NovelToon NovelToon
Berlian & Kepala Casper

Berlian & Kepala Casper

Status: tamat
Genre:Komedi / Horor / Contest / Kumpulan Cerita Horror / Tamat
Popularitas:82.4k
Nilai: 5
Nama Author: Novi Artikasari

Tidak akan pernah ada yang mengira, jika sebuah aplikasi menulis dan membaca online bisa menjadi aplikasi paling horor sejagat raya.

Aplikasi apakah itu?

Ya, benar sekali. Aplikasi N.O.V.E.L.T.O.O.N.

Bagaimana jika aplikasi tersebut menjadi sarang beberapa sosok aneh yang bisa membuat seorang penulis bergidik ngeri?

Apakah gerangan penyebabnya? Mengapa mereka berkeliaran di dalam aplikasi tersebut? Benarkah mereka semenakutkan itu? Atau malah ... membuat rongga mulutmu kering karena kehabisan stok gelak tawa?

Jawabannya hanya ada di dalam novel ini. Novel yang mengisahkan tentang seorang gadis cupu, yang bercita-cita menjadi seorang penulis populer di masa yang akan datang. Akankah melalui aplikasi yang menurutnya horor itu, bisa mewujudkan impian kecilnya?

Penasaran? Penasaran tidak? Penasaran ya? Penasaran dong!

Simak kisah lengkapnya👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi Artikasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dilaporin Setan?

Pak Iwa dan istrinya masih mematung di teras rumah. Mengantar kepergian sosok yang masih tanda tanya bagi mereka.

"Kok mamah ngerasa gak asing sama pria tadi ya, Pah." Ibu Nila mengungkapkan perasaannya yang sedari tadi ia tampung sendiri.

"Papah juga ngerasa begitu, Mah. Tapi siapa, ya? Seperti pernah bertemu, cuman papah lupa dimana." Pak Iwa mencoba kembali mengorek ingatannya akan Pria Baik Hati itu. Namun, masih saja tidak ketemu.

Lalu tiba-tiba Ibu Nila kembali mengingat keberadaan putrinya yang belum menemukan titik terang. "Pah, apa sebaiknya kita lapor polisi aja? Kita butuh bantuan mereka untuk menemukan Berlian, Pah," tuturnya yang mulai panik level dua.

"Tenang, Mah. Kita gak boleh gegabah. Lagi pula ini belum sampai dua puluh empat jam. Jadi, gak bisa dianggap hilang atau kasus penculikan," jelas Pak Iwa kepada istrinya.

"Oh, Papa tau harus menghubungi siapa." Pak Iwa langsung menelpon seseorang untuk membantunya menemukan Berlian.

Kekhawatiran tidak bisa lagi disembunyikan. Semburat kesedihan sekaligus kegelisahan terus berkobar di wajah ayu wanita yang telah melahirkan Berlian itu. Sepasang bibirnya tampak tak henti mengucapkan rangkaian permohonan. Sementara di dalam hatinya, sedetik pun tak luput dari menyebut nama sang buah hati.

Memang benar, kasih ibu itu seluas lautan yang tak bertepi. Melebihi kasih sayang siapa pun di dunia ini. Tak terkecuali sosok Ayah sekalipun. Seorang ibu adalah sosok yang paling terluka di saat kita berada di dalam masalah. Sosok yang paling bersedih ketika anaknya tersiksa. Sosok yang paling peka dan mengerti akan perasaan anaknya.

Bagi yang masih memiliki sosok terkasih yang satu ini. Sayangilah mereka. Patuhi dan berbaktilah kepadanya selagi kita bisa. Karena kita tidak pernah bisa menjamin, kapan waktunya akan berhenti, dan kapan waktu kita akan berjalan lebih lama lagi bersamanya.

Satu jam kemudian

Senyuman Ibu Nila telah kembali tersemat pada sepasang bibir ranumnya. Putri semata wayang yang dia sangka menghilang bahkan diculik orang, kini telah tiba di kediaman.

Begitu juga dengan Pak Iwa. Walaupun hubungan di antara ia dan putrinya terkesan selalu saja mengalami permasalahan, namun hilangnya Berlian yang hanya memakan waktu tidak lebih dari dua jam itu, sudah cukup membuktikan bahwa ia juga sangat menyayangi putrinya. Hatinya gelisah, pikirannya kalut, dan dunianya seakan hilang bersamaan dengan buah cintanya itu. Namun, tetap saja, ia tidak mau menampakkan semuanya di hadapan sang putri. Ia tidak ingin Berlian berbesar kepala.

"Seharusnya kalau mau pergi kemana-mana itu, harus izin dulu sama orang tua," titahnya kepada Berlian ketika mereka masih sama-sama duduk di ruang tamu. Ada Gempita juga di sana.

"Biar orang tua tidak khawatir dan panik," lanjutnya mengungkapkan separuh perasaannya. Berlian hanya menunduk sembari mengucapkan kata 'maaf' sebagai tanda bahwa ia sangat menyesal karena telah membuat kedua orang tuanya khawatir.

Ya, tadi Pak Iwa sempat menanyakan perihal Berlian kepada Gempita. Karena Pak Iwa sangat tahu bahwa selain Awan, hanya Gempitalah sahabat tempel putri cupunya itu. Tidak ada orang lain lagi. Beruntung lelaki yang usianya hampir menginjak kepala lima itu, menyimpan kontak gadis Ngapak tersebut. Jika tidak, mungkin beliau juga akan kebingungan sendiri.

"Ya, udah, Om, Tante, saya pamit undur diri ya, khawatirnya Mama sama Papa juga nyariin," pamit Gempita setelah menjelaskan kronologi kaburnya mereka dari rumah megah itu sebelumnya.

Awalnya Pak Iwa dan Ibu Nila, hampir tidak mempercayai cerita tidak logis yang mereka sampaikan. Namun, berhubung yang bercerita itu Gempita dan dikuatkan lagi oleh Berlian, jadi mereka mau tidak mau harus percaya. Sebenarnya Pak Iwa termasuk tipe yang tidak terlalu percaya dengan kisah-kisah yang berbau magis. Karena dia beranggapan, hal itu hanya mitos dan dongeng semata untuk menakuti anak-anak pada zaman dahulu.

Tetapi, kali ini berbeda, yang bercerita adalah seseorang yang berpendidikan tinggi. Tidak mungkin mereka mengarang cerita, begitulah kiranya isi kepala Pak Iwa.

Setelah kepulangan sahabatnya, Berlian memutuskan untuk beristirahat. Namun, ia agak ragu untuk melangkah menuju kamarnya. Masih terekam jelas pada memori terbesarnya seperti apa sosok Nenek Sihir yang menyeringai ke arahnya tadi.

"Mah, a-aku boleh gak ti-tidur di kamarnya mamah?" tanyanya dengan nada terbata. Ia agak sungkan mengutarakan permohonan tersebut. Namun keberaniannya juga menciut jika harus tidur di ruangan yang menjadi sarang setan itu.

Ibu Nila yang memahami ketakutan sang putri, lantas mengizinkan Berlian untuk tidur satu kamar dengannya. Sementara Pak Iwa memutuskan untuk tidur di sofa yang terdapat di dalam kamar mereka.

...💎💎💎...

"Sial ...!" umpat Angkasa ketika ia mendapatkan notifikasi baru yang berhasil membuat suhu tubuhnya mendadak mendidih.

"Kenapa, Wel?" tanya Angin yang berada di sampingnya. Ia terpaksa menghentikan gawainya karena mendengar umpatan si adik.

Mereka berdua masih berada di ruang menulis bersama beberapa orang lainnya yang juga menghabiskan waktu malam mereka di sana. Angin sengaja mengajak adiknya agar lebih produktif malam ini. Dengan menghasilkan banyak bab baru, maka akan menunjang performa karyanya di aplikasi paling horor ini. Mau tidak mau ... ya harus begitu.

"Sepertinya ada manusia berkepala s.e.t.a.n yang ngelaporin karyaku pada pihak N.O.V.E.L.T.O.O.N, deh, Kak," jelas Angkasa dengan pandangan yang masih tak teralihkan dari layar laptop di hadapannya.

Tatapannya sangat lekat, penuh kegeraman. Pasalnya ia tidak menyangka bahwa karyanya yang dengan susah payah ia garap untuk menyampaikan fakta dan fenomena yang tidak berfaedah, yang memang seharusnya tidak dilakukan oleh spesies manusia itu, ternyata masih saja ada yang iri bahkan sensi.

"Kamu yakin, Wel?" Angin mengernyitkan keningnya dalam.

"Yakinlah, Kak. Coba deh kakak lihat notifikasi ini!" Angkasa mengarahkan layar laptopnya ke arah sang kakak.

Angin hanya bisa menghela napas kasar. Pandangannya ikutan nanar melihat layar putih itu. "Kamu yakin gak ada ngajuin penghapusan karyamu sendiri?" tanyanya lagi meyakinkan sang adik.

"Ya ampun, Kak, buat apa juga aku ngajuin penghapusan karya sendiri, kayak kurang kerjaan aja," cebik Angkasa yang mungkin sudah merasa kesal. Bisa jadi, ia merasa bahwa Angin tidak mempercayai perkataannya.

"Masuk di akal," tutur Angin sambil bertopang dagu. "Ya, udah, gak papa, Wel. Jadiin semangat aja, ambil positifnya!" serunya kepada sang adik yang masih saja memasang wajah masam. Ia masih tidak habis pikir bahwa masih saja ada orang yang kontra dengan kebenaran.

"Pasti, Kak." Angkasa menegakkan tubuhnya. Membentuk posisi duduk siap seperti seorang siswa yang telah mendapatkan kembali semangat juangnya, setelah mengalami sentilan nilai buruk. "Kalo kayak gini, aku malah semakin semangat untuk menyampaikan kebenaran," tuturnya dengan mantap jiwa. "Selagi N.O.V.E.L.T.O.O.N tidak merestui, posisiku masih aman-aman aja, Kak." Menaik-turunkan kedua alisnya ke arah sang kakak dengan percaya dirinya.

"Nah, itu baru adiknya Angin Topan." Angin menggeser kursi putarnya mendekati Angkasa. "Ke depannya kamu harus lebih teguh dan tekun lagi, Wel!" Tepukan penyemangat mendarat telak di pundak Angkasa. "Karena pasti akan banyak ujian dan badai yang akan menghampiri kamu. Apalagi tidak banyak orang yang suka jika kita mengajak kepada kebenaran. Karena kalau surga itu mudah di dapatkan, gak mungkin Tuhan menciptakan neraka sebagai pendampingnya," lanjutnya panjang lebar seperti sedang memberikan tausiah. "Teruslah berjuang, Wel." Ada lengkungan tipis bak bulan sabit yang tampak pada sepasang bibir milik Angin.

Pasalnya hal seperti ini sudah pernah ia rasakan sebelumnya. Jadi, wajar saja, jika ia lebih berpengalaman dalam mengatasi kerikil-kerikil bahkan batu-batu besar yang di hadapi seorang penulis dalam mencapai puncak tertingginya.

Angkasa hanya mengangguk sembari tersenyum. Ia merasa beruntung bisa memiliki kakak seperti Angin. Selain baik, Angin juga sangat bisa melindungi dan mengayomi saudaranya. "Kakak akan selalu mendukung kamu," tutur Angin lagi yang membuat Angkasa tersenyum lebar. Merasa mendapat dukungan penuh dari sang kakak, Angkasa kembali bergulat dengan laptopnya untuk menghasilkan karya-karya dengan penuh cinta.

B.O.D.O.A.M.A.T dengan yang tidak suka.

B.O.D.O.A.M.A.T dengan yang dengki.

B.O.D.O.A.M.A.T dengan teror di belakang layar.

Karena semua yang dibuat dan disampaikan dengan ketulusan dan kebenaran, maka Tuhan yang akan turun tangan.

1
💞 Lily Biru 💞
Kaka... aku juga pengen ngelamar ini😭😭
Ria Diana Santi
Menarik dan unik ... Yuk baca! 😍👍🏻🥰 Semangat kakakku. 😘🤗
Ria Diana Santi: Masama Kakakku sayang. 🥰 🤗
total 2 replies
Ria Diana Santi
Aduhhhhh ngenak banget nih paragraf nya kak. 🙃👍🏻
Ria Diana Santi
Setan aplikasi?🙃 behhh emang ngerinya setannya kak.
Ria Diana Santi
Pedas nih sindiran. Btw, aku dulu sering dapat ucapan 'Like kakak', 'Hadir kak', semangat kakak' dll. Rasanya cuma bisa ngelus dada. Dan aku pun balas dengan hal serupa. 🤦🏻‍♀️
Ria Diana Santi: Alhamdulillah... 😁
total 4 replies
Ria Diana Santi
Banyak amat tuh makhluk halus nya. 🤐
Ria Diana Santi
Bener banget!!!👍🏻🥰
Ria Diana Santi
Setujuuuuu... 🥰👍🏻
Najwa Aini
saya ngakak
Najwa Aini
Benar sekali, Berlian. kamu mewakiliku.
makasih ya
Najwa Aini
perasaan mengatakan, cerita ini bukan hanya bagus. tapi mengandung "sesuatu" lanjut baca. tapi nyicil dulu.
karena tak mengesampingkan kesibukan di dunia nyata
NA_SaRi: wkwkwkwk, jangan menyesal ya kak
total 3 replies
Najwa Aini
Banget. Se7
Najwa Aini
Ini saya banget
👑Nara 👩‍❤️‍💋‍👨 Hansen👑
habis tanda seru or tanya... dialog tag tetep make huruf kecil kaka
👑Nara 👩‍❤️‍💋‍👨 Hansen👑: iya Kaka... semangat revisinya....
total 2 replies
👑Nara 👩‍❤️‍💋‍👨 Hansen👑
suka aku mah kalau kek gini... serasa baca buku yg naskahnya ga awut2an
👑Nara 👩‍❤️‍💋‍👨 Hansen👑: ngeh... sami2
total 2 replies
👑Nara 👩‍❤️‍💋‍👨 Hansen👑
ini artist lokal yaa... siapa?
NA_SaRi: Saya lupa namanya, Kak
total 3 replies
👑Nara 👩‍❤️‍💋‍👨 Hansen👑
nahh bener... disekeliling bnyak banget yg menganggap introver tuh pemalu or g bisa gaul... bnyak yg salah pengertian
NA_SaRi: Betul, Kak
total 1 replies
👑Nara 👩‍❤️‍💋‍👨 Hansen👑
berasa baca Wikipedia aku
NA_SaRi: Wkwkwkwk
total 1 replies
👑Nara 👩‍❤️‍💋‍👨 Hansen👑
buang aja Bu itu suamimu
👑Nara 👩‍❤️‍💋‍👨 Hansen👑: kalau gitu dikendalikan saja
total 2 replies
👑Nara 👩‍❤️‍💋‍👨 Hansen👑
Kaka nopp... dulu anak bahasa kah? atau emg mempelajari kepenulisan.... tulisan kk itu pasti ku suka... rapiii... aku suka banget yg kek gini.... menarik aja gitu buat dipandang
👑Nara 👩‍❤️‍💋‍👨 Hansen👑: wkwkw... gua gitu lohh🤠😎
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!