"Kenapa?"
"Kenapa bisa seperti ini?"
"Bukankah itu tak seharusnya di lakukan? Dan bukankah itu salah?"
"Seharusnya aku tak melakukan hal itu, karena aku sudah berjanji untuk melindungi Oliv bahkan dari diriku sendiri."
"Tapi tak bisa di bohongi, aku menginginkan dirinya."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evelyn12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22 TAMU
"Pagi, Bang." Ucap Oliv menyapa Dre yang baru saja tiba di meja makan.
"Makan apa?"
"Cuma sereal. Abang mau?"
Dre mengangguk. Memperhatikan Oliv yang menyiapkan sereal untuknya.
"Maaf, ya. Aku belum sempet cari pengganti Bi Onah. Kamu jadi sarapan kek gini mulu."
"Gak apa-apa." Oliv tersenyum, hingga menampakkan barisan putih giginya.
Keduanya tampak santai menikmati sarapan. Tidak terburu-buru karena hari ini minggu. Dre libur bekerja. Dan Oliv libur sekolah.
Bel pintu rumah berbunyi, pertanda ada yang datang. Berkali-kali. Sepertinya tak akan berhenti sampai yang datang di bukakan pintu.
Oliv Bergegas menuju pintu. Membukakan. Dia sangat penasaran siapa yang datang. Tak seperti biasanya, pagi-pagi sudah kedatangan tamu.
"Siapa?" Ucap Oliv membukakan pintu. Seketika wajahnya berubah melihat siapa yang datang.
Ternyata itu Renata.
Renata datang dengan membawa sesuatu di tangannya. Dia tersenyum sinis pada Oliv, kemudian melewati Oliv begitu saja menerobos masuk ke dalam rumah.
"Ih! Gak sopan! Belum juga di persilahkan masuk." Celetuk Oliv.
"Dre! Selamat pagi!" Sapa Renata girang. Meletakkan apa yang di bawanya di atas meja. Kemudian langsung duduk di hadapan Dre.
"Ren? Tumben?" Dre mengernyitkan dahi. Dia melirik Oliv yang berdiri di sebelah Renata dengan mulut manyun dan kedua tangan di lipat ke dada.
"Iya, aku sengaja pagi-pagi ke sini bawain kamu sarapan."
"Wah! Gak usah repot-repot, Ren. Ini aku juga lagi sarapan."
"Gak apa-apa, Dre. Lagian ini kan hari minggu. Aku gak ada kegiatan. Lagian, kamu kan pernah bilang kalau kamu belum punya pekerja paruh waktu." Jawab Renata.
"Ih! itu mah sarapan anak kecil, Dre. Masa kamu makannya sereal doang? Ini mah cocok buat si onoh." Renata melirik Oliv.
Oliv bertambah cemberut dan bertambah manyun. Matanya sangat sinis memperhatikan Renata.
Renata mengeluarkan isi dalam plastik yang di bawanya. Yaitu berupa bekal. Berbagai macam roti isi, dan juga nasi goreng yang sengaja dia hias semenarik mungkin khusus untuk diberikan pada Dre.
"Wah! Roti isi! Aku mauuuuu!!!" Rengek Oliv seperti di sengaja. Dirinya ke dapur mengambil wadah dan memasukkan semua roti isi itu.
Renata hanya menatap dan tersenyum getir. Begitu juga Dre hanya bisa memperhatikan Oliv.
"Terus ini apaan?" Tanya Oliv menggeser wadah biru yang ada di hadapan Renata ke hadapannya.
"Nasi goreng." Jawab Renata tetap tersenyum.
"Buat aku juga, ya?!" Oliv memasang wajah memelas.
"Ta--tapi, itu buat Dre." Renata mencoba menggeser wadah biru itu lagi.
"Abang? Boleh, ya? Aku kan MASIH KECIL, butuh makan banyak biar cepet gede." Rengek Oliv lagi.
"Iya, ambillah." Dre mengangguk. Oliv kegirangan, sedangkan Renata hanya bisa menahan Amarah. Tapi dirinya tetap tersenyum untuk menjaga image nya di depan Dre.
"Yaudah. Gak apa-apa. Ambil aja." Renata tersenyum pada Oliv.
"Besok-besok bawain lagi ya, Kak." Ucap Oliv sembari berlalu membawa semua bekal yang di bawa Renata.
*
"Maafin adikku ya, Ren." Ucap Dre
"I--iya, gak apa-apa kok, Dre."
*
Oliv berjalan lewat pintu belakang rumah menuju jalan raya. Dia sengaja menemui beberapa anak-anak untuk membagikan roti isi yang dibawa Renata tadi.
"Gak mau gue makan pemberian dari Tante Seksoy itu. Tapi dari pada dibuang mending kasih ke orang. Beres, deh!" Ucap Oliv tersenyum girang.
"Nyebelin banget! Pagi-pagi udah bertamu. Gabut amat idupnya. Pasti rayu-rayu Bang Dre. Dasar Tante Seksoy!!!"
"Gak akan gue biarin Bang Dre deket sama dia!" Oliv membara.
aq tunggu lanjutanx