Bersiaplah untuk mengetahui rupa langit yang sesungguhnya, wahai manusia.
~
Seorang anak laki-laki berusia 13 tahun bernama Evan, mendapat kabar buruk tentang neneknya, neneknya terkena penyakit stroke ringan. Evan benar-benar tak percaya akan kabar itu, sosok yang terkenal lincah dan aktif walau sudah tua, pandai menari pula, bisa terkena penyakit separah itu. Saat Evan dan dua sepupunya, Yoel dan Yosua, tak sengaja mengunjungi dunia Langit menggunakan buku portal, mereka menemukan rahasia-rahasia yang selama ini disembunyikan oleh keluarga mereka, termasuk alasan kenapa nenek mereka bisa terkena penyakit tersebut. Bersama sang pemandu, Farraz, mereka menjelajahi dunia Langit bersama-sama. Untuk cerita lengkapnya, simak terus dalam cerita ini. 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rainhard Frealdo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Epilog & Tentang Penulis
Setelah mengetahui bahwa nenekku dapat melakukan sihir ledakan paling hebat, pemimpin dunia Langit Biru mulai menuju lantai 2 dalam kediamannya, masuk ke dalam ruangan yang di bagian tengahnya terdapat buku raksasa yang menjelaskan berbagai sihir di dunia Langit, lalu ia membuka buku tersebut, kemudian menghapus tanda silang di bagian penjelasan sihir Ledakan Paling Hebat.
Sihir itu sudah tidak lagi dianggap sihir yang mustahil dilakukan, nenekku telah membuktikannya, ia dapat melakukannya, walau nenekku memiliki nasib yang sama seperti istri dari pencipta dunia Langit.
Di TV maupun layar di seluruh dunia Langit, ditampilkan wajah nenekku, dan pengumuman itu berjudul “Manusia kedua yang berhasil melakukan sihir ledakan paling hebat setelah istri dari pencipta dunia Langit”. Para penduduk benar-benar tak menyangka bahwa ada satu manusia yang dapat melakukan hal beresiko itu selain istri dari pencipta dunia Langit.
Nenekku di makamkan di dunia Langit Hitam bagian Utara, bagian yang dipenuhi kuburan bagi penduduk dunia Langit yang telah tiada.
Aku dan dua sepupuku menatap langit, langit yang telah kami lihat sekarang ini tidak hanya sekadar warna nya saja, tetapi warna-warna tersebut juga dihasilkan oleh berbagai kristal. Aku baru mengetahui akan hal ini, begitu juga dengan dua sepupuku. Apa yang sebelumnya Farraz katakan pada kami benar, saat aku dan dua sepupuku pertama kali menuju dunia langit, bahwa orang yang pernah menggunakan buku portal akan dapat melihat dan merasakan rupa langit yang sesungguhnya, dan kami pun mengalaminya sekarang, kami melihat kristal dalam langit itu, dan kami pun telah menginjak langit.
Masih banyak manusia yang belum menyadari akan rupa langit yang sesungguhnya, kecuali penduduk dunia Langit itu sendiri dan orang-orang yang terpilih.
Langit yang kami kunjungi tidak hanya menunjukan rupa langit yang sesungguhnya, tapi dalam kehidupan kami, langit itu juga telah memberitahu segala rahasia yang keluarga kami coba pendam-pendam.
Terima kasih, oh dunia Langit.
...***...
1 tahun kemudian.
1 tahun sebelumnya aku telah diberikan efek sihir oleh ibuku, itu lebih dari kata menakjubkan aku akhirnya memiliki sihir di dalam tubuhku, ibuku menyuruhku merahasiakan hal tersebut dari orang-orang sekitar, aku pun mematuhinya. Aku juga bertanya kepada ibuku bahwa apakah ia bisa mewariskan pengetahuan mengenai seluruh bahasa padaku, sayang seribu sayang, ibuku bilang bahwa ia tak bisa, itu sangat di sayangkan. Pamanku dan bibiku pun demikian, juga tidak bisa melakukannya pada Yoel dan Yosua.
Kini aku sudah duduk di kelas 2 SMP, Yoel sudah duduk di kelas 1 SMP, dan Yosua sudah duduk di kelas 3 SD. Saat ini libur panjang, jadi kami sekeluarga bisa pergi ke rumah almarhum nenek.
Hari pun berlalu, pamanku dan keluarganya datang ke rumahku, lalu beberapa hari kemudian kami berangkat menuju bandara, menunggu pesawat.
Beberapa menit menunggu, akhirnya kami pun menaiki pesawat.
Malam hari nya, kami tiba di tujuan.
“Hai semuanya!” seru kakekku.
“Hai!” kata kami bersamaan.
Kami semua saling berpelukan satu sama lain.
Setelah selesai beres-beres, kami pun membuka tutup pintu yang terdapat di kamar, kemudian turun ke bawah tanah.
Kami saling berdekatan satu sama lain. Kakekku mulai mengelus kristal berwarna biru dan hitam yang menyatu dalam sampul buku. Kemudian cahaya menghampiri kami, membuat silau.
Kami pun telah berpindah tempat, ke dunia Langit Biru, Langit Biru bagian Utara.
“Hai. Ya ampun, sungguh bahagia bertemu dengan kalian lagi!" seru seseorang yang tiba-tiba muncul ke arah kami. Orang yang amat kami kenal, yang telah membawa aku dan dua sepupuku mengelilingi seluruh dunia Langit, dia adalah sang pemandu, Farraz.
“Hai Farraz,.” ucap kami semua serentak dan bersamaan.
“Haiii, jadi mau ke mana kalian sekarang?” tanya Farraz.
“Ke Ayam Goreng Bu Lisa dulu lah, kami semua sudah lapar nih," ucap pamanku sambil memegang perut nya.
"Halah, bilang aja kalau papa sendiri yang lapar," ejek Yosua.
Kami semua tertawa terbahak-bahak.
Kami pun berjalan menuju restoran tersebut. Ketika kami berada dalam perjalanan, kami disambut dan diajak untuk foto bersama layaknya artis, seperti 1 tahun yang lalu.
Setelah sampai di restoran tersebut, kami langsung memesan makanan, lalu duduk di kursi yang kosong.
Beberapa menit menunggu, makanan kami pun tiba di meja. Kami memakannya hingga habis, setelah itu melanjutkan perjalanan.
Tak lama kemudian kami sampai di dunia Langit Biru bagian Barat, menuju rumah mewah itu.
Suara gitar yang dimainkan Ardelio terdengar sedih.
Ya ampun, ternyata kami terlambat!
Benar saja, tiga belas detik kemudian Ardelio menyelesaikan petikan gitarnya.
Sayang sekali.
“Rumah yang tak akan pernah aku lupakan," ucap ibuku yang sedang memandang rumah mewah itu, dia mengingat masa-masa indah itu.
Beberapa menit kemudian kami sampai di dunia Langit Biru bagian Pusat.
Kami sekadar menatap kediaman pemimpin dunia Langit Biru, hanya itu saja. Kemudian kami melanjutkan perjalanan.
Setelah itu kami sampai di dunia Langit Biru bagian Timur.
Kami menatap tempat les menari itu, tempat les dengan jumlah murid terbanyak. Terlihat di dalam ada banyak sekali murid yang sedang melakukan tarian yang anggun dan indah, memenuhi ruangan.
"Dulu ibu kita belajar menari di situ, kak. AKU masih mengingat bagaimana dia memamerkan seluruh kemampuan fantastisnya," ucap pamanku kagum sambil menunjuk tempat les menari itu.
Jika tidak ada tempat les itu, pasti nenekku tak akan jago dalam menari.
Setelah itu kami semua pergi menuju dunia Langit Biru bagian Selatan.
Aku, dua sepupuku, pamanku, bibiku, ibuku, dan kakekku sedang menuju ke salah satu toko bunga yang berada di dunia Langit Biru bagian Selatan.
“Hei, kenapa kita ke toko bunga duka?” tanya Farraz dari depan pintu masuk toko.
Kami semua tersenyum, karena inilah sebenarnya tujuan utama kami pergi ke dunia Langit.
...***...
Kami sekarang berada di dunia Langit Hitam bagian Utara.
Kami semua melakukan ziarah, menuju kuburan nenekku, kecuali Farraz, ia hanya menatap kami dari jauh.
Pamanku, bibiku, dan ibuku mencabut rumput-rumput liar kecil yang tumbuh. Aku dan dua sepupuku membantu memasukkan bunga duka ke dalam pot, lalu menyiramnya dengan air.
Setelah itu kami semua mendoakan nenekku.
Kami juga berterima kasih...
Karena dia rela mengorbankan dirinya demi ibuku...
Jika dia sama sekali tak melakukannya...
Ibuku tak akan tenang seumur hidup nya...
Nenekku benar-benar seorang pahlawan untuk kami sekeluarga.
Sekali lagi, terima kasih nenek.
^^^TAMAT...^^^
BAGAIMANA KISAHNYA, SERU KAN? JANGAN LUPA UNTUK MEREKOMENDASIKAN CERITA INI KE YANG LAINNYA, SEPERTI KELUARGA, TEMAN, MUSUH :V, DAN LAIN-LAIN.
SEKALI LAGI AUTHOR MINTA MAAF JIKA ADA KESALAHAN SEPERTI CERITA TIDAK NYAMBUNG, ADANYA TYPO (SALAH KETIK), DAN LAIN-LAIN 🙏
JANGAN LUPA:
✔️ LIKE
✔️ VOTE
✔️ BERI HADIAH
✔️ KOMEN
✔️ TAMBAHKAN KE FAVORIT
TENTANG PENULIS:
Rainhard Frealdo lahir di Bandung, tanggal 11 April 2005. Sejak kelas 8 SMP ia bercita-cita ingin menulis novel, dan cita-citanya pun terwujud ketika ia sudah memasuki kelas 10 SMA.
Sebelum mulai menulis novel, ia menulis cerpen terlebih dahulu, sebagai latihan untuk menulis novel nantinya. Saat ini ia telah menulis banyak cerpen. Salah satu cerpennya yang paling banyak disukai yaitu "Teman Baikku, Robot Virtual".
Novel "Dunia Langit" adalah karya novel pertamanya.
semngat dalam berkarya semoga semakin sukses dengan karya karyanya