Dor...
Suara tembakan terus mengalun dari beberapa musuh Juan Rayen.
"Serang mereka, jangan sampai mereka lolos!" seru Juan Rayen.
Dor..
Dor..
"Bunuh pria itu!!" seru beberapa mafia yang menyerang Juan Rayen dan kelompoknya.
Di tempat lain..
"Kau sudah selesai operasi?" tanya Harold.
"Aku baru selesai." jawab Samantha Violet.
"Apakah kau seorang Dokter?" tanya seorang pria yang tiba-tiba datang di depan Samantha dan Harold.
Samantha, seorang Dokter muda dengan kehebatan di dua bidang. sebagai seorang Dokter juga seorang desainer.
Sedangkan Juan adalah seorang yang peng usaha yang selalu menjadi incaran para mafia.
"Iya," jawab Samantha.
"Bawa dia!" seru Juan yang kemudian menyuruh para anak buahnya untuk menculik Samantha.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menghajar anak buah Tornado
"Apa yang sedang kalian lakukan?!" seru Samantha yang sudah berada di belakang tubuh anak buah Tornado. para pria itu nampak sangat terkejut saat mendengar suara seorang wanita yang berada di tempat itu, mereka menoleh menatap seorang wanita yang ternyata sudah berada di belakang mereka.
"Apa yang kalian lakukan di tempatku?!" seru Samantha kembali.
"Lebih baik pergilah Nona, karena kami tidak ingin menyakitimu!!" seru beberapa anak buah Tornado.
"Berani sekali kalian mengatakan hal itu padaku, aku adalah pemilik dari gudang ini. berani sekali kalian memasuki gudang ku tanpa seijin ku!!" seru Samantha yang terlihat sudah bersiaga jika para pria itu tiba-tiba menyerangnya.
"Wajahmu cantik, jadi kau harus menyelamatkan dirimu sendiri. Kau harus menyayangi nyawamu, jika kau masih terus berada disini jangan salahkan kami jika kami akan melukaimu!!" seru anak buah Tornado.
Sebuah senyum terukir di bibir Samantha ketika para pria itu menghinanya, "Kalian mau menghajar Ku, coba saja aku mau tahu kalian itu pria sejati atau tidak!!" seru Samantha dengan nada suara yang begitu keras.
"Aku benar-benar tidak akan pernah memberikanmu kesempatan, Nona. berani sekali kau kami perintahkan pergi namun kau tidak mau!!" seru anak buah tornado.
Salah satu anak buah Tornado seketika mendekati Samantha, pria itu ingin membuat sedikit pelajaran agar wanita itu pergi dari tempat itu. jika kau tidak segera pergi dari tempat ini..kami akan melukaimu!!" seru anak buah Tornado.
"Coba saja, Aku ingin melihat bagaimana cara kalian akan melakukan hal itu." jawab Samantha.
"Dasar wanita sombong, kau itu hanyalah seorang wanita. berani sekali kau menantang kami!!" seru para pria.
"Coba saja, Aku ingin melihat bagaimana langkah kalian, jika kalian tidak bisa mengalahkanku akan aku jembreng tubuh kalian diluar butikku!!" seru Samantha.
Kelima orang itu akhirnya mendekati Samantha, mereka berfikir untuk menghajar wanita yang mulutnya sedikit pedas itu. mereka akan memberikan pelajaran agar dia takut kepada mereka. Samantha adalah seorang wanita yang benar-benar mempunyai pemikiran yang sangat simple, wanita itu langsung melipat lengan bajunya dan mulai memberikan sebuah kata yang bermakna menyelesaikan permasalahan. yang artinya memberikan pukulan yang mematikan.
Brakk.
Bug..
Brakk..
"Sialan kau, kami akan memberikanmu perlawanan!!" seru anak buah Tornado. akhirnya Samantha memutuskan akan membereskan para pria itu, karena dia harus bangun pagi-pagi sekali untuk melanjutkan pekerjaannya di rumah sakit.
"Maaf, aku harus memberikan kalian pukulan yang agak menyakitkan. siap-siap saja kalian akan tertidur di tempat ini, saat pagi kalian akan menjadi pajangan di luar butikku!!" seru Samantha yang mulai menghajar para pria itu habis-habisan.
Huff...
akhirnya beberapa pria itu sudah terkapar di lantai, terlihat Joya yang bersembunyi wanita itu langsung menghampiri Samantha.
"Apa yang terjadi, Nona?!" seru Joya.
"Segera Kalian cari sisa para karyawan minta mereka segera kemari, karena aku akan mengikat mereka." jawab Samantha. akhirnya para pria itu sudah ditangkap oleh Samantha dan beberapa anak buahnya.
"Kalian ikat mereka di tempat ini, kunci tempat ini. jangan sampai ada yang bisa keluar, kalau perlu ikat mereka dengan ikatan dua kali lipat. Aku ingin tahu mereka itu anak buah siapa berani sekali mereka mengobrak-abrik tempat industri ku!!" seru Samantha yang kemudian meminta beberapa anak buahnya untuk mengikat 5 anak buah Tornado.
Akhirnya anak buah Tornado telah diikat oleh orang-orang tersebut, saat pagi menjelang akhirnya Samantha harus ke salah satu rumah sakit untuk memeriksa salah satu pasiennya.
"Aku tidak pernah menyangka kalau wanita itu benar-benar sangat hebat, bahkan tubuh selangsing itu bisa melakukan perlawanan kepada kami para anak buah tuan Tornado. padahal kami meremehkan para preman yang telah melakukan kegilaan di tempat pemilik gudang ini." ucap beberapa anak buah Tornado tangan diikat dan mulut yang di lakban.
Ketika pagi sudah menjelang, terlihat Samantha sudah bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit sedangkan anak buah Samantha.
Sebenarnya hari ini Samantha tidak ada jadwal ke rumah sakit, baru besok dia masuk namun salah satu pasiennya tidak mau dirawat jika bukan Samantha sendiri yang merawatnya. mau tidak mau Hal itu membuat Samantha pergi ke rumah sakit untuk melakukan perawatan pada seorang wanita tua yang selalu merengek meminta Samantha datang.
"Nenek cantik, Mengapa tidak mau disuntik? kan sudah aku bilang kalau mau sembuh harus dirawat." ucap Samantha dengan nada suara yang begitu lembut.
"Aku tidak mau dirawat oleh Dokter jahat itu, aku mau kau sendiri yang merawatku." jawab nenek tua sambil menggerutu tidak karuan.
"Baiklah kalau begitu, aku akan meminta pada salah satu pihak rumah sakit untuk mengijinkan aku melakukan perawatan di rumah nenek sendiri." ucap Samantha.
"Oke, kalau begitu aku mau." jawab nenek tua.
Di tempat lain...
Kehebohan di butik Samantha benar-benar membuat tempat itu sangat ramai, Bagaimana tidak.. Ternyata di tempat itu beberapa pengujung dari butik milik Samantha nampak menatap beberapa pria yang diikat sambil berdiri di ruang kaca butik Samantha.
"Lihatlah, tubuh mereka kekar banget.." ucap salah satu itu wanita yang berada ditempat itu.
"Benar, bodynya sungguh aduhai." jawab wanita itu sembari mencubit cubit tubuh beberapa anak buah Tornado.
** bersambung **