Menikah bukan karena terpaksa, bukan karena keinginan orangtua, bukan karena adanya hutang, juga bukan karena keuntungan bisnis semata. Tetapi karena ....
Kaili adalah seorang gadis yang memiliki keterbatasan, yaitu tidak bisa melihat. Kaili terpaksa menikah dengan Presdir Lee yang terkenal akan kekejamannya.
Tak ingin membantah Sang Daddy, Presdir Lee terpksa menikahi Kaili yang sama sekali tidak dia cintai. Ketika menikahi Kaili, ternyata Presdir Lee telah menikah lebih dulu dengan kekasihnya yaitu, Yuki. Pernikahan keduanya diketahui oleh semua anggota keluarga dari pihak Presdir Lee. Bahkan, Tuan Shilin merestui keduanya.
Lantas, kenapa Tuan Shilin menikahkan kembali Putranya dengan seorang gadis buta seperti Kalii? Misteri apa yang sebenarnya dia sembunyikan?
Lalu bagaimana sulit kehidupan Kaili selanjutnya? Akankah Presdir Lee mau menerima Kaili sebagai istri? Akankah tumbuh benih-benih cinta antara keduanya?
Sekuel : My Boss Is My Husband
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
IBPD BAB 23
"Ingatlah jaga hatimu, Sayang. Jangan tergoda dengannya!" Pesan Yuki.
"Pasti sayang, muach." Setelah memberikan kecupan sayang, Presdir Lee pun segera turun ke lantai dasar. Karena malam ini adalah jadwalnya untuk menemani Kaili sang Istri kedua.
Begitu tiba di lantai dasar, Lee segera masuk kedalam kamar Kaili. Kosong, tidak ada siapapun didalam sana. Lee menuju ranjang, lalu duduk di pinggir kasur. Tak lama terdengar kucuran air dari dalam kamar mandi. Itu artinya Kaili sedang berada di dalamnya.
Akh!
Ringis Presdir Lee ketika nyeri di dadanya kumat.
"Obatku ketinggalan di kamar. Akh!" Desis Lee kesakitan.
"Tuan, Tuan kenapa?" Tanya Kaili ketika mendengar ringisan Lee. Panik, Kaili berjalan sedikit cepat menuju ranjang.
"Tuan," panggil Kaili berusaha mencari keberadaan Suaminya.
Aaakh!
Teriak Presdir Lee ketika nyerinya semakin terasa.
"Aku akan mencari bantuan," ujar Kaili akan pergi keluar.
"Tidak perlu," jawab Lee menarik lengan Kaili.
"Kenapa, Tuan? Tuan kesakitan," ujar Kaili.
"Apa kau akan keluar dengan menggunakan handuk seksi begitu!? Tidak perlu kemana-mana, aku tidak apa-apa. Sudah tidak sakit lagi." Jelas Lee sedikit posesif.
"Emh, baiklah. Kalau begitu saya akan mengenakan pakaian saya dulu." Pamit Kaili sambil menggenggam handuknya erat.
"Tunggu!" Cegat Lee lagi.
"Ada apalagi, Tuan?" Tanya Kaili.
"Bolehkah aku—maksudku aku ini'kan Suamimu. Jadi, bolehkan aku—"
"Boleh apa Tuan?" Tanya Kaili bingung.
"Tidak jadi, pergilah pakai pakaianmu." Usir Lee tak ingin lama-lama memandang lekuk tubuh seksi Kaili yang terlihat sangat menggoda. Kaili pun segera menuju lemari, mengambil piyama, lalu membawanya kedalam kamar mandi, dan bersalin disana.
Begitu selesai bersalin, Kaili keluar dari kamar mandi. Berjalan dengan tongkatnya menuju ranjang. Sampai disana, Kaili mengambil satu bantal juga selimut untuk dia bawa ke sofa.
"Kemarilah, tidurlah disampingku. Aku berjanjilah tidak akan menyentuhmu." Ucap Lee.
"Ti-tidak perlu, Tuan. Lebih baik saya tidur di sofa saja." Jawab Kaili sambil mengingat adegan di malam itu, dimana Presdir Lee ngelindur dan menyentuhnya.
"Jangan membantah, aku ini Suami sahmu!" Bentak Lee mengingatkan statusnya.
"Ba-baiklah," jawab Kaili pada akhirnya. Perlahan Kaili merebahkan tubuhnya disamping Lee.
"Tidurlah, aku tidak akan menyentuhmu." Ucapnya sekali lagi.Karena terlalu lelah, Lee dan Kaili pun tertidur lelap malam itu.
Pukul 03:00
"Aw!" Kini, giliran Kaili yang meringis menahan sakit di bagian bawah perutnya.
"Ada apa? Kenapa kau tidak bisa diam saat tertidur!" Kesal presdir Lee yang marah karena tidurnya terganggu oleh Kaili.
"Tu-tuan," desah Kaili.
Mendengar suara Kaili yang tertahan, Lee segera menghidupkan lampu.
"Astaga, ada apa denganmu!?" Presdir Lee kaget—kala melihat Kaili yang meringis kesakitan sambil memeluk perutnya erat.
"Tu-tuan, perutku sangat sakit," ringis Kaili lagi.
"Kau, kau berdarah!" Ucap Lee kala melihat darah segar bertebaran di seprei kasur.
"Iya, Tuan. Sepertinya saya datang bulan." Jawab Kaili.
"Kenapa tidak bersihkan dirimu, sana pergi ke kamar mandi. Jangan membautku jijik." Seru Lee dengan suaranya yang meninggi.
"Emh, baiklah." Jawab Kaili mencoba berdiri walau kesulitan. Saat berdiri, Kaili merasa napasnya sangat sesak. Hingga akhirnya dia memilik merangkak menuju kamar mandi.
Lee yang geram melihat aksi Kaili. Segera turun dari ranjang dan langsung mengangkat tubuh Kaili, lalu dia masukkan kedalam buthub.
greget ihkkkk😡
happy ending buat pasangan Lee - Kaili..
tapi sad ending buat Shilin - Aeri.. 😭😭😭
ya walopun emang Aeri udah cukup berumur dan memang mungkin sudah waktunya pulang, tapi tetep aja nyesek bacanya kak..,😭😭😭
sehat2 terus ya kak..
tetap semangat untuk berkarya.. 😘🥰🤩😍
mslh yuki aja blm selesai kok dh tamat
krn pd kejadian itu kai pergi sm tuan garod