NovelToon NovelToon
Gadis Milik Tuan Dingin

Gadis Milik Tuan Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Helena Fox

Aliora Amerta gadis cantik 19 tahun. Hidupnya berubah ketika pamannya berhutang besar pada Saga. Untuk melunasi hutang itu, Liora dipaksa menikah dengan Saga, pria yang sangat ditakutinya.

Sagara Verhakc berusia 27 tahun. Di dunia bisnis ia dikenal sebagai CEO jenius dan juga kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Helena Fox, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 4

Mobil hitam itu berhenti tepat di depan gereja.

Langit tampak kelabu, seolah ikut menyaksikan sesuatu yang salah akan terjadi.

Di dalam mobil—

“LEPASIN AKU!” teriak Liora, tubuhnya meronta hebat. Tangannya mendorong pintu, kakinya menendang, bahkan mencoba memukul siapa saja yang mendekat.

Dress putih selutut yang ia kenakan sudah kusut.

Air matanya tak berhenti.

“Aku gak mau! Aku gak akan nikah sama kamu! Denger gak sih?!”

Ben— Kaki tangan saga yang duduk di kursi depan hanya diam… tapi rahangnya menegang. Ia bisa merasakan suasana berubah semakin buruk.

Di samping Liora—

Saga tetap tenang. Terlalu tenang.

Namun matanya…

gelap.

Perlahan, ia mengeluarkan sesuatu dari dalam jasnya.

Sebuah pistol.

Klik.

Suara pengaman dilepas terdengar jelas.

Sekejap, suasana membeku. Liora terdiam… tapi hanya sesaat.

Ia menatap senjata itu.

Lalu—

menatap Saga. Tanpa rasa takut.

“Tembak aja sekalian!” bentaknya, suaranya serak tapi penuh amarah. “Aku gak peduli!”

Ben menelan ludah.

Ini pertama kalinya…

ada yang berani berbicara seperti itu di depan tuannya.

Saga memiringkan kepala sedikit. Menatap Liora lebih dalam.

Seolah menilai sesuatu.

Lalu—

ia membuka pintu mobil.

“Turun.”

Nada suaranya datar. Namun ada sesuatu yang berbeda.

Jelas Lebih berbahaya.

Liora tidak bergerak.

Saga langsung menariknya keluar dengan paksa. Angin menerpa wajah Liora. Ia terhuyung, hampir jatuh.

Orang-orang di sekitar mulai melirik.

Tapi tidak ada yang berani mendekat.

“Kalau kamu mau kabur…” ucap Saga pelan.

Ia mengangkat pistolnya.

Mengarahkannya lurus ke tubuh Liora.

“Lari.”

Deg.

Waktu seakan berhenti.

“Lari sekuat yang kamu bisa,” lanjutnya dingin. “Kalau kamu berhasil… aku biarkan kamu pergi.”

Sunyi.

Semua orang terdiam.

Bahkan anak buahnya sendiri tidak berani bergerak.

Liora menatap Saga.

Lalu…

tanpa ragu—

ia berbalik. Dan langsung berlari. Sekuat tenaga.

Langkahnya cepat.

Napasnya memburu.

Meski jalan bebatuan menghambat, tapi ia tidak peduli. “Aku harus… lolos…”

Air matanya bercampur keringat.

Jalan di depannya terasa panjang… terlalu panjang.

Di belakangnya—

Saga mengangkat pistol. Matanya mengikuti setiap langkah Liora.

Tenang.

Fokus.

Tanpa emosi.

DOR!

Suara tembakan memecah udara.

“AAAKH!”

Liora terjatuh. Tubuhnya menghantam jalan batu.

Kakinya…

terluka.

Darah mulai merembes dari pahanya.

Napasnya terputus-putus.

Namun—

Ia masih berusaha merangkak.

Menjauh.

Meski tubuhnya menolak. Ia terus berusaha menjauh , meski menahan sakit dipahanya.

Langkah kaki mendekat.

Pelan.

Pasti.

Saga berdiri di belakangnya. Menatap tanpa belas kasihan.

“Sudah selesai?” tanyanya dingin.

Liora menoleh.

Air matanya bercampur rasa sakit.

Namun…

Tatapannya masih menyala.“Dasar… monster…” bisiknya.

Lalu ia berteriak—

“Aku BENCI kamu brengsek! Denger gak?! BENCI!”

Sunyi.

Ben yang melihat dari jauh… merinding.

Tangannya mengepal.

Selama ini…

tidak ada satu orang pun yang berani berteriak seperti itu di depan Saga.

Tidak ada.

Tapi gadis ini…

berbeda.

Saga menatap Liora cukup lama. Tak terbaca.

Lalu tanpa berkata apa-apa—

ia mengangkat tubuh Liora.

Meski gadis itu masih berusaha memukul dan mendorongnya.

“LEPASIN AKU! AKU GAK AKAN DIAM!”

Namun semua perlawanan itu… sia-sia.

Saga tetap berjalan.

Membawanya kembali ke depan gereja.Darah Liora menetes di jalan.

Dress putihnya ternoda.

Dan beberapa menit kemudian—

Pintu dibuka.

Saga masuk.

Masih menggendong Liora. Dengan kondisi yang mengenaskan.

Langkahnya mantap memasuki gereja.

Semua orang terdiam melihat pemandangan itu.

Dress putih.

Darah.

Dan tatapan dingin seorang pria yang tidak bisa ditolak.

Sementara Liora…

meski tubuhnya lemah dan terluka—

“Bagaimana ada manusia.... sepertimu…”

Namun takdirnya…terus berjalan.

Tanpa peduli.

***

Gereja itu sunyi.

Bukan sunyi yang damai…

melainkan sunyi yang menekan.

Deretan bangku dipenuhi pria-pria berpakaian hitam. Tatapan mereka tajam, wajah mereka kaku, seperti bayangan hidup yang siap melakukan apa saja atas perintah satu orang.

Saga menurunkan liora.

Di depan altar...

Liora berdiri. Atau lebih tepatnya… dipaksa berdiri.

Tubuhnya lemah. Kakinya yang terluka masih belum dibalut , Hingga darah masih merembes tipis di balik dress putih yang kini ternoda.

Di sampingnya—

Saga.

Tegak. Tenang. Dingin.

Seolah ini hanyalah transaksi biasa.

Bukan pernikahan.

Suara pendeta terdengar, tapi bagi Liora… semuanya seperti gema yang jauh. Ia tidak benar-benar mendengar apa-apa.

Matanya kosong.

Namun air matanya masih jatuh.

“Apakah kamu bersedia—”

“Ya.”

Jawaban itu datang cepat. Dari Saga.

Tanpa ragu. Semua mata tertuju pada Liora. Bahkan saga sudah menatap tajam ke arah liora , seakan memberi ancaman jika tidak mau menjawab.

Hening.

Detik terasa lambat.

Liora mengepalkan tangannya. Bibirnya bergetar.

Namun pada akhirnya… tidak ada suara penolakan.

Tidak ada kekuatan tersisa. Bagaimana nasib nya nanti. Masuk dalam kehidupan yang seharusnya bukan hidupnya.

“…ya…” bisiknya sangat pelan.

Dan saat itu juga—

segala sesuatu terasa runtuh.

“Dengan ini, kalian resmi menjadi suami istri.”

Ketukan kecil terdengar.

Tanda akhir.

Atau…

awal dari sesuatu yang lebih gelap.

***

Tidak ada pelukan. Tidak ada senyuman.

Tidak ada kebahagiaan. Pernikahan yang berjalan tak seperti pernikahan.

Saga langsung menggandeng Liora—atau lebih tepatnya, menyeretnya dengan lembut tapi tak bisa ditolak—keluar dari gereja.

Semua orang memberi jalan. Mobil sudah menunggu.

Dan dalam hitungan menit...

mereka pergi meninggalkan gereja.

.

.

.

.

.

.

.

Bersambung.............................

1
park jongseong
cerita yang menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!