Novel ini menceritakan kisah dari Andini Putri Atmaja, anak tunggal dari Hendra Atmaja, Pengusaha terbesar di kota ini.namun kisah cintanya yang indah di waktu SMA akan hilang dan menjadi kesedihan ketika dia harus menerima perjodohan orang tuanya dengan anak dari sahabat mama dan papanya yang sekaligus sahabat pacarnya.
Akankah Andini akan tetap bersama Cinta pertamanya ataukah dia akan bisa bahagia dengan perjodohan keluarganya???
Ikuti ceritanya ya guys...😄😄
Jangan lupa untuk vote, like dan coment ya 😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cintya Devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Second kiss
Setibanya di butik tante imelda,andini dan aldo langsung menghampiri kedua orang tua mereka. Tak lupa mereka juga mencium tangannya.
"eh anak anak mama udah dateng, tadi gimana dikampus?? Kapan tes nya diadakan?? "ucap mama bella.
" alhamdulillah lancar kok ma, cuma di suruh ngumpulin hasil lab aja, sama tes nya 3hari lagi. "balas aldo.
" ndin ini gaunnya, kamu coba dulu deh,kamu pilih yang mana."suruh mama rara.
"udah terserah mama aja, andini suka semua kok, "balas andini.
" jangan gitu sayang buruan dicoba,"perintah mama rara sambil mendorong andini ke ruang ganti.
"iya iya mah,"ucap andini dengan malas.
Setelah beberapa menit andini keluar dari ruang ganti, dan mencoba beberapa gaun, namun ada saja yang tidak cocok. Entah terlalu terbuka, terlalu norak dan terlalu banyak manik manik", dan kini gaun terakhir yang akan dicoba oleh andini.
Ketika andini keluar, semua mata langsung tertuju padanya. Rambutnya yang panjang di gerai dan warna peach begitu cocok di kulit andini.
"ya ampun sayang, kamu cantik banget.nanti tante minta foto kamu ya buat model majalah tante.kamu beruntung ra punya anak perempuan cantik banget. "ucap tante imelda
" calon mantu siapa dulu, "balas mama bella.
" ahh andai saja anakku laki laki pasti sudah aku jodohkan dengan anakmu ra. "kata tante imelda lagi.
" eh tidak bisa, walaupun anak kamu laki laki, tapi andini tetap akan jadi istrinya aldo. "selak mama bella.
" heii udah, jangan bertengkar lagi. Hahhaaaa."lerai mama rara.
"mah jadi yang ini aja ya, andini ganti dulu, gerah mah. "ucap andini.
" eh sebentar sayang, tante panggil aldo dulu, pasti aldo akan terpesona sama kecantikan kamu." kata mama bella.
"tapi tan....t.."ucapan andini terputus karena mama bella sudah keluar untuk menemui aldo yang sedang di Cafe depan butik.
Akhirnya mama bella menemui anaknya yang sedang ngopi sambil bermain ponsel.
"al,, "panggil mama bella.
" eh mama, udah selesai ya, mau pulang sekarang?? Aldo bayar dulu ke kasir mah. "
" iya buruan kamu bayar, kamu udah ditunggu di sana. "jawab mama bella.
Aldo dan mama bella yang tiba di butik tak melihat andini.
" loh ra, calon mantuku mana? "tanya mama bella.
" bentar andini diajak Imel ambil sepatu sekalian. "
Tak berselang lama andini datang dengan memakai heels cantik dan serasi dengan gaunnya.
" bagus gak mah?"tanya andini pada mamanya.
Aldo yang semula tak memperhatikan sekitarnya dan sibuk bermain game, langsung di senggol mama nya,
"al coba liat calon istrimu, cantik kan??"
"hmmm. "jawab aldo dengan malasnya.
" coba liat dulu."suruh mama bella sambil memegang kepala aldo dan mengarahkannya ke depan.
Dan aldo benar benar terpesona oleh penampilan andini.
"haaaahh,, cantik banget si andini, pantesan deva klepek klepek. "batin aldo sambil melihat andini tanpa kedip.
"al, gimana cantik kan calon istrimu? "tanya mama bella.
" banget. "balas aldo tanpa sadar.
Semua yang disana tertawa melihat sikap aldo yang bisa bisanya tidak berkedip melihat andini.
" sabar yaa sayang,,masih tahun depan nikahnya, apa mau dipercepat aja. "goda mama rara.
" Enggak tante, aldo belum siap tante, "selak aldo.
Andini langsung menghela nafas mendengar jawaban aldo.
" dasar kutu kupret, awas loe ya bisa bisanya nya ngeliatin gue sampe kayak gitu."
Aldo yang melihat raut wajah andini sudah bisa menebak jika andini pasti akan mengomeli dirinya.
"ahh pasti tu anak udah siap siap buat nerocosin gue, mending tutup kuping aja lah, lagian tadi mulut gue kenapa jujur banget sih. " batin aldo sambil komat kami sendiri.
Setelah mereka semua selesai fitting baju, mama rara dan mama bella pamit kepada andini dan aldo untuk memesan Catering terlebih dahulu dan menyuruh aldo dan andini untuk pulang duluan.
Di dalam mobil andini terus mengamati aldo yang sedang menyetir dan aldo yang sadar akan hal itu bisa menebak pasti mulut andini sudah gatal ingin mengomeli dirinya.
"ehem eheeemm.... "suara andini
Namun aldo tetap pura pura diam dan fokus menyetir.
" hheeeeeiiiiiiiii. "panggil andini.
Namun aldo tetap pura-pura tidak dengar.
"aldoooo...loe punya kuping gak yaaa, dipanggil gak nyaut."bentak andini.
" oh loe panggil gue, sory gue gak denger. "selak aldo.
" haalllahh boongg banget, loe tadi kenapa liatin gue sampe kayak gitu, jangan bilang loe jatuh cinta ya ma gue. "kata andini sambil tangannya bersidekap.
"ehh geer banget sih loe, gue ma udah kenal loe dari masih orok, mana mungkin gue cinta ma loe, atau jangan jangan loe ngarep ya." sendiri aldo.
"hahhh gue?? (sambil menunjuk dirinya sendiri) gak lah, cowok gue aja udah perfect, loe mau apa? "balas andini.
" ya bagus deh kalo gitu."ucap aldo.
Namun tiba tiba aldo merasa sakit hati atas kata kata andini barusan,
"perasaan gue kenapa jadi gini, rasanya sakit banget denger andini bilang gitu, bukannya biasanya juga dia sering ngatain gue. Apa jangan jangan .... Ah gak boleh, gue cuma baper aja gara gara perasaan bersalah gue kemaren. Yaaa cuma rasa bersalah. "
Andini yang melihat aldo seperti memikirkan sesuatu tiba² mengagetkannya,
" eh awas ada kucing didepan... "kata andini yang mengerjai aldo.
Aldo yang kaget, sontak saja langsung mengerem mendadak dan.....
Cccciiiiiiitttttt.....
Kepala andini pun terbentok, aldo yang kaget dan panik hendak memarahi andini.
" aaauuuu..."teriak andini.
"din loe sih us..... "kata aldo terhenti karena melihat kepala andini yang berdarah.
" din kepala loe berdarah,sini gue bersihin dulu pake tisu, kita kerumah sakit sekarang yaa, mana yang sakit,pusing gak??loe sih,,, ahhhh... "teriak aldo yang panik dan tak henti² terus bicara sambil memegangi pundak andini.
Namun andini yang melihat wajah aldo yang pucat malah tertawa.
" hahahaha....loe kok panik gitu sih, cuma lecet dikit kok, muka loe tuh aneh. "ucap andini.
" loe apaan sih, seriusan gue. "jawab aldo.
" iyaa bang aldo, "goda andini.
Aldo langsung memencet hidung andini karena kesalnya.
Namun tiba² mata mereka bertemu.
Deggg...
" jantung gue kenapa nih, berasa mau copot, kok detakkannya kenceng banget. "batin aldo sambil terus menatap mata andini.
Andini yang juga menatap mata aldo juga berkata dalam hatinya" aldo kalo diliat dari deket gini ternyata ganteng dan manis banget, kenapa gue baru sadar yaa. "
Dan mereka pun terbawa suasana, hingga akhirnya wajah aldo semakin mendekat, dan andini juga menutup matanya dan akhirnya
Cupp...
Aldo mencium andini dan tanpa disadari andini membuka mulutnya dan aldo pun akhirnya melum*t bibir andini, namun tak ada penolakan dari andini sehingga aldo memutuskan untuk terus mencium bibir andini.