NovelToon NovelToon
Musuhku... Dia Pacarku

Musuhku... Dia Pacarku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 5
Nama Author: 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞

Samuel Kelt adalah pria tampan, kaya, dan playboy. Ia adalah putra pemilik kampus ternama. Walaupun memiliki sikap seperti itu, ia tetap menjadi pria terpopuler di kampus Universitas Indonesia. Setiap wanita selalu mengejarnya disana.

Clara Aldrey adalah wanita kaya yang sangat cantik. Ia putri tunggal dari pemilik perusahaan Sungai Budi, namun kekayaan dan kecantikannya ia tutupi dengan cara berdandan seculun mungkin di kampusnya agar tidak diganggu pria pria playboy di Universitas Indonesia tersebut.

Namun siapa sangka sikap acuh tak acuhnya membuat Samuel Kelt sangat penasaran, ia adalah wanita satu satunya yang tak mau mengejarnya bahkan selalu menghindarinya. Setiap hari, Samuel selalu mengganggu Clara di kampus dan membuat wanita itu tak nyaman.

Suatu hari di acara pertemuan keluarga, keduanya dipertemukan sebagai pasangan yang sudah dijodohkan. Namun hanya Clara yang mengenali pria itu sedangkan Samuel tak mengenalinya karena penampilannya yang berbeda.

Akankah keduanya menjadi jodoh???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perhatian Samuel

...The other night dear...

...as i lay sleeping...

...i dreamed i held you in my arms...

...when i awoke dear...

...i was mistaken...

...so i hung my head and i cried...

...you are my sunshine...

...my only sunshine...

...you make me happy...

...when skies are grey...

...you'll never know dear...

...how much i love you...

...please don't take my sunshine away...

...i'll always love you and make you happy...

...and nothing else could come between...

...but if you leave me to love another...

...you have shattered all of my dreams...

Setelah ia menyanyikan lagu itu, ia mendekatkan telinganya di pintu. Ternyata Clara sedang tertawa, Samuel akhirnya tersenyum tapi ia pura pura kesal.

"Berani sekali kau menertawakan aku." bentak Samuel.

"Maaf, aku tak bermaksud seperti itu. Aku menyukai lagu itu, terima kasih kau menyanyikannya dengan sangat merdu." jawab Clara.

"You are my sunshine adalah lagu yang sering dinyanyikan ibuku saat aku masih kecil. Kau sangat beruntung bisa mendengarnya dari mulutku. Bagaimana perasaanmu sekarang?" tanya Samuel.

"Sudah lebih baik, terima kasih Sam." jawab Clara lagi.

Setiap namanya disebut wanita itu, Samuel merasakan ada keanehan pada dirinya. Entah kenapa jantungnya berdetak lebih cepat.

"Siapa yang melakukan ini padamu?" tanya Samuel.

"Aku...aku..." jawab Clara ragu.

Jerry dan Given beserta penjaga kampus akhirnya tiba.

"Cepatlah pak." teriak Samuel.

Clara terkejut, ia baru ingat bedaknya pasti luntur karena ia tak berhenti menangis. Pintu gudang akhirnya terbuka, seketika Clara menundukkan kepalanya sambil memeluk lututnya.

"Kau baik baik saja kan?" tanya Samuel.

Clara hanya menganggukkan kepalanya.

"Kau sudah aman, mengapa kau masih menunduk?"

"Sam, aku malu. Wajahku pasti bengkak karena habis menangis. Tolong bantu aku, bisakah kau menutupi kepalaku." pinta Clara.

Padahal sebenarnya bukan karena itu, ia hanya takut mereka melihat warna kulit asli wajahnya yang putih.

"Merepotkan sekali." jawab Samuel. "Aku tak membawa pakaianku, aku masih mengenakan baju basket. Tapi aku ada handuk kecil bekas mengelap keringatku, kau yakin mau menggunakannya?" tanyanya.

Clara terdiam sejenak, tapi lebih baik daripada penyamarannya terbongkar. Ia pun menganggukkan kepalanya. Samuel menutupi kepala Clara dengan handuknya.

"Pak terima kasih, aku bisa mengurusnya sekarang." ujar Samuel pada penjaga kampus.

Clara tersenyum, ia pikir seseorang yang sombong seperti Samuel tidak bisa mengucapkan kata terima kasih.

"Kalian berdua pimpin jalan kami di depan." perintah Samuel pada Jerry dan Given.

Samuel membantu Clara berdiri, tapi kaki Clara sangat kram dan ia lemas tak berdaya. Tanpa aba aba, Samuel berjongkok di depan Clara lalu menarik tangannya. Seketika Clara terjatuh di punggung pria itu.

"Apa yang kau lakukan, turunkan aku." ujar Clara.

"Diamlah atau aku akan menjatuhkanmu." ancam Samuel.

Seketika Clara terdiam, sedangkan Jerry dan Given menatap perlakuan Samuel, untuk pertama kalinya Samuel bersikap seperti itu pada seorang wanita. Padahal sebelumnya, tak ada siapapun wanita yang bisa mendekatinya.

"Tunggu apalagi, cepatlah jalan." bentak Samuel pada mereka.

"Siap bos." jawab mereka bersamaan lalu memimpin jalan menuruni tangga.

"Pegangan yang kuat, aku tak akan tanggung jawab jika kau jatuh." ujar Samuel.

Clara terpaksa memegang kedua pundaknya.

"Kau membuatku lelah jika seperti itu jelek, kau menambah berat badanmu." ujar Samuel lagi.

Clara mendekatkan tubuhnya lalu memeluk leher Samuel. Samuel tersenyum puas bisa melakukan itu. Setelah mereka sampai di lantai dasar. Samuel tidak juga menurunkan Clara. Ia justru membawa Clara ke mobilnya dan menurunkannya di sampingnya.

"Jangan kemana mana, tunggulah aku. Aku akan mengambil tas dan kunci mobilku. Jika kau berani lari, kau akan tahu akibatnya." ancam Samuel lagi. "Ayo Jer, Giv..." ajaknya pada kedua temannya.

Clara hanya mengangguk di balik handuk itu. Ia cepat cepat mengambil bedaknya di dalam tas setelah mereka pergi.

"Semoga aku sempat membubuhkan bedak ini." gumamnya seraya memakai bedaknya lagi di wajahnya.

Beruntung Samuel belum datang sampai ia selesai memperbaiki penyamarannya. Ketiga pria itu kembali setelah 15 menit. Ternyata ketiganya mengganti pakaian mereka. Clara masih menutup wajahnya dengan handuk.

Samuel membuka pintu mobilnya. "Masuklah..." perintahnya.

"Aku bisa naik taksi." jawab Clara.

"Aku bilang masuk, apa aku pernah menerima penolakan." bentak Samuel.

Clara menghela nafasnya lalu masuk ke dalam mobilnya.

"Sampai jumpa besok..." teriak Samuel pada kedua temannya lalu masuk ke mobilnya. "Buka handuknya, sudah tidak ada orang lagi. Sampai kapan kau akan seperti itu."

"Kau jangan mengejekku." jawab Clara seraya membuka handuknya.

Samuel menatapnya. "Kau masih juga jelek seperti biasanya."

"Sialan..." umpat Clara dalam hati. "Keringatmu bau sekali." ejeknya.

"Apa bau? Bukankah kau menikmatinya." jawab Samuel seraya tertawa lalu menyalakan mobilnya dan keluar dari kampus.

"Gawat, bagaimana jika Samuel tahu dimana rumahku." pikir Clara.

"Sam, kau bisa menurunkan aku di jalan. Aku bisa naik taksi." ujar Clara.

"Aku akan mengantarmu pulang, kau jangan cerewet."

"Tapi..."

"Apa kau takut majikanmu akan marah?" tanya Samuel.

"Majikan, apa maksud pria ini..."

"Violin sudah menceritakannya padaku, ibumu seorang pelayan di rumah besar itu kan. Maaf aku pernah mengikutimu pulang, tapi itu tidak sengaja. Jadi jangan berpikiran yang bukan bukan." sambung Samuel.

"Jadi pria ini percaya ucapan Violin, baguslah aku tak perlu takut sekarang. Vio memang sahabat terbaikku." pikir Clara lagi.

"Ya Tuhan, aku melupakan Violin. Ponselku kehabisan baterai, Sam bolehkah aku meminjam ponselmu?" tanya Clara.

"Aku sudah menghubunginya tadi, ia sangat mengkhawatirkanmu saat kau menghilang." jawab Samuel.

"Terima kasih Sam, ia pasti sangat marah padaku." ujar Clara. "Sam, apa kau tidak malu berteman dengan anak seorang pelayan?" tanyanya.

"Ciiiih... Percaya diri sekali, kapan aku mau berteman denganmu. Kau harus ingat, kau adalah pelayanku. Aku hanya takut kau lari sebelum waktu yang aku tentukan berakhir. Dan aku paling benci ada orang lain yang menyentuh barangku." jawab Samuel.

"Apa? Barang? Kau anggap aku barang? Kau sudah gila, sejak kapan aku menjadi barangmu." bentak Clara kesal.

Samuel menyunggingkan senyumnya. "Seharusnya kau berterima kasih karena aku menolongmu, mengapa kau malah membentakku?"

"Itu karena kau hanya menganggapku sebuah barang." jawab Clara.

Samuel melepaskan tawanya. "Aku tak habis pikir, bagaimana orang sepertimu bisa berani melawanku. Lupakan saja, aku sekarang akan bertanya dengan serius. Siapa yang mengurungmu di dalam gudang?" tanyanya.

"Apa yang harus aku lakukan sekarang, jika aku mengatakan yang sebenarnya, aku takut pria ini akan mengerjai Celia dan teman temannya. Walaupun mereka jahat padaku, tapi aku tak mau membuat mereka kesulitan karenaku. Jika itu terjadi, maka akan menambah kebencian mereka padaku." pikir Clara.

"Hei... Apa aku sedang berbicara dengan patung?" ujar Samuel.

"Aku sendiri yang ceroboh, aku masuk ke gudang itu untuk mencari sesuatu. Mungkin ada orang yang tak tahu aku ada di dalam dan mengunci gudangnya." jawab Clara berbohong.

Samuel menyunggingkan senyumnya lagi, ia tahu Clara sedang berbohong padanya. Wanita itu menutupi kejahatan orang yang berbuat jahat padanya.

"Kau pikir aku percaya padamu Clara, aku tahu kau sedang menyembunyikan kejahatan orang yang mengerjaimu. Kau begitu polos atau terlalu bodoh." pikir Samuel.

"Baiklah, aku tak akan bertanya lagi." jawab Samuel.

"Aku akan mencari tahu siapa yang melakukan ini padamu, jika aku menemukannya maka jangan harap mereka akan hidup tenang." pikir Samuel lagi.

Samuel memasuki kawasan perumahan elit itu, lalu berhenti tepat di depan pintu gerbang yang sangat tinggi disana. "Sudah sampai."

"Terima kasih Sam." jawab Clara seraya turun dari mobilnya.

Samuel menurunkan kaca mobilnya. "Besok datanglah lebih pagi, tugasmu menemaniku ke perpustakaan besok."

Clara menghela nafasnya seraya mengangguk. Samuel menancap gasnya lagi meninggalkan Clara.

*****

Happy Reading All...😘😘😘

1
Hnnyamn
OMG finally dapat kembali novelnya😭 aaakh samuel dan clara kuuu
Qaisaa Nazarudin
Nah kaget kan kalian,Wanita yg kalian ejek2 dan hina2 Sekarang baru tau wujud aslinya...
Qaisaa Nazarudin
Baru waras kamu,Kenapa gak dari dulu mikirnya kek gitu...
Qaisaa Nazarudin
Heran aja aku orang2 seperti Faizal ini,Yg salah siapa yg di salahkan siapa...Alia yg ngejar2 Sam,Dan Sam menolaknya,Tapi kenapa Faizal harus marah ke Sam..Ntar kalo Sam nerima kamu juga akan marah,karna merebut Alia dari mu..Di terima salah,Di tolak juga salah.. Ckkk
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah akhirnya masalah antara Cla dn Sam udah kelar,Tapi tetap akan ada komplik lagi setelah ini..
Qaisaa Nazarudin
Calon suami idaman,Walaupun Playboy tapi Sam pacar yg setia..👏👏👍👍
Qaisaa Nazarudin
Noh terbongkar kan Clara,Makanya jgn lama banget berbohongnya..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Sam gak nelpon Clara di depan Clara yg ini,Kita liat Clara angkat gak telpon nya...Kok aku lebih cerdas sih dari Sam..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Ya aku juga heran dan gak sabaran,Kapan sih thor Sam tau siapa Clara sebenarnya??ckk,😌😌
Qaisaa Nazarudin
Aku malah lebih setuju kalo Beilan sama Vio..
Qaisaa Nazarudin
Awas saja kalo kalian merebutnya saat tau wajah aslinya Clara..
Qaisaa Nazarudin
Sama2 ulet bulu ulet kejet, benih-benih PELAKOR tuh..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk katanya kamu percaya sama Alia,Kenapa bisa putus?? Baru sadar kamu Beilan sekarang..
Qaisaa Nazarudin
Cla hangan cepat banget luluhnya,Biar kan Sam membuktikan ucapannya...
Qaisaa Nazarudin
Given cowok oon bin lemot..
Qaisaa Nazarudin
AKHIRNYA ALIA MENUNJUKKAN BELANGNYA,GIMANA DENGAN BEILAN YG KATANYA HANYA BEILAN CINTA SEJATI NYA..DASAR JALANG KECIL..🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Bagus..Saat nya Sam tau siapa Clara sebenarnya..👏👏👍👍
Qaisaa Nazarudin
Muna nih cewek...🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Katanya SAM PRIA CERDAS,KENAPA GAK CARI TAU SIAPA CLARA??
Qaisaa Nazarudin
Kenapa peran Clara di sini jadi cewek LEMAH sih thor,Harusnya walaupun dia berpenpilan Culun,tapi dia bersikap TEGAS dan jutek,Bukan jadi cewek LEMAH ..Aku paling benci sama cewek yg LEMAH DAN BODOH...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!