NovelToon NovelToon
Sistem Analisis Nilai : Bangkitnya Sang Penguasa Bisnis

Sistem Analisis Nilai : Bangkitnya Sang Penguasa Bisnis

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:85.3k
Nilai: 5
Nama Author: R.A Wibowo

part 2 dari novel "Diremehkan Karena Miskin Ternyata aku punya sistem analisis nilai"

Bagi Pembaca baru jangan khawatir tetap masih bisa dibaca karena ada pengenalan konflik dan karakter, jadi gass aja baca.

***

Setelah mendapatkan kemampuan sistem, kehidupan Rahmat Pratama berubah drastis. Dia yang awalnya dihina, miskin, dan terlilit hutang, kini telah berdiri di puncak .

Namun, kejayaan itu hanyalah awal dari badai yang sesungguhnya.

Saat Rahmat merasa telah menguasai segalanya, sebuah serangan siber mematikan dari organisasi misterius bernama Black Spider nyaris menghapus seluruh asetnya.

Sertifikat Galeria yang ia bangun dengan darah dan keringat hampir saja berpindah tangan dalam hitungan detik.
Black spider kembali menyerang, bukan dengan fisik melainkan dengan serangan dari dalam.

Rahmat juga menyadari satu kenyataan pahit: Sistem Analisis Nilai miliknya bukan

sekadar keberuntungan jatuh dari langit. Ada sejarah gelap dan penagihan dari sang pencipta

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4—Ide Jenius Si Hacker

Bab 4

Sudah dua hari semenjak Maya memutuskan bekerja sama dengan Rahmat. Terkadang gadis itu mengerjakan di kantor secara langsung terkadang menjaga keamanan melalui online atau daring. Hasil yang didapatkan luar biasa hebat.

Berkat kerjasama kedua orang dengan kemampuan hacking dan IT tingkat atas sistem keamanan yang kemarin-kemarin rentan, bisa dimasuki kapanpun lagi kembali aman. Bahkan dengan ide cemerlang dari Maya, dia menciptakan sistem auto yang bisa langsung mematikan pihak luar manapun yang mencoba menerobos masuk keamanan.

Hanya terhitung dari dua hari mereka melakukan duet dan Galleri yang sebelumnya hampir “mati” kini berubah menjadi benteng digital yang bahkan Rahmat sendiri tidak pernah bayangkan sebelumnya.

Di lantai dua, kamar kantor keciln yang dulunya hanya berisi satu komputer sederhana kini dipenuhi monitor tambahan. Kabel-kabel tersusun rapi. Tambahan dekorasi dari Maya setelah join

Maya duduk di depan layar, tubuhnya sedikit membungkuk seperti biasa. Namun ada satu hal yang berbeda—

Tangannya bergerak tanpa ragu.

Tat. Tat. Tat.

Barisan kode mengalir seperti bahasa ibu baginya.

“Port scanning selesai… anomaly log aman… intrusion attempt dari IP luar dua hari yang mencoba mengambil alih kepemilikan sudah ke-blacklist permanen,” gumamnya pelan.

Di belakangnya, Rahmat bersandar di meja, memperhatikan.

“…gila,” ucapnya singkat. Dia melihat fitur baru, ia tidak membuat ini semalam. Jadi ini ulah Maya.

Maya berhenti mengetik sejenak. “Eh?”

Rahmat mengangguk ke layar. “Sistem auto-kill itu… kamu yang buat?”

Maya mengangguk kecil. “I-itu… cuma script sederhana. Kalau ada pola serangan berulang, sistem langsung putus koneksi, lalu kirim feedback palsu ke penyerang.”

“Feedback palsu?”

“Iya… biar mereka pikir berhasil masuk. Padahal sebenarnya mereka cuma muter di sandbox.”

Rahmat tersenyum tipis. Bahkan dengan kemampuan hacking yang dibeli dari sistem dia membutuhkan waktu lebih lama untuk membuat beginian, namun dengan bekerja sama Maya, mereka menyelesaikan semua pertahanan dengan cepat.

Memang kemampuan asli tidak bisa dibandingkan dengan skil instan yang dibeli sembarangan.

“Jadi mereka buang waktu… sementara kita tetap aman.”

Maya menunduk sedikit. “Kurang lebih… begitu…”

Sunyi sejenak. Rahmat menatap layar lebih lama. Dalam dua hari, bukan cuma celah keamanan yang ditutup— Maya membangun layer baru.

“…aku benar-benar dapat monster,” gumam Rahmat dalam hati.

Sementara itu, Maya perlahan menarik napas. Ia beristirahat sejenak, minum kopi kaleng dan sesekali melihat Rahmat yang duduk disamping.

Aneh. Biasanya… kalau ada orang di belakangnya, dia akan gugup.

Takut dinilai, takut salah, tapi sekarang. “...rasanya tenang.” Bisik dia pelan.

Lelaki ini tidak menekan. Tidak mengganggu, hanya ada. Selain itu dia juga punya kemampuan IT dan hacking yang hebat, bahkan Maya sadar bahwa orang di depannya memiliki kemampuan lebih jago. Tapi dengan kemampuannya dia masih membutuhkan Maya? Itu buat dia bingung sendiri. Namun yang buat dia senang, saat mereka melakukan pekerjaan bersama rasanya seperti sedang resonansi jiwa, gerakan dan pola mereka sama persis.

***

Sementara itu di ruangan gelap. Seorang pria juga terlihat fokus akan komputer dan beberapa monitor di kamarnya itu. Jari-jari yang sejak tadi menari berhenti. 

“Aneh.” Gumam pria itu. “Seranganku semua dicancel. Kemarin dia cuma panik dan asal mematikan koneksi agar data kepemilikan aman, namun sekarang..” ada jeda sebelum melanjutkan.

Pria berjas putih ala-ala profesor itu berputar di kursinya. Menatap langit-langit atap. 

“Ada 12 celah keamanan utama disana dan sekitar 27 celah minor … dalam dua hari ini semua tertutup dengan rapi. Tidak ada celah sama sekali.”

CCTV yang kemarin sempat dia akses sekarang juga punya keamanan tingkat tinggi. 

Semua jadi bersih dalam waktu singkat.

Itu artinya ..” dia sekarang tidak sendiri? Pasti juga punya rekan yang paham tentang dunia IT serta hacking parahnya dia punya kemampuan level tinggi.”

Ia pun tersenyum. “Semakin menarik.”

***

Kembali ke ruangan kantor rahmat. Suasana jadi hening, maya yang memulai membuka pembicaraan.

“Hmm … kamu?”

Maya tiba-tiba bicara.

Rahmat mengangkat alis. “Hm?”

“Aku mau tambah satu fitur lagi.”

“Langsung aja. Kamu gak perlu izin.”

Maya menggeleng pelan. “Ini agak… ekstrim.”

Rahmat tertarik. “Se-ekstrim apa?”

Maya memutar kursinya sedikit. Menatap layar lain. “Kalau sistem kita diserang lagi… aku mau sistem ini bukan cuma bertahan.”

Ia berhenti sejenak. Matanya yang biasanya ragu… sekarang tajam.

“…tapi balik menyerang.”

Sunyi. Rahmat tidak langsung menjawab.

“…jelaskan lebih detail.”

Maya menelan ludah pelan. Tapi tetap lanjut. “Aku bisa buat sistem tracking balik. Kalau ada yang masuk, kita tanam ‘marker’ di jalur mereka.”

“Terus?”

“Kita ikuti balik sampai ke sumbernya.”

Rahmat menyipitkan mata. “…dan?”

Maya menggenggam ujung bajunya sedikit. “…dan kalau perlu… kita hancurkan sistem mereka dari dalam, selain itu dengan ini kita bisa melacak balik seseorang yang mencoba menyerang kita! Gimana?”

Hening. Kali ini bukan hening canggung, tapi hening yang berat. Itu jelas ide yang luar biasa menyerang balik alih-alih bertahan, juga melacak balik lokasi musuh.

Mereka kekurangan informasi, jika dengan fitur keamanan baru itu terjadi maka bravo. Dia bisa mendapatkan informasi tentang para musuh bahkan dengan lokasi.

Rahmat perlahan tersenyum. Wajar saja Anissa mengatakan maya berpotensi, dari semua orang yang Rahmat kenal, Maya adalah orang dengan potensi masa depan terbaik.

Dari sistem mengatakan demikian juga, istingnya juga berkata begitu. Ia jadi ingin membimbing adik kelas manis ini menuju potensi terbaiknya, sekalian melihat hadiah spesial apa yang akan dia dapatkan.

“…itu baru yang aku cari.”

Maya sedikit terkejut.

“Apa yang kamu butuhkan untuk membuat keamanan itu berjalan lancar?”

` Maya sedikit terdiam mendengar pertanyaan itu. Untuk sesaat… dia tidak langsung menjawab.

Tangannya yang tadi menggenggam ujung baju perlahan mengendur. Matanya kembali ke layar, tapi pikirannya sudah berjalan jauh ke depan—menghitung, menyusun, merancang.

“…aku butuh beberapa hal,” ucapnya akhirnya, pelan tapi jelas.

Rahmat menyilangkan tangan. “Sebutkan.”

Maya mengangkat satu jari. “Pertama. Server tambahan.”

Rahmat mengangguk kecil. “Kenapa?”

“Kalau kita mau tracking balik dan melakukan counter-attack… sistem utama tidak boleh ikut terlibat langsung,” jelas Maya. “Aku butuh layer terpisah. Semacam… sistem bayangan.”

“…decoy system?”

Maya mengangguk. “Iya. Tapi lebih kompleks. Bukan cuma umpan… tapi juga senjata.”

Rahmat tersenyum tipis. Menarik. “Lanjut.”

Jari kedua terangkat. “Dedicated monitoring unit. Minimal dua mesin lagi. Satu untuk real-time analysis, satu lagi untuk logging penuh.”

“Jadi kamu butuh device baru?”

Maya menganggukan kepala agak tidak enak. “hehe iya.”

“Spesifikasi?”

“…tinggi,” jawab Maya jujur. “kalau dilihat dari pola penyerangan mereka … jelas bukan orang biasa.”

Rahmat tidak terlihat kaget. “Uang bukan masalah.”

Maya sedikit terdiam. Kalimat itu terasa sangat asing baginya. 

Jari ketiga.“Jaringan harus dirombak.”

Rahmat mengernyit. “Sejauh itu?”

Maya mengangguk. “Sekarang sistem kita memang aman… tapi masih satu jalur utama. Kalau nanti kita aktif menyerang balik… jalurnya harus bercabang.”

Ia menunjuk diagram di layar.

“Aku mau buat tiga layer:

1.layer publik

2.layer pertahanan utama

3.layer ofensif

Rahmat memperhatikan dengan serius. “…jadi kalau mereka masuk…”

Maya menyambung pelan. “…mereka gak akan tahu mereka sedang dilihat… atau sedang diarahkan.”

Sunyi sejenak. Rahmat tersenyum. “Licik.”

Maya menunduk sedikit. “…efektif.”

Maya melanjutkan. “Dan yang terakhir … waktu.”

Masuk akal. “Berapa lama kira-kira?”

Maya menggaruk rambutnya, agak sedikit ragu untuk menjawab. “sekitar berminggu-minggu, tapi karena aku sibuk juga dengan agenda sebagai kandidat ketua OSIS, banyak seleksi dan lain-lain … aku tidak bisa menjamin. Tapi yang pasti di bawah dari satu bulan.”

“itu sudah lebih dari cukup.”

1
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
wkwkwk Bella mode merajuk 🤔🤣🤣🤣
Manusia Biasa: lucunya anak author ini😍
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Professor Stain terlalu percaya diri justru kau itu sedang dikerjai bukan Rahmat namanya kalo tak memberi kejutan di setiap tindakannya 🤭
Manusia Biasa: wkwwk masih banyak kejutan nanti

🤭
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
kena mental beneran nih Deni Mulyono salah sendiri mau main kotor sadar cepat Den luu bukan kelasnya Rahmat lagi jauhhh
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
good job suka banget dengan cara Rahmat 🤭😍gw suka gaya loooo Mat👏🏻👏🏻👍🏻
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Bella terasa memabukkan bagi Rahmat eaaaa🤭😛🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
Manusia Biasa: wkwkw🤭🤭
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
pembukaan yang berubah jadi lelang lukisan dengan sukses sold out oleh kurator langit Arsenio👏🏻👏🏻👏🏻
Manusia Biasa: niat cuma grand opening malah tonjo🤣
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
gak bisa bayangin itu 💸💸💸 10M kek bijimana😛🤣🤣🤣
Manusia Biasa: sebenarnya 10m di genre urvan sistem mah cepe😄🤭
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
makin kesini makin kocak aja baca komen juga lucu 😛🤣🤣🤣🤣
Manusia Biasa: wkwkw🤣
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
asemmmm ada ada aja namanya Aura Senggol bacok 😭🤣🤣🤣🤣baca sambil senyum sendiri 👍🏻
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ: gpp kak Thor jadinya kan lucu reader juga senang ketawa sendiri 👍🏻😍
total 2 replies
the misterius author 🐐
beh 10 m berapa banyak thor 🤣
the misterius author 🐐: bagus thor
total 2 replies
3RSEL
ok👍
3RSEL
ayo kita pulang ke ketiak papa anak manja😁😁😁
Manusia Biasa: wkwk anak manja
total 1 replies
3RSEL
ter.....ter.....termul.......😁
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Galeri Rahmat kek tempat hareem kalo sudah kumpul semua itu ciwi ciwi🤭🤣🤣🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
wuihhhh gift dari sistem gak kaleng kaleng 😭🤣🤣🤣🥳🥳
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
mampusss luuu Siska ternyata luu yang main ninu ninu sama pria paruh baya di hotel ck ck ck 😏
Manusia Biasa: wkwkw gak tahu malu emang🤣
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Siska kau nanti jangan menangis saat perbuatan kotormu terkuak memanipulasi foto Maya dan Rahmat sedemikian rupa siap siap kena pasal luuuu
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
gw suka pidato Aksa seperti menelanjangi beberapa oknum yang memang adalah iya korupsi kecil kecilan kek gitu biar pada nyaho 🤭🤣🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
aaaaa kenapa ada inisial G ini 😭😭wah Author ngajak gelutttt nih🤭🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Aksa yang sabar iya itu coklat memang buat Maya dari Bella tapi Rahmat yang bawa kesana kemari 😭🤣🤣🤭
Manusia Biasa: cemburu dia
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!