NovelToon NovelToon
Obsesi Pewaris Kejam: Aku Dipaksa Menjadi Miliknya

Obsesi Pewaris Kejam: Aku Dipaksa Menjadi Miliknya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Obsesi
Popularitas:806
Nilai: 5
Nama Author: nupitautari

Warning!!!!!!

Shenina Valerie Arous hanya menginginkan satu hal—cinta yang tulus.
Namun, pria yang ia cintai justru memberinya kasih sayang karena rasa kasihan.

Saat hatinya hancur, seorang pria berbahaya muncul dalam hidupnya.
Arsen Erzaquel Lergan—pewaris keluarga ternama yang terbiasa mendapatkan segalanya, termasuk dirinya.

Obsesi Arsen bukan cinta. Itu lebih seperti penjara yang tak terlihat.

Di saat yang sama, Andrew Kyle hadir sebagai satu-satunya pria yang tulus, rela melakukan apapun demi kebahagiaannya.

Di antara cinta, obsesi, dan pengkhianatan—
pilihan Shena akan menentukan apakah ia akan diselamatkan… atau justru hancur lebih dalam.

Dan ketika sebuah rahasia besar terungkap, segalanya tak akan pernah sama lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nupitautari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

"Ahh, aku membayangkan bagaimana ekspresi mu jika melihat betapa megahnya rumahku" sombong Arsen.

Shena mendecih. "Cih... Jika rumahmu bisa lebih Mega dari rumah Drew, aku akan menikahi mu" tantang Shena sembarangan.

"Benar ya, awas kalau kau ingkar" ucap Arsen bersemangat.

"Kalian sudah datang" Drew turun dari tangga dam menyapa Shena serta Arsen.

Shena tersenyum melambaikan tangan sementara Arsen acuh tak perduli pada Drew. Sikapnya memang kasar, ia hanya perduli pada Shena.

"ayo kita makan dulu, bibi sudah siapkan sarapan untuk kita sebelum berangkat" ajak Olivia. Dia sangat lemah lembut dan sepertinya memiliki sifat keibuan yang kentara .

Shena mengangguk-anggukan kepalanya senang. Mereka berjalan menuju meja makan. Arsen menarikkan kursi untuk Shena. Mereka bertiga duduk bersebelahan dengan Shena yang di tengah. Sementara bibi Olivia duduk di seberang meja sendirian. Ia berdehem. "Hem.. jadi tidak ada yang mau duduk di sebelah ku ya" ucapnya sedikit menggoda.

Arsen dan Drew buang muka bersikap seolah tak mendengar. Shena tersenyum kikuk melihat kiri kanan. Ia lalu berdiri. "Biar aku saja, bibi". Ucapnya senang.

Shena berdiri dan menggeser kursi. "Auuu.." teriak Shena. Arsen menarik Shena untuk duduk kembali pada tempatnya semula. Shena menoleh dengan kesal. "Kau mau ku pukul" sungutnya.

"Kau duduk di sampingku. Suruh anaknya duduk di sampingnya" ucap Arsen tanpa ekspresi.

Shena merasa ingin memukul wajah Arsen detik itu juga. Bisa-bisanya dia bersikap tak sopan didepan bibi Olivia. "Aku tidak mau duduk di samping mu. Aku mau duduk di samping bibi" ucap Shena tak mau kalah.

"Bisakah kau tidak cari ribut saat acara makan" tukas Drew.

Arsen menatap Drew sesaat lalu melihat Shena lagi. "Kalau ga mau ribut silahkan pindah" ucap Arsen tak acuh.

"Tidak mau, aku mau duduk di samping my Hero " ucap Drew tak mau kalah.

Olivia sampai geleng-geleng kepala melihat kelakukan Drew dan Arsen. Padahal Arsen ini terlihat seperti anak cuek yang dingin tapi ternyata ia bisa sangat kekanakan juga seperti Drew. Ia sedikit tertawa.

"Aku ga mau duduk di samping kalian berdua, aku mau duduk di samping bibi". Rengek Shena.

"Tidak!!!" Ucap Drew dan Arsen serentak.

Shena sampai mengerucutkan bahunya karena sedikit terkejut.

"Hah kalian ini. Hanya masalah tempat duduk saja bisa berdebat panjang" ucap Olivia sambil geleng-geleng kepala.

"Bu, ini bukan soal tempat duduk tapi ini masalah harga diri. Orang jelek ini selalu membuat ku kalah dalam segalah hal. Aku ga terima" ucap Drew sengit pada Arsen.

"Ahh... Benarkah? Arsen pasti jauh lebih sempurna darimu ya...." Ledek bibi Olivia pada putranya.

"Bu...." Rengek Drew tak terima.

Arsen tertawa sombong. "Bibi sangat pandai menilai. Aku memang lebih sempurna darinya". Ucapnya.

"Heh enak saja. Aku akan buktikan padamu kalau aku jauh lebih sempurna. My Hero jadi saksi. Ya kan??" Ucap Drew meminta dukungan pada Shena.

Shena yang ditatap Drew seperti itu buang muka tak mau terlibat. "Jangan libatkan aku, aku manusia penuh kekurangan".

Drew memegang bahu Shena dan menariknya berhadapan. "My Hero, kau tenang saja. Aku yang akan jadi penyempurna mu" ucapnya percaya diri.

"Cih... Menjijikan" ejek Arsen.

Shena menepis tangan Drew dari pundaknya. "Berhenti membual" ketusnya.

"Sudah-sudah, ayo kita makan. Nanti makanannya dingin" ucap Olivia menengahi.

Shena menyuapkan makanan itu ke dalam mulutnya. "Wow... Bibi, masakanmu sangat enak". Puji Shena.

"Benarkah? Kau suka?" Tanya Olivia antusias.

"Umm... Aku suka. Bibi benar-benar sangat pandai memasak seperti yang Drew bilang" ucap Shena tersenyum senang.

"Apa Drew banyak bercerita tentang bibi?" Tanya Olivia.

"Dia lebih banyak memuji bibi dari pada bercerita" bisik Shena yang masih bisa di dengar oleh Drew dan Arsen. Drew tertawa mendengarnya begitupun Olivia.

.

.

.

Perjalanan menuju villa tepi laut. Mereka memakai mobil keluarga Drew. Mobil ini cukup besar untuk membawa mereka berempat beserta barang-barangnya. Shena, Arsen dan Drew duduk di kursi belakang bertiga dengan Shena yang duduk di tengah. Shena dan Drew banyak berbicara dan bernyanyi disepanjang perjalanan. Sesekali mereka berempat mengobrol.

Pemandangan di sepanjang jalan cukup menenangkan. Ada banyak hutan yang dilalui beserta laut. Tidak banyak rumah di sepanjang jalan karena memang tempat villa keluarga Drew cukup jauh dari pemukiman padat penduduk.

Sekitar 2 jam perjalanan dan merekapun tiba di villa. Villanya sangat indah dengan pemandangan tepi laut. Angin musim dingin yang berhembus membuat suasana menjadi lebih redup.

"Bisakah kita berjalan-jalan di sekitar pantai setelah ini?" Tanya Shena pada Drew.

"Tentu saja, aku akan ajak kalian berkeliling" jawab Drew antusias.

"Ahh, Drew. Kau memang yang terbaik" ucap Shena senang.

Mereka beristirahat. Shena dan Olivia memiliki kamar sendiri-sendiri sementara Drew dan Arsen tidur di kamar yang sama.

Sekitar jam 4 sore. Shena turun tangga lantai dua. Cukup lama ia tertidur dan ternyata saat bangun hari sudah sore. Ia melihat bibi Olivia sedang menata barang-barangnya. Shena menghampiri.

"Bibi, biar aku bantu ya" ucap Shena.

Olivia tersenyum. "Katanya tadi kalian bertiga mau berkeliling di tepi laut. Sana bangunkan Arsen dan Drew. Ini biar bibi yang urus" ucap Olivia lembut.

Shena tersenyum senang. "Iya, terimakasih bibi sudah ingatkan". Ia berjalan menuju kamar Arsen dan Drew.

Shena langsung membuka kamar itu tanpa mengetuk pintu. Setelah akrab dengan Drew dan Arsen membuat ia tidak terlalu memiliki batasan seperti layaknya pria dan wanita.

Shena melihat Drew tertidur di atas kasur sendirian. Tidak ada Arsen di kamar. Shena berjalan menghampiri Drew. Ia menepuk-nepuk punggung Drew, tidak terlalu pelan. "Drew, ayo bangun. Ini sudah sore. Tadi kamu bilang mau ajak jalan-jalan sore". Ucap Shena.

"Eummm...." Gumam Drew. Ia belum juga bangun.

Shena masih cukup sabar. "Cepatlah bangun atau nanti kami tinggal".

Drew tak bergeming. Kesabaran Shena yang tipis mulai terkuras. Ia menepuk kepala Drew keras. "Drew!!! Bangun!!!" Ucapnya sedikit berteriak.

"Dia tidak akan bangun jika dibangunkan seperti itu" ucap Arsen dari belakang. Shena menoleh ke belakang. Arsen berjalan ke arahnya dengan bertelanjang dada dan hanya mengenakan handuk di pinggangnya. Sepertinya dia baru selesai mandi.

*Hi readers. Jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian pada novel ini dengan cara berikan komentar terbaik kalian, kasih like dan vote novel ini ya. Dukungan kalian pada novel ini sangat berarti karena itu akan menjadi semangat buat author menyelesaikan cerita ini hingga akhir. Tetap pantau terus ga kelanjutan dari cerita ini. Akan ada banyak keseruan yang kalian dapatkan. Happy reading all 🙏

1
Queen Rose
kalian jangan lupa kasih dukungan ya guys....
Queen Rose
kalian jangan lupa ya kasih komentar dan like kalian buat author, jujur aja aku sebagai penulis baru sering overthinking mau menekuni dunia nulis ini karena takut gagal. tapi aku coba buat selalu semangatin diri dan berpikir positif. aku selalu nanemin ke diri aku kalau ini bagian dari proses aku
Queen Rose
guys aku mau bilang sama kalian semua kalo di akun author, setiap bab itu udah siap tayang pukul 20.00 ya. Semua bab udah di kirim dengan waktu terjadwal, jadi semua bergantung sistem untuk cepat atau lambatnya perilisan setiap bab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!