NovelToon NovelToon
Introvert Melankolis

Introvert Melankolis

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Romansa Modern
Popularitas:275.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: yanstagram143v

Introvert Melankolis menceritakan tentang seorang gadis remaja yang tomboy, jorok, jago silat, galak, cuek dan bar-bar yang bernama Gladish.

Galdish sangat mengagumi sosok Arga, karena Arga merupakan sosok pria yang tampan dan pintar, akan tetapi Arga mempunyai sifat dingin, perasa dan penyendiri.

Karena suatu keadaan, Gladish dan Arga harus tinggal bersama dalam satu atap yang sama. Apakah yang akan terjadi selanjutnya, Apakah cinta Gladish kepada Arga akan terbalaskan?

Apa perasaan Gladish masih sama, jika mengetahui pria yang dikaguminya selama ini merupakan seseorang Introvert, yang sangat Melankolis?

Jangan lupakan juga kisah Arya, kakak Arga, yang merupakan mahasiswa kedokteran yang memiliki sifat Ekstrovert Ambisius yang sangat suka mempermainkan perasaan wanita atau biasa dijuluki Pria Playboy dan akhirnya takdir pun mempermainkannya, saat Ia bertemu dengan mantannya, yang pernah sangat dicintainya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yanstagram143v, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23: Menunggu

“CUUUUUUUUUUURRRRRR!!!” Terdengar bunyi keran air yang mengalir di arah kaca toilet pria, Arga membasuh wajahnya berkali-kali. Agar tak tampak bila wajahnya, baru saja habis menangis.

………

……

“*Kamu jangan Ge’er!” Seru Reva.

“Ge’er?” Tanya Arga.

“Iya Ge’er, sebenarnya Gladish dulu nembak kamu bukan karena Ia suka sama kamu… BUKAN…” Sambung Reva lagi… guna menyelamatkan harga diri, sahabat lamanya tersebut, Gladish.

“Bukan?” Tanya Arga lagi, tak mengerti.

“Iya betul sekali, sebenarnya Gladish, Aku dan Reva dulunya taruhan…” Sambung Nadia, ikut ingin menyelamatkan harga diri sahabat lamanya tersebut. “Jadi isi taruhan kami, kalau Gladish bisa nembak Elo, dan Elo terima, kita bakal kasih Gladish uang*.”

……

………

Entah mengapa kata-kata yang terlontar dari mulut Reva dan Nadia, selalu terbayang-bayang di batin Arga dan tentu saja kata-kata itu sangat melukai perasaannya.

“Sudahlah Arga~ jangan nangis lagi, nanti Kak Arya akan menertawakanmu!” Gumamnya dalam hati, menenangkan dirinya sendiri.

₩₩₩₩₩

Gladish melirik sebuah jam dinding bernuansa antik yang tergantung di tembok Caffe, Jarum jam Caffe tersebut menunjukan jam delapan tepat, sudah lewat setengah jam dari waktu mereka janjian untuk bertemu.

Di sekelilingnya sudah di penuhi oleh pengunjung yang datang, yang kebanyakan datang bersama pasangan atau lawan jenisnya masing-masing. Gladish pun mulai tidak percaya diri, karena di Caffe tersebut, hanya dirinya yang duduk seorang diri.

Ia pun mengambil Handphonenya kembali, dan menelpon orang yang sama kembali, dan entah panggilan Handphone ini sudah berapa kali Ia ulang, dan hasilnya sama…

“TUUUUUUUUUUTTTT… TUUUUUUUUUUTTTT… TUUUUUUUUUUTTTT… Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau sedang berada di luar jangkauan…” Dan untuk kesekian kalinya… Suara dari nada telepon yang tak terjawab, menggema dari arah ponsel Gladish.

 

“Kruyuuuuuukkk.” Tiba-tiba perut Gladish berbunyi. “Duuhh Arga lama banget, aku sudah lapeeerr…” Pekik Gladish sambil meraba-raba perutnya yang keroncongan.

 

₩₩₩₩₩

 

Ketika Arya sedang duduk sambil mengikat tali sepatunya di teras gerbang musolah. Setelah selesai mengerjakan Sholat Isya.

“Mau Praktik dimana Pak Dokter?” Tanya seseorang, yang dilihat Arya mengenakan sepatu Sneakers berwarna hitam beraksen Merah Maroon, datang menghampirinya.

Arya pun mengadahkan kepalanya ke atas, “Arga?” Gumamnya.

“Kau lucu sekali~” Sindir Arga sambil menepuk tangannya, melihat kakaknya mengenakan Jas Dokter, di hari libur dan di tempat rekreasi santai seperti ini.

“Hei kau, tumben pakaianmu se-modis ini? Apakah kau akan pergi berkencan?” Tanya Arya, sambil menyipitkan matanya, melihat Outfit yang dikenakan Arga yang di dominasi dengan warna Merah Maroon, merupakan Outfit yang tidak biasa.

 

Arga pun terdiam, Ia teringat kembali kalau malam ini merupakan malam janjiannya dengan Gladish untuk makan malam berdua di sebuah Caffe.

“Ah~ Oh iya lupa,” Arya pun memukul pelan jidatnya. “Kamu kan Jomblo!” Sindir Arya membalas sindiran adiknya barusan.

 

Arga pun tersenyum sinis, kakaknya dari dulu, hingga sekarang, masih sama, masih nggak berubah, masih nggak mau kalah dalam perdebatan apapun dengan adiknya.

 

Padahal usianya sudah memasuki usia 22 lebih, tidak lagi berusia remaja seperti dirinya. “Kamu mau pulang, atau ku tinggal disini?!” Ancam Arga ke arah Arya, dengan sorot mata yang dingin, sambil mengangkat jarinya dan memutar kunci mobilnya.

₩₩₩₩₩

Sebelum pulang ke Bogor, Arga dan Arya mampir ke Pos Polisi terdekat, tentunya masih di kawasan Ancol, guna membuat laporan tentang adanya pencurian, ternyata di kantor polisi tersebut ada seorang wanita paruh baya, yang menemukan tas beserta dompet Arya di jalan.

 

Arya terus-terusan bersyukur karena kartu-kartu penting di dompetnya tidak ada yang hilang, seperti KTP, SIM, Kartu ATM, Kartu Pelajar, Kartu Kesehatan dan lain-lain tidak lenyap dari dompetnya. Meski segepok uang dolar dan rupiah di dalam dompet tersebut, sudah ludes tak bersisa.

 

₩₩₩₩₩

Tak terasa jam dinding bernuansa antik yang tergantung di tembok Cibogy Caffe tersebut, menunjukan pukul setengah Sembilan lewat lima menit, sudah lewat sekitar satu jam lebih, dari waktu mereka janjikan untuk bertemu.

Gladish yang sudah menunggu sekitar satu jam yang lalu, kini perutnya mulai keroncongan… akhirnya Ia dan perut buncitnya pun pasrah.

Ia pun segera memesan Chicken Katsu sebagai cemilan, sambil menunggu kedatangan Arga di Caffe cantik, yang bernuansa kaca-kaca di area atas dindingnya tersebut.

“Aku akan memesan nasi nanti, pas Arga datang saja.” Gumam gadis tomboy tersebut, merencanakan makan malamnya, sambil memakan lahap Chicken Katsu-nya, pasca kelaparan melanda perutnya.

₩₩₩₩₩

 

Arga dan Arya pun sampai di Bogor dengan selamat. Tentunya dengan Arya yang mengambil alih dalam mengendarai mobil Honda Jazz merah, yang sedari awal di kemudikan Arga.

“AGH~ Aku lelah sekali.” Pekik Arya, keluar dari mobil merah tersebut dan melemaskan otot-otot tangannya, yang agak lelah mengambil alih menyetir mobil merah tersebut, dalam jarak perjalanan yang lumayan jauh.

Arga pun juga segera keluar dari mobil merah tersebut, dan berlari menerobos rumahnya, guna memasuki area kamarnya, untuk menggapai sebuah Handphone yang sedari tadi tertinggal di atas almari bufet hitamnya.

Ia pun mengambil Handphone tersebut dari arah kamarnya. “Dilihatnya ada sebanyak 43 pesan WA yang masuk, dan ada sebanyak 52 panggilan tak terjawab, dan semua itu dari orang yang sama, yakni Gladish. Dan baterai Handphonenya terlihat memerah yakni 15% karena pesan dan panggilan secara bertubi-tubi tersebut.

 

Ketika Ia ingin membuka pesan WA-nya, tiba-tiba saja kata-kata Reva dan Nadia terngiang lagi dalam kepalanya.

……

“*Kamu jangan Ge’er!” Seru Reva.

“Ge’er?” Tanya Arga.

“Iya Ge’er, sebenarnya Gladish dulu nembak kamu bukan karena Ia suka sama kamu… BUKAN…” Sambung Reva lagi… guna menyelamatkan harga diri, sahabat lamanya tersebut, Gladish.

“Bukan?” Tanya Arga lagi, tak mengerti.

“Iya betul sekali, sebenarnya Gladish, Aku dan Reva dulunya taruhan…” Sambung Nadia, ikut ingin menyelamatkan harga diri sahabat lamanya tersebut. “Jadi isi taruhan kami, kalau Gladish bisa nembak Elo, dan Elo terima, kita bakal kasih Gladish uang*.”

……

Arga pun menutup matanya rapat-rapat, ada perasaan sakit yang menyerang di sekitar hulu hatinya.

“DRRRRRRRRRTTTTTTT…. DRRRRRRRRTTTTTTTT….” Handphone Arga pun bergetar dengan kencang, dari arah layarnya bertuliskan “Gladish Calling.”

Mungkin gadis itu menyadari bahwa pesan WA-nya ke Arga sudah centang dua, karena saat ini lelaki Introvert tersebut sedang menghidupkan Paket Datanya. Meski puluhan pesan WA yang gadis itu kirimkan belum di Read oleh Arga.

Arga pun bingung harus berbuat apa. Ia pun langsung memencet tombol Power Off (Mematikan) Handphonenya dengan kuat. Dan mencharge Handphonenya di atas meja belajarnya dengan keadaan terbalik.

Ia pun berbaring dan ikutan membalikan badannya di arah ranjangnya yang bernuansa biru.

Saat ini Arga dalam keadaan menangis terisak, yah~ laki-laki Introvert Melankolis itu menangis sejadi-jadinya meluapkan segala kemarahan yang sedari tadi Ia tahan, kemarahan yang sedari tadi Ia sembunyikan.

Ia masih belum bisa menerima bahwa dirinya hanya digunakan sebagai bahan taruhan…

Ia masih belum bisa mencerna bahwa dirinya hanyalah alat yang digunakan untuk mendapatkan sejumlah uang.

Oleh seseorang yang selama ini Ia anggap spesial tersebut.

Sakit?

Ia saat ini hatinya merasakan sakit yang luar biasa.

Rasa sakit yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata.

₩₩₩₩₩

 

“Kenapa Handphone-nya sekarang nggak bisa di hubungin yah?” Gumam Gladish saat melakukan panggilan yang ke 54 ke arah kontak nomor Arga.

Saat ini Baterai Handphone Gladish juga sekarat yakni sekitar 28%, Gladish pun sangat kesal kepada Arga, dan langsung berniat untuk pulang.

 

Setelah menghabiskan 2 gelas Milk Shake Coklat dan 3 piring cemilan, piring yang pertama Chicken Katsu, piring yang kedua Kentang Goreng, dan piring yang ketiga Burger Keju.

Dan saat ini perutnya pun masih terasa lapar, karena Ia sepanjang malam belum menyentuh nasi.

 

“BRAAAAAKKKKK!” Gladish pun berdiri, sambil menggebrak kuat meja makannya. Piring-piring dan gelas-gelas disekitarnya ikut bergetar (Untung tidak sampai berjatuhan).

Beberapa pasangan yang duduk di sekitarnya pun, mulai menatap ke arah dirinya dengan ekspresi ketakutan. Melihat mimik wajah Gladish yang sangar, seperti aura ingin membunuh.

“Dasar Cowok Br*ngseeekkk!!!” Pekiknya kesal, dengan sorot mata yang berkaca-kaca.

 

Gladish saat ini merasa seperti orang bodoh, menunggu sendirian di Caffe di daerah Puncak tersebut.

#To Be Continued

.

,

1
Lhia
udah 1 thn nggk up🥺
Your name
Hai Thor... mampir nih
Zaxx_
semangat thorr nulisnya☺🙌
Zaxx_
Gladish sama Arga aja gk jadi sama Niko,,soalnya pas Niko dicium sama Prisil bukanny nolak malah nikmatin tu ciuman,,berasa Niko jadi playboy gtu
ciber ara
kebiasaan cewk kalau ad siswa baru apalagi cowok nanyain banyak hal

salam dri shadow of princess 2 ✌
ciber ara
biasanya nama gladish itu cewek nya kalem thor ini kok kayak kebalik 🤔
👑~𝙉𝙖𝙣𝙖𝗭𝖊𝖊~💣
Semangat lanjut Thor, mari saling dukung🙂
ifo
kak kpn up lfi😭
Lisa
smngat Up nya yah kak..
yuk mampir kekaryaku..udah Up loh
Mari saling support
Radin Zakiyah Musbich
crazy up thor....

ijin promo ya 🙏🙏🙏


jgn lupa mampir di novelku dg judul "AMBIVALENSI LOVE" 🍔🍔🍔

kisah cinta beda agama 🥰

jgn lupa tinggalkan jejak ya 🙏☺️
Desiree Van
Semangat kak, aku like semua bab yang tertinggal ya, aku pasti baca walaupun masih nyicil 😁
Lia Bhawell
knp lama thor up nya
baesalis
lanjut baca Thor cemungut always nulisnya 🎡
Andhyni Yulie Taher
lanjutan x mana thorr udah lama nunggu og g up sihh
AAH♥️
yuhuuuu AINUN mampir thorr 🤗
Akira ✨
like 🤩
dwtsrrr💫💫
kok belum up
W.Willyandarin
next up kak
W.Willyandarin
seru kak ceritanya
W.Willyandarin
aku mampir kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!