NovelToon NovelToon
Amazing Boyfriend

Amazing Boyfriend

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Misteri / Romansa Fantasi-Non-Human / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:63.7k
Nilai: 5
Nama Author: Saae

Judul sebelumnya "Pacar Halu Aesthetic"

Alina dikirim oleh ibunya ke desa Eyangnya yang jauh dari kota karena sebuah kesalahan yang tak di sengaja. Banyak hal yang tak terduga terjadi disana.

Di sana dia bertemu dengan Jordan yang kebetulan sedang shooting sebuah Film di desa itu.

Yang lebih menariknya, Alina yang notabenenya seorang penulis novel menemukan sebuah komputer di ruang bawah tanah, Saat ia gunakan komputer itu untuk menulis novelnya hal aneh pun terjadi.

Dimana peran pria dalam novelnya yang bernama Luhan datang menemuinya setiap malam dalam wujud nyata. Dan Luhan akan menghilang saat pagi datang.

Tanpa sadar Alina jatuh cinta pada Luhan. Sementara itu disisi lain Jordan mulai menyukai Alina.

Bagaimana kisah mereka,? Ikuti terus kisah mereka. Jangan lupa beri dukungan kalian..




Dan tanpa sadar Alina jatuh cinta dengan karakter yang di buatnya sendiri.

Bagaimana kisah cinta mereka,? Yuk mulai baca...

Yuk dukung karya Author dengan memberi like, komentar, vote serta tambahkan ke daftar favorit kalian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PHA Eps. 22

Alina sangat terkejut saat Luhan merampas kasar kalung itu dari tangannya. Wajah pria itu juga tampak marah.

" Kasar sekali," gumam Alina pelan mengelus telapak tangannya.

" Kenapa ini ada padamu,?" Luhan menatap tajam pada Alina seakan dia ingin menelan gadis itu hidup - hidup.

" Kenapa kau marah padaku, kau yang meninggalkan kalung itu di atas kasurku," jawab Alina jutek.

Luhan terdiam sesaat, dia mengalihkan pandangannya pada kalung di tangannya lalu kemudian mengalungkan benda itu pada lehernya. Jarinya mengusap liontin kalung itu seakan benda itu sangat berarti baginya.

" Maaf, aku tak bermaksud kasar padamu, benda ini sangat berarti untukku," ujarnya kemudian beralih menatap Alina.

Ya aku sangat tau itu, akulah yang mengatur hidupmu, mungkin kalau aku mau aku bisa saja melenyapkan mu di bab selanjutnya..batin Alina.

" Apa kau marah padaku,?" tanya Luhan lembut.

" Tidak,"

" Lalu kenapa wajahmu di tekuk begitu," Luhan memiringkan kepalanya melihat lebih dekat wajah Alina.

" Aku hanya terkejut saja," jawab Alina balas menatap Luhan. Sepersekian detik kemudian pandangan mereka terkunci. Alina merasakan debaran aneh di dadanya. Begitu pun dengan Luhan, pria itu merasakan getaran di hatinya saat dia menatap bola mata Alina.

Deringan ponsel Alina membuat keduanya tersentak. Alina buru - buru mengalihkan pandangannya. Gadis itu meraih ponsel di atas meja riasnya.

" Siapa ini,?" gumam Alina melihat sebuah nomor tak dikenal menghubunginya.

" Kenapa tak di angkat,?" tanya Luhan.

Alina dengan ragu menggeser tombol hijau dan mendekatkan benda pipih itu ke telinganya.

" Kenapa lama sekali,?" ujar seseorang diseberang sana.

Alis mata Alina bertaut, suara yang sangat familiar di telinganya.

" Siapa ini,?" tanya Alina.

" Aku,"

" Aku siapa?" mulai merasa kesal.

" Jordan,"

" Oh,"

" Hanya Oh,?"

" Lalu aku harus bilang apa,?" Alina melirik pada Luhan yang terus menatapnya.

" Lagi apa?" sudah makan,?" tanya Jordan diseberang sana.

Alina terdiam sejenak, pertanyaan Jordan terdengar aneh di telinganya. Mereka tak memiliki hubungan sedekat itu untuk saling bertanya seperti itu.

" Kenapa diam?"

" Kenapa bertanya,?" tanya Alina.

" Tidak boleh aku bertanya,?" ketus Jordan merasa kesal.

" Hubungan kita tak sedekat itu,"

" Mulai sekarang tidak lagi, kita berteman. Ya mungkin saja bisa jadi teman dekat," ujar Jordan.

Tapa sadar Alina mengulas senyum di wajahnya. Sadar akan hal itu Alina menggelengkan kepalanya dan kembali memasang wajah datarnya.

" Baiklah, aku hanya ingin mendengar suaramu. Aku harus kembali syuting,"

" Hem,"

" Oh ya, besok bisa bertemu,?" tanya Jordan penuh harap.

" Entahlah, mungkin aku akan sibuk," Dalih Alina.

" Sebentar saja, besok aku akan kembali,"

" Kembali ke kota,?" ujar Alina sedikit terkejut.

" Iya,"

" Baiklah,"

" Aku akan menjemputmu besok, sampai nanti" Jordan langsung mengakhiri panggilan itu secara sepihak.

Alina menatap layar ponselnya yang sudah mengelap dengan menyisakan tanda tanya besar di kepalanya.

" Siapa itu?" tanya Luhan melihat Alina melamun setelah menerima telepon itu.

" Bukan siapa - siapa," jawab Alina tersenyum.

" Pacar,?" tebak Luhan.

Alina mendelik, langsung saja dia menghadiahi Luhan dengan tatapan membunuh.

" Jangan sembarangan bicara, pacar apanya," ketus Alina.

" Syukurlah kalau bukan pacar," ujar Luhan pelan.

Tak lama teriakan Eyang terdengar dari bawah menyuruh Alina turun untuk makan malam.

Alina merasa tak enak meninggalkan Luhan sendirian di kamarnya tapi perutnya juga minta diisi.

" Pergilah, sepertinya kau sudah lapar," ujar Luhan melihat wajah bimbang Alina.

" Apa kau sudah makan,?" tanya Alina.

" Aku tak pernah makan atau minum sejak datang ke sini," jawab Luhan.

" Baiklah, tunggu di sini,"

Alina pun bergegas turun ke bawah dan mendapati paman dan eyangnya sudah menunggu di meja makan. Melihat Alina datang Haikal langsung memasang wajah kesalnya, tenyata pria itu belum memaafkan ucapan Alina padanya. Alina terlihat kikuk, gadis itu menundukkan wajahnya menghindari tatapan paamannya.

" Aku akan makan di kamar," ujar Alina setelah mengisi piringnya dengan nasi dan lauk.

" Cih, dasar kebo, bahkan makannya lebih banyak dari kuli," gumam Haikal melirik gunungan nasi di piring Alina.

Alina tak mengindahkan, dia bergegas meninggalkan meja makan dan kembali ke kamarnya.

Alina mendorong pintu kamar yang tak tertutup rapat dengan badannya.

" Kenapa dibawa ke sini,?" tanya Luhan melihat Alina membawa makanan ke kamarnya.

" Katanya kau belum pernah makan dan minum sejak disini, dan sekarang saatnya," Alina meletakan piring itu di atas meja.

Luhan hanya menatap piring yang berisi makanan itu dengan wajah datar. Alina menarik sebuah kursi untuk Luhan duduki.

" Ayo, " Alina menarik tangan Luhan karena pria itu masih diam tak bergeming.

Dengan terpaksa Luhan duduk di kursi di sebelah Alina.

" Kau hanya membawa satu sendok," ujar Luhan.

Alina menepuk jidatnya. Dia lupa membawa dua sendok. Tapi untuk turun lagi rasanya terlalu malas, dan tentu saja dia akan ditanyai oleh eyangnya.

" Kita akan berbagi sendok, kau tak keberatan kan,?" tanya Alina sedikit cemas.

" Tidak mau, " jawab Luhan.

Alina tersenyum kecut, namun saat dia akan berdiri untuk mengambil sendok Luhan menahan tangannya.

" Aku mau kau menyuapiku," ujar Luhan dengan senyum genit.

" Apa,? Memangnya kau bayi," Alina kembali duduk dan mulai menyuap makanan ke mulutnya. Luhan masih menunggu Alina menyuapinya tapi sudah suapan ketiga Alina masih belum mengarahkan ke mulutnya.

Luhan mendengus, dia melengos dengan sedikit memutar badannya. Alina tersenyum melihat tingkah kekanak kanakan Luhan.

" Baiklah, aku akan menyuapimu...aaaa buka mulutmu adek kecil," rayu Alina.

Luhan sudah terlanjur kesal. Pria itu menoleh dan merampas sendok di tangan Alina.

" Aku bisa sendiri," ucapnya.

Alina masih menunggu reaksi Luhan. Namun pria itu terlihat biasa saja.

" Bagaimana,?" tanya Alina.

" Makanan manusia itu biasa saja," jawab Luhan kembali menyerahkan sendok pada Alina.

" Emangnya kau bukan manusia,?"

" Kau lupa siapa aku,?" ujar Luhan.

" Hantu,?"

Luhan mendengus, lagi - lagi Alina menyebutnya hantu.

" Ya ya aku tau kau itu seorang dewa,"

Luhan tersenyum senang. Kata - kata yang ingin didengarnya akhirnya keluar dari mulut Alina.

" Tapi aku bisa mengubah mu jadi manusia,?"

" Benarkah,?" Luhan tampak begitu senang.

" Tidak, aku hanya bercanda, takdirmu sudah digariskan . Tidak bisa diganggu gugat lagi." ujar Alina membuat Luhan seketika menjadi sendu.

Malam itu Alina tak bisa tidur, dia terus mengobrol dengan Luhan. Mereka bercerita banyak hal. Dan Luhan tak henti merengek untuk dijadikan manusia. Alina mulai nyaman dengan Luhan dan mulai menikmati kehadiran pria asing itu. Darimana pun asalnya bukan lagi jadi soal, Luhan sangat nyaman di ajak bercerita.

Waktu terus bergulir, Alina sudah mulai merasa mengantuk. Gadis itu membaringkan tubuhnya dia atas ranjang. Saat Luhan duduk di sisi ranjangnya dan mengelus lembut kepalanya Alina sama sekali tak menolak.

Gadis itu sudah masuk ke alam mimpinya. Dengkuran Halus mulai mengalun. Luhan juga ikut merebahkan tubuhnya di samping Alina.

Namun tiba - tiba pria itu bangun dan meraih ponsel Alina. Menatap datar benda itu dan mematikan tombol dayanya.

" Dia akan jadi milikku" gumamnya pelan.

...----------------...

Jangan lupa like dan komentarnya ya...

1
khumay
like kk
Jans🍒
siapp mluncur thorr
lee ga-eun 🐯
oh iya Alina masih inget ga ya sama Luhan
YouTrie
okay siip
putry
ok
Anastha Brianca
meluncurrrrr....
Blue Sky
wokeh
pat_pat
asiappp
Saae
😉😉😉
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Happy Ending
YouTrie
Lanjut kak author
YouTrie
Mantap keren
Amelia💕
fix,, Alina sama Jordan...
Blue Sky
next
Anastha Brianca
laanjuuut kakkk... ku kasih bunga nih... 💐💐
Jans🍒
jdi gimana sma Luhan thor? ini keknya bakal sma jordan si alina
Jans🍒
tenyata pemeran utamanya jordan
Blue Sky
lanjut kk thor..
Anastha Brianca
next thor..
YouTrie
Jangan hanya berpacaran langsung nikah saja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!