NovelToon NovelToon
Aku Benar-Benar Manusia Biasa, Percayalah!

Aku Benar-Benar Manusia Biasa, Percayalah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Action
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

​"Sialan! Kenapa transmigrasiku tidak memberiku kekuatan super?!"

​Ye Xuan adalah seorang pemuda dari Bumi yang terbangun di Benua Sembilan Cakrawala, sebuah dunia di mana para kultivator bisa membelah lautan dengan satu tebasan pedang. Sialnya, ia menempati tubuh seorang Tuan Muda Klan Ye yang dibuang karena tidak memiliki bakat kultivasi sedikit pun.

​Tanpa energi spiritual, tanpa sistem bela diri, Ye Xuan terpaksa hidup terasing di sebuah puncak gunung terpencil. Untuk bertahan hidup, ia hanya bisa berkebun ubi, menyapu halaman, dan memancing di kolam belakang gubuknya.

​Namun, yang tidak Ye Xuan sadari adalah:

​Air bekas cucian ubi yang ia buang sebenarnya adalah Cairan Kehidupan Abadi yang diperebutkan para Kaisar.

​Sapu lidi tua miliknya adalah Senjata Pemusnah Dao yang ditakuti seluruh iblis.

​Dan ubi bakar yang ia anggap "makanan rakyat jelata" sebenarnya adalah Obat Dewa yang bisa membuat seseorang menerobos ranah dalam semalam!

​Ketika para dewi sekte suci d

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Panen Raya dan Kekacauan Ramalan Sarapan

​Pagi harinya, Ye Xuan terbangun bukan karena suara ayam berkokok, melainkan karena suara gaduh puluhan orang yang sedang berdebat tentang posisi matahari. Saat ia membuka pintu, ia menemukan para Peramal Bintang semalam masih setia mendekam di pinggir ladangnya, wajah mereka kusam dan mata mereka merah karena tidak tidur semalaman.

​"Master! Lihat! Cahaya bayamnya mulai meredup mengikuti rotasi bumi!" teriak Grand Master Astrolog dengan antusiasme yang mengerikan.

​Ye Xuan mengucek matanya, masih mengenakan sarung yang tersampir di bahu. "Tentu saja meredup, Kek. Ini sudah pagi! Matahari lebih terang dari bayam itu! Sudah, bubar, bubar! Aku mau panen!"

​Dengan wajah tegas namun terlihat konyol karena rambutnya yang masih berantakan, Ye Xuan mengambil keranjang dan mulai mencabut bayam-bayam bersinar itu. Setiap kali akar bayam tercabut, terdengar bunyi ting yang merdu, seolah-olah semesta sedang berdenting.

​"Jangan! Master, Anda sedang mencabut urat nadi takdir!" teriak para peramal serempak, mereka tampak seperti orang yang sedang melihat eksekusi mati.

​"Takdir matamu! Ini kalau tidak dipanen sekarang, akarnya jadi keras dan tidak enak ditumis!" balas Ye Xuan sambil terus bekerja dengan cekatan.

​Karena merasa kasihan (dan lebih karena ingin mereka segera pergi), Ye Xuan melemparkan segenggam bayam yang agak kecil ke arah para peramal itu. "Ini! Ambil satu-satu! Bawa pulang, masak, lalu tidur! Jangan kembali lagi ke sini kecuali kalian mau membantu mencangkul ladang ubi!"

​Para peramal itu berebut bayam layaknya berebut bayi suci. Grand Master Astrolog memegang sebatang bayam dengan tangan gemetar. Ia tidak tahan untuk tidak mencicipinya secara mentah. Begitu daun itu menyentuh lidahnya, matanya melotot, dan seluruh tubuhnya memancarkan cahaya ungu.

​"Aku melihatnya... aku melihatnya!" teriak sang Grand Master. "Kaisar... Kaisar benar-benar makan bubur ayam tanpa kacang pagi ini! Dan... dan besok beliau akan memakai kaus kaki berwarna hijau!"

​"Kek, informasi itu tidak berguna bagi keselamatan bangsa!" teriak Ye Xuan sambil menyeret keranjangnya masuk ke dapur.

​Namun, kekacauan belum berakhir. Aroma bayam yang baru dipanen itu menyebar hingga ke kaki gunung, mengundang kerumunan baru yang lebih aneh lagi: para Koki Kultivator dari berbagai restoran ternama. Mereka datang membawa pisau dapur yang berkilau aura pedang dan kuali yang terbuat dari perunggu kuno.

​"Kami mencium aroma pencerahan rasa!" ucap salah satu koki yang mengenakan topi setinggi menara. "Senior Ye, biarkan kami mengolah bayam ini! Kami akan menciptakan hidangan yang bisa membuat orang biasa naik tingkat ke alam Golden Core hanya dengan satu suapan!"

​Ye Xuan berdiri di ambang pintu, memegang spatula layaknya jenderal perang yang sedang frustrasi. "Tidak! Bayam ini akan kubikin sayur bening pakai jagung manis dan kunci! Tidak ada Golden Core-Golden Core-an! Aku cuma mau makan siang yang normal!"

​Ao Guang, yang sejak tadi bersembunyi di balik pintu karena malu melihat rekan-rekan naganya dulu pasti akan menertawakannya, akhirnya angkat bicara. "Senior, sepertinya bayam ini memang terlalu kuat. Kalau Anda memasaknya secara 'normal', saya khawatir dapur kita akan meledak karena tekanan energi."

​Ye Xuan menatap bayam di keranjangnya, lalu menatap para koki yang sudah mulai menyiapkan kompor di halamannya. "Kenapa... kenapa di dunia ini tidak ada yang mengizinkanku makan dengan tenang?! Pak Tua! Ambil wajan besarku! Kalau mereka mau pencerahan rasa, akan kukasih pencerahan sampai mereka lupa cara memegang pisau!"

​Ye Xuan akhirnya menyerah dan memutuskan untuk melakukan "Demo Masak" di depan publik, sebuah keputusan yang nantinya akan ia sesali karena aroma tumisannya akan memicu migrasi besar-besaran hewan buas dari hutan suci yang ingin ikut mencicipi sayur beningnya.

1
Pecinta Gratisan
semangat💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!