Elsa Maharani perempuan cantik bertubuh berisi berusia 17 tahun,Elsa tinggal di pinggiran kota dengan orang tua dan adik lelaki dan perempuan nya..
Elsa sering kali di bully oleh teman sebaya nya karena kehidupan keluarga nya yang serba kekurangan bahkan Elsa tak melanjutkan bangku SMU karena memikirkan nasib dua adik nya,Ayah nya yang bekerja sebagai pemulung tidak mampu mencukupi kebutuhan hidup mereka...
Elsa yang sudah bertekad akan mengubah kehidupan keluarga nya memilih untuk menjadi istri kontak tanpa sepengetahuan orang tua nya...
bagaimana kehidupan selanjutnya dari Elsa apakah dia bisa menikah dengan lelaki kaya atau malah sebaliknya?
ikuti terus Kisan nya di Noveltoon 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
posisi sama
" hoek.....hoek...." Damar segera keluar dari kamar Elsa lalu berlari ke dapur untuk memuntahkan isi perutnya
Elsa yang memang sudah berada di dapur menatap Bik Ida,tidak biasanya Damar muntah-muntah begitu,apa mungkin sakit pikir Elsa,tapi bagaimana mungkin sakit semalam Damar baik-baik saja tidur memeluk nya, sesudah subuh tadi Elsa tinggal karena ingin menyiapkan sarapan tapi sebelum pergi dia sempat mencium Damar dan memastikan kondisi Suami nya itu...
" kenapa dengan pak Damar?" tanya Bika Ida
" mana aku tau mbok" jawab Elsa mengangkat bahunya
Elsa segera membuatkan teh hangat dan meletakan nya di meja lalu hendak menyusul Damar ke kamar mandi
" jangan ...!!!" cegah Bik Ida takut Elsa malah di marahin oleh Damar karena lancang masuk kedalam kamar mandi
" kenapa?"
" di sini saja,, tunggu pak Damar keluar, mbok takut terjadi kesalahan pahaman"ungkap bik ida jujur karena dia memang tidak tau untuk hubungan Damar dan Elsa
Elsa menunggu Damar di depan pintu kamar mandi sampai Damar keluar
" tuan sakit?" tanya Elsa khawatir dan di jawab gelengan oleh Damar
Elsa mengekori suaminya ini sampai ke meja makan dan memberikan teh hangat nya...
" minum dulu Tuan" ucap Elsa,Damar segera meminum teh hangat nya, perut nya cukup terasa enak...
" tidak usah ke kantor" ujar Elsa khawatir
" ada beberapa berkas yang harus aku tanda tangani" jawab Damar memijat keningnya sendiri,ingin Elsa membantu suami nya ini tapi bik Ida terus melihat interaksi mereka sehingga Elsa tak leluasa untuk membantu Damar
" minta saja pak Fajar yang bawa" usul Elsa,dia tau kalau Fajar bekerja pada Damar karena saat Damar ke Surabaya dia mengatakan pergi bersama Fajar
Damar berpikir sejenak, sebenarnya dia juga tak ingin kekantor justru Damar ingin saat ini berbaring di pangkuan Elsa ntah kenapa dia malah ingin Elsa selalu di didekat nya
" buat kan aku sarapan dan antar ke kamar" ucap Damar sedikit kuat agar dia punya alasan untuk berdua dengan Elsa
Elsa mengangguk patuh lalu segera beranjak dari duduknya untuk menyiapkan sarapan Damar sedangkan Damar segera menuju kamar nya untuk menghubungi Fajar, kepala nya benar-benar pusing..
" sa,,jangan terlalu dekat pada pak Damar,mbok takut kamu malah di tuduh menjadi pelakor...!!" ungkap bik Ida jujur,dia takut Marisa malah memecat Elsa karena dia sendiri sudah menganggap Elsa seperti anak nya
Elsa tersenyum menanggapi ucapan bik Ida kalau saja bik Ida tau siapa dia sebenarnya apa bik Ida akan marah pada nya atau malah mengasihani dirinya pikir Elsa tapi saat ini dia sebisa mungkin menyembunyikan identitas nya karena dia hanya sejenak tinggal di rumah itu..
" mbok kebanyakan nonton sinetron deh" ucap Elsa terkekeh lalu pergi membawa nampan berisi bubur dan teh hangat untuk Damar,Elsa berpikir suami nya itu sedang masuk angin jadi sebaiknya jangan di isi dengan sarapan berat dulu
" clek...." pintu kamar Damar terbuka dan Elsa masuk kedalam lalu meletakkan nampan di atas nakas dan menutup pintu nya
" tuan makan dulu" ucap Elsa pelan sambil mengusap lengan Damar
bukan bangkit tapi Damar malah menarik tangan Elsa untuk masuk kedalam pelukannya dan ikut berbaring
" tuan, nanti nyonya pulang" ucap Elsa
" stop memanggil ku tuan Sa, serasa diriku sedang bermesraan dengan pembantu"protes Damar
" memang saya pembantu"
" kamu istri ku,status mu istri sah ku sama dengan Marisa hanya yang membedakan nya kamu yang kedua,posisi kalian sama-sama istri dan kamu juga berhak mendapatkan perlakuan yang sama" jelas Damar
" deg...." detak jantung Elsa berdegup kencang apa Damar hanya ingin menghibur nya sejenak sebelum mencampakkan nya
" sa,,,mulai sekarang panggil aku mas sama dengan Marisa memanggil ku"
" tapi aku belum terbiasa tuan,eh mas,apa lagi di depan bik Ida"
" aku tak terima penolakan,ayo suapi aku" tegas Damar yang tak ingin di bantah
Elsa menarik sudut bibirnya kecil hatinya sedikit bahagia meskipun nantinya akan hilang dari kehidupan Damar untuk selamanya setidaknya saat ini dia bisa mendapatkan sedikit perhatian Damar
Elsa mengambil bubur dan mulai menyuapi Damar pelan,Damar terus memandangi wajah ayu perempuan kampung ini,dia tak menyangka kalau dirinya saat ini mulai terbiasa dengan Elsa bahkan sudah nyaman hingga dia tak memperdulikan Marisa lagi
" minum teh nya ma-s" ucap Elsa pelan,dia masih sedikit canggung memanggil Damar dengan sebutan mas karena posisi nya pertama kali datang ke rumah itu adalah pembantu
Damar mengambil teh dari tangan Elsa dan meminum nya hingga tandas
" ma-s,jika di depan bik Ida atau yang lain biarkan aku memanggil mu tuan agar tak ada yang curiga"
" tapi tidak di saat kita berdua sa, apalagi di saat kita bermesraan aku tak ingin ada kata tuan" tegas Damar dan di anggukki Elsa patuh
setelah menyuapi Damar makan dia ingin keluar tapi di tahan oleh Damar
" mau kemana?"
" meletakkan piring kotor ini" jawab Elsa mengangkat nampan nya
" letakkan di sana,aku ingin berbaring di paha mu"
" tapi ini sudah hampir siang mas,aku harus masak makan siang mu"
" biarkan bik Ida saja,apa kamu tak peduli pada ku sa,dari tadi aku ingin kamu membelai ku tapi kamu malah tidak peka" rajuk Damar
"tadi ada bik Ida mas tidak mungkin aku memijit mu di dapur" jawab Elsa mulai memijat kening Suami nya ini
Damar menarik tengkuk Elsa dan mencium sekilas bibir yang sudah menjadi candu bagi nya ini,aneh nya berdekatan dengan Elsa membuat mual Damar menghilang bahkan dia terlihat lebih segar
" tok....tok...." suara ketukan pintu membuat Elsa cepat berdiri dan membuka kan nya
" kenapa mbok?" tanya Elsa yang melihat bik Ida berdiri di depan pintu sambil memperhatikan Elsa dari kepala sampai kaki
"mbok.... "panggil Elsa
" ada pak Fajar mencari pak Damar,kamu kenapa lama sekali di dalam sa,ayo bantu mbok masak" ucap bik Ida menarik tangan Elsa
" saya yang meminta bantuan pada Elsa mbok, kepala saya sangat pusing" jawab Damar yang mendengar ucapan Bik Ida barusan
" maaf pak ada pak Fajar menunggu bapak di ruang tamu" ujar Bik Ida. menunduk kan kepala nya dan segera pergi
"iya saya segera keluar" sahut Damar berdiri dari ranjang nya sedang kan Elsa mengambil nampan dan keluar
" sayang kita lanjut nanti" bisik Damar mengecup telinga Elsa membuat bulu kuduk Elsa berdiri...
entahlh novel dah lama tp asyik aja bacnya.
paling suka sama judul yg ini kisah nya elsa.
akhirnya... mantap ceritanya👍🏻