NovelToon NovelToon
Amelie Sang Penjaga Jodoh

Amelie Sang Penjaga Jodoh

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:329.2k
Nilai: 5
Nama Author: PimCherry

Kenalkan, namaku Amelie Kirania William. Usiaku baru menginjak 20 tahun, tapi aku sudah berpacaran 10 kali. Tapi semua itu bukan keinginanku. Para pria mengantri untuk menjadi pacarku karena menganggap bahwa mereka akan menemukan cinta sejati mereka setelah berhasil putus denganku.

Memiliki banyak kekasih dan sering putus, bukan berarti aku akan menangis meraung raung di dalam kamar. Tidak! tidak! Aku Amelie, si gadis yang gampang move on, karena aku tidak pernah menggunakan hati dalam setiap hubunganku selama ini.

Bahkan aku akan membiarkan Daddyku menjodohkanku dengan laki laki manapun. Mereka malah berterima kasih karena setelahnya akan menemukan tambatan hati mereka yang sebenarnya.

Mereka selalu menyebutku Amelie, si Penjaga Jodoh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PimCherry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

WILL YOU MARRY ME?

Hari minggu kemarin, benar benar dipergunakan Amelie untuk beristirahat. Ia menikmati hari Minggunya seperti saat dirinya masih single.

Setelah menelepon Vanessa, Mommynya, dan membalas pesan pesan yang masuk, ia mematikan ponselnya. Ketika waktu menunjukkan pukul 7 malam, ia sudah berada di atas tempat tidurnya untuk kembali ke alam mimpi.

"Ahhh, menyenangkan sekali!" Amelie menggulung tubuhnya dengan selimut. Tingkahnya begitu menggelikan, untung saja tidak ada yang melihatnya. Ia benar benar seperti anak kecil.

Itulah Amelie, bahkan ia sudah melupakan apa yang terjadi kemarin pada apartemen tersebut. Ia tidak pernah terlalu lama menyimpan sesuatu dalam hatinya.

*****

Pagi ini, Amelie keluar dari apartemennya dan menguncinya. Ia sudah meminta pengelola apartemen untuk membantunya mengganti kunci atas seijin pemiliknya. Ia turun melalui lift dengan perasaan senang karena akan bertemu dengan anak anak muridnya.

Amelie sengaja berangkat lebih pagi karena ia ingin mampir di sebuah minimarket dan membeli roti dan susu. Ia kemudian duduk di sebuah kursi taman dan menyantap rotinya.

"Ahhh kenyangnya," Amelie membuang plastik roti dan juga kotak susunya yang sudah kosong ke dalam bak sampah, kemudian kembali melanjutkan perjalanannya dengan bus seperti biasa.

Bagi Amelie, pagi ini terasa cerah dan indah. Namun, tidak bagi seseorang yang terus menguntit dan melaporkannya kepada orang yang membayarnya. Setelah apa yang ia lakukan pada apartemen Amelie, ia belum mendapat bayaran apa apa. Oleh karena itulah hari ini ia menguntit Amelie sejak pagi. Informasi yang ia dapatkan hari ini, mungkin akan membuat orang tersebut dengan segera membayarnya.

"Pagi anak anak!" sapa Amelie saat ia menyambut mereka di pintu gerbang seperti biasa. Sejak Amelie bekerja di sana, ia selalu berdiri setiap pagi untuk menyambut anak anak itu. Tak ada yang menyuruhnya ataupun mengharuskannya, ia melakukannya atas inisiatifnya sendiri, dan anak anak menyukainya.

"Pagi, Miss Amelie!" Anak anak menyapa Amelie, memberikan salam, pelukan bahkan kecupan di pipinya dengan bibir mungil mereka.

Di dalam kelas, anak anak juga begitu menyukainya karena kepribadian Amelie yang begitu ceria. Ia akan mengajar sambil mengajak mereka bermain. Ia juga mengajukan beberapa teka teki yang berhubungan dengan materi pembelajaran, membuat anak anak tertarik.

Saat jam mengajar usai, ia langsung membereskan barang barangnya dan berangkat menuju minimarket seperti biasanya. Ia menaiki bus kembali menuju tempat kerja selanjutnya.

"Kak Lilian, Kak Harlan!" sapa Amelie dengan senyum mengembang.

Wanita itu benar benar seperti tidak terpengaruh dengan apa yang kulakukan pada apartemennya. Sepertinya aku harus melakukan hal yang lain lagi. - sepasang mata terus memperhatikan gerak gerik Amelie.

Amelie melayani pembeli di dalam minimarket dengan ramah dan penuh senyuman, "Terima kasih, silakan datang kembali."

"Mel, hari ini aku izin pulang lebih dulu ya," Harlan melihat jam di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul 6.

"Iya, Kak. Tenang saja," ucap Amelie.

"Baiklah, sampai besok," Harlan melambaikan tangannya pamit dan tersenyum ke arah Amelie.

Harlan keluar dari minimarket dan gantian Leon yang masuk ke dalam. Harlan tersenyum kepada Leon dan Leon membalasnya.

"Halo, sayang!" sapa Leon seperti biasanya.

"Hi!" balas Amelie.

"Apa tidurmu sudah cukup?" Amelie pun mengangguk dan tersenyum. Amelie memang membalas pesan Leon seperti biasa dan mengatakan bahwa ia akan membersihkan apartemennya dan ingin beristirahat setelahnya.

Leon berdiri di depan meja kasir dan menahan tubuh dengan kedua tangan di atas meja, kemudian dengan cepat ia memberikan kecupan di bibir Amelie.

Cuppp ... membuat wajah Amelie memerah seperti biasanya. Leon pun mencubit pipi Amelie karena gemas.

Sebuah bidikan kamera mengabadikan momen kebersamaan mereka dan dengan cepat gambar itu mampir di ponsel Lydia.

📩 Habisi wanita itu!

📨 Berikan dulu bayaranku. Kamu sama sekali tak menghargai kerja kerasku.

📩 (Sebuah notifikasi penerimaan uang diterima)

📨 Terima kasih, aku siap melaksanakan! Tapi ingat, ini hanya uang muka. Kamu harus mengirimkan sisanya setelah tugasku selesai.

📩 Iya, aku tahu. Kalau aku sudah menjadi seorang istri dari seorang pewaris Sebastian Group, aku akan memberikan lebih padamu.

📨 Tentu saja. Aku pasti akan meminta lebih besar, atau semua akan terbongkar!

📩 Sialann!! berani sekali kamu mengancamku.

📨 Oooo, aku tidak mengancammu, Lydia sayang. Aku mengambil apa yang menjadi hakku. Ingat! Jangan bermain main denganku.

📩 Aku tahu. Cepat kerjakan, dan jangan sampai gagal lagi!

Laki laki itu memasukkan ponselnya ke dalam saku dan mulai menyusun rencana. Ia terus diam, namun tetap memperhatikan gerak gerik Amelie dan Leon.

*****

"Apa kamu akan pergi lagi?" tanya Handy.

"Ya, apa tidak boleh?" jawab Abigail.

"Boleh saja. Tapi .... apa kamu tega meninggalkanku sendiri? ucap Handy dengan manja.

"Kamu itu sungguh menyebalkan! Apa aku tidak boleh menemui sahabatku sendiri?"

"Kan bisa video call saja. Kenapa harus pergi ke sana?"

"Rasanya itu tidak sama. Aku ingin bercerita, bercengkerama, berjalan, berbelanja, nonton, bahkan memeluk dan tidur bersamanya," jawab Abigail.

"Kamu bisa melakukan itu semua denganku. Aku rela dan ikhlas, apalagi jika tidur sambil memelukmu, ahhhh lebih juga boleh," Handy memejamkan mata dan memeluk dirinya sendiri.

Pletakkk!!!

"Aduhhh, Bi!!" Handy mengaduh kesakitan saat sebuah telapak tangan sudah mendarat di bahunya.

"Dasar mesummm!!!"

"Itu bukan mesuuummm, sayanggg .... itu tanda aku sangat menyayangimu. Bahkan aku rela menggantikan posisi sahabatmu untuk memelukmu dan me ...," Handy mengerucutkan bibirnya ingin mencium Abigail.

Dengan cepat Abigail mencubit bibir Handy dengan ke lima jarinya, "Ouchhh, sayang .... sakit, tapi tanganmu lembut sekali dan harum. Kamu pakai parfum apa?"

"Masa sih?" Abigail ikut mencium telapak tangannya.

"Iya, harum. Berikan lagi tanganmu padaku?"

"Padahal aku baru selesai dari toilet tadi," ucap Abigail.

"Hah?!" Abigail langsung tertawa melihat perubahan raut wajah Handy yang berhasil ia kerjai. Pria ini selalu membuatnya tertawa, padahal awal pertemuan mereka benar benar jauh berbeda.

"Kamu berbohong ya, Bi?" Abigail tertawa lagi, kemudian langsung berdiri untuk kembali ke meja kerjanya. Dengan cepat Handy menarik pergelangan tangan Abigail dan membuat wanita itu terjatuh di atas tubuhnya. Manik mata mereka bertemu dan keduanya tersenyum.

"Aku sungguh bahagia bertemu denganmu, Bi," ucap Handy, dan ...

Cuppp ...

Handy memberikan ciuman kepada Abigail. Semakin lama ciuman itu semakin dalam.

"Buka mulutmu, Bi," Handy kembali ******* dan mengabsen setiap rongga mulut Abigail. Mereka baru saling melepaskan setelah keduanya perlu menghirup oksigen.

Handy menyapu bibir Abigail yang basah dan sedikit bengkak akibat ulahnya, dengan jarinya. Mereka saling bertatapan dan melihat jauh ke dalam manik mata mereka masing masing.

"Will you marry me?" tanya Handy.

*****

Terima kasih sudah mengikuti novel Cherry sampai bab ini dan terima kasih juga atas dukungannya.

Baca juga novel Cherry yang lain :

1. The Killer series

2. Cinta dan Benci

3. Separuh Jiwaku

Terima kasih, maaf kalau masih kurang sreg di hati ya, Cherry masih amatir a.k.a. pemula. Mohon dukungannya.

Salam sehat selalu buat seluruh pembaca!

1
Sri Ariyanti
ok
Rita Juwita
luar biasa...
Arie
Luar biasa
Sita Sit
aku sampai mereka menikah pun ,aku tetep benci ya sama Alvin,kasian diva,gak rela sebenarnya diva balikan sama Alvin
Sita Sit
di kisiahnya Mia pun aku tetep tdk suka ya sama Alvin ,meski nanti tetep balikan sama diva,tp aku bener2 gak suka sama Alvin
Sita Sit
aku baca kisahnya si Azka dulu,baru axele Vanessa,baru si Leon ini
Sita Sit
emak bapaknya Leon ada kisahnya kah Thor,seru kayaknya
Blank Name
axelle ngawasin dr jauh koq ga tau anaknya kecelakaan?
Warningsih Ningsih
aku baca azka dan mia duluan jadi masih sakit hati ceritanya 😅😅😅
Warningsih Ningsih
aku ngebayangin nya visual nya bule aja lah biar dapet feel nya
D_Mayanti
Luar biasa
Alexa Juliana
Dgn segala perhatian dan kasih sayang yg Vanessa berikan sepertinya bipolar Axelle g kambuh lagi..
Alexa Juliana
Lydia sangat membenci Amelie krn rasa iri shg muncul dengki di hatinya..
Alexa Juliana
Si Lydia benar2 gila..saking maunya ada laki2 yg mau sama dia sampai dia melakukan hal rendah..
Alexa Juliana
Kenapa Amelie begitu mempercayai ucapan dokter yg bilang rahimnya sdh rusak pdhl aku yakin klo dokter itu disuap oleh Lydia utk mengatakan hal itu..Ayo Mel periksa ke rumah sakit utk memastikannya..Lydia pasti sdh berbohong
Alexa Juliana
Tentu saja Amelie dekat dgn putra klrg William malah sangat dekat sekali wong mrk kakak adik...
Alexa Juliana
Ooohh jadi itu yg membuat David menguji Alvin saat ingin kembali pd Diva, dgn menyuruh Emma sang aspri multitalenta utk menggodanya..
Alexa Juliana
Amelie kenapa g minta bantuan uncle Blue di Black Alpha saat apartemennya ada yg ngacak2 dan minta tindakan atas apa yg dilakukan oleh Lydia yg sangat membahayakan..G spt Azka yg minta bantuan Uncle Blue saat Mia ada yg mengancam dan menargetkannya dan klrg nya..
Alexa Juliana
Siapa yg ngacak2 apartmen Amel yaaa? Apakah Lydia?
Alexa Juliana
Kinerja Brian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!