Namanya Gajendra Galang Galaxy, umur dua puluh lima tahun, seorang anak yatim piatu Asalnya dari Bali, tapi dari kecil dia sudah berada di Jakarta bersama pamannya seorang Owner dari Lembaga King Cobra yang bergerak dibidang jasa.
Galang tumbuh menjadi pemuda yang sangat tampan dengan badan tinggi tegap. Dalam kehidupannya keberuntungan seolah selalu menemaninya. Dulu sewaktu orang tua dan adiknya dibantai oleh pembunub bsyaran dia malah selamat. Setelah dia yatim piatu dia diajak oleh pamannya seorang Owner Lembaga King Cobra.
Kehidupannya bergulir mulus sampai dia menjadi Agent Intelijent King Cobra. Disini mulai ada pergolakan perasaan yang menindih hidupnya setiap saat. Dendam dan cinta seolah mengoyak sanubarinya....
Bagaimanakah kisah Galang Agent Rahasia King Cobra selanjutnya??....
Ikuti terus petualangannya yang kadang membuat kita gemesss....
Happy Reading, I Love You!!.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB.22
TERJEBAK DIKAMAR BIBIK
Malam ini udara tidak begitu dingin, bintang-bintang bertebaran di langit Bali. Suasananya begitu nyaman. Angin berdesir membuat malam ini bertambah syahdu. Galang melirik jam tangannya, sudah pukul 24.00 wita, Sexy belum juga datang. Walaupun dia kesal dengan tindakan Sexy kepada dirinya, tapi Galang masih tetap mengkhawatirkan Sexy.
Saat ini Galang berada di Gazebo tidak begitu jauh dari gardu Scurity, mereka duduk berlima. Mereka mengobrol tentang Agent number Seven yang dibunuh oleh Group Moge.
"Sebenarnya permusuhan kita dengan para moge sudah dari dulu, ketika King Cobra NTB masih dipimpin oleh Bapak Cok Arya. Kebijakan Kapolda untuk memberantas para Premanisme membuahkan hasil. Tapi dibalik itu banyak juga yang terbunuh. King Cobra yang berduet dengan Kapolda untuk menghancurkan para moge mengakibatkan Agent andalan King Cobra meninggal dalam jebakan para moge. Tidak itu saja Pimpinan mereka juga dibunuh oleh para moge." kata Agus.
"Karena itulah yang menyebabkan Boss Sexy ingin membalas dendam, sayangnya terlalu terburu-buru, kurang perhitungan. Disamping itu para moge luas pengaruhnya, mereka kelompok sadis dan liar. Dengar-dengar Backing mereka seorang Jendral kakaknya Simon." timpal Bagaskara.
"Begitukah ceritanya, feelingku Erik menyusup kesini untuk mencuri file atau ada maksud tertentu yang kurang bagus." sahut Galang manggut-manggut.
"Benar sekali, hanya Boss kita yang mau di bodohi oleh Erik, ntah informasi apa yang di butuhkan sampai teman-teman semua sudah gerah melihat Erik yang petantang petenteng setiap hari." kata Roy kesal.
"Kata Boss si Erik ini adik dari Mikhail dedengkot para moge. Orang ini incaran Boss kita, karena masalah dendam." kata Agus lagi.
"Dendam apaan?" tanya Galang ingin rahu.
"Namanya Frans, dia Agent sejati dan sangat lihai, IQ nya diatas rata-rata. Tapi sayang sekali setelah bentrok dengan Group Moge, seminggunya dia kedapatan meninggal dengan dua puluh lima tusukan ditubuh dan wajahnya." tutur Firman berusaha mengingat kejadian itu.
"Waktu itu agent number six masih di Luar Negeri," sambungnya lagi.
"Apa hubungannya dengan Agent number Six atau mereka mempunyai hubungan khusus." tanya Galang ingin tahu.
"Dia itu tunangannya, sudah mau menikah." kata Made ikut nimbrung, Galang kaget.
"Owh..pantesan Agent number six agak alergi mendengar kata cinta." ucap Galang dengan tertawa. Merekapun lalu tertawa semua.
Sungguh sesuatu yang jarang dilakukan waktu di Jakarta. Kedamaian itu didapat
di Bali. Galang tengadah, Bintang malam sangat jelas kelihatan di langit.
"Kita istirahat, sudah pukul.03.00 dini hari. Mungkin number six besok siang pulang." kata Firman lalu berdiri, merekapun bubar.
Galang masuk ke dalam dengan langkah lunglai menuju ruangan file, dia memilih tidur di ruangan file, disini kebetulan ada sofa panjang dan bantal. Dia menutup pintu dan mematikan lampu. Rasa kantuk mulai menggodanya dan perlahan Galang tertidur pulas.
Sekitar pukul.04.00 dinihari Sexy baru kembali dari kantor Polisi dengan lima staf lainnya. Dia turun dari mobil dan langsung masuk kamar. Tanpa sadar dia menyentuh handle pintu kamar Galang dan membukanya pelan. Ada rasa kecewa ketika Galang tidak ada di kamarnya.
Sexy masuk ke kamarnya dengan perasaan penat. Hari ini cukup melelahkan, terkadang ada perasaan kasihan kepada Galang ketika dia memukulinya dengan membabi buta. Dia kemudian melangkah ke kamar mandi dan memenuhi bathtub dengan air hangat. Sexy menumpahkan sedikit minyak essential aromatrapi, sudah lama rasanya dia tidak berendam di bathtub.
Dia ingat, waktu bertemu di Rumah Sakit Bayangkara dengan Mikhail, kakaknya Erik,
dia langsung dituding sebagai tersangka
dalam penembakan Erik. Hampir terjadi
adu kekuatan, untung Letnat Yordan
datang melerai dan meluruskan masalah. Sexy akan selalu dendam dengan moge, sakit hatinya belum terbalaskan.
Letnan Yordan adalah seorang Reserse handal, dia sering bekerja sama dengan Sexy. Orangnya baik dan dapat dipercaya. Antara King Cobra dan Letnan Yordan sudah saling membutuhkan. Sexy sangat akrab kepada Letnan Yordan, mereka layaknya seperti saudara.
Sexy mengakhiri mandinya, dia akan tidur sekitar 60 menit setelah itu baru kembali mempelajari file-file dari Askhara.
***
Ini hari ke tiga Galang berada di Kantor King Cobra Bali. Sekarang dia berada di kamarnya dan bersiap untuk mandi. Hari sudah siang, Sexy pasti sudah datang karena mobilnya sudah ada di garasi. pikir Galang. Mungkin hari ini dia akan berhadapan dengan gadis cantik itu.
Galang bersiap mau keluar kamar ketika pintunya di dorong dari luar. Gadis cantik itu sudah berada di kamarnya. Dia pura-pura tidak peduli atas kedatangan Sexy, Galang meraih GSM nya dan membuka private chatt.
"Disini aku adalah pimpinan dan siapapun yang ada di Markas ini adalah bawahanku, termasuk juga kamu. Jadi ikutilah peraturan yang ada disini, jangan semena-mena. Aku tidak kagum karena kamu keponakan Pak Rizaldi." kata Sexy dingin. Tidak luput Galang juga menjadi panas mendengar kata-kata Sexy. Coba orang lain yang ngomong, mulutnya sudah kena bogem mentah.
Diam itu emas, saat ini Galang diam menunggu ceramah kilat selanjutnya. Tapi Sexy juga diam, terpaksa Galang mengangkat wajahnya. Mata mereka beradu, cepat Galang berdiri dan keluar dari kamar setelah menyenggol sedikit badan Sexy. Galang menuju tempat file, dia tahu Sexy pasti kesal.
Tapi tempat file pintunya di kunci, dia balik ke kamarnya dan pintunya juga di kunci. Dasar Sexy. pikirnya kesal. Sepertinya hari ini semua akses masuk ke ruangan terkunci. Ada yang tidak terkunci yaitu tempat staf. Galang melangkah ke staf, sudah barang tentu gadis-gadis genit itu menyambut Galang dengan mesra.
"Hallo Boss....mau minum kopi kocok atau hot coffe." Wulan yang paling agresif datang dan mempersilahkan Galang duduk.
"Kopi kocok saja dan sandwich." sahut Galang duduk di samping Wulan.
"Maaf Tuan, Nona Boss memanggil Tuan disuruh langsung ke tempat file." kata Bibi sopan. Galang maunya menolak, tapi dia tidak mau menjatuhkan harga diri Sexy di hadapan stafnya.
"Ya Bik sekarang saya kesana." jawab Galang berdiri. Wulan langsung cemberut merasa tidak senang.
"Duduk saja dulu, masalah pekerjaan urusan nanti." kata Wulan mencoba menahan Galang.
"Maaf ya, kapan-kapan kita ngobrol lagi. Sepertinya ini urgent sekali, Boss sampai memanggil aku." ucap Galang kepada kelima gadis itu.
"Habis tugas kesini lagi ya, kita masih kangen lho." ucap Irene genit. Galang hanya tersenyum menanggapi semua itu.
Galang beranjak menuju ruangan file. Dia juga membawa kopi dan sandwich nya. Ketika Galang sudah di depan pintu, dengan otomatis pintu terbuka. Mungkin Sexy sekarang memakai sensor wajah kalau mau ke ruangan file. pikirnya. Galang menaruh bawaannya di atas meja. Sexy memandangnya dengan dingin.
"Silahkan sarapan dulu." kata Sexy pendek.
"Ada apa memanggilku." kata Galang sok jual mahal.
"Kamu tahu kesalahanmu?" kata Sexy menatap Galang.
"Tidak!!. Aku tidak merasa bersalah dalam hal ini, semua yang terjadi spontan, bagiku Erik pantas menerima kemarahanku karena dia terlalu lancang masuk ke ruangan file dan menantangku." kata Galang membela diri.
"Hemm...kamu tidak mengerti bahwa Erik bisa di pakai alat dan kita bisa menggali informasi darinya." sahut Sexy tetap pada pendiriannya. Sinar matanya seolah mau menikam tubuh Galang. Wajah cantik itu terlihat sangar.
****
SEMOGA MAKIN SUKSES KARYA NYA
GOOD JOB👍👍👍