NovelToon NovelToon
Satu Hati Untuk 2 Prajurit

Satu Hati Untuk 2 Prajurit

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Puspa Herliyah

Aku nyaman berada di samping nya, Cinta nya yang begitu sangat tulus dan kedewasaan nya membuat diriku sangat nyaman berada di samping nya.

Dia sangat setia pada Negara dan kekasih hatinya Aku, hanya satu ungkapan untuk ku yaitu Kamu telah memilih ku, Aku milik Negara tak hanya milikmu kamu harus siap menerima suatu saat nanti hanya nama dalam kenangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Herliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belajar Untuk Mencintai

" Mau kemana kamu, angkat koper begitu banyak? " Tanya Dika pada Sintia yang sudah memakai pakaian rapih.

" Mau ada pemotretan, Aku dua minggu Mau ada acara di Bali buat pemotretan dan Shooting iklan." Jawab Sintia.

" Bisakah kamu berhenti untuk jadi seorang model, Aku masih bisa memberi kamu jatah bulanan di atas gaji Aku sebagai seorang Tentara." Ucap Dika.

" Apakah kamu sudah mulai menerima Aku? " Tanya Sintia.

" Nasi sudah menjadi bubur, kita menikah di atas janji suci agama kita. Sebuah pernikahan nggak boleh untuk di permainkan, Kamu sudah memilih Aku, sekarang Aku Milik kamu, bukan hanya Milik kamu tapi Aku juga Milik negara. Kamu tahu sebagai istri seorang Perwira, harus tegar, harus tegas, dan mendukung semua tugas suami."

Sintia duduk di samping Dika, dan menatap lekat kedua mata Dika mencari sebuah pembualan dari Dika.

" Aku dari dulu sayang kamu, Aku mengaku salah cara mendapatkan kamu, dan kamu juga tahu kan sifat aku seperti apa, hingga kamu tidak Mau menerima Aku."

" Sintia, kamu sudah memilih aku, dan Aku juga sudah menerima kamu, namun sedikit - sedikit. Kasih Aku waktu untuk bisa belajar mencintai kamu, dan ajarkan biar Aku mencintai kamu."

*****

" Kakak hari ini pulang jam berapa? " Tanya Tasya sembari duduk di samping Reza yang sedang memakai sepatunya.

" Kenapa? " Tanya Reza.

" Tasya ingin main ke rumah Ibu, Tasya kangen." Jawab Reza.

" Boleh, nanti Kakak jemput pas pulang."

Lalu Reza membuka dompetnya dan menyerahkan sebuah ATM dan beberapa uang lembaran merah pada Tasya.

" Apa ini kak? "

" Ambil dan peganglah buat sehari - hari barang kali ingin beli apa atau apa aja lah."

" Ambilah kak, Tasya nggak berhak menerima ini semua Tasya disini... "

" Disini mau bilang hanya istri keterpaksaan, benar begitu? "

Tasya mengangguk kan kepala nya, lalu menatap ke arah Dika.

" Tasya, setelah melakukan ijab kabul kamu sudah Milik Aku, Aku Milik kamu. Kita adalah sepasang suami istri, suami berkewajiban menafkahi istri baik lahir maupun bathin. Kakak sudah memantapkan hati, memilih kamu."

*****

" Tasya kangen sama Ibu." Tasya memeluk Ibu Wati setelah beberapa hari berpisah dengan Ibu nya.

" Sama Ibu juga kangen sama kamu, Bagaimana nak Reza? "

" Dia baik Bu, perhatian layaknya seorang suami dan Kak Reza sedang mengurus berkas pernikahan kami agar tidak di akui secara agama saja."

" Alhamdullilah, apakah kamu sudah mulai menerima Reza? "

" Saya.. tidak tahu bu mau bilang apa."

******

" Maaf ya telat jemput."

" Nggak apa - apa kak."

Reza membonceng Tasya setelah pulang dari rumah Ibu nya, Tasya yang hanya berpegangan pada Sisi motor sesekali tangan nya di tarik oleh Reza.

" Nanti jatuh, penggangan peluk Abang." Ucap Reza sembari menarik tangan Tasya.

" Tasya nggak mau kak."

Reza menaikan gas motor nya, hingga Tasya sedikit kaget saat laju motornya sangat kencang.

" Kakak.... mau kita celaka di jalan..!! " Teriak Tasya.

" Makan nya, kalau suami suruh pegangan harus nurut."

Tasya pun lalu melingkarkan kedua tangan nya di perut Reza dari belakang, Tasya pun dengan sedikit canggung melakukan nya.

Reza tersenyum di balik kaca helm nya, saat Tasya memeluk nya dari belakang.

Saat berhenti di lampu merah Dika melihat Tasya berboncengan dengan Reza, rasa itu sangat menyiksa hati melihat mereka berdua sangat mesra.

" Jujur Aku belum sanggup untuk melupakan kamu, bahkan tidak akan pernah sanggup."

*******

" Iya nanti Reza kesana, setelah urusan disini selesai. "

#

#

#

#

#

#

Reza mematikan ponselnya lalu memantau grup dari kesatuan nya, dan terlihat ada sebuah info yang membuat Reza membulatkan matanya.

" Kak..!! "

" Ya Dek."

" Tasya boleh minta tolong nggak? "

" Apa?? "

Dengan malu - malu Tasya berbisik ke arah telinga Reza, dan Reza pun lalu tersenyum ke arah Tasya.

****

" Kalau Mau apa - apa tinggal bilang saja sama Kakak, nanti Kakak buatin atau Kakak belikan."

Reza sedang mengulek Sambel terasi karena Tasya sedang mengidam ingin sambal buatan Reza.

" Maaf kak, tiba - tiba ingin makan yang di buatin kakak." Ucap Tasya dengan wajah yang memerah seperti tomat.

" Terus mau apa lagi? "

Tasya tersenyum malu, saat ingin mengatakan nya.

" Boleh minta di suapin, entah Aku hari ini ingin sekali bermanja kak."

Reza pun mengerti permintaan Ibu hamil, saat ini Tasya memang sangat butuh perhatian.

" Enak..!! " Reza menyuapi Tasya makan dengan Sambel buatan nya dengan ikan asin.

" Enak kak, makasih."

" Sama - sama, nanti kalau mau sesuatu bilang saja sama kakak."

" Iya kak makasih."

*******

" Jam berapa ini? " Reza terbangun dengan suara serak khas orang bangun tidur.

#

#

#

#

#

#

" Bukan nya lusa semua yang sudah di rencanakan? "

#

#

#

#

#

" Baik Saya siap - siap, jemput Saya di persimpangan jalan depan lampu merah."

Reza melihat Tasya yang tengah tertidur pulas, rasa tak tega membangunkan nya, tapi Reza akan pergi beberapa hari untuk melakukan misi rahasianya.

" Dek, bangun sebentar." Reza mencolek lengan Tasya.

Tasya pun terbangun dengan mata yang masih berat membuka matanya.

" Bang, kenapa? " Tanya Tasya dengan suara khas bangun tidur.

" Kakak malam ini harus berangkat, ada tugas mendadak."

Mata Tasya terbelak kaget saat melihat jam dinding pukul dua dini hari.

" Ini malam Kak."

" Inilah tugas suami kamu, mau itu malam, siang, sore bahkan hujan pun tidak akan pernah mengenal waktu, karena inilah profesi suami kamu."

" Besok pulang kan? "

" Kakak pergi beberapa hari, kamu besok bisa ke rumah Ibu dulu maaf kakak tidak bisa antar kamu ke rumah Ibu."

" Nggak apa - apa kak, tugas kakak lebih penting."

" Jaga diri selama kakak pergi, setelah kakak pulang dari sana Kakak akan bawa kamu bertemu sama kedua orang tua kakak."

Reza bersiap - siap di depan cermin nya, namun gaya nya sungguh sangat berbeda, Reza tidak memakai seragam Dinas nya, dia hanya memakai pakaian biasa, namun tidak seperti style Reza setiap hari.

" Simpan ponsel Kakak, jangan pernah hidup kan ponsel ini."

" Memang Kakak mau menjalankan misi apa, apakah sangat berbahaya? "

" Tidak ada yang tidak berbahaya, suatu saat kamu harus tegar dan ikhlas kalau suami kamu kembali hanya nama. Doakan Kakak agar kembali dengan selamat, tunggu Kakak."

Reza mencium kening Tasya sangat lama, rasa yang sangat berbeda saat dirinya ingin meninggalkan istri yang belum pernah Reza sentuh.

" Hati - hati kak. "

1
Dewi Oktavia
syukur klo sudah nampar istri itu berarti kdrt alhasil cerai
Dewi Oktavia
astaghfirullah,,,,ujung y ketawan juga🤦
Dewi Oktavia
astaghfirullah,,,,mertua macam pa tuh...
Dewi Oktavia
jarang seperti itu
Dewi Oktavia
wah di gembur habis janda dan duda
Dewi Oktavia
asyik jadi nikah
Dewi Oktavia
sedih x
Dewi Oktavia
bijak y dan dewasa y
Dewi Oktavia
kasihan x
Dewi Oktavia
asyik
Dewi Oktavia
sedih x y,,,,,
Dewi Oktavia
hahahaha ngidam aneh
Dewi Oktavia
sedih x
Dewi Oktavia
menjijikkan
Dewi Oktavia
syukurin
Dewi Oktavia
sadis
Dewi Oktavia
Reza sama seperti saya cemburu y besar
Dewi Oktavia
nah lo
Dewi Oktavia
astaghfirullah
Dewi Oktavia
astaghfirullah,,,synk x,,,mau dong seperti itu😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!