan ketiganya kembali berjalan menuju kelas mereka... Tapi di tengah perjalanan, seorang security berlari tergopoh-gopoh memanggil Alena...
"Non Alena...." panggil pak satpam dengan nafas tersengal..
"Ya pak..." Alena mengernyitkan dahinya...
"Non Alena ditunggu miss maya di ruangannya Non.. Sekarang non... yuk ikut bapak Non..." ajak security tersebut..
Alena, Bella dan Vanya terlibat saling pandang.. Baru saja mereka selesai membicarakannya tapi panggilan datang begitu cepat... Mau tak mau Alena menurut dan berjalan mengikuti security yang bernama pak mansur tersebut..
Tiba di depan ruang kantor miss maya, pak mansur membukakan pintu dan mempersilakan Alena masuk... Miss Maya tersenyum lebar saat mengetahui kedatangan Alena... Alena hanya tersenyum canggung tapi ia cukup terkejut dengan keberadaan Axton di ruang yang sama...
"Pagi miss" sapa Alena..
"Pagi cantik.. silahkan duduk di sebelah Axton.." jawab miss maya.. Alena segera duduk sambil melirik ke arah Axton yang sama sekali tak memandangnya...
"Ada apa ya miss maya mencari saya???" tanya Alena tanpa basa-basi..
"Alena, sekolah sudah memutuskan untuk mengirimmu dan juga Axton untuk mengikuti Olimpiade Matematika di Jepang..."
"Apaaaaaa????" teriak Alena tak percaya bahkan mulutnya menganga lebar saat mendengar ia akan dikirim bersama dengan Axton..
aq berhrp Alena tetap brsama Axton..
ga nangis pasrah diam. hallo Thor diri ku mampir 🙏🏼