NovelToon NovelToon
Tante Sasa

Tante Sasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Tante / Fantasi
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dutta Story_

Seorang pria muda, yang menyukai wanita lebih tua darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dutta Story_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

-

Sampai semua selesai, Arif mengambil telepon genggamnya. Lewat teleponnya, dia langsung menghubungi Rendy, pemilik bengkel mobil.

"Ren, ke sini sekarang!" ucap Arif dengan telepon genggam berada di telinga.

"Ada apa, Rif?" suara Rendy dari telepon genggam itu.

"Cepetan ke sini, bawa modil derek. Gue share lokasinya," ucapnya.

"Oke, oke," suara Rendy.

Arif lalu mematikan telepon genggamnya. dia pun menatap ke arah Felix sambil berbicara, "Fel, Gea, gue pulang duluan, ya."

"Tapi, Ren..." Felix terhenti. Arif kembali berbicara,

"Rendy lagi jalan ke sini," ucapnya.

"Ya sudah, Ren," ucap Felix.

"Yap," Arif mengalihkan tatapannya ke Laras, lalu kembali berbicara, "Ayo, sayang, kita pulang." Arif lalu menarik tangan Laras.

"Ayo," Laras menganggukkan kepalanya.

Arif dan Laras pun melangkah menuju mobilnya. Tatapan Felix kembali tertuju ke mobil yang terbakar.

"Indah banget, ya kan?" ucap Felix mengalihkan tatapannya ke Gea yang berdiri di sampingnya. Saat tatapan itu tertuju ke Gea, Felix kembali berbicara, "Lo enggak apa-apa, kan?" tanyanya.

"Enggak, cuma lecet sedikit saja," jawab Gea sambil tersenyum.

Sementara itu, Arif dan Laras kini berada di depan kendaraan. Arif bersama Laras pun masuk ke mobil itu.

Kendaraan itu pun melaju cepat, untuk pergi dari area taman. Dengan kendaraan yang melaju cepat, Laras yang duduk di samping Arif,

"Sayang, aku merasa enggak enak," ucap Laras dengan tatapan ke arah Arif.

"Enggak enak?" tanya Arif, yang begitu fokus mengemudi.

"Aku lihat dua orang yang bersamanya tadi, seperti membenci kita."

"Eh, iya, aku baru ingat, mereka berdua pasti lihat kejadian itu."

"Nah, itu kamu ingat. Aku takut setelah kejadian ini malah terjadi masalah lebih besar."

"Tenang, sayang. Itu sudah risiko, tapi aku yakin mereka enggak mungkin dendam."

Laras menghela napas kasar sambil mengangguk. Kendaraan Arif kini belok ke jalan menuju ke rumah Laras.

Hampir sampai ke rumah, Laras lalu berbicara, "udah, sayang, sampai sini saja," ucapnya.

Arif memberhentikan kendaraannya di jalan depan rumah Laras. Lalu, Arif menatap Laras sambil berbicara, "Kenapa, sayang?" tanyanya.

"Enggak ada apa-apa, kok. Terima kasih, ya, udah ngantarkan aku pulang. Kamu hati-hati, ya, di jalan," ucap Laras menatap Arif.

Laras membuka pintu mobil itu, dia pun turun. Sampai pintu mobil kembali tertutup, Laras berdiri di samping kendaraan Arif.

Arif masih diam dan menatap ke arah Laras. Arif lalu menyalakan klakson dan berlalu pergi untuk pulang.

Laras yang masih berdiri menatap kepergian mobil Arif. Senyuman terus hadir di wajahnya. dia pun melangkah masuk ke dalam rumah.

Sementara itu, Sasa sedang berada di dalam kamarnya. dia sedang duduk di atas ranjang, dengan tatapan tertuju ke laptopnya, dia berbicara.

"nyari pasangan, di mana, ya?" bisiknya pelan sambil membuka situs web.

da pun membuka media sosial. Di beranda, dia terus menscroll mencari orang. Banyak sekali foto-foto dari orang lain yang tidak dia kenal.

Sasa merasa tidak suka. dia terus menscroll dan men-scroll. Tiba-tiba dia terhenti, melihat status dari Arif Wiguna.

Tatapan Sasa memperhatikan ke arah foto yang diunggah. Postingan itu sudah sangat lama, bahkan like dan komentar terlihat begitu sepi.

"Kok, kaya kenal, tapi di mana?" bisiknya pelan menatap foto postingan itu.

"eh, iya, ini kan orang yang waktu itu bertemu di acara pernikahan Kak Yuli," bisiknya pelan.

Tiba-tiba dia tersenyum, menatap foto itu. Pikirannya sedang merencanakan sesuatu. Lalu, dia pun menambah teman dan mengirim pesan.

~Sasa: Hai

Setelah mengirim pesan lewat media sosial, namun pesan itu seperti tidak terkirim sama sekali. Sasa berbicara pelan, "Aneh banget, seperti udah lama enggak online," ucapnya pelan.

dia pun mengklik nama, hingga masuk ke profilnya. Di profil terlihat tautan yang mengarah ke aplikasi pesan.

Sasa tersenyum. dia mengklik tautan itu, lalu masuk ke aplikasi pesan. Lewat aplikasi pesan, dengan nomor yang tidak dia simpan, lalu dia mengirim pesan.

~Sasa: Ppp

Saat pesan itu terkirim, Sasa mulai tersenyum. Namun, pesan yang Sasa kirim sama sekali belum dibaca dan dibalas. Lalu, Sasa kembali mengirim pesan lagi.

~Sasa: Hai.

Sementara itu, Arif sedang mengemudikan kendaraannya. dia yang begitu fokus mengemudi, tiba-tiba mendengar notifikasi di telepon genggam.

"Siapa, sih?" Arif membelokkan kendaraannya ke pinggir jalan. dia pun memberhentikan kendaraan itu.

dia langsung mengambil telepon genggamnya. Saat menyalakannya, dia melihat notifikasi dari nomor yang tidak di simpan.

"Ini siapa, sih? nomer nya baru" bisik Arif pelan. dia langsung membuka dan melihat pesan itu, namun dia tak membalas sama sekali.

dia pun menaruh telepon genggamnya, namun notifikasi kembali muncul di telepon genggamnya.

~??: Ih, kok cuma dibaca doang, sih.

Arif membaca pesan itu, dia menghela napas, lalu membalas pesan dari Sasa.

~Arif: Ini siapa, ya?

~??: Kamu masih ingat, kan, waktu di pernikahan Kak Yuli sama Wiguna, kita pernah bertemu lo?

~Arif: oh Ingat, Tante. Kok bisa punya nomor aku, sih?

~Sasa: Jangan panggil Tante, panggil Sasa saja.

~Sasa: Aku menemukan di media sosial kamu, jadi aku simpan nomornya.

~Arif: Eum, begitu. udah lama, sih, enggak buka media sosial.

~Sasa: Pantas saja. Eh, iya, kamu lagi sibuk enggak?

~Arif: Enggak, kok,

~Sasa: Kita jalan, yuk. Mau enggak?

~Arif: Besok saja gimana, udah malam, tahu.

~Sasa: Baru jam sembilan lewat, masa udah malam? lagian kalau kemalaman juga nanti kita ke hotel.

Arif terdiam menatap layar telepon genggamnya. Tiba-tiba, xja mendapat notifikasi dari nomor papanya. dia pun membaca pesan dari papanya itu.

~Papa: Rif

Tak lama, panggilan telepon pun masuk. Arif menatap lekat, lalu mengangkat panggilan telepon itu.

"Halo, Pa," ucap Arif sambil menggerakkan telepon ke telinganya.

"Kamu di mana? Kok di rumah enggak ada?" suara papanya dari telepon genggam itu.

"Papa udah pulang? Aku lagi di jalan, Pa."

"Ya sudah, cepat pulang," ucap papanya, dan panggilan telepon itu dimatikan.

Arif menatap telepon genggamnya. Namun, notifikasi terus muncul dari Sasa. Arif langsung membuka dan membaca pesan yang masuk itu.

~Sasa: Rif, mau, kan, kita ketemu?

~Sasa: Aku bosan, tahu, enggak ada teman curhat.

~Sasa: Please, malam ini saja kita bertemu.

Arif membaca pesan itu, dia mulai berpikir. Dalam hatinya berkata, "Kalau pulang, Papa pasti sama mama barunya. Untuk apa Papa menyuruhku pulang? Lebih baik aku bertemu Sasa saja," gumamnya sambil tersenyum.

~Sasa: Rif, kok dibaca doang, sih?

~Arif: Ya sudah, ayo, kita ketemu di mana?

~Sasa: Bagaimana kalau di PaxelResto?

~Arif: Aku tunggu, ya.

~Sasa: Iya, aku berangkat sekarang.

Setelah membaca pesan itu, Arif mematikan telepon genggamnya. dia kembali menyalakan mesin kendaraannya dan pergi ke restoran.

1
Haikal Nto
suka,,,jadi penisirin
sitanggang
sahabatnya me inggal malah pergi kencan dan hak ada mellow2nya, ini jalan ceritanya kok jelek bgt yaa🤣🤣🤣👎👎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!