NovelToon NovelToon
Dalam Dekap Bayangmu

Dalam Dekap Bayangmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:760
Nilai: 5
Nama Author: ewie_srt

"sebenarnya mau pria itu apa sih?"
kanaya menatap kala dengan sorot mata penasaran.
pria dingin itu hanya menatapnya datar, seperti biasa tanpa ekspresi.
"hhhhhh" kanaya mendengus kesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ewie_srt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

Kala bangun pagi itu dengan rasa malas luar biasa, ia masih tiduran diranjangnya. Sudah 2 hari ia tidur di rumah, dan sudah 2 hari pula kanaya pergi dari rumah.

Kala menatap arlojinya sudah pukul 09.00 wib, ia masih malas beranjak dari tempat tidurnya. Kala merasa rumah ini begitu sunyi sejak kepergian kanaya, tawa wanita itu dan senandung-senandung kecilnya ketika masak, semuanya masih terngiang-ngiang dalam ingatan kala.

Ternyata kala sadari, hatinya mulai terikat pada kanaya. Senyuman wanita itu yang manis setiap pagi, saat menyambut dirinya ketika sarapan adalah momen-momen yang paling kala sukai.

Saat wanita itu menghidangkan makanan untuknya, dan menemaninya sarapan dengan hanya menikmati secangkir kopi pahit kesukaannya.

'Hhhhhhhh......'

Sungguh kala sudah merindukan hal-hal itu.

"Aku merindukan wanita itu tuhan...., " gumam kala sendu menatap piring sarapannya yang telah di hidangkan mbak sri.

Kala tidak berselera, ia hanya memandangi piringnya. Kala tidak menyentuh sarapannya sama sekali, ia beranjak dari ruang makan menuju ruang kerjanya.

Hari ini memang libur, tapi otaknya tak mau diajak libur. Kala memutuskan untuk memeriksa beberapa pekerjaannya, dia berpikir mungkin dengan menyibukkan dirinya, semua hal yang berkecamuk di benaknya akan hilang.

Semua tentang kanaya sangat melekat dalam pikirannya, membuatnya tak bisa fokus akan hal lain.

Kala ingin menyelesaikan semuanya, ia ingin segera mengakui semua rasa yang ia punya untuk kanaya.

kala ingin menjadikan kanaya menjadi wanita terakhir dan satu-satunya dalam hidupnya, tapi untuk itu ia harus menyelesaikan semua kendala yang ada.

Kala ingin memulai semuanya dari awal, ia tak mau kanaya merasa bahwa rasa yang ia miliki adalah sebuah kesalah pahaman, sebuah rasa yang terbawa suasana.

Tidak, kala tidak pernah merasa rasa yang ia punya untuk wanita itu adalah sebuah kesalah pahaman. Ia sadari hatinya selalu merindukan wanita itu, hatinya menginginkan kanaya.

Kala bukanlah orang bodoh, ia sadar rasa yang ia punya untuk kanaya ini adalah cinta—yah cinta.

Kala tahu, ia jatuh cinta pada wanita itu. setiap kanaya berada disisinya, bayangan aluna mampu menghilang dari pikirannya, setiap kanaya tersenyum manis padanya, mampu membuat dadanya berdebum keras tak beraturan.

Kala melangkah masuk ke dalam ruang kerjanya, sudah lebih 2 minggu ia tak masuk keruangan ini. Tangannya menyentuh saklar, lampu menyala.

Kala melangkah menuju meja kerjanya, ia melihat sesuatu tergeletak diatas meja. Sebuah box perhiasan dan sepucuk surat, tanpa membuka box itu, kala sudah tahu apa isinya.

Kanaya pernah menunjukkan padanya isi dan kotak itu, ia lebih penasaran dengan sepucuk surat yang terletak di bawah kotak perhiasan itu.

Jemarinya meraih surat itu, detak jantungnya berdetak lebih kencang. Bertalu-talu bagaikan genderang perang, detak itu menghasilkan denyutan yang terasa sangat indah namun sakit.

Kala menarik nafas dalam, mengeluarkan surat dari amplop berwarna merah jambu itu. Membukanya dengan rasa deg-degan yang luar biasa, ia tersenyum menatap tulisan tangan kanaya yang indah.

Assalamualaikum kala

Maaf aku tak bisa menyerahkan kotak ini langsung kepadamu, bukan aku tak mau, tapi kamu jarang di rumah, kita tak pernah bisa bertemu karenanya.

Sampaikan salam hormatku kepada mamamu, salam takzimku untuk keluargamu.

Maafkan aku yang tak ijin keluar dari rumahmu secara langsung, dan....

Terima kasih untuk semua yang sudah kamu berikan untukku.

kanaya

Kala menatap surat itu lama, ada sedikit rasa kecewa menyelinap ke hatinya. Dingin, kala merasakan isi surat kanaya begitu dingin.

Tapi yah kala memahaminya, perlakuannya kepada kanaya lah penyebabnya. Ia yang membuat wanita itu berubah dingin.

Ia melipat surat itu, memasukkan kotak perhiasan dan surat itu ke dalam laci lemari kerjanya.

Kala ingin segera menyelesaikan semua masalah yang ada, ia ingin segera menemui kanaya. Dan mengakui cintanya, mengajak wanita itu untuk memulainya dari awal.

Kala mengambil sebuah kertas dan pena dari dalam laci mejanya, menarik kursi dan duduk dengan tenang.

Kala mulai menuliskan rencana-rencana yang akan ia lakukan untuk menyelesaikan semua masalah, ia menggigit ujung penanya.

Bingung memutuskan mana hal yang akan ia selesaikan terlebih dahulu, membersihkan ruangan khusus atas, atau berbicara dengan syafira.

Kala tak mau menunda-nunda lagi, ia ingin segera mengungkapkan perasaannya ke kanaya. Ia tak mau kanaya akan lebih salah paham akan dirinya, dan tentunya kala juga tak mau melihat kanaya lebih dekat dengan pria itu.

Wajah kala menegang, rahangnya mengeras, mengingat bagaimana pria itu menatap kanaya dengan penuh cinta.

Jika ia menunda lagi, kala takut pria itu akan mendekati kanaya, jemari kevin mengepal.

"Itu tidak boleh terjadi..."

tinjunya ke meja kerjanya, wajahnya masih menegang. Ingin rasanya kala meninju mata itu, ya—mata yang menatap kanaya penuh harap.

"Hari ini aku harus bicara dengan syafira..." desisnya lirih, menatap arlojinya yang sudah menunjukkan pukul 14.20 wib.

Tangannya meraih ponsel dari saku celananya, mencari nomor syafira.

Beberapa saat panggilannya tidak mendapat respon, kala ingin memanggil ulang, tapi ia mengurungkan niatnya.

Kala hanya mengetikkan pesan singkat, mengajak syafira bertemu di tempat di mana mereka biasa bertemu. Tanpa melihat apakah pesannya sudah dibaca atau belum, kala memasukkan kembali ponselnya kedalam saku celana.

Meninggalkan ruang kerjanya dan bersiap-siap untuk menemui syafira, kala tak mau lagi menghambur-hamburkan waktunya, lebih cepat ia bertindak, maka akan lebih cepat ia menemui kanaya.

Wajah kala tersenyum manis, menyebut nama kanaya saja, hatinya berbunga. Ia benar-benar sangat merindukan wanita itu, wajah kala terlihat lebih cerah.

Entah mengapa setiap kala mengingat kanaya, wajahnya akan otomatis tersenyum.

Dengan langkah ringan, kala berjalan santai menuju ke kamarnya yang terletak di lantai dua.

Tanpa sadar kala bersenandung, senandung kecil keluar dari bibirnya yang tersenyum manis. Seandainya tak malu dengan mbak sri yang menatapnya penuh heran, kala pasti sudah bersenandung dengan kencang.

Mbak sri menatap heran, mengamati majikannya yang sedang senang. Tadi pagi sewaktu sarapan seperti tidak memiliki semangat sedikitpun, tapi siang ini mendadak cerah.

Mbak sri tidak habis pikir melihat mood majikannya yang bisa berubah secepat itu, Sementara kala hanya tersenyum menatap asisten rumah tangganya itu yang masih menatapnya heran.

'Tunggu aku kanaya..jangan kemana-kemana, biarkan aku yang menghampirimu'

'Ijinkan aku untuk mengungkapkan rasa ini kepadamu'

'Sabar sebentar kanaya, beri aku sedikit waktu untuk menyelesaikan semua masa laluku'

'Ijinkan aku menggenggam tanganmu....!'

'Ijinkan aku memeluk tubuhmu...mendekapmu erat'

'Biarkan aku membisikkan sebuah kalimat di telingamu'

'Ijinkan aku untuk mengatakan, bahwa aku mencintaimu kanaya'

Kala menatap pantulan bayangannya pada cermin, bayangan kanaya melintas dalam pikirannya.

"Aku harus segera menyelesaikan semuanya" bisik kala sembari merapikan kaosnya yang terselip, ia melirik arlojinya dan meraih kunci mobilnya dari atas meja.

"Semoga semua masalah ini cepat terselesaikan.." gumamnya.

Melangkah pasti menuju ke lantai satu, dengan harapan yang terpatri dalam hatinya, ia meyakini dan berharap bahwa kanaya masih memiliki rasa itu untuknya.

Kala yakin bahwa hati kanaya, di dalam hati wanita itu, didalam setiap denyut jantung kanaya, masih ada namanya.

Bersambung......

1
Bungatiem
boleh kala boleeeh
Bungatiem
boleh dooong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!