Kinanti Larasati, gadis cantik berusia 23 tahun, harus menjadi ibu muda diusianya yang masih 20 tahun karena kesalahan yang dia lakukan dengan kekasihnya. Laki-laki yang menghamilinya tidak bertanggung jawab, dan Kinanti sendiri terbuang dari keluarganya.
Arga Dirgantara , seorang laki-laki tampan, berusia 28 tahun, pengusaha muda yang sukses, dan dia adalah ayah biologis dari anak Kinanti.
Bagaimanakah perjuangan Kinanti dalam membesarkan anaknya tanpa seorang pendamping disisinya, Akankah dia akan bersama dengan Arga lagi, atau mungkin menemukan cinta yang lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ju juariyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Tika mengambil ponselnya, lalu mencari nama Ivan dan mulai menghubunginya.
Tika : assalamu'alaikum Van, ini Tika
Ivan : wa'alaikumsalam tik, pasti mau kasih kabar tentang Daffa ya
Tika : iya van tadi aku sudah menghubungi bundanya, kata bundanya takut mwrepotkan kamu kan kamu juga harus jagain Kheysa
Ivan : Aku ngga sendirian tik ngajak temenku yang tadi ada dimobil itu, atau kamu ikut aja Tik
Tika : iya bundanya Daffa juga nyuruh gitu tapi aku nya yang ngga bisa ikutan karena harus nyelesaiin tugas tuk hari Senin, kalau sekiranya Daffa merepotkan lebih baik ngga usah ikut aja Van
Ivan : udah ngga usah khawatir Daffa ikut aja, aku dan temenku bisa handle Kheysa dan Daffa.
Tika : ohh gitu ya, makasi ya Van, rencana besok mau kemana Van... berenang ngga, kalau berenang ntar aku siapin peralatannya
Ivan : belum tau tik, tapi siapin aja deh takutnya dadakan mereka minta renang
Tika : oke deh kalo gitu udahan dulu ya Van, assalamu'alaikum
Ivan : wa'alaikumsalam tik.
****"
Setelah menidurkan Kheysa, Ivan berjalan ke arah teras tuk menemani Arga yang sudah lebih dulu berada disana.
"Van....jadi tiap malam kamu selalu menemani Kheysa tidur dulu ya", tanya Arga dan Ivan mengangguk sambil berkata " aku tidak mau Kheysa kekurangan kasih sayang Ga walaupun orangtuanya ngga lengkap, dan aku juga sudah berjanji sama Kia kalau aku akan selalu menjaga anak kami".
"Itu sebabnya sampai sekarang kamu masih belum juga mencari pengganti Kia van", tanya Arga lagi.
"Entahlah Ga, aku takut ntar kalau aku menikah lagi ntar istriku itu ngga sayang sama kheysa,",kata Ivan
"ya kan Lo bisa kenalan dulu sama cewe itu dan Lo bisa liat sikapnya sama kheysa gimana, biasanya kalau perasaan anak kecil itu ngga bisa dibohongin, dia akan dekat dengan sesorang yang memang sayang sama dia", kata Arga panjang lebar.
"Sok tau Lo Ga kayak udah pengalaman aja punya anak, Lo aja anak kagak gablek", kata Ivan sambil menoyor Arga dan mereka pun tertawa bersama. Bi ati datang dengan membawa nampan berisi kopi dan cemilan.
"makasi bi", kata Arga dan Ivan berbarengan.
"Ga.... Lo kan udah lama nikah sama lisa tapi kok kalian belum punya anak juga, apa kalian memang sengaja menunda ya", tanya Ivan.
Arga menyeruput kopinya sambil menggelengkan kepalanya.
"Ngga kok"
"Jangan-jangan Lo kurang kali olahraga malam nya", kata Ivan sambil tertawa.
"Mungkin iya kali", kata Arga dan Ivan pun menghentikan tawanya
"Sumpah Van, sorry ya tapi Lo masih normal kan", tanya Ivan lagi.
"Iyalah gue normal", jawab Ivan sengit.
"Kalau Lo normal kenapa Lo diemin aja bini Lo, kalau gue mahh udah ketauan ngga ada pasangannya jadi ya palingan cuma gigit jari kalau lagi pengen atau ya Lo taulah gimana cowo kalo lagi pengen tapi ngga ada pelampiasannya", kata Ivan sambil tertawa.
"Gue juga bingung Van kenapa gue tuh berat banget ya kalau mau begitu dengan Lisa", kata Ivan lagi.
"Tapi Lo ngga jajan diluar kan Ga", tanya Ivan.
"Ahh gila Lo, ya kagak lah, gue juga takut dosa dan takut kena penyakit kotor Van" protes Arga.
"kirain gitu....atau jangan-jangan lo masih memikirkan cewe masa lalu lo itu ya, lo masih mencari-cari dia," tanya Ivan.
"Iya Van, gue merasa bersalah banget sama laras, udah ngebiarin dia pergi begitu aja, gue juga masih nyuruh orang-orang gue tuk cari Laras tapi sampai sekarang nol besar, gue ngga tau Laras bersembunyi dimana", kata Arga sambil menghembuskan napas secara kasar.
"Sabar ya Ga", kata Ivan sambil menepuk bahu Arga.
"Tidur yuuk udah malam kan besok kita mau ngajak anak-anak jalan", ajak Ivan sambil berjalan kearah dalam rumah diikuti Arga.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++
Hai teman-teman makasi ya tuk dukungannya, jangan lupa tuk kasih like, vote juga komen per episode biar aku makin semangat.
Oh iya jangan lupa tuk mampir juga ke cerita saya yang berjudul Seputih cinta Karina.
thanks teman-teman, love u♥️♥️
apa thor sehat-sehat kah
semangat thor...💪💪