Nifa(19 tahun) adalah seorang gadis yang kelahiranya dianggap sial oleh keluarganya. Nifa memiliki postur tubuh yang pendek dan gemuk. Serta penampilan Nifa dengan kaca mata tebalnya membuatnya juga sering di bully oleh teman temanya.
Saat duduk di bangku kuliah, Nifa masih saja mendapatkan bully dari temanya karena fisik dan penampilanya. Hingga puncaknya, Nifa dijadikan taruhan oleh Ardian(22 tahun) dan teman temanya yang populer di kampus.
Ardian(22 tahun) adalah seorang laki laki tampan yang terkenal playboy dan sering berganti pasangan. Ardian yang kalah dalam taruhan terpaksa harus menjalankan tantanganya memacari Nifa selama satu bulan.
Bagaimana kisah kehidupan Nifa dan Ardian kedepanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfian Rosyadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22 - PELUKAN PERTAMA
Esok hari, Ardian mengajak Nifa ketemuan di taman. Ardian saat itu hanya ingin mengajak Nifa bicara terkait berita trending kampus kemarin. Entah mengapa Ardian merasa bersalah.walaupun Ardian tak ikut di hujat dalam berita trending kemarin.
Jam sudah menunjukan pukul 15.00. Ardian dan Nifa sudan saling bertemu. Saat bertemu, Ardian tak sengaja gagal fokus dengan tas keranjang yang dibawa Nifa.
"Dalam tas keranjang itu ada apa?" tanya Ardian
"Oh, ini sisa jualaku di kantin tadi. ini ada sisa satu brownis lumernya. dan memang sengaja mau aku kasihkan ke Mas Ardian. mumpung ketemuan," jawab Nifa
"Kamu jualan? sejak kapan?" tanya Ardian
"Iya, baru saja jualan sejak kemarin Mas," jawab Nifa
Ardian saat itu mencoba mencicipi brownis lumer buatan Nifa. Dan saat brownis lumer itu masuk kedalam mulur Ardian, Ardian mengakui rasanya enak
"Hmm...ini enak," ucap Ardian
"Terima kasih Mas," jawab Nifa
"Oh iya mengapa kamu jualan? Bukanya ayahmu Hamzah Federic masih menyanggupi kebutuhanmu?" tanya Ardian
Nifa saat itu tidak ingin mengatakan dirinya harus berjualan demi kelangsungan hidupnya. Serta Nifa tak ingin menceritakan keburukan ayahnya pada banyak orang. Hingga akhirnya dirinya harus terpaksa berbohong
"Gak apa apa Mas, namanya juga hobi. kalau Mas suka, besok aku bisa membuatkanya untuk Mas," ucap Nifa
"Ok, boleh saja jika kamu tidak merasa di repotkan, kita besok bisa ketemuan disini," jawab Ardian
"Iya Mas, tapi ngomong ngomong hari ini ada apa ngajak ketemuan?" tanya Nifa
"Apa kamu sudah melupakan kejadian kemarin?" tanya balik Ardian
Nifa saat itu langsung teringat jaket Ardian yang dicucinya ada dalam tasnya.
"Oh iya Mas, jaket Mas ada didalam tas," ucap Nifa
Nifa mengambil jaket Ardian dalam tas setelah itu memberikanya pada Ardian.
"Ini Mas jaketnya, terima kasih ya Mas atas pertolonganya kemarin," ucap Nifa
"Apa kamu baik baik saja?" tanya Ardian
"Ada apa Mas? aku baik baik saja," elak Nifa
"Kamu gak perlu bohong, kamu marah ya gara gara aku maksa kamu kemarin akibatnya kamu dihujat oleh banyak orang," jawab Ardian
"Aku nggak marah kok sama Mas, aku justru berterima kasih karena Mas peduli dan mau menolongku. aku minta maaf ya Mas, jika gara gara menolongku, Mas Ardian jadi merasa terganggu dan risih karena berita ini," ucap Nifa
Degg
Ardian sungguh tak menyangka gadis yang bukan tipenya dihadapanya itu kembali telak membuatnya semakin bersalah. Awalnya Ardian mengira dipertemuanya hari ini Nifa akan menangis dan memohon agar dirinya mengklarifikasi kejadian kemarin. Tapi nyatanya, Nifa justru berterima kasih dan meminta maaf padanya.
"Kamu sungguh tidak apa apa?" tanya Ardian
"Iya Mas," jawab Nifa
Ardian kemudian sontak memegang tangan Nifa. Dan tentunya Nifa terkejut dengan apa yang dilakukan Ardian.
"Mas," ucap Nifa
"Besok aku akan mengklarifikasi semuanya," jawab Ardian
Walaupun itu keputusan berat, Ardian tetap merasa dirnya harus mengambil tindakan mengklarifikasi kejadian kemarin.
"Mas, sebaiknya jangan," saut Nifa
"Mengapa? ini tidak adil untukmu," tanya Ardian
"Mas, aku gak apa apa dan aku sudah biasa dengan hal ini, sebaiknya aku saja yang dianggap buruk sama mereka. karena dari awal aku juga buruk di mata mereka. Jika Mas nanti klarifikasi kejadian ini, Mas Ardian pasti tertekan, dicecar dan ikut dihujat. Mas Ardian itu orang baik, aku tidak ingin reputasi Mas Ardian buruk sebagai presiden mahasiswa. Cukup ada seseorang disekitarku yang mempercayaiku. itu saja insyallah sudah bisa membuaku kuat," jawab Nifa
"Nif..." saut Ardian
"Gak apa apa Mas, tidak usah melakukan hal itu. semua ini juga demi kebaikan hubungan Mas Ardian dan Kak Elsa. Mas Ardian juga sebentar lagi lulus, akan jadi orang sukses, dan suatu saat akan menikah. aku selalu berdoa siapapun seseorang yang baik kepadaku termasuk Mas Ardian akan selalu diberikan kebahagiaan," ucap Nifa
Merasa hatinya seperti ikut tercubit merasakan penderitaan Nifa, Ardian sontak memeluk erat Nifa. Nita tentunya terkejut dengan apa yang dilakukan Ardian. Dan jujur saja, ini pelukan pertama Ardian kepadanya.
"Mas," ucap Nifa
"Sebentar saja, anggap saja hadiah terima kasihku kepadamu," jawab Ardian
Ardian kemudian melepaskanya pelukanya lalu berpamitan pulang. Tak lama kemudian juga Nifa juga ikut pulang naik ojek pesananya.
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
terimakasih ya tor 🙏🙏🙏