NovelToon NovelToon
Menantu Tak Terkalahkan

Menantu Tak Terkalahkan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Action
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Selama tiga tahun, Lin Fan hidup sebagai menantu yang dianggap benalu di keluarga Su. Dihina oleh ibu mertuanya, diremehkan oleh kerabat, dan diabaikan oleh istrinya sendiri, Su Yuhan—seorang CEO muda yang dingin namun jelita. Tidak ada yang tahu bahwa Lin Fan sebenarnya adalah pewaris tunggal dari Keluarga Lin di ibu kota, keluarga konglomerat paling berkuasa. Masa ujian tiga tahun yang diwajibkan oleh keluarganya akhirnya berakhir hari ini, dan roda nasib bersiap untuk berputar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Pengepungan Pasukan Serigala Berdarah

​Hujan badai mengguyur deras sebuah pangkalan logistik terbengkalai di wilayah perbatasan antara Provinsi Selatan dan Kota Jiangzhou. Kilat yang menyambar di langit malam sesekali menerangi ratusan sosok pria tegap berpakaian kamuflase hitam yang sedang berbaris rapi di tengah lapangan beton. Mereka berdiri mematung di bawah guyuran hujan, memancarkan aura membunuh yang kental hasil tempaan medan perang Timur Tengah dan perbatasan berdarah.

​Mereka adalah Serigala Berdarah, sebuah sindikat tentara bayaran elit berskala internasional yang secara khusus disewa oleh Long Ao menggunakan dana operasional 100 Miliar Yuan dari Lin Ye.

​Di bawah kanopi sebuah gudang raksasa, Long Ao berdiri mengisap cerutu, menatap pasukan pribadinya dengan senyum arogan. Di sisinya, penasihat Bao sedang sibuk mengoordinasikan pembukaan puluhan peti kemas baja yang baru saja tiba dari jalur penyelundupan bawah tanah ibu kota.

​"Tuan Muda," lapor Bao sambil menyeka rintik air dari kacamata miliknya, matanya berbinar melihat isi peti kemas tersebut. "Persenjataan taktis dari Tuan Muda Lin Ye telah tiba. Semuanya adalah senjata tanpa nomor seri yang tidak akan bisa dilacak oleh otoritas negara."

​Long Ao melangkah mendekati peti baja terdekat. Ia mengambil sebuah senapan serbu otomatis H&K HK416 yang telah dimodifikasi dengan peredam suara tingkat militer.

​"Luar biasa," gumam Long Ao dengan mata berapi-api. "Lin Ye mungkin seorang bajingan manipulatif, tapi dia tahu bagaimana mempersenjatai sekutunya. Dengan kekuatan seperti ini, kita tidak hanya akan menghancurkan Grup Su, kita bisa meratakan separuh Kota Jiangzhou tanpa ketahuan oleh komando pusat militer Kakekku."

​Bao membentangkan sebuah peta taktis digital berskala besar di atas kapir mobil kap mesin Land Rover lapis baja. Peta itu menampilkan topografi Kota Jiangzhou secara real-time, berkat akses satelit swasta yang diretas dan diberikan oleh Lin Ye. Berbeda dengan kegagalan tempo hari, kini setiap sudut kota tampak jelas tanpa hambatan firewall.

​Tiga orang kapten tentara bayaran dengan wajah penuh bekas luka pertempuran mendekat ke arah meja pemetaan. Mereka adalah para komandan lapangan yang akan memimpin invasi malam ini.

​"Tuan Muda Long, akses satelit ini membuat misi kita ibarat memancing ikan di dalam tong kecil," ujar kapten pertama, seorang pria asal Eropa Timur bermata satu yang dijuluki Cyclops. "Kami telah menyusun strategi pengepungan tiga lapis untuk memastikan tidak ada satu pun lalat yang bisa keluar masuk Jiangzhou malam ini."

​Bao menekan beberapa tombol pada tabletnya, dan tiga titik merah menyala terang di peta digital Jiangzhou.

​Lapis Pertama - Isolasi Jalur Darat: "Lima puluh personel akan menyamar sebagai pekerja konstruksi jalan tol. Mereka akan menciptakan kecelakaan beruntun buatan menggunakan truk tangki bahan bakar di tiga akses jalan tol utama yang menghubungkan Jiangzhou dengan dunia luar. Kota ini akan terisolasi secara logistik."

​Lapis Kedua - Kebutaan Sinyal: "Tim cyber-warfare kami telah memasang perangkat EMP (Electromagnetic Pulse) terarah di sekitar radius lima kilometer dari Menara Su dan Vila Keluarga Su. Begitu tombol ditekan, seluruh jaringan seluler lokal, telepon rumah, dan frekuensi polisi akan mati total. Target tidak akan bisa meminta bantuan."

​Lapis Ketiga - Pemenggalan Ganda: "Dua ratus pasukan elit pembunuh akan dibagi menjadi dua tim penyerbu utama. Tim Alfa akan menyerbu Menara Su untuk menangkap Nyonya Su Yuhan hidup-hidup. Tim Beta akan menghancurkan Vila Keluarga Su untuk menghabisi paman-pamannya, ibu mertuanya, dan tentu saja... sang suami benalu yang bernama Lin Fan."

​Mendengar rencana taktis yang tanpa celah itu, Long Ao tertawa terbahak-bahak. Tawa yang penuh dengan keangkuhan seorang predator puncak yang merasa tidak tersentuh.

​"Sempurna," desis Long Ao, mencengkeram ujung meja peta. "Gou dan tim kecilnya gagal karena mereka meremehkan satpam di gedung itu. Tapi malam ini, kita membawa pasukan berkekuatan setara satu batalion tempur. Aku ingin kalian menyisir Menara Su lantai demi lantai. Bunuh siapa saja yang menghalangi, dan bawa wanita itu ke hadapanku tanpa cacat!"

​"Satu hal lagi, Tuan Muda," sela kapten kedua yang bertubuh kurus namun memiliki tatapan mata seperti ular kobra. "Satelit menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan Grup Su sudah pulang. Saat ini, hanya ada tim keamanan malam dan Su Yuhan yang tampaknya masih lembur di lantai dua puluh delapan. Di vila, target Lin Fan dilaporkan sedang berada di rumah bersama ibu mertuanya. Kondisi sangat ideal untuk serangan kilat."

​"Bagus. Semakin sepi, semakin mudah kita membuang mayat-mayat pengawal bayangan yang disewa oleh pengkhianat Keluarga Lin itu," balas Long Ao.

​Long Ao tidak tahu bahwa informasi "sepi" yang ia terima dari satelit adalah sebuah jebakan informasi. Ia sama sekali tidak menyadari bahwa Pasukan Bayangan Keluarga Lin sengaja membiarkan satelit itu mengintip agar pasukan Long Ao terpancing masuk ke dalam zona pembantaian.

​Long Ao membalikkan badannya, menghadap ke arah ratusan tentara bayaran di lapangan yang menunggu perintah terakhir.

​"Dengarkan aku, Pasukan Serigala!" teriak Long Ao menggelegar mengalahkan suara badai. "Malam ini, Jiangzhou adalah taman bermain kalian! Hancurkan pertahanan mereka, bantai siapa pun yang berani mengangkat senjata, dan rampas dokumen 500 Miliar Yuan itu! Bergerak sekarang!"

​Seruan parau dan penuh semangat tempur membahana dari ratusan prajurit tersebut. Mereka berlarian menaiki puluhan truk militer kanvas hitam dan SUV lapis baja yang sudah bersiap dengan mesin menyala.

​Hanya dalam waktu kurang dari lima belas menit, konvoi mematikan itu meninggalkan pangkalan rahasia, beriringan menembus kegelapan badai menuju perbatasan Jiangzhou bak gelombang awan hitam yang siap menelan kota kelas dua tersebut hidup-hidup.

​Di dalam SUV komandonya, Long Ao menuangkan segelas sampanye, siap merayakan kemenangannya yang menurutnya sudah pasti di depan mata. Ia tidak tahu, bahwa ia tidak sedang berjalan menuju taman bermain, melainkan sedang memimpin pasukannya masuk langsung ke dalam gerbang neraka.

1
Glastor Roy
update
Driver Muda
Jelek💪💪👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
mantep coy 😎
Ariya Noviandy Khusofi
kok sama alur ceritanya dengan kebangkitan pewaris sakti
Arinto Ario Triharyanto
muantaffff ini ☕😎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!