NovelToon NovelToon
Long Wait

Long Wait

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Teen
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: Davina Auroraaa

LONG WAIT

Sabiru, mahasiswi IT polos, terpaksa bertransformasi menjadi hacker jenius demi menyelamatkan Allbiru, kakak angkat yang ia cintai namun diculik oleh Rio Pratama, musuh lama yang mendendam selama 22 tahun.

Di tengah pelarian dan perang siber melawan konspirasi "Proyek Genesis", Sabiru mengguncang dunia ketika menemukan fakta mengejutkan: "Bibi Malia" yang mengasuhnya ternyata adalah ibu kandungnya sendiri! Statusnya sebagai anak angkat keluarga Sky hanyalah kebohongan suci untuk melindunginya dari masa lalu kelam.

Kini, dengan identitas asli terungkap dan waktu yang menipis, Sabiru harus memilih: tetap menjadi korban atau memimpin serangan balik untuk membebaskan ibunya, menyelamatkan Allbiru, dan mengakhiri dendam masa lalu selamanya.

Cinta terlarang yang ternyata halal. Penantian panjang yang berakhir dengan perang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Davina Auroraaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Davina Auroraaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 Frekuensi Bisu & Van Hitam

Hujan malam itu belum juga reda, menyamarkan suara mesin diesel tua yang menderu pelan di jalanan sepi pinggiran Jakarta. Di dalam kabin van hitam milik keluarga Sky—kendaraan taktis peninggalan Arisendra yang dimodifikasi oleh Aldo—suasana terasa hening namun tegang.

Aldo Sky duduk di kursi pengemudi, tangannya menggenggam setir dengan erat. Matanya sesekali melirik kaca spion, waspada terhadap setiap lampu mobil yang mendekat. Di kursi penumpang depan, Malia Azzura duduk dengan wajah pucat, memeluk tas kerjanya yang berisi peralatan medis darurat. Ia tidak ikut turun nanti, tugasnya adalah menjaga komunikasi dan memantau kondisi vital Allbiru dari jarak jauh jika memungkinkan.

Di barisan belakang, Allbiru Sky Kalangga—yang baru saja diselamatkan secara diam-diam dari Gedung Lama RS Utara di Bab sebelumnya—sedang memeriksa perban di lengannya. Meski lukanya dangkal, matanya masih menyimpan sisa ketakutan.

"Kita aman untuk sekarang," kata Aldo, suaranya rendah tapi tegas. "Rio belum tahu kita sudah keluar dari radius gedung itu. Sabiru berhasil meng-looping rekaman CCTV selama 15 menit sebelum kita kabur."

Allbiru menoleh ke arah ponselnya yang tergeletak di pangkuan. Layarnya menyala redup, menampilkan aplikasi chat terenkripsi.

Sabiru: "Detak jantungmu stabil, Biru. Aku sudah mematikan GPS tracker di jam tanganmu. Jangan pakai itu lagi sampai aku bilang aman. Sekarang, fokus bernapas."

Allbiru tersenyum tipis, meski bibirnya gemetar. "Dia luar biasa, Do. Sejak kapan Sabiru bisa melakukan hal-hal seperti itu? Menghilangkan jejak digital, mematikan tracker... Itu bukan skill mahasiswa semester akhir biasa."

Aldo menghela napas berat, matanya nanar menatap jalan basah di depan. "Sejak dia lahir, Biru. Arisendra... ayah kandungnya, menanamkan sesuatu di dalamnya. Bukan sekadar bakat. Tapi akses. Sabiru adalah kunci hidup dari Project Rambutan. Dan Rio tahu itu."

Malia menunduk, air matanya jatuh diam-diam. "Aku berharap dia tidak pernah harus menggunakannya. Aku berharap dia bisa hidup normal, seperti gadis lain. Tapi darah Arisendra... darah itu terlalu kuat untuk diabaikan."

Tiba-tiba, ponsel Aldo bergetar. Pesan masuk dari Sabiru.

Sabiru: "Ada pergerakan. Dua sedan hitam melaju cepat dari arah utara. Plat nomor tertutup lumpur. Mereka mungkin sedang mencari kita. Aku sedang mencoba meretas sistem lalu lintas kota untuk mengalihkan rute mereka, tapi server pusat Genesis Core sangat ketat. Aku butuh waktu."

Aldo mengerutkan kening. "Genesis Core? Rio sudah mengakses server kota?"

"Dia punya sumber daya, Do," balas Malia lirih. "Dulu, sebelum dikhianati, Rio adalah kepala keamanan siber untuk proyek infrastruktur pemerintah. Dia tahu celah-celahnya."

Aldo menginjak gas lebih dalam, van hitam itu meluncur lebih cepat memasuki gang sempit antara gudang-gudang tua. "Kita tidak bisa lari selamanya. Kita harus menyerang balik. Sabiru, apakah kau bisa menemukan lokasi markas utama Rio?"

Balasan Sabiru muncul hampir instan, disertai sebuah file peta digital.

Sabiru: "Aku menemukan pola. Setiap kali ada transfer dana besar atau pengiriman material biologis, sinyalnya selalu memantul dari satu koordinat: Gudang Bawah Tanah di Pelabuhan Tua. Aku sudah memasukkan virus kecil ke sistem keamanan mereka. Pintu gerbang utama akan terbuka otomatis pukul 02.00 dini hari nanti. Tapi hati-hati, Ayah. Ada sensor gerak termal di sana."

Allbiru menatap layar peta itu dengan takjub. "Dia melakukannya sendirian? Tanpa tim hacker?"

"Dia tidak sendiri," kata Aldo sambil membelokkan van ke tempat persembunyian sementara, sebuah garasi bekas bengkel yang disewa atas nama palsu. "Dia punya kita. Dan dia punya darah ayahnya."

Van itu berhenti. Mesin dimatikan. Keheningan kembali menyelimuti mereka, hanya terdengar suara hujan yang mengetuk atap logam.

"Malam ini kita istirahat," perintah Aldo. "Besok pagi, kita rencanakan infiltrasi ke Pelabuhan Tua. Sabiru akan jadi mata kita. Allbiru, kau siapkan antidotum jika Rio menggunakan racun saraf. Malia, kau jaga komunikasi dengan Rania di rumah agar dia tidak panik."

Allbiru mengangguk, lalu mengetik pesan balasan untuk Sabiru.

Allbiru: "Terima kasih, Ru. Kau menyelamatkan nyawaku lagi. Istirahatlah. Besok, kita akhiri ini bersama."

Di ujung sana, di kamar tidurnya yang gelap, Sabiru membaca pesan itu. Sakit di tengkuknya kembali muncul, lebih tajam dari sebelumnya. File PROJECT RAMBUTAN di laptopnya berkedip-kedip, seolah memanggilnya untuk dibuka lebih lebar.

Tapi Sabiru menutupnya. Belum waktunya.

"Aku akan melindungi kalian," batin Sabiru, matanya menatap kosong ke langit-langit kamar. "Apapun harga yang harus kubayar untuk 'warisan' ini."

1
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
aku mulai dari awal lagi membacanya ya thor
Mh_adian7
plotnya udah bagus🙏
Tati Hartati
sedih banget Thor...bisa ku bayangkan betapa sedihnya memberikan AA anaknya sendiri kepada orang lain supaya anak itu hidup bahagia
Mingyu gf😘
Allbirru anak yang baik😍
Mingyu gf😘
apa ini faktor ekonomi😭
Mingyu gf😘
Hahhh mau di jual kah?
PrettyDuck
sedihnya malia 🥲
PrettyDuck
tau2 naksir nih pas gede 😆
PrettyDuck
kenapa? sulit ekonomi kah?
Davina Aurora: sulit ekonomi— itu salah satu lapisan konfliknya, tapi bukan satu-satunya. Ada alasan lebih dalam kenapa dia harus ‘menunggu’. Tetap ikuti ya, bakal ada kejutan lain 😉👍
total 1 replies
Alia Chans
"Menulis cerita ini membutuhkan waktu berjam-jam, tetapi satu like mungkin mampu menghapus lelah itu dalam sekejap. semangat thor ✍️👈☺
Pengabdi Uji
nama gaada uang ya gimana ya ksian si
Pengabdi Uji
hooh jd ini di titip gitu ya k mreka
Pengabdi Uji
Mau gimana lg namanya keadaan kan
EvhaLynn
enak bener ngemeng nya🤣
T28J
duh, bocah ngomongnya asal bunyi aja 😂
Jing_Jing22
Nggak kebayang dia bisa sekuat itu ngasih anak sendiri ke orang lain dan Suasana celotehan Albiru bikin cerita makin hidup dan bikin gemues.
Sishrye
abis banjir kayaknya, lumpurnya becek😂
☠️⃝♛ ⃟$𝑅 𝔊𝔥𝔬𝔰𝔱 ‮☾☠️:➢
yaallah sedih banget, malia kamu sesosok ibu yang kuatt
☠️⃝♛ ⃟$𝑅 𝔊𝔥𝔬𝔰𝔱 ‮☾☠️:➢
sedihhhh🤧🤧🤧🤧🤧
☠️⃝♛ ⃟$𝑅 𝔊𝔥𝔬𝔰𝔱 ‮☾☠️:➢
kenapa bukan namanya di kasih aja yg mirip sama rahina
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!