Isyana Putri, gadis tomboi berusia 22th. Tanpa sengaja bertemu dengan
Briyan Adhinatha, seorang CEO tampan berusia 28th.
Karena suatu keadaan membuat Isyana harus melakukan nikah bohongan dengan Briyan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mandry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Suka mengancam
Briyan berjalan memasuki salon kecantikan dan Isyana hanya mengikuti Briyan dari belakang dari belakang.
Sesampainya didalam salon terlihat salon lumayan ramai dengan pengunjung. Mereka disambut seorang lelaki yang berlogat kemayu berjalan menghampiri mereka
"Helo bebeb Brayen... Sudah lama tak pernah main sih... " Sapa cowok kemayu itu dengan suara manjanya sambil berjalan mendekat dan melambai-lambai kan tangannya
"Temen lo kayak gini pak? " Bisik Isyana ditelinga Briyan
" Hust! Jangan sembarangan bicara! " Jawab Briyan juga berbisik
"La itu ngajak main" Bisik Isyana lagi sambil menahan tawanya
"Diam! " Ucap Briyan tegas. Dan Isyana terdiam tidak berani tertawa.
"Kangen ya sama Nency" Ucap cowok kemayu itu yang ternyata bernama Nency sambil bergelayut manja di lengan Briyan.
"Lepas! " Teriak Briyan pada Nency. Isyana hampir tertawa lepas kalau saja tadi Briyan tak sempat meliriknya dengan tatapan tajam. Isyana hanya menutup mulutnya.
" Ih... Bebeb Brayen nyebelin deh... " Ucap Nancy kesal dan melepas tangannya dari lengan Briyan
"Ini siapa bebeb Brayen?" Tanya Nancy sambil melihat Isyana dari atas kebawah seperti menilai.
" Jangan banyak tanya... Berikan perawatan terbaik buat dia" Ucap Briyan pada Nancy sambil nenunjuk ke arah Isyana.
"Siap bebeb Brayen akan aku lakukan yang terbaik" Jawab Nancy
" Wanita ini akan jadi sangat istimewa dan bebeb pasti akan senang dengan hasil karya Nancy" Ucap Nancy dengan penuh keyakinan.
"Ayo ikut... " Ajak Nancy pada Isyana
"Aku gak mau" Tolak Isyana
"Okey... Uang ganti rugi 100jt" Ancam Briyan.
"Kau suka mengancam! " Jawab Isyana sebal dan berjalan mengikuti Nancy.
***
Dilain tempat, dirumah kediaman Adhinatha. Tiyo dan Anggita terlihat sedang berkunjung. Dengan membawa beberapa bingkisan oleh-oleh untuk keluarga Adhinatha.
"Anggi... Tiyo... Ayo masuk" Ajak mama Rianti yang ternyata melihat kedatangan mereka.
" Mama sedang apa? " Tanya Anggi pada mama Rianti
"Mama sedang menunggu Briyan sambil menata taman" Jawab mama Rianti
" Aku kira tadi Briyan yang datang ternyata kalian" Ucap mama Rianti dengan tersenyum manis.
"Jadi kedatangan kita tidak diharapkan nih ma... " Ucap Tiyo sambil pura-pura merajuk.
" Bukan begitu dong sayang. Kamu tau sendiri kan Tiyo masalah semalam" Alasan mama Rianti.
"Iya ma... " Jawab Tiyo. Ternyata mama Rianti menunggu kedatangan Briyan untuk menunggu penjelasan kejadian semalam.
"Ayo masuk. Temui papa didalam" Ajak mama Rianti
Mereka berjalan memasuki rumah menuju ruang keluarga tempat papa baswara sedang membaca koran.
"Assalamualaikum papa" Sapa Anggi
"Waalaikumsalam... Wah pengantin baru yang baru saja pulang honeymoon" Goda papa Baswara setelah melihat Tiyo dan Anggi datang.
"Apakah membawakan seorang cucu buat papa sebagai oleh-oleh? " Goda papa Baswara lagi sambil menaruh koran yang dibacanya dan melepas kacamata yang dipakainya
"Oleh-oleh buat papa yang ini" Tiyo memberikan oleh-oleh yang memang sengaja dia siapkan untuk kedua orang tua angkatnya.
"Kalau yang itu masih jadi PR pah hehe... " Jawa Tiyo dan membuat Anggita tersipu malu
"Sudah lah pah.... jangan suka godain pengantin baru. Lihat tuh wajah Anggi merah semua" Ucap mama Rianti tersenyum melihat wajah Anggita memerah
"Mama sama aja" Jawab papa Baswara
"Y udah mama mau buat minum dulu" Ijin mama Rianti
"Aku ikut mah... " Anggita mengikuti mama Rianti
"Ayo sayang" Ajak mama Rianti dan mereka berjalan ke arah dapur.
Tinggallah papa Baswara dan Tiyo yang duduk mengobrol di ruang keluarga. Banyak topik yang akan mereka bahas. Mulai dari kantor, tentang bulan madu dan tentunya juga masalah Briyan.
"Bik Inah... " Teriak mama Rianti ketika sampai di dapur
"Iya nyonya" Suara bik Inah menyahuti dan menghampiri majikannya.
"Tolong bantu siapin minuman dan persiapan untuk makan siang ya... " Pinta mama Rianti
"Siap nyonya... " Jawab bik Inah. Karena sebentar lagi masuk jam makan siang. Mereka pun sibuk menyiapkan minuman dan makanan untuk makan siang.
1 vote mengiringi karyamu Thor.
semangat berkarya