NovelToon NovelToon
FIGHT FOR LOVE

FIGHT FOR LOVE

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:114.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Jingga Lestari

UP TIAP MALAM KAMIS 3-4 BAB




Zida Ayunda Ramos dan Revo Fidel Marcel adalah dua pasangan remaja yang saling menyukai dan keduanya berpacaran atas restu kedua orang tua mereka.

Kedua mereka adalah sahabat dari SMA dan kemudian berpisah saat lulus SMA, bertemu lagi saat Revo mengatakan siapa dirinya dan latar belakang keluarganya.

Meski berpacaran, mereka tak bisa sebebas gaya pacaran remaja lainnya. Hubungan mereka diatur oleh beberapa peraturan yang dibuat oleh kedua orang tua mereka. Meski dengan aturan ketat, tapi mereka sama sekali tak pernah ada niat untuk melanggarnya. Bahkan sangat hati-hati jangan sampai mereka melanggar aturan tersebut, karena jika itu sampai terjadi maka hubungan mereka selesai.

Revo merupakan pacar yang posesif dan Zida merupakan pacar yang pengertian. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Silakan disimak ceritanya.

Jangan lupa untuk Like, Comment dan Vote yah untuk memberikan dukungan untuk Author yang sudah berusaha menulis kisah mereka. Salam....


#FIKSIREMAJA #HappyTeens

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jingga Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part. 22

Revo masih marah. Semua chat yang kukirim tidak ada jawaban. Dia bahkan tak meliriknya. Semakin timbul rasa bersalah. Harusnya aku bisa menjaga diriku. Bukannya membuat dia kecewa. Padahal selama ini, dia selalu membuktikan kata-katanya. Jangankan menyentuh seorang cewek, ngobrol dengan cewek sekelas pun dia begitu hati-hati.

Semua orang tahu Revo orang yang seperti itu. Ada cewek yang mendekat, dia menolak dengan halus. Dia selalu bilang ke teman-teman satu sekolah, "Aku sudah punya satu yang kucintai dan kusayangi, cukup satu. Tidak mau dua atau lebih. Tolong jangan dekat jika bukan urusan yang teramat mendesak."

Yah, namanya juga Revo. Sekalipun posesif, tapi apapun komitmen yang keluar dari mulutnya tidak akan dilanggar. Dan, sekarang aku merasa bersalah untuk kejadian kemarin dengan Danu.

Tapi kalian semua tahu kan? Danu yang narik duluan, Danu juga yang ingin ngomong sesuatu sama aku. Jadi bukan aku yang sengaja pengen dipegang atau disentuh. Hhhh...

Karena tak kunjung ada respon dari Revo, aku biarkan saja seperti ini dulu keadaannya. Besok aku coba temui dulu di rumahnya. Berangkat pagi-pagi agar bisa barengan ke sekolah.

***

Masa SMA adalah masa keemasan, begitu kata semua orang. Masa di mana cinta tumbuh dan seringkali membuat kita lupa diri. Hubungan aku dengan Revo entah bisa disebut cinta sejati atau hanya cinta monyet ala remaja.

Walau begitu, sebelum Revo jadi pacarku, memang belum pernah dekat dengan siapapun. Revo adalah yang pertama. Revo melakukan dengan sungguh-sungguh, apapun yang diyakininya.

Dia gak minta langsung aku jadi pacarnya, tapi dia minta ke orang tuaku. Lalu menanyakan bagaimana perasaanku terhadapnya. Jujur, cowok seusia dia, aku yakin belum ada yang berani seperti itu.

Revo menjadi yang pertama berani mengetuk pintu rumahku. Bertemu orang tuaku. Lalu? Ya hubungan kita direstui dengan sejumlah peraturan. Aturan-aturan tersebut sudah kuceritakan sebelumnya. Namun aturan yang paling kami jaga adalah "Tidak ada Sentuhan".

Keesokan harinya aku berangkat pagi-pagi sekali. Ikut mobil Papa yang hendak ke kantor.

"Pagi banget Zi?"

"Iyah Pa, anterin ke rumah Revo dulu ya?"

"Ada apa? Biasanya Revo yang jemput kamu."

"Tidak apa-apa, pengen aja kesana. Mau kasih kejutan ke Revo."

"Heleh..., kalian ini. Papa pernah remaja tapi, selalu papa yang ngejar Mamamu. Bukan Mamamu yang ngejar Papa, apalagi sampai datengin rumah Papa."

"Ya ini beda Papa. Dunia papa sama dunia aku kan beda."

"Baiklah iya, iya beda. Papa cuma nganter sampai rumah Revo ya. Setelahnya biar Revo yang anter kamu."

"Oke Papa."

Tak lama setelahnya, aku pun tiba di rumah Revo. Terlihat sepi.

Apa jangan-jangan Revo sudah berangkat sekolah? Ah, tapi kan masih pagi bener.

"Papa berangkat ya. Bilang sama Mama dan Papa Revo, Papa gak mampir dulu."

"Baik Papa."

Ting Tong...

Ting Tong...

Suara bel berbunyi di seluruh rumah. Tak lama keluar seorang Bibi.

"Eh Non Zi, masuk Non!"

"Makasih Bi. Revo ada Bi?"

"Ada Non. Masih di kamarnya."

"Boleh ke atas gak Bi?"

"Duh, maaf Non. Mungkin tidak bisa. Den Revo tidak suka jika ada yang datang langsung ke kamarnya. Non tunggu di ruang keluarga saja ya?"

"O iya, tidak apa-apa Bi. Aku tunggu di sini."

Bibi itu pun masuk, pamit mau bikin minum. Aku menunggu sekitar sepuluh menit, Revo turun.

Rambutnya di sisir berantakan, kaki bajunya belum masuk. Tas ransel di menggantung di bahunya. Aroma tubuhnya langsung tercium dan memanjakan hidung. Wangi banget. Hehe.

"Vo..."

"Pagi, Zi!"

"Den, sarapannya sudah siap."

"Baik, langsung ke sana Bi."

Dia melewatiku begitu saja. Kemudian berbalik saat akan duduk pas sampai di meja makan.

"Mau diam di situ saja? Sini sarapan dulu."

Aku gengsi sebenarnya ikut sarapan. Apa daya, perutku malah tidak bisa diajak kompromi. Dia mengamuk minta makan.

"Duduk!" Ucapnya.

Aku duduk hati-hati di sampingnya. Tidak bersuara. Takut malah mengusik dia.

"Makan, Zi!"

Eh iya, aku malah bengong lihatin dia makan. Dia begitu pendiam si, makanya aku hanya perhatiin dia. Biasanya dia cerewet, ngomong tidak berhenti. Ini malah senyap. Bicara sedikit-sedikit dan hanya sekata.

Aku pun makan dalam keheningan. Tak ada suara. Dia selesai makan, aku menyusul kemudian.

"Bi, berangkat ya!"

Dia sudah rapikan rambutnya, terlihat semakin cakep. Seragam sekolahnya juga sudah rapi. Cuma karena dibungkus lagi dengan jaket kulit sporty jadi tidak kelihatan.

"Maaf." Ucapku saat sampai di garasi.

"Naik!" Dia memberiku helm dan memintaku untuk naik di jok belakang.

Selebihnya hening lagi. Siapa yang tahu dia masih marah atau tidak lagi. Huh. Tapi sepertinya masih marah. Argh...

Sepanjang perjalanan cuma diam. Saat tiba di depan gerbang sekolah dia memintaku untuk turun, kemudian dia memarkir motornya.

Aku sedikit berlari mengejarnya.

"Ngomong sebentar boleh?"

"Ngomong saja."

"Kamu masih marah ya?"

"Jangan bahas lagi."

"Maaf."

"Sudah Zi, masuk kelas sana. Jangan bikin aku terlihat seperti orang jahat yang tidak bisa maafin kamu."

"Kamu jangan marah tapi!"

"Aku tidak marah, Zi. Aku hanya kecewa. Masuklah!"

"Yang...," aku hanya menatap punggungnya yang berlalu meninggalkan aku.

*Aish dia masih marah. Aku harus berusaha lebih keras lagi. Lagi pula itu salahku.

***

-----------

Halo teman-teman, terimakasih sudah mampir dan mendukung novel ini yah*. :*

1
Ndhe Nii
slogan Han👍
Chikaqu
seruuuu..lanjut thor..🥰
Dwi Sofiana
yahhh.. kok gak d lanjutin ceritanya 😭😭😭
Aisha Bella
semangat utk kakak2 semua..🤗
kiranya berkenan membaca novel kami :
- TERIMA KASIH CINTA SEJATI
- MENANTI CINTA UNTUKKU
semoga bisa menghibur kakak2 semua. terima kasih..🙏🙏
🌷onty KD💗Rh's😎DF
othor jaharaa
🌷onty KD💗Rh's😎DF
buka buka lagii
🌷onty KD💗Rh's😎DF
ada yg baru...
Umie Irbie
kok jadi begini thor 😥😭😭😭

jangan pisahin mereka donk thor revo dan zii
Ilan Irliana
iy pe lp m alur crt'y ini..
Umie Irbie
aduuuh,. kemana aja,. sampai lupa alurnya 😥
Mak Ji 🏠KD: ulang lagi baca Kaka. wkwkw. maaf ya lama up. harus selesaikan satu novel dulu
total 1 replies
Umie Irbie
haduuuh,. lupa sama alur nya,. jarang update sii thor
Mak Ji 🏠KD: Iyah maaf baru lanjut sekarang
total 1 replies
siti rohmah
semoga up tiap hari thor....
Mak Ji 🏠KD: maaf Siti baru lanjut lagi hehe
total 1 replies
Ratna Dewi Dewi
ceritanya ringan q suka....
moemoe
dripda udh posesif tk mukul. atau sbaliknya..udh posesif tpi gk setia.kita d kurung. dia klayapan
Alya Nadifa
kok nggak up up yah🤔 Author gmn kabarnya km smg baik2 aja yah
🌷onty KD💗Rh's😎DF
ingat saat masa masa itu
Alya Nadifa
semangat maaakkk
Ilan Irliana
wlo posessif..tp pcrn'y g mcm2..W suka W suka..
Odhie
lanjutkan sayng
Odhie
semngat syang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!