NovelToon NovelToon
Salah Kamar

Salah Kamar

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Cinta Terlarang / Pengantin Pengganti / Cerai / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:5.9M
Nilai: 5
Nama Author: Weny Hida

Pernikahan Kenan dan Calista selalu dibayang-bayangi oleh kesalahan masa lalu Kenan pada Olivia, adik kandung Calista. Kenan yang beberapa bulan sebelum menikah dengan Calista salah memasuki kamar Olivia dan menyangka wanita yang tidur adalah Calista yang akhirnya membuat Olivia hamil. Lima tahun kemudian Kenan akhirnya bercerai dengan Calista, lalu menikah dengan Olivia. Calista yang dendam pada Olivia lalu menikah dengan Leo, tunangan Olivia yang dia rebut. Namun perjalanan rumah tangga Calista tidaklah mudah dan selalu dibayangi oleh dosa masa lalu yang telah mereka lakukan. Bahkan Calista juga dimadu dengan sekretaris Leo yang bernama Giselle meskipun akhirnya Leo dan Giselle bercerai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Weny Hida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tanpa Kabar

Perasaan Kenan semakin berkecamuk, raut wajahnya pun berubah. "Olive, jadi kau sudah bertunangan dengan Leo?"

Olivia lalu mengangguk perlahan, butir demi butir air mata mulai jatuh membasahi pipinya. "Maafkan aku, Kenan, sepertinya kita memang tidak berjodoh. Dua bulan lagi, aku akan menikah dengan Leo."

"Olive, kau terlalu cepat mengambil keputusan."

"Aku harus melakukannya Kenan, karena saat itu dalam fikiranku kau harus bersatu kembali dengan Calista."

"Olive, kau selalu mengambil keputusan sendiri. Kau selalu memikirkan kebahagiaan Calista, tapi apa yang sudah Calista lakukan pada kita?"

"Maaf Kenan, aku benar-benar baru tahu jika dia telah mengkhianatimu."

"Lalu, sekarang apa keputusanmu?"

"Aku tetap akan menikah dengan Leo. Aku tidak mau mengecewakannya."

"Apakah kau mencintainya?" Olivia hanya menangis mendengar kata-kata Kenan. "Katakan padaku Olivia, apakah kau mencintainya?" Olivia tetap diam, hanya air mata yang semakin deras membasahi pipinya. Kenan lalu mencoba untuk bangun dan memeluk Olivia.

"Masih ada kesempatan Olivia, kita masih bisa bersama."

"Tidak Kenan, kita tidak boleh egois, akan banyak hati yang tersakiti jika kita melanjutkan hubungan ini."

"Hati Leo, tapi bagaimana dengan hatiku?"

"Kenan, tolong hargai keputusanku."

"Baik, aku juga minta kau hargai keputusanku."

"Maksudmu?"

"Aku ingin pulang, bawa aku pulang Olivia."

"Tapi kau masih sakit Kenan."

"OLIVIAAAA bawa aku pulang atau Calista akan kulaporkan pada polisi, ingat Olive aku bisa saja melaporkan Calista atas kasus perzinahan dan penipuan."

"Baik Kenan, kau jangan melaporkan Calista ke polisi, aku tidak mau orang tuaku akan semakin terbebani. Aku akan berbicara pada dokter untuk membawamu pulang sekarang juga."

"Terima kasih," jawab Kenan singkat.

Olivia lalu mengurus kepulangan Kenan pada pihak rumah sakit, karena jarak rumah sakit dengan rumah mereka cukup jauh sedangkan kondisi tubuh Kenan yang masih tidak memungkinkan, maka pihak rumah sakit pun memutuskan untuk membawa Kenan dengan menggunakan ambulans. Sedangkan Olivia mengendarai mobil milik Kenan.

Setibanya di rumah, Kenan yang terbaring lemas di dalam ambulance langsung dibawa masuk ke dalam kamarnya, sedangkan Olivia hanya bertemu dengan Gisa sambil mengembalikan kunci mobil milik Kenan.

"Kamu mau mampir sayang?" tanya Gisa.

"Tidak Tante, terima kasih, ini sudah menjelang dini hari."

"Ya sudah kamu istirahat saja, kamu pasti lelah."

"Iya Tante, terima kasih banyak," kata Olivia lalu pulang ke rumahnya.

TOK TOKK TOKKK

"Kak Calista!" panggil Olivia setelah dia sampai di rumahnya. Namun, tak ada jawaban, Olivia akhirnya membuka pintu rumahnya. "Tidak dikunci," batin Olivia. Dia lalu membuka pintu rumahnya kemudian masuk ke dalam kamarnya dan melewati kamar Calista. Tanpa Olivia tahu jika di balik tembok kamar yang dilaluinya, Calista dan Leo masih tertidur dengan begitu lelap, dengan tubuh polos mereka yang hanya tertutup oleh selimut.

***

Saat matahari masih malu menampakkan sinarnya, tampak Leo mengendap-endap keluar dari rumah Herman. Gisa yang keluar dari rumahnya untuk joging terheran-heran melihat Leo pergi dari rumah keluarga Herman.

'Bukankah kemarin Olivia tidak ada di rumah dan baru pulang jam tiga pagi? Kenapa Leo seperti habis menginap di rumah mereka? Aneh,' batin Gisa.

Olivia membuka matanya dengan perlahan, melihat keadaan di luar jendela yang sudah siang, Olivia begitu terkejut. 'Ya ampun jam berapa sekarang?' batin Olivia.

Dia lalu melihat jam di dinding kamarnya. "Ya ampun pukul sepuluh pagi!" kata Olivia dengan terkejut. Dia lalu menelpon Dinda, untuk ijin dan meminta mengirimkan file pekerjaan yang harus dikerjakannya melalui email.

[Sudah Bu Olive.]

[Terima kasih banyak, Dinda.]

Kata Olivia sambil menutup telepon. Olivia lalu mandi kemudian mencari laptopnya untuk mengerjakan pekerjaannya, namun laptop itu tak juga ditemukan di kamarnya.

"Oh iya, aku lupa kemarin laptop itu tertinggal dan kusuruh Leo mengembalikan ke sini, mungkin masih di kamar Kak Calista," kata Olivia kemudian pergi ke kamar Calista.

Olivia lalu masuk ke dalam kamar Calista, netranya langsung tertuju pada laptop di nakas sebelah tempat tidur Calista. Olivia lalu berjalan menuju nakas untuk mengambil laptop miliknya, namun tiba-tiba Olivia menjerit karena telapak kakinya menginjak suatu benda. Olivia lalu mengambil benda yang diinjaknya.

"Kancing kemeja?" tanya Olivia.

"Bukankah ini kancing kemeja laki-laki? Mungkin ini kancing kemeja milik Kenan?" kata Olivia sambil meninggalkan kamar Calista.

***

Olivia menghempaskan tubuhnya ke kursi kantor di ruangannya, sebuah kehampaan timbul di hatinya beberapa hari ini. Olivia sudah menepis perasaan itu dengan mencoba menghibur hatinya dengan pergi berkencan bersama Leo namun semua terasa sia-sia.

'Kenan,' batin Olivia sambl menutup matanya.

Sudah hampir dua minggu sejak di rumah sakit, Kenan belum menampakkan batang hidungnya di kantor. Sedangkan semua pekerjaan Kenan ditangani oleh Om Hamdan, ayah Kenan dan asisten kepercayaannya. Perasaan Olivia semakin dipenuhi tanda tanya akan kondisi Kenan. Dia sebenarnya ingin bertanya pada Vansh tentang kondisi Kenan, namun dia mengurungkan niatnya karena takut Vansh akan mengatakan pada Kenan dan Gisa jika dia menanyakan keberadaan Kenan.

Olivia melangkahkan kakinya ke rumah milik Gisa dengan sedikit keraguan. Dia lalu mengetuk pintu rumah itu dengan perasaan yang begitu campur aduk.

"Olive?" kata Gisa saat melihat Olivia sudah berdiri di depan pintu rumahnya.

"Tante, Vansh mana?" tanya Olivia sambil sesekali menengok ke dalam rumah itu.

"Oh Vansh lagi main di taman belakang. Ayo masuk Olive." kata Gisa sambil menarik tangan Olivia.

"Iya Tante."

Rasa bimbang, kini mulai menyelimuti hati Olivia, matanya kian bergerak lincah mengamati seisi rumah, namun dia tidak menemukan sosok yang dicarinya.

"Mommy," kata Vansh sambil berlari dan memeluk Olivia.

"Vansh!" jawab Olivia sambil balas memeluk Vansh.

"Mommy mau jemput Vansh pulang?"

"Tenang saja sayang, ini belum akhir pekan, mommy tidak akan menjemputmu."

"Mommy, bagaimana jika mommy menginap di sini, di kamar Papa." kata Vansh bersemangat.

"Tidak Vansh, bukankah Papa sedang sakit? Kita akan menggangu Papa jika kita tidur di kamarnya."

"Mommmmyyyyy, Papa sudah sembuh."

DEGGGGG

'Sudah sembuh, kenapa Kenan tidak masuk ke kantor?' batin Olivia.

Sejenak Olivia pun termenung, hatinya dipenuhi tanda tanya, rasa sakit pun hinggap di hatinya. Dia lalu menatap Gisa untuk mendapat jawaban.

"Kenapa Kenan tidak masuk kantor Tante?"

"Kenan pergi Olive."

"Pergi?"

"Ya Olive, Kenan sudah lama pergi meninggalkan rumah ini, Tante pun tidak tahu keberadaannya."

"Maksud Tante?"

"Begini Olive, beberapa hari setelah Kenan merasa sehat, dia tiba-tiba meninggalkan rumah ini, bahkan Tante pun tidak tahu kapan dia pergi, karena saat itu Tante sedang pergi berbelanja bersama Vansh. Ponselnya pun sudah tidak aktif lagi," kata Gisa lirih.

"Jadi, Tante tidak tahu keberadaan Kenan?"

Gisa hanya menggelengkan kepalanya perlahan. "Apakah Kenan tidak pernah memberi kabar?"

"Kenan memang pernah sesekali menelpon Tante, menggunakan nomor baru untuk melepas rindu dengan Vansh, namun ketika Tante balik menelpon nomor itu kembali, nomor itu sudah tidak aktif."

"Mommy, ayo temani Vansh tidur di kamar Papa." Suara Vansh memecah lamunan Olivia. "Iya, sebentar sayang," jawab Olivia.

"Temani Vansh Olive!" perintah Gisa.

"Baik Tante."

Olivia lalu masuk ke dalam kamar Kenan dan menemani Vansh sampai tertidur. Setelah mata Vansh benar-benar terpejam, Olivia lalu mengambil foto Kenan dan Vansh di atas meja.

'Kenan, kau dimana?' batin Olivia sambil memeluk foto Kenan di dadanya.

1
pipi gemoy
👍🌹🙏
pipi gemoy
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
pipi gemoy
ketika penjahat seperti Leo tobat
ta vote Thor ✌️
pipi gemoy
ketika para penjahat bertaubat,
bagus Thor perubahan karakter nya dari sangat jahat tidak selamanya menjadi penjahat 👍🌹
Hartaty
astaga ulet bulu di pelihara
Hartaty
secepat itu, jaim dikit olive biar Kenan tau diri
Aulia Yumi Rosda SE
bravo calista
Aulia Yumi Rosda SE
🤣🤣🤣🤣
Aulia Yumi Rosda SE
🙂
Aulia Yumi Rosda SE
salut sama papanya revan
Aulia Yumi Rosda SE
hati-hati rima... bisa bahaya kalau ketahuan
Aulia Yumi Rosda SE
hajar aja dia calista.........
aku suka itu.....
Aulia Yumi Rosda SE
Giselle...selamatkan bayinya calista........
Aulia Yumi Rosda SE
jujur sekarang lebih baik daripada mengetahui kebenaran dikemudian hari.
Aulia Yumi Rosda SE
kenapa ada pelapor lagi sich...........
Aulia Yumi Rosda SE
tenggelamkan dewi...
Aulia Yumi Rosda SE
makin seru nih...
Aulia Yumi Rosda SE
Ramon salah orang 🤣🤣🤣
Aulia Yumi Rosda SE
kenapa sih Olivia dibuat buta??
jadi kesal
Aulia Yumi Rosda SE
ikuti saja dulu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!