NovelToon NovelToon
Legends Of Dark Souls

Legends Of Dark Souls

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Petualangan / Contest / Isekai / Barat / Tamat
Popularitas:43.4k
Nilai: 5
Nama Author: Fisher

Kekuatan besar merupakan berkah sekaligus tanggung jawab yang begitu besar, namun apakah dengan membantu mereka kau akan mendapatkan kembali kebaikan yang telah kau berikan? "Hahaha, naif sekali." Kalau kau masih berfikir demikian maka kematian yang akan menantimu di depan sana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fisher, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keberadaan

Kerajaan Alstrina

Disalah satu ruangan terlihat seorang wanita yang duduk sambil memandang lukisan pria kecil yang tampak bahagia dengan senyumnya yang manis.

Namun tidak dengan sosok wanita tersebut perasaannya dirundung beribu kerinduan pada sosok pria kecil tersebut.

"Tak terasa hampir sembilan tahun sejak kejadian saat itu, bagaimana keadaannya? Apa dia baik-baik saja? Apa dia makan dengan teratur?" Lirihnya dengan air mata yang terus mengalir.

Tetesan demi tetes air mata yang jatuh seperti embun pagi hari yang mencerminkan ingatan masa lalu, tawa, senyuman polos, kehangatan yang selalu dirasakan oleh setiap ibu yang kini rindu pada putra kecilnya.

Hiks Hiks...

Isak tangis kini keluar dari seorang wanita di sampingnya.

"P-Pangeran Cecilius, hiks.." Tangisnya tersedu.

Walau sudah bertahun-tahun sejak kejadian kelam tersebut terjadi, namun sampai sekarang perasaan tersebut tak pernah bisa terlepas dari kedua wanita tersebut.

Wanita yang sedari tadi melihat lukisan tersebut berbalik dan bertanya pada wanita yang menemaninya di ruangan tersebut.

"Yuki, apakah sudah ada kabar dari grup pencari?" Tanya Ashia.

Sambil mengelap air mata yang tersisa Yuki menjawab.

"Mengenai Tim pencari yang anda kirim menuju kerajaan Ardragon, untuk saat ini belum yang mulia."

"Sudah empat tahun sejak suara yang muncul dan menyebut dirinya Cecilius yang mengatakan bahwa ia sedang mencoba mengobati dirinya di kerajaan Ardragon, dan berkata untuk tidak perlu menjenguknya, namun kenapa saat aku mengirim pasukan selalu saja pulang dengan tangan kosong." Ucapnya.

"Sebenarnya Ratu, saat tim pencari mengunjungi pangeran Cecilius faktanya sebelum mereka berhasil membujuk pangeran untuk pulang, Pangeran selalu bersikukuh untuk tetap berada di sana, dan selalu berkata 'masih ada hal yang harus kulakukan.' Entah apa yang dimaksud saya juga tak mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh beliau." Jelas Yuki.

"Astaga.. Apa yang diinginkan oleh anak itu, kenapa tidak pulang saja kesini! Kalau hanya masalah seperti penyakit seharusnya mengatakan padaku, dengan begitu aku sendiri yang akan menyembuhkannya." Sambil berjalan kearah jendela besar yang terdapat pada ruangan tersebut.

"Bagaimana kalau saya mengirimkan kembali tim pencarian kembali ke kerajaan Ardragon Ratu?" Kata Yuki.

"Aku sudah tak bisa menunggu lebih lama dari ini, Utus kepala prajurit untuk bergabung bersama tim pencari, dan sampaikan pada mereka bahwa ratu akan ikut dalam perjalanan menuju kerajaan Ardragon." Ucapnya.

"Baiklah Ratu." Yuki berjalan meninggalkan Ashia dan segera menyampaikan informasi tersebut kepada kepala prajurit dan tim pencari.

Sementara itu di ruang kerja Raja terlihat seorang pria sedang memegang pedang kayu dan terus memandanginya.

Ia menyesal pada saat terakhir sebelum peristiwa itu terjadi ia menolak ajakan putranya untuk berlatih bersama bukan sekali atau dua kali ia pernah menolak ajakan putranya tersebut, ia menyesali selalu menjadikan pekerjaan sebagai alasan.

Karena hanya perlu menyisakan waktu dua jam setiap harinya untuk berlatih bersama putranya, namun ia membuang waktu berharga tersebut dengan tumpukan kertas diatas meja kerjanya yang harusnya bisa dilakukan nanti.

Namun apa daya penyesalan tak bisa mengembalikan waktu yang telah terbuang, hanya dengan pedang tersebut ia bisa menahan rindu pada putranya yang telah hilang.

"Hei Cecilius, seandainya kau ada disini Papa hanya ingin mengatakan maaf telah mengabaikanmu, bila waktu bisa diputar Papa akan memilih berlatih bersamamu dan akan mengesampingkan pekerjaan Papa.." Ucapnya.

Tok..Tok..

Terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan.

"Masuk." Ucapnya.

Terlihat Ashia berjalan menuju kearah suaminya tersebut untuk melihat keadaannya.

"Sayang apa kau baik-baik saja?" Tanya Ashia.

"Yah kau tahu lah sendiri bagaimana perasaan ku saat ini, aku menyesal telah mengabaikannya dan pada saat bahkan saat penyerangan terjadi aku bahkan tak mampu melindunginya, seandainya aku memakai kekuatan ku tanpa harus membatasinya pasti akan mudah bagiku menghabisi para bandit saat itu dan tak pelak bisa menjaga kalian semua, namun aku terlalu bodoh untuk mematuhi aturan konyol yang para dewan buat." Sesalnya.

Tak kuat mendengar hal yang diucapkan Demetrius, Ashia menangis dan melayangkan tamparan keras pada suaminya tersebut.

"Demetrius!! Kejadian saat ini bukan kesalahan dirimu! Itu murni kecelakaan, kalau kau terus seperti ini apa yang akan dikatakan Cecilius padamu!" Ashia berusaha menyadarkan suaminya.

Demetrius tersadar berkat tamparan dari isterinya yang saat ini sedang menangis, ia kemudian memeluk istrinya tersebut dan berkata.

"Aku minta maaf karena diriku yang bodoh ini kau menderita seperti ini, maafkan aku.." Ucapnya menenangkan Ashia.

Setelah Ashia cukup tenang ia menyampaikan bahwa akan menemui putranya yang saat ini berada di kerajaan Ardragon.

"Sayang aku ingin meminta izin padamu bahwa aku akan menemui Cecilius di kerajaan Ardragon dan akan berangkat esok pagi." Ucap Ashia.

"Apa ini mungkin kau menanggapi suara aneh empat tahun lalu, yang mengatakan bahwa ia Cecilius? kurasa itu hanyalah kebohongan belaka yang dikirim oleh seseorang yang mencelakai kita saat itu." Tanya Demetrius.

"Kau tak perlu cemas akan hak itu, karena aku sudah mengutus tim pencari sejak beberapa tahun sekali untuk memastikan kebenaran Cecilius disana." Ucapnya.

Demetrius kemudian menyuruh seorang penjaga yang ada di depan pintu untuk memanggil perwakilan dari tim pencari untuk memastikan kebenaran tersebut.

Tak lama salah satu perwakilan dari tim pencari telah berada di hadapannya, Demetrius lalu memintanya untuk menjelaskan mengenai keberadaan Cecilius di kerajaan Ardragon.

"Ya, yang mulia, sejak kami diutus oleh Ratu kami dari tim pencari telah memastikan keberadaan beliau memang saat itu berada di kerajaan Ardragon, namun beliau menolak ajakan kami untuk ikut kembali ke kerajaan Alstrina, dan terus bersikukuh menyelesaikan kepentingannya disana." Ungkapanya.

"Keperluan apa yang sedang dilakukan anak itu disana." Ucapnya.

"Untuk itu biar aku saja yang mengatakannya, namun aku hanya ingin bicara berdua bersamamu." Sela Ashia.

"Baiklah, kalau begitu perwakilan dari tim pencari kau boleh meninggalkan ruangan ini." Pinta Demetrius.

"Dimengerti." Sambil meninggalkan ruangan ini.

"Sekarang kau bisa menjelaskan padaku apa yang dilakukan oleh Cecilius saat itu." Ucap Demetrius.

"Apa kau ingat saat ia mengeluarkan kekuatan aneh yang keluar dari tubuhnya?" Ashia.

"Hm..Aku ingat kejadian saat itu, entah kenapa aku merasakan kekuatan yang membuat bulu kuduk ku berdiri." Demetrius.

"Menurut firasatku Cecilius telah menyembunyikan kekuatan tersebut sejak ia telah terbangun, dan kurasa kekuatan yang ia sembunyikan telah meluap dan untuk itu ia meminta salah satu panatua dari kerajaan Ardragon untuk membantunya." Ashia.

"Tetapi mengapa ia harus meminta kerajaan Ardragon untuk membantunya m, bukankan disini akan cukup untuk menekan kekuatannya tersebut." Demetrius.

"Untuk itu aku menyimpulkan sebelum ia direinkarnasi oleh Yuki, mereka pasti melakukan hal yang sembrono." Ashia.

"Kalau begitu sekarang panggil Yuki untuk datang kesini." Demetrius.

Ashia segera melakukan telepati kepada Yuki dan menyuruhnya untuk segera datang keruang kerja Raja.

*Bersambung*

1
Ai Hoshino
I like your work, cheers thor
Ai Hoshino
next
Fahud_098
)(
Konan
lanjut kan thor😫
MR. X
lanjut
blumer
lanjytt tapi knpa pwndwk
MR. X
lanjut lagi thor...
Fisher
masih sepi
ELGANTA: hahahahahahh
total 1 replies
blumer
lanjuttt l
blumer
kasi tau ba identitas nya
Fisher: sabar ok
total 1 replies
blumer
kasi tau identitasnya ba
blumer
lanjuttt
blumer
lanjutt
blumer
lanjutta
blumer
lanjutt
blumer
lanjutttt
blumer
lanjuttt
blumer
lamjuutt
blumer
lanjjugy
THE SIN LUST
next Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!