NovelToon NovelToon
SANG KAISAR

SANG KAISAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Pembunuhan / Kultivasi / Fantasi Timur
Popularitas:246k
Nilai: 5
Nama Author: Yan26

Yan Lan seorang anak raja dari salah satu kerajaan di benua bintang. Orang tuanya terbunuh oleh para pemberontak yang ingin melengserkan kepemimpinan ayahnya.


Kemudian dia bertemu dengan kakek Wu Kong dan mengangkatnya menjadi murid. Dia bertekad menjadi kuat untuk membalaskan kematian orang tuanya.


"Aku Yan Lan, barang siapa yang menghalangi jalanku, menghalangi tujuanku, bahkan berani menyinggungku. Meskipun dia adalah dewa, hanya ada satu kata untuknya, MATI".


Bagaimana perjalanan Yan Lan? Apakah dia mampu membalaskan dendamnya? Apakah dia mampu mengembalikan kejayaan klan Yan dan membuatnya menjadi penguasa lagi?

Ikuti terus kisahnya "SANG KAISAR"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yan26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23. Pembantaian I

"Baik tuan muda" jawab Yan Zu.

"Ambillah pedang ini, pedang ini aku berikan sebagai hadiah karena Menjadi bawahan ku. sekarang pedang ini menjadi milik mu" kata Yan Lan memberikan sebuah pedang yang dia dapatkan dari penguasa Kota Hago.

"Terima kasih tuan muda" jawab Yan Zu.

"Bunuh semua orang yang menghalangi, tujuan kita hanya menyelamatkan istri dan bawahan mu yang setia. Aku tidak ingin melihat mu berbelas kasih kepada musuh, yang melawan mu berarti penghianat" kata Yan Lan tegas memberikan instruksi kepada Yan Zu.

Yan Zu mengangguk menerima instruksi dari Yan Lan. Sebenarnya Yan Zu merasa bersalah jika harus membunuh orang-orang yang pernah menjadi bawahannya, tapi demi istrinya dia tidak ingin jatuh ke lubang yang sama lagi.

Kemudian Yan Zu berjalan menuju gerbang Sekte Bulan Sabit. Di sana terlihat dua orang penjaga gerbang yang sedang bertugas.

Swussss...

Penjaga gerbang yang merupakan mantan bawahan Yan Zu cukup terkejut melihat Yan Zu masih hidup.

"Pa pa patriak Zu" kata kedua penjaga gerbang tersebut terkejut.

"Apakah kalian tidak ingin menyambut patriak kalian?" tanya Yan Zu.

"Kamu bukan patriak sekte lagi, sekarang pergilah dari sini sebelum kami membunuh mu" kata salah seorang penjaga gerbang tersebut.

"Ohhh benarkah?" kata Yan Zu memprovokasi penjaga gerbang tersebut.

"Kurang ajar" umpat penjaga gerbang tersebut, lalu menyerang Yan Zu.

Hiyaattt...

Yan Zu yang melihat penjaga gerbang tersebut menyerangnya tidak tinggal diam.

Jlebbb....

Yan Zu menusuk tepat di jantung pengawal tersebut dan mati.

Penjaga satunya yang melihat temannya terbunuh merasa ketakutan. Setahunya patriak lama mereka telah kehilangan kekuatannya, tapi sekarang dia melihat Yan Zu membunuh temannya hanya dalam sekali serang.

Lalu pengawal tersebut berlari untuk melapor ke dalam sekte, tapi langkahnya terhenti ketika dia merasakan dingin di lehernya.

Srettttt...

Yan Zu membunuh penjaga gerbang tersebut.

Duarrrrrrr... Duarrrrrrr.....

suara gerbang hancur.

Yan Zu menghancurkan gerbang Sekte Bulan Sabit.

Penghuni Sekte Bulan Sabit yang mendengarkan ledakan tersebut segera berhamburan keluar. Mereka semua berkumpul di dekat gerbang.

"Siapa yang berani menggangu Sekte Bulan Sabit kami?" tanya salah satu tetua Sekte Bulan Sabit yang baru keluar.

"Ahhh lama tidak ketemu tetua Hong" sapa Yan Zu yang baru melewati gerbang.

"Apaaa, tidak mungkin. Kamu bagaimana mungkin masih hidup?" kata tetua Hong terkejut sekaligus takut terhadap Yan Zu karena telah mengkhianatinya.

Bukan hanya tetua Hong yang terkejut melihat Yan Zu, tapi semua orang yang ada di sana juga sangat terkejut.

"Melihat reaksi kalian yang tidak menyambut ku, ternyata kalian sangat menginginkan kematian ku. Awalnya aku ingin mengampuni kalian, tapi tuan ku tidak mengizinkan ku melepaskan kalian. Aku juga sangat menginginkan kematian kalian para penghianat" ucap Yan Zu.

"Oh ternyata kamu telah sembuh dari pengaruh racun yang diberikan oleh patriak Kin" ucap tetua Hong.

"Hahahaha... Apakah kamu terkejut tetua Hong?" respon Yan Zu.

"Hahaha... Benar, awalnya aku terkejut. Tapi karena kamu datang sendiri untuk mengantar nyawa mu, jadi meskipun kamu sudah sembuh dari racun, tetap saja kamu akan segera mati" jawab tetua Hong.

Jlebbb... Srettttt....

Jlebbb.... Srettttt...

Akhhhhhh....

"Kamu terlalu banyak bicara paman. Kita tidak datang ke sini untuk mengobrol dan aku tidak suka memiliki bawahan yang bicara" kata Yan Lan yang tiba-tiba datang dan membunuh sepuluh murid Sekte Bulan Sabit.

"Cepat selesaikan semua semut-semut ini" lanjut Yan Lan.

"Baik, maafkan aku tuan muda" jawab Yan Zu.

"Tuan muda" gumam semua murid Sekte Bulan Sabit termasuk tetua Hong sendiri. Mereka cukup terkejut dan tidak menyangka mantan patriak mereka akan menjadi seorang bawahan dari seorang pemuda yang mereka tidak kenal.

Mendengar perintah Yan Lan, Yan Zu segera bergerak untuk membunuh semua murid yang ada di hadapannya.

Wushhh...

Jurus Pedang Bulan Sabit.

"Gerakan pertama, pelita malam" teriak Yan Zu.

Duarrrrrrr...

akhhhhhh.... akhhhhhh....

Srettttt... Jlebbb... Jlebbb...

Satu persatu murid Sekte Bulan Sabit berjatuhan dan mati.

"Ternyata Sekte Bulan Sabit yang aku bangun telah di kuasai oleh orang-orang dari Sekte Harimau Hitam" batin Yan Zu yang melihat banyak sekali orang-orang dari Sekte Harimau Hitam yang ikut menyerangnya.

"Gerakan kedua, cahaya bulan" Yan Zu kembali meneriakkan jurusnya.

Swussss... swusss....

Muncul siluet cahaya berbentuk pedang dari langit.

"Hancurkan" teriak Yan Zu.

Jlebbb...

Jlebb...

akhhhhhh... akhhhhhh.... akhhhhhh....

Suara teriakan yang menggema terdengar dari mulut murid-murid Sekte Bulan Sabit dan Sekte Harimau Hitam.

Di penjara bawah tanah Sekte Bulan Sabit.

"Sia'er, dua hari lagi kita akan menikah dan kamu akan menjadi milik ku seutuhnya" kata Mun Kin sambil memegang dagu Lu Sia.

"Cuihhh.... Aku tidak sudi dan lebih baik aku mati dari pada harus menjadi istri seorang penghianat seperti mu" kata Lu Sia dan meludahi Mun Kin.

"Hmmm... Ternyata saliva mu manis juga, aku jadi tidak sabar menantikan malam pertama kita" ucap Mun Kin sambil menjilat tangannya.

Lu Sia yang melihat kelakuan Mun Kin menjadi semakin jijik kepadanya. Dia tidak menyangka bahwa orang yang selama ini dia anggap baik akan melakukan perbuatan hina seperti ini.

Ketika Mun Kin masih merayu Lu Sia, tiba-tiba seorang murid menghampirinya.

"Pe permisi patriak" kata murid tersebut tergagap. Dia takut Mun Kin langsung membunuhnya karena menggangu kesenangan tuannya itu.

Benar saja Mun Kin menatap murid tersebut dengan niat membunuh.

"Aku sudah katakan untuk tidak menggangu ku" kata Mun Kin.

"Ta tapi di luar ada patriak Zu" jawab murid tersebut.

Mun Kin yang masih ingin main-main dengan Lu Sia, tiba-tiba menghentikan tindakannya. Kemudian menampilkan tampang serius.

"Katakan sekali lagi apa yang baru saja kamu katakan?" tanya Mun Kin.

Murid tersebut semakin ketakutan melihat tampang tuannya.

"Be benar patriak, di luar ada patriak Zu yang sedang membuat kekacauan dan hampir membunuh semua murid. Tetua Hong menyuruh saya untuk datang melapor kepada patriak" jawab murid tersebut.

Duarrrrrrr....

Mun Kin langsung membuat murid yang melapor kepadanya menjadi kabut darah.

Mun Kin sangat marah mendengar sahabatnya itu ternyata masih hidup, bahkan sekarang datang membuat kekacauan di sektenya.

Mun Kin kebingungan, bagaimana mungkin Yan Zu bisa selamat dari racun yang dia berikan dan terlepas dari perbudakan.

Sedangkan di sisi lain, Lu Sia yang mendengarkan laporan dari murid tersebut tersenyum dan meneteskan air matanya. Selama ini, Mun Kin memberitahunya bahwa suaminya telah mati. Tapi sekarang dia mendengarnya sendiri bahwa suaminya telah datang untuk menyelamatkannya.

"Gege, aku sangat merindukanmu" gumam Lu Sia sambil menangis.

#Bersambung.

...Terus dukung Thor ya readers...

...Jangan lupa tekan LIKE, KOMEN, VOTE dan FAVORIT...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
one
PALING MALES BACA YANG MASIH NUNGGU UPDATE....🤭🤭🤭
Ihwan Udin
MC nya kaya rampok dan sadis jadi ga enak dibaca nya enggak ada percintaan jadi kurang romantis terlalu kasar
Jimmy Avolution
up...up...up...
Jimmy Avolution
lanjut
Jimmy Avolution
gaspol thor
Jimmy Avolution
gaskeun
Jimmy Avolution
terus
Jimmy Avolution
lanjut
Jimmy Avolution
dijadikan adik angkat
Jimmy Avolution
lanjut
Jimmy Avolution
terus
Jimmy Avolution
ayo
Jimmy Avolution
Ayo Thor...
Jimmy Avolution
lanjut
Jimmy Avolution
gaskeun
Jimmy Avolution
terus
Jimmy Avolution
lanjut
Jimmy Avolution
gaskeun
Jimmy Avolution
terus
Jimmy Avolution
josss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!