Kehidupan baru Kenzo dan Delima berubah setelah hadirnya buah hati mereka, dan jangan lupakan jika Delima kini berubah menjadi Mahasisiwi cantik yang siap dilirik oleh kaum laki laki.
Selain Kenzo dan Delima, disini juga mengisahkan orang orang yang belum move on dari masa lalunya, kecuali satu orang sang Duteng alias Duda Ganteng.
"Satu ditambah satu dua, kamu tau kan yank kalau aku tak akan menduakan mu"
"Cintaku bukan seperti es teh plastikan, jika habis langsung dibuang"
Yuk, yang penasaran kisah Kenzo sang mantan Casanova, Mario yang katanya Mafia tapi juga gagal move on, dan si Tata Surya yang sudah beristri tapi juga belum move on, atau si Duteng pendatang baru yang akan meramaikan kisah mereka.
Mengandung adegan 18+ dan 21+ , dibawah umur jangan coba coba baca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengungkapkannya
"Eh......." Delima kaget ketika tangan kekar memeluk tubuhnya dari belakang, ya posisi Delima saat ini sedang menatap jalan
"Kaget???"
"Huum....kirain sapa?" ucap Delima yang masih setia memandang arah jalanan dibalik kaca
"Surya?"
"Jangan harap dia bisa meluk kamu kayak gini, aku patahkan tanganny" lanjut Kenzo lagi
Delima membalikkan badanny "Abang kenapa?" dan manangkupkan tangannya ke pipi Kenzo "Mukanya gitu, serem tau"
"Jangan ngerayu abang, kamu sekarang nakal dah pinter bohongin abang" Kenzo pun pura pura cemberut, tetapi apa yang diucapkan tadi memang benar
"Sorry yank, bukan maks........"
Belum sempat menerusakan omongannya, Kenzo sudah membungkam bibir Delima dengan ciuman manisnya, lembut tapi penuh has*rat.
"Kalau ada apa apa bilang ma abang" lalu Kenzo menundukkan badannya hingga wajahnya menyentuh perut Delima yang sudah agak buncit "Hay....kalian baik baik saja kan?" mengecup perut Delima yang didalamnya ada 2 orang nyawa
"Maafin Paps sayank, saking bersemangatnya nengokin kamu, Paps mu ini gak mikirin keselamatan kamu yang masih kecil didalam" Sekali lagi Kenzo mencium perut buncit Delima, dan setelah puas Kenzo berdiri lalu menatap Delima
"Sayank....aku..."
"Shutt...." Delima menutup bibir Kenzo dengan dua jarinya "Aku juga suka, tapi anak anak kamu yang kayaknya gak bisa diajak kompromi"
Kenzo tersenyum, lalu membawa Delima kesofa dan meletakkan kepala Delima ke pundak Kenzo kemudian membelai rambut Delima "Tadi Tika sudah bicara ma aku, dia tau kalau kamu gak mungkin akan melarangku untuk nengokin baby kita"
"Terusss...." tanya Delima
"Abang disuruh puasa dulu sayank, gara gara kemarin malam sempet tiga ronde kan" jawab Kenzo wajah memelasnya
Delima tersenyum lalu menghadiahi sebuah kecupan di pipi Kenzo
Cup
"Kalo cuma sehari satu ronde boleh kok yank" bisik Delima ditelinga Kenzo, dan langsung saja laki laki mantan Casanova itu tersenyum lalu menghadiahi beberapa kecupan di wajah cantik istrinya
"Sialan elu Tik, awas......rupanya gue dikerjain" Kenzo mengumpat Dokter Tika, karena ternyata Dokter Tika hanya membohonginya, setelah tadi siang dengan sengaja Kenzo diharuskan untuk menemui teman sekaligus Dokter untuk istrinya itu.
Dokter Tika menjelaskan secara garis besarnya saja, kalau kandungan Delima masih muda dan sangat rentan, apalagi didalamnya ada dua. Dokter Tika juga sedikit membohongi Kenzo jika dirinya harus berpuasa dulu
"Jadi abang masih boleh nengokin mereka sayang?" tanya Kenzo sekali lagi yang masih belum yakin atas apa yang didengarnya.
Delima mengangguk "Asal mainnya bener bener lembut dan gak nambah nambah"
"Bisa diatur yank, Sumpah abang seneng banget, kirain bakalan puasa beneran, kan abang gak kuat sayang"
"Dasar mesum....." ujar Delima yang mulai merasakan sentuhan lembut di bawah sana
"Abang ih...tangannya donk"
Tanpa merasa bersalah, Kenzo tersenyum dan tangannya beralih ke pipi Delima "Pemanasan dulu" lalu sedetik kemudian, Kenzo teringat tentang suatu hal
"Cari apa sih yank?" tanya Delima yang dari tadi melihat Kenzo seakan mencari cari sesuatu.
"Surya" jawab Kenzo singkat
"Surya??" beo Delima dengan wajah yang sedikit heran
"Surya dimana sayank?"
"Ha?? Kak Surya sudah pulang sayank"
"Pulang? kenapa tak menungguku dulu sih" ucap Kenzo agak kecewa
Delima menghampiri Kenzo yang masih bingung menanyakan Surya, lalu menepuk jidad Kenzo "Tidak panas, tapi kenapa aneh"
"Abang kenapa? tiba tiba nyariin Surya?"
"Aneh" lanjut Delima
"Gak tau pengen aja adu tangan ma dia, berani beraninya masih suka ma istriku"
"Salah siapa punya istri cantik, ya gitu deh" goda Delima dengan pura pura cuek
"Ya udah kalo gitu istriku akan aku krangkeng aja, biar gak dilirik ma laki laki lain" Kemudian Kenzo menggendong Delima keluar dari butiknya.
*****
Delima dan Kenzo keluar dari DenZo butik, lalu mereka bergegas masuk ke mobil, diperjalanan dan kebetulan lampu merah, tampak ada sebuah mobil yang melirik ke arah mobil Kenzo
"Rasanya aku pernah liat orang itu, tapi dimana?" ujar Vano yang sedari tadi melirik ke arah mobil Kenzo dan melihat Kenzo disana dengan seorang wanita, ya wanita yang entah sebuah keberuntungan atau tidak, dia tidak mengenali wanita yang bersama dengan laki laki yang Vano rasa kenal itu.
Ya pada saat itu, Delima sedang meraih sesuatu dibawah, sehingga hanya terlihat rambutnya saja.
"Iya Mah sebentar lagi sampe" Vano menerima panggilan telepon dari Mamah Lina, untuk segera menjemput beliau di pusat perbelanjaan.
Sesampainya di mol, Vano langsung menuju ke sebuah restoran dimana Mamah Lina
"Maaf macet mah" ucap Vano yang langsung duduk didepan Mamah Lina
"Makan dulu Van, nanti baru pulang"
"Minum saja, Vano masih kenyang"
Laura....gadis cantik yang sampai saat ini masih men jomblo itu tak sengaja melihat seseorang yang dikenalinya, kemudian menghampirinya
"Vano" panggil Laura
Vano dan Mamah Lina langsung menoleh ke arah Laura
"Laura...duduk La" pinta Vano, kemudian Laura duduk didepan Vano, disebelah Mamah Lina
"Tante" tak lupa Laura menyapa dan salim ke Mamah Lina
"Ini...???" Mamah Lina lupa lupa ingat tentang gadis cantik yang ada disampingnya
"Laura tante....teman Vano sekolah dulu" jawab Laura memperkenalkan sebagai teman Vano dulu, gak mungkin kan Laura mengatakan kalau dirinya adalah mantan pacar Vano yang ditinggal lagi pas sayang sayange.
"Laura.......Laura yang itu" Mamah Lina mencoba mengingat wajah Laura kemudian tersenyum
Laura yang mengerti akhirnya mengangguk.
"Laura apa kabar?" tanaya Mamah Lina ramah
"Baik tan"
"Kabar tante bagaimana? Laura lihat wajah tante semakin muda saja dan tambah cantik" Puji Laura
Mamah Lina tersenyum "Tante baik, bahkan sangat baik"
"Laura kesini dengan siapa?" Mamah Lina dari tadi menoleh tetapi tidak mendapatkan seseorang disamping Laura
"Sendiri Tan"
"Oh...kirain dengan pacar atau suaminya" Ya wajar jika Mamah Lina mengatakan itu karena Laura seumuran dengan Vano.
Sedangkan Vano, sedari tadi hanya melihat ponselnya, dan ternyata Vano sedang memandangi wajah Delima yang sangat cantik
"Aku masih sendiri Tan" tanpa malu malu Laura menyebutkan kalau dirinya masih sendiri alias jomblo.
"Duh sayang ya...padahal kalau Vano tidak sendiri, Tante mau loh Laura jadi mantu Tante"
Laura tersipu malu, mendengar wanita paruh baya yang masih sangat cantik itu menginginkannya
"Tapi sayang nak, hati Vano ternyata sudah dimiliki oleh gadis lain" ucap Mamah Lina dan seketika dada Laura menjadi sesak
Laura melirik ke arah Vano meminta jawaban atas apa yang didengarnya
Vano mengangguk "Aku sudah menyukai seseorang, dan maaf"
Maaf?? Vano sengaja meminta maaf ke Laura karena Vano tau, gadis didepannya ini masih menyimpan rasa untuknya.
"Vano.......Mamah tiba tiba ada acara mendadak dengan teman Mamah, dan kebetulan rumahnya disekitar sini, jadi Mamah pamit dulu ya, dan gak usah nganter Mamah" ucap Mamah Lina dengan sengaja meninggalkan sepasang mantan kekasih, supaya mereka bisa menyelesaikan masalahnya.
Vano pun mengangguk dan mengerti apa yang dimaksudkan mamahnya.
Laura juga sama, dirasa memang dirinya dan Vano harus berbicara.
"Tidak apa apa Va, tapi apakah aku mengenalnya?" Laura malanjutkan omongannya, tentunya setelah Mamah Lina pergi
"Aku tidak tau kamu mengenalnya atau tidak, aku juga baru mengenalnya"
Laura kaget "Ha? secepat itukah kamu jatuh cinta Va? dengan wanita yang baru kamu kenal"
"Awalnya aku juga ragu, aku juga tidak percaya dengan adanya cinta pada pandangan pertama, tetapi....aku sendiri mengalaminya"
"Terus bagaimana dengan aku?" Laura memegang tangan Vano hingga kemudian matanya bertemua
"Maaf....hubungan kita sudah berakhir, saat aku sudah menghianatimu dulu." Vano melepaskan tangannya dari tangan Laura
Laura menghela nafas, mengerti bahwa laki laki didepannya ini sudah tidak mencintainya lagi "Tapi aku masih mencintaimu Va, dari dulu sampai sekarang" lirih Laura yang masih didengar oleh Vano
"Maaf.....lupakanlah aku, carilah laki laki lain yang lebih baik dariku, karena hatiku sudah didisi oleh wanita lain"
Laura mengangguk, dia pasrah, laki laki yang selalu dia tunggu kedatangannya, laki laki yang selalu dia rindukan, dia berharap akan ada cerita baru lagi bersamanya saat Laura mendapat kabar kalau Vano sudah men Duda, tapi....
"Kalau saja aku bertemu dengan mu sebelum aku ketemu dengan Delima, mungkin ceritanya akan lain" batin Vano
"Aku antar pulang"
Tanpa berpikir panjang, Laura kemudian mengejar Vano yang sudah lebih dulu meninggalkannya.
Didalam mobil, baik Vano maupun Laura tidak ada yang berbicara, hingga mobil mewah milik Vano berhenti didepan rumah Laura.
"Makasih...." kata Laura kemudian melepaskan sabuk pengamannya, dan hendak turun
Vano mengangguk "Kapan kapan aku kenalkan dia"
Laura menoleh ke Vano, sedetik kemudian dia langsung tersenyum "Seperti apakah wanita yang telah berhasil memikat hatimu Va?pensaran aku"
Vano sejenak membayangkan wajah cantik Delima, senyumnya suaranya "Dia sangat cantik, pemilik DenZo butik"
"Delima" ucap Vano lirih
Jederr
Setelah mendengar ucapan Vano yang begitu pelan tapi masih didengarnya, Laura langsung membuka pintu dan keluar dari mobil Vano
"Tidak Va, kamu salah jika mencintainya, dia sudah menjadi milik orang lain, tapi aku gak berhak untuk mengungkapkannya" batin Laura dengan mengahapus airmatanya