NovelToon NovelToon
Paradoxon : Fix In Posterum

Paradoxon : Fix In Posterum

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / TimeTravel / Sci-Fi / Fantasi Timur
Popularitas:36.9k
Nilai: 5
Nama Author: Bintang Hamal

Dean Apollo, hanya seorang remaja yang hidup di tahun 3354. Seiring berjalannya waktu, Dean mulai menyadari satu persatu keganjilan yang terjadi di negaranya yang kemudian membuat rasa penasaran timbul dalam dirinya. Orang-orang hidup bagaikan robot tak berperasaan yang memiliki kemampuan luar biasa.

Dean yang penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi lantas berusaha mencari tahu kebenarannya. Dengan ditemani keempat sahabatnya, ia berusaha memecahkan setiap teka-teki yang ada. Namun tanpa sadar, teka-teki itu justru menuntun mereka menuju bahaya yang tidak pernah mereka duga.

Ketika hampir terseret menuju bahaya, Dean dan keempat sahabatnya tiba-tiba dipertemukan dengan tiga sosok misterius yang ternyata mengetahui banyak informasi mengenai kepingan teka-teki yang tengah mereka selidiki. Dengan bekerjasama, akhirnya mereka berusaha untuk mengungkap kebenaran.

Tapi bagaimana jadinya, jika kebenaran yang mereka cari, ternyata adalah sesuatu yang tidak masuk akal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bintang Hamal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fix 23

***

BLAM!!!

Pintu kamar nya itu di tutup asal oleh Nero yang baru saja kembali jam sembilan malam setelah pergi ke luar asmara untuk menemui seseorang. Sejak setelah makan malam, Dean tidak keluar lagi dari dalam kamar asrama nya. Hanya diam di kamar nya dan sibuk berkutat dengan tugas-tugas sekolah nya. Sementara itu, ketiga sahabat nya yang lain; yaitu Taz, Vicenzo, dan Marko sama sibuk nya dengan tugas sekolah yang mereka miliki. Nero melangkah masuk ke dalam kamar, menghampiri ranjang tidur nya di sana; kemudian melepaskan jaket yang di kenakan oleh nya. Sejurus berikut nya, Nero hendak melepaskan sepatu yang melekat di kedua kaki nya. Namun belum sempat ia melepas nya, fokus mata nya sudah lebih dulu tersita akan sosok Dean yang saat ini tengah duduk di meja belajar nya. Duduk tepat di depan komputer yang menyala, di sibuk kan berkutat dengan keyboard dan layar komputer nya. Nero yang merasa penasaran apa yang tengah di lakukan oleh Dean, kemudian beranjak dari tempat duduk nya. Melangkah menghampiri Dean yang duduk di sana, kemudian berdiri tepat di belakang Dean. Ia sedikit membungkuk untuk bisa melihat layar komputer Dean di hadapan nya.

"Kau sedang melakukan apa?" Tanya Nero yang membuat Dean sedikit terkejut dan melirik ke arah dengan kedua mata yang terbelalak.

"Kau mengejutkan aku saja!" Tukas nya, ia kemudian mengalihkan pandangan nya kembali pada layar komputer nya.

"Hehe, maaf," Nero menampil kan deretan diri putih nya. Tersenyum ke arah Dean. Detik berikutnya ia mengikuti kemana arah Dean menatap. Tepat ke dapan layar komputer nya, ia menatap. "Kau sedang melakukan apa?" Nero mengulangi pertanyaan nya yang sempat di abaikan oleh Dean.

"Aku sedang menyelidiki sesuatu," gumam Dean pelan yang kemudian mengetik sesuatu dengan keyboard yang ada di hadapan nya. Nero menatap ke arah nya dengan raut wajah bingung.

"Apa yang kau selidiki?" Tanya Nero yang masih penasaran karena pertanyaan nya seakan belum terjawab.

CLICK!

Dean menekan tombol enter, yang kemudian dalam seketika garis yang semula berwarna abu-abu itu berubah menjadi biru. Dan layar putih itu perlahan mulai menampak kan beberapa artikel yang di cari nya, bersamaan dengan garis berwarna biru yang sampai memenuhi ujung layar nya.

"Tentang evolver yang hilang," ucap Dean santai. Nero yang mendengar nya di buat terkejut.

"Huh? Apa kau tidak salah?"

"Tidak!"

"Kau ingin mencari tahu mengenai para evolver yang hilang?"

"Yaps!"

"Untuk apa?" Tanya Nero yang spontan membuat Dean yang tengah memegang mouse di tangan nya, itu kemudian berhenti dan menoleh ke arah nya. Nero menunggu jawaban dari Dean.

"Kau tahu…" Dean menghentikan ucapan nya, membuat Nero penasaran.

"Apa?" Nero menunggu jawaban nya. Dean memutar kursi beroda nya, menghadap tepat ke arah Nero yang saat ini sedang memandang ke arah diri nya.

"…Tadi pagi aku tidak sengaja menemukan sesuatu yang membuat aku mulai penasaran dengan hal ini."

"Huh? Benarkah? Apa itu?" Tanya Nero beruntut. Dean terdiam sesaat, ketika diri nya hendak menjelaskan, tiba-tiba Nero memotong ucapan nya yang bahkan belum sempat berloncatan dari gigi dan bibir nya. "Tunggu!" Ucap Nero yang menyadari sesuatu.

"Apa?" Dean menatap nya dengan raut wajah bingung.

"Jadi… kau bersikap aneh sejak tadi ada hubungan nya dengan ini?" Tebak Nero.

"A-ah ya. Mungkin…. Tapi yang pasti sejak tadi pagi, aku terus di buat penasaran dengan hal ini. Sejak pagi aku terus memikir kan ini dan tidak bisa fokus pada banyak hal yang aku lakukan," jelas Dean.

"Pantas saja kau bersikap aneh!"

"Itu tidak penting! Yang terpenting sekarang apakah kau ingin mendengar kan penjelasan dari ku atau tidak?" Tanya Dean.

"Ah, ya. Tentu saja aku mau! Jadi bagaimana? Cepat cerita kan pada ku!" Nero mendesak.

"Jadi tadi pagi secara tidak sengaja aku bertemu dengan pak Trish ketika aku hendak pergi ke ruang guru…"

"Tunggu! Ruang guru?" Potong Nero.

"Iya, kenapa?"

"Untuk apa kau pergi ke ruang guru pagi-pagi? Bukankah seharus nya kau pergi ke kafetaria untuk sarapan? Tapi kenapa kau pergi ke ruang dulu lebih dulu?"

"Huft~" Dean menghela napas panjang. Ia kemudian menatap Nero dengan raut wajah kesal. Sementara itu, Nero menatap nya dengan wajah polos. "Aku ke ruang guru untuk mencari pak Cato, karena ada tugas ku yang belum selesai dan harus aku selesai kan sebelum jam pelajaran nya siang itu," jelas Dean dengan sedikit malas ia menjelaskan.

"O-ooh, jadi itu alasan nya kau datang ke ruang guru?"

"Iya. Sekarang boleh aku lanjut kan?"

"A-ah ya, silahkan," Nero mempersilah kan.

"Baik, terima kasih. Saat aku berangkat menuju ruang guru, secara tidak sengaja aku bertabrakan dengan pak Trish ketika dia sedang berjalan sambil memain kan ponsel nya. Aku menabrak nya sampai ponsel nya jatuh ke lantai, tepat ke hadapan ku. Lalu, saat aku meraih ponsel nya, secara tidak sengaja aku melihat layar ponsel milik pak Trish yang menyala dan menampilkan beberapa artikel yang secara tidak sengaja aku baca.…"

"…Salah satu artikel yang aku baca adalah mengenai kasus yang tadi di kita bicara kan di kafetaria. Saat Marko datang dan kita membahas semua nya."

"Lalu, memang nya apa isi artikel yang kau lihat itu?" Tanya Nero penasaran.

"Aku tidak melihat isi nya, karena pak Trish tidak membuka nya dan lebih dulu menyambar ponsel nya kemudian beranjak pergi dengan tergesa. Tampak nya dia marah padaku, apalagi saat aku mendengar cara bicara nya yang sedikit ketus."

"Jadi apa?" Tanya Nero yang semakin penasaran. Dean kemudian kembali memutar kan kursi beroda yang tengah ia duduki, memutar nya kembali ke arah layar komputer yang kini berada di hadapan nya.

"Judul artikel yang aku temukan ada ini," ucap Dean yang kemudian menunjuk ke arah salah satu artikel yang tertulis di sana. Dean menunjuk nya dengan menggunakan mouse yang di pegang oleh nya. Nero menatap ke arah tulisan biru yang kini tertulis dengan garis bawah di bagian bawah tulisan nya.

"Tragedi hilang nya ratusan ribu manusia secara tiba-tiba dan tidak di temukan sedikit pun jejak dari keberadaan mereka," Nero bergumam membaca judul nya.

"Sudah hampir satu jam aku mencari artikel ini, dan sudah banyak keyword yang aku coba. Namun setelah satu jam, akhir nya aku bisa menemukan artikel yang aku cari ini," jelas Dean.

***

1
Rikko Nur Bakti
tidak direkomendasikan untuk dibaca. ada sekitar 20 bab diulang.... tanpa ada penjelasan
Gomen nasai
Di real life kayaknya ada deh kemampuan seperti itu, kalau iya, langka pastinya
Gomen nasai
Semangat kak~
uzumaki anas
mantap
Safrina Rina
berapa eps ulang Mulu. ga jelas
Alpha Arietis
*Binbin Talk

Halo, Binbin di sini!
Selamat datang di Paradoxon: Fix In Posterum. Sebelumnya aku mau minta maaf karena novel ini masih dalam proses revisi secara bertahap, jadi mungkin beberapa bab awal akan nggk nyambung sama bab-bab selanjutnya.

Buat bab yang udah aku revisi bakalan aku tandain dengan menambahkan sub judul di setiap bab, misalnya kayak gini "Fix 1 - sub judul" kayak gtu.

Jadi kalau tanpa sub judul (hanya seperti ini: "Fix 1") itu artinya belum aku revisi.

Aku benar-benar minta maaf karena udah bikin kalian harus nunggu lama, dan harus baca ulang semuanya dari awal supaya kalian ngerti sama alur cerita versi revisi yang better dari sebelumnya. Kuharap kalian nggk kecewa sama versi revisi yang sekarang lagi aku kerjain.

Sekali lagi, makasih karena udah mampir.

Jangan lupa buat tinggalin jejak~
Like, vote, dan komen kalian selalu paling aku tunggu!

Sampai jumpa di lain kesempatan 👋
morelight
author emang debest deh, pacar aja kalah nyenengin hati aku! karyamu selalu ditunggu!
SugarplumChum
semangat thor buat up an selanjutnya
HotBabe
lanjut thor... smg author sll d berikan kesehatan... biar cepet bikin lanjutan nga lg.. udh baper tanggung nih
flowerbean
Authoooor‾ hari ini wishlist aku cuma satu, yaitu mau tau kelanjutan cerita author!
Atas Untuk Diikuti
seru thor... perjalan akan dimulai....
Pai Konyol
Ceritanya bagus thor! Keep it up, ya!
junemoment
Thor update crazy dong ...... author baik.. pinter... update crazy ya 咀汨昨汨
skyeandstaghorn
makasih Thor udah up lagi makin seruu ceritanya
NewJerseyJack
Ceritanya seru banget thor! Enak ya Thor bisa keliling dunia dalam khayalan. Aku mah apa atuh belum bisa nulis apa-apa :(
SecretFruity
Kita emang nunggu crazy up, tapi author jangan cape-cape, ya! Jangan lupa makan, thor!
Intan Haryanti
aku nangis nih kalau lama lanjutannya
Koba
Hmmm... semoga gak butuh lebih dari 1 abad agar negeri kita jadi negara yang maju 🙃
Alpha Arietis: Wkwkwk, iya. Semoga
total 1 replies
CutieBun
SERUU.....BUET CERITANYA
booksand peonies
Ih! Kenapa ceritanya relate bangeeeeet! Semangat kak!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!