NovelToon NovelToon
Istri Pengantin Untuk CEO Lumpu

Istri Pengantin Untuk CEO Lumpu

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: ayu gerimis

Karena kakaknya kabur tepat hari pernikahan demi bersanding dengan musuh bisnis tunangannya, Aruna terpaksa mengambil alih posisi yang bukan miliknya. Ia menikah dengan Argan, seorang pengusaha muda yang tampan, kaya raya, namun lumpuh dan duduk di kursi roda akibat kecelakaan. Dianggap sebagai pengganti sekaligus pelampiasan, Aruna tetap bertahan dengan kesabaran dan ketulusan. Ia tak hanya menuntun langkah kaki Argan yang perlahan pulih, namun juga menyembuhkan luka hatinya yang sempat membeku akibat pengkhianatan. Di antara kebohongan yang memulainya, tumbuh kasih sayang yang perlahan menyatukan dua jiwa yang saling melengkapi — hingga akhirnya mereka menyadari, pernikahan yang dipaksakan itu justru adalah takdir terindah yang pernah Tuhan berikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayu gerimis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Kasih yang Semakin Tumbuh

Waktu berjalan membawa musim berganti. Hari-hari yang dulu dipenuhi ketegangan dan kecemasan kini perlahan berubah menjadi lembaran-lembaran yang penuh kehangatan dan kedamaian. Setiap pagi menjadi awal yang dinanti, bukan karena apa yang akan dihadapi, melainkan karena mereka menghadapinya bersama.

Argan semakin rajin berlatih. Setiap pagi sebelum matahari terlalu tinggi, ia sudah berusaha melangkah menyusuri lorong rumah atau berkeliling taman dengan bantuan Aruna dan tongkat penyangga. Kakinya belum sepenuhnya pulih—terkadang masih terasa kaku dan nyeri, namun kemajuannya terlihat jelas. Yang dulu hanya mampu berdiri beberapa detik, kini bisa melangkah puluhan langkah tanpa bersandar pada kursi roda. Kursi roda itu sendiri kini lebih sering terparkir di sudut ruangan, menjadi saksi bisu perjuangan panjang yang telah mereka lalui.

“Lihatlah,” ucap Argan suatu pagi, saat ia berhasil berjalan dari ujung teras hingga ke bangku taman tanpa berhenti sekali pun. Napasnya memburu, keringat membasahi pelipisnya, namun senyum di wajahnya begitu lebar dan memancarkan kebahagiaan yang tulus. “Aku hampir sampai. Tak lama lagi, aku akan berjalan sepenuhnya tanpa bantuan apa pun.”

Aruna berjalan di sampingnya, siap menopang sewaktu-waktu jika diperlukan. Matanya bersinar penuh haru dan bangga. “Saya tahu Anda pasti bisa. Karena kemauan Anda untuk bangkit jauh lebih kuat daripada rasa sakit yang Anda rasakan.”

Argan berhenti sejenak di dekat bangku taman, lalu menatap Aruna lekat-lekat. Ia meraih tangan gadis itu dan menempelkannya ke dadanya, tepat di atas jantungnya yang berdetak kencang.

“Kau tahu apa yang membuatku terus melangkah setiap hari?” tanyanya lembut. “Bukan karena ingin membuktikan pada dunia bahwa aku masih kuat. Tapi karena aku ingin suatu hari nanti, aku bisa berdiri tegak di sampingmu, menggenggam tanganmu tanpa harus kau menanggung beban berat tubuhku. Aku ingin menjadi penopangmu, Aruna, seperti yang selalu kau lakukan padaku.”

Mendengar itu, mata Aruna berkaca-kaca namun ia tetap tersenyum. “Saya tidak menunggu saat itu tiba untuk merasa aman di samping Anda. Karena sejak awal... di mata saya, Anda sudah berdiri tegak. Hati Anda yang kuat jauh lebih berharga daripada kaki yang mampu melangkah jauh.”

Kata-kata itu meresap dalam ke hati Argan. Ia tersenyum haru, lalu menarik Aruna ke dalam pelukannya dengan hati-hati agar tak kehilangan keseimbangan. Di bawah sinar matahari pagi yang hangat, di tengah taman yang dipenuhi bunga bermekaran, mereka berdiri berpelukan—saling menguatkan, saling melengkapi, dan saling mencintai dengan kasih yang semakin dalam dan tulus.

Tak hanya dalam kehidupan pribadi, kehangatan itu pun terasa di lingkungan sekitar. Argan dan Aruna dikenal sebagai pasangan yang saling mendukung dan rendah hati. Mereka sering berkunjung ke panti asuhan, membantu mereka yang membutuhkan, dan mengelola sebagian keuntungan perusahaan untuk kemanusiaan. Argan mengajarkan bahwa kesuksesan sejati bukan diukur dari seberapa banyak harta yang dikumpulkan, melainkan dari seberapa banyak kebaikan yang dapat dibagikan kepada sesama. Dan Aruna yang selalu ada di sampingnya, menjadi pelengkap yang membuat setiap kebaikan itu terasa tulus dan menyentuh hati.

Suatu sore, saat mereka duduk bersama di beranda menikmati senja yang perlahan turun, Argan berbicara dengan suara yang lembut namun penuh kesungguhan.

“Dulu aku berpikir pernikahan ini hanyalah ikatan yang dipaksakan oleh keadaan,” ucapnya pelan sambil menatap wajah Aruna yang disinari cahaya jingga senja. “Aku menyepinya dengan dingin dan penuh syak wasangka. Namun kau datang dengan kesabaran dan ketulusan yang tak pernah kurasakan sebelumnya. Kau mengubah ikatan yang dipaksakan itu menjadi kasih yang paling indah yang pernah kumiliki.”

Aruna tersenyum lembut, menyandarkan kepalanya di bahu Argan. “Dan saya... saya datang dengan rasa takut dan cemas, tak tahu apa yang akan saya hadapi. Tapi di samping Anda, saya belajar bahwa kasih sayang yang sejati mampu mengubah segalanya. Bahwa dari keadaan yang paling sulit sekalipun, bisa tumbuh kebahagiaan yang paling tulus.”

Argan mengangkat dagu Aruna perlahan, menatap mata gadis itu dalam-dalam. “Terima kasih telah memilihku, Aruna. Terima kasih telah bertahan dan menumbuhkan kasih di hatiku yang sempat membeku. Aku berjanji... sisa hidupku akan kugunakan untuk membahagiakanmu, menjagamu, dan mencintaimu dengan segenap jiwaku.”

Kasih yang tumbuh di antara mereka bukanlah kasih yang berlebih-lebihan atau penuh janji manis semata. Ia tumbuh perlahan, teruji oleh waktu dan kesulitan, dan semakin hari semakin tampak keindahannya—seperti pohon yang berakar kuat, tak mudah tumbang diterpa angin apa pun.

 

Lanjut ke Bab 23

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!