Arjuna Sebastian Wijaya seorang pengusaha muda yang tidak sengaja hampir menabrak seorang anak kecil yang wajahnya sangat mirip dengan dirinya.
Siapakah anak itu? apakah dia memiliki hubungan dengan seorang Arjun?
Dan diwaktu dan tempat ia bertemu dengan gadis yang menjadi cinta pertamanya.
Lalu apa hubungan antara gadis dan bocah kecil itu?
Simak kisah mereka dalam cerita ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon An Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 22
Geriyo berjalan sendiri menyusuri ramainya ruangan itu.
Tidak sedikit dari mereka yang memperhatikan bocah kecil itu, sesekali mereka menyubit pipi chubby Geriyo karena gemasnya, tapi mereka tidak terlalu peduli dengan siapa bocah itu berkeliaran di sana.
Ketika Geriyo sudah keluar dari keramaian itu, bukannya sampai pada tempat bermain, pria kecil itu malah berada di samping kue besar yang akan dipotong saat acara dimulai nanti.
Geriyo lantas bingung, kenapa dia bisa sampai disini, padahal tujuannya bukan ini. Dia hanya diam saja disana, ia juga tidak berani untuk kembali ke tempat bunda dan unclenya berdiri tadi, ia takut kesasar lagi.
Pria kecil itu memperhatikan sekitar, siapa tau ada yang ia kenal di sana, hingga tiba-tiba ada tangan besar yang menepuk pundaknya.
"Hey boy." Seorang pemuda berjongkok, menyamakan tingginya dengan anak itu.
"Om ganteng." Pekik Geriyo kegirangan, akhirnya ia bertemu dengan orang yang ia kenal di pesta ini.
Sebelumnya, Arjun berdiri didekat kue besar yang ada di ballroom hotel itu, ia yang baru datang sedang menberikan ucapan selamat kepada pemilik acara yang tidak lain adalah rekan bisnisnya. Saat Arjun sedang berbincang ia melihat seseorang bertubuh kecil yang berdiri tidak jauh dari dirinya, dia bisa melihat kebingungan dari bocah itu, ia memicingkan mata memperhatikan dengan jelas bocah itu, ia seperti kenal dengan postur tubuh itu. Lalu ia bergegas menghampiri bocah itu, dan benar saja ternyata dia Geriyo.
"Kamu kenapa disini?." Arjun celingukan mencari orang tua bocah ini.
"Kamu sama siapa?." Tanya Arjun, pasalnya sedari tadi ia tidak melihat adanya Nabila disekitar situ.
"Sama bunda sama uncle om." Jawab Geriyo
"Terus mereka dimana?." Tanya Arjun
Geriyo mengedikkan bahunya
Arjun mengusap tengkuknya, ia bingung harus bagaimana.
"Kamu mau apa kemari?, kok sendiri enggak ngajak bunda kamu, nanti kalau dicari bunda gimana?" Arjun masih celingukan, berusaha mencari keberadaan Nabila.
Geriyo juga bingung harus bagaimana, ia tentu sudah lupa dimana posisi bundanya tadi.
"Tadi aku mau ke tempat yang banyak mainannya om, eh malah nyasal kecini." Ucap bocah itu.
"Loh Jun, anak siapa?." Reza muncul dari belakang Arjun
Arjun lantas berdiri, ia menggandeng tangan kecil bocah itu, takut ia akan hilang lagi.
"Anak gue." bisik Arjun, ia menatap ke arah Reza dengan tatapan penuh arti.
Sedangkan Reza hanya diam, ia masih belum bisa mencerna apa yang Arjun katakan.
"Boy, om antar kamu cari bunda ya." Tawar Arjun pada Geriyo, lalu ia menggendong bocah itu, membawanya menyusuri ramainya ballroom.
Reza kemudian mengikuti Arjun
"Tapi om, aku tu pengen ke tempat yang banyak mainannya" Geriyo masih kekeh ingin ke tempat yang memang disediakan untuk para anak kecil
"Iya, nanti kita kesana, tapi kita cari bunda kamu dulu, o.k" Tutur Arjun pada bocah yang ada dalam gendongnya ini.
"Nanti kalau sama bunda enggak boleh gimana." Geriyo mengerucutkan bibirnya lucu.
Arjun tersenyum, "Pasti dibolehin kok sama bunda, sekarang cari bunda dulu ya, pasti bunda khawatir sama kamu sekarang." Mereka masih menyusuri ballroom itu.
Sedangkan Reza masih mengikuti Arjun dari belakang
Ini anak gimana bisa setenang itu gendong anak orang, mana itu bocah mirip banget lagi sama Arjun, batin Reza. Ia hanya menggelengkan kepala saja sejak tadi, tidak percaya akan apa yang ada di depannya.
......................
"Anak kamu suka makan apa enggak?." Tanya Adrian pada Nabila
Nabila mengerutkan keningnya bingung. Ini kita lagi nyari anak gue, kenapa dia malah nanya kek gitu, batin Nabila
"Maksudnya?." Tanya Kean yang juga tidak paham dengan Adrian
"Gini, kalau anak-anak suka makan, biasanya mereka menuju tempat jamuan, kalau anak kamu suka mainan pasti dia ada di tempat mainan sekarang." Ujar Adrian
"Emang disini disediain tempat bermain?." Tanya Nabila
"Iya, karena mayoritas yang diundang adalah pengusaha muda, jadi ada banyak yang membawa anak mereka disini." Jelas Adrian
"Ohh, kalau Geriyo sih palingan dia lebih seneng ke tempat bermain." Ujar Nabila
Mereka akhirnya memutuskan untuk menuju tempat disediakannya permainan anak.
"Riyo, tadi bunda kamu dimana?" mereka sudah mengelilingi ballroom, tapi masih belum bertemu dengan Nabila.
"Aku lupa om." Jawab Geriyo dengan wajah polosnya
Arjun menghela napasnya, "Kamu sama om saja dulu ya, nggak papa kan?"
"Enggak apa-apa om." Jawab Geriyo dengan senyuman manisnya
"Jun, ni beneran anak lo?." Tanya Reza dengan berbisik, takut ada yang mendengar
"Menurut lo, dia mirip enggak sama gue?."
Reza menatap Geriyo dan Arjun bergantian, lalu ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Iya sih, kalian mirip banget, asli"
"Dia kek duplikat lo" Reza melihat sekeliling
"Kayaknya udah mau mulai Jun." Reza melihat seorang pembawa acara menaiki panggung.
Benar saja, tidak lama kemudian acara dimulai, pembawa acara membacakan agendanya malam ini, dilanjutkan sambutan dari pemilik acara, lalu tiup lilin dan potong kue.
"Om, kita ke tempat mainan yok." Ajak Geriyo memecah keheningan antara mereka
"Sekarang?." Tanya Arjun
"Iyalah, maca becok." Jawab Geriyo kesal
"Ok" Arjun membawa Geriyo ke tempat disediakannya berbagai macam mainan yang ada disana.
Tampak ada beberapa ibu muda yang menemani anak mereka bermain di sana,
"Om, itu Kayyis" Geriyo menunjuk seorang laki-laki yang tengah menggendong gadis berambut gelombang, disampingnya nampak seorang gadis berdiri dan memperhatikan sekitar seperti mencari seseorang.
"Itu bunda kamu?."
"Iya om." Mereka lalu menghampiri Nabila
"Itu Nabila Jun?." Tanya Reza
"Iya" sahut Arjun
"Uncle, itu abang ya." Ucap Kharris yang sedang berada pada gendongan Kean
Sejak tadi mereka belum pergi dari tempat itu, karena saat mereka berada di sana, acara dimulai, jadi mereka memutuskan untuk tetap di sana.
Kean, Nabila, dan Adrian menoleh memusatkan perhatian mereka pada arah yang ditunjuk Kharris.
Tampak Geriyo sedang melambaikan tangan pada mereka
"Itu siapa Bil." Tanya Kean saat melihat Geriyo sedang digendong seorang pria
"Itu bukannya Arjuna presdir baru SH Grup?." Jawab Adrian yang juga memperhatikan Geriyo dan Arjun
"Oh, yang baru diangkat dua tahun lalu itu?." Tanya Kean
"Iya" sahut Adrian
Jadi mereka kenal sama kak Arjun, batin Nabila sambil memperhatikan dua laki-laki yang ada didekatnya
"Bunda, itu om ganteng kan?." Tanya Kharris sembari menatap ke arah bundanya
Semua menoleh pada Kharris
"Kharris kenal sama yang gendong abang?." Tanya Kean
"Itu om yang aku cama abang celitain kemalin uncle." Ujar Kharris
"Bunda.. " Geriyo turun dari gendongan Arjun, ia menghampiri bundanya.
"Kamu kemana aja sih sayang, bunda sama uncle khawatir nyariin kamu" Ujar Nabila pada putranya itu,
Sedangkan Geriyo ia hanya tersenyum tanpa dosa.
"Tadi saya bertemu dengan Riyo di sana" Arjun menunjuk arah di mana ia bertemu dengan bocah kecil itu.
"Katanya tadi dia pengen ke sini, tapi malah nyasar sampai sana" jelas Arjun sambil terkekeh, membayangkan bagaimana bocah kecil itu menerobos kerumunan para tamu undangan.
"Om ganteng" Kharris melambaikan tangannya
"Hai girl" Sapa Arjun, ia mendekati gadis kecil yang berada dalam gendongan unclenya.
"Bagaimana kabar mu?" tanya Arjun
"Sehat om" jawab Kharris dengan tersenyum lebar.
"Kamu Arjuna?" tanya Adrian yang berdiri di sebelah Kean.
"Anda mengenal saya?"
"Tentu saja, semua orang di negara ini pasti mengenal pengusaha termuda dan cerdas seperti anda" jawab Adrian sambil tersenyum
Arjun tersenyum tanpa menanggapi ucapan Adrian.
"Saya Adrian" ia mengulurkan tangannya
"Arjuna" Arjun meraih uluran tangan dari Adrian.
"Saya Kean, uncle dari Kharris dan Geriyo" sahut Kean
"Arjuna" Arjun tersenyum kepada Kean
"Anda kakaknya Nabila?" tanya Arjun sembari melepas jabatan tangan mereka.
"Iya, saya kakaknya Nabila" jawab Kean
"Om, makasih ya udah nemenin aku tadi" ucap Geriyo
Arjun mengalihkan pandangannya pada bocah kecil itu.
"Sama-sama boy" ia mengusap kepala Geriyo, lalu ia memandang pada Nabila yang sedang menatap ke arah lain.
"Hai Bil, kamu apa kabar?" Nabila tersentak, ia menoleh pada Arjun.
"Ba..baik kak" tiba-tiba Nabila merasa gugup saat melihat netra dari Arjun.
"Hai Bil" sapa Reza pada Nabila
Nabila mengerutkan dahinya, ia menatap Reza dengan penuh tanya.
"Aku Reza, temennya Arjun di SMA" jelas Reza saat melihat kebingungan dari Nabila.
"Oh, kak Reza, maaf kak aku agak lupa" Nabila tersenyum canggung.
"Tidak masalah" balas Reza
"Om kita main ke situ yuk" Geriyo menarik lengan Arjun.
"Riyo main sama uncle aja ya, kasihan om Arjun" tutur Nabila.
"Tapi aku maunya cama om ganteng bun" Geriyo memelaskan wajahnya, bermaksud agar diizinkan.
"Nggak papa Bil, aku mau kok nemenin Riyo main" ucap Arjun sambil tersenyum.
Nabila diam tak menjawab
"Yukk om"
"Abang aku ikut" Kharris berusaha untuk turun dari gendongan Kean.
"Uncle aku mau main cama om ini" ucap Kharris.
"Iya.. iya.." Kean menurunkan bocah kecil itu.
"Jangan nakal lo ya" tutur Kean pada keponakannya itu.
"Ashiap" jawab mereka serempak
"Saya kesana dulu, permisi" pamit Arjun pada Kean dan yang lain. Ia berjalan hendak menuju tempat bermain. Tapi ucapan Reza menghentikan langkah Arjun.
"Gue gimana woy" ucap Reza
"Lo disitu aja dulu, gue cuma bentar" Arjun melanjutkan langkahnya meninggalkan mereka yang ada di sana
Sedangkan Nabila dan yang lain, mencari tempat duduk untuk berbincang.