NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Pria Beristri

Jerat Cinta Pria Beristri

Status: tamat
Genre:Beda Usia / One Night Stand / Cinta Seiring Waktu / Konflik etika / Showbiz / Tamat
Popularitas:10.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Desy Puspita

Tak terima lantaran posisi sebagai pemeran utama dalam project terbarunya diganti sesuka hati, Haura nekat membalas dendam dengan menuangkan obat pencahar ke dalam minuman Ervano Lakeswara - sutradara yang merupakan dalang dibaliknya.

Dia berpikir, dengan cara itu dendamnya akan terbalaskan secara instan. Siapa sangka, tindakan konyolnya justru berakhir fatal. Sesuatu yang dia masukkan ke dalam minuman tersebut bukanlah obat pencahar, melainkan obat perang-sang.

Alih-alih merasa puas karena dendamnya terbalaskan, Haura justru berakhir jatuh di atas ranjang bersama Ervano hingga membuatnya terperosok dalam jurang penyesalan. Bukan hanya karena Ervano menyebalkan, tapi statusnya yang merupakan suami orang membuat Haura merasa lebih baik menghilang.

****

"Kamu yang menyalakan api, bukankah tanggung jawabmu untuk memadamkannya, Haura?" - Ervano Lakeswara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22 - Gugup Setengah Mati

Mengikuti Papa Zean yang sudah berlalu lebih dulu, Ervano juga begitu. Kebetulan penghulu sudah tiba bersamaan dengan rombongan keluarga Haura, akad nikah akan segera dimulai.

Hanya menunggu Haura yang belum selesai. Dalam menunggu calon mempelai, Ervano berhadapan dengan tatapan tajam tiga pria yang seperti hendak menerkamnya hidup-hidup.

Abimanyu, Hudzai dan Ray yang merupakan mantan kekasih Haura juga begitu. Sama sekali tidak ada tatapan keramahan, terlihat jelas bahwa dirinya adalah ipar yang tidak diinginkan.

Kendati demikian, Ervano tidak ambil pusing. Secara usia, tiga pria itu adalah adiknya semua. Jadi, mau setajam apapun cara mereka memandang, sedikit pun tidak akan berhasil membuat Ervano ciut.

Bahkan, dibanding Hudzai yang merupakan kakak pertama Haura saja lebih tua dirinya. Dia berlagak cupu dan pengecut di hadapan Abimanyu karena merasa pria itu bukan lawannya.

Berbeda dengan Ervano yang tenang menunggu dengan tenang, di dalam kamar Haura masih berusaha mengatur napas dan menangkan dirinya.

Tidak terhitung seberapa banyak tisu yang dia gunakan untuk menghapus air mata, tapi air matanya kian menjadi saja. Polesan make-up tipis di wajahnya selalu terhapus sampai Mama Syila menghela napas panjang saking lelahnya.

"Ayolah, Ra, jangan nangis terus ... luntur, Sayang." Sembari menatap mata sembab putrinya, Mama Syila bertanya dengan begitu lembut di sana.

"Biarin, lagian ngapain harus pakai make-up segala?"

"Ya harus dong, Sayang, ini pernikahan jadi harus berkesan," jawab Mama Syila masih tetap penuh kelembutan seperti biasa.

"What? Berkesan?"

"Hem, kenapa memangnya? Mama salah?"

"Ya jelas salah lah, Mama lupa yang akan menikahiku itu siapa? Jadi istrinya itu bisa dianggap bencana, paling juga bertahan beber_"

"Shuut!!" Mama Syila sontak menempelkan jemari tepat di bibir Haura demi membuatnya berhenti bicara. "No, Haura!! Jangan sembarangan bicara ... ini pernikahan jadi berucaplah yang baik-baik, Nak."

"Ma, nasihat itu hanya boleh berlaku untuk pernikahan yang direncanakan, diimpikan dan memang aku inginkan!! Kalau begini jelas tidak ada alasan kenapa aku harus berucap yang baik," cerocos Haura masih terus berontak walau tidak sampai teriak-teriak.

Mendengar pernyataan Haura, wanita cantik itu sejenak menghentikan kegiatannya dan beralih menggenggam jemari putrinya.

"Ra, dengarkan Mama baik-baik," tutur Mama Syila menatap mata putrinya lekat-lekat. "Sebagai wanita, Mama paham betul bagaimana gejolak hati kamu ... Mama pernah berada di posisi ini hanya berbeda penyebabnya saja."

"Hari ini boleh kamu merasa bahwa pernikahanmu bencana, buruk, tidak diinginkan atau semacamnya, tapi!! Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, Sayang ... sesuatu yang kamu anggap buruk itu bisa jadi sesuatu yang justru kamu butuhkan, Ra."

"Ayo luaskan hatimu, ingat kata-kata papa ... jangan halangi Ervano untuk bertanggung jawab."

"Ma, aku_"

"Diam, Mama belum selesai bicara," tegas Mama Syila dengan suara lembut, tapi selalu sukses membuat putra-putrinya bungkam dan patuh.

"Jangan egois, menjadi seorang ibu tanpa suami itu sulit ... memang iya secara finansial kamu mampu, Mama tahu kamu sangat mampu!! Tapi, coba pikirkan hal lain!! Bagaimana setelah anak itu lahir, siap kamu menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang ayahnya? Siap? Iya?"

Mama Syila berusaha bicara dari hati ke hati demi membuat Haura berlapang dada menerima keadaannya saat ini. "Satu lagi, jika sampai kamu menolak pernikahan ini Mama pastikan kamu tidak akan bersedia menerima pinangan laki-laki lain seumur hidup."

Haura mengangkat wajahnya, memberanikan diri untuk menatap balik sang mama yang tengah bicara panjang lebar dan justru berhasil menusuk relung hatinya.

"Mama tahu kamu, Ra ... karena hal kecil saja kamu bisa minder dan merasa tidak pantas untuk mendapatkan sesuatu, apalagi jika sampai begini."

Tanpa menjawab, Haura hanya terdiam merenungi ucapan mamanya. Sejak saat itulah dia tidak lagi banyak protes dan menangis, seakan pasrah Haura menurut saja dan bisa diajak kerja sama.

Cukup lama waktu yang dibutuhkan Mama Syila untuk menyulap penampilan putrinya menjadi pengantin sebagaimana mestinya. Walau memang terkesan sederhana, tapi Mama Syila hanya tidak ingin sang putri merasakan hal sama seperti dirinya di masa lalu.

Minimal sedikit pangling saja, tidak begitu mewah dan menikah pun menggunakan kebaya yang Mama Syila bawa dari rumah. Meski Haura bilang pernikahan ini bukan yang dia impikan, tapi hati kecil Mama Syila berharap besar akan sakralnya pernikahan mereka.

"Sudah, putri Mama cantik sekali ... ayo keluar." Mama Syila mengulas senyum hangat dan menatap kagum putri satu-satunya itu.

.

.

Didampingi Mama Syila, Haura keluar dengan langkah pelan dari kamar. Dia terlihat begitu cantik, tatapan beberapa orang di sana sontak tertuju padanya.

Terutama Ervano yang tak berhenti menatap ke arah Haura sembari berdecak kagum dalam hati. Sayangnya, Ervano tidak mendapati balasan dari calon istrinya karena Haura menatap mata yang lain.

Sudah tentu ke arah Ray yang akan menjadi saksi dan duduk tak jauh dari Ervano. Hanya sesaat, karena setelah duduk berdampingan dengan Ervano wanita itu hanya menunduk dan tidak menatap ke arah siapapun.

Sakit sekali rasanya jadi Haura, sedang sayang-sayangnya dan sudah merencanakan banyak hal di masa depan, tapi justru berdampingan dengan pria lain sewaktu di pelaminan.

Begitulah kira-kira kalimat yang pas untuk menggambarkan posisi Haura. Kendati demikian, dia tidak ingin memperlihatkan sakitnya di hadapan Ray dan harus berlagak memang menginginkan Ervano sebagai suami.

"Nak Haura ...."

"Iya, Ustadz?" Haura mengangkat wajahnya, mengulas senyum hangat demi menegaskan bahwa keadaannya baik-baik saja.

"Apa ananda ikhlas menerima pernikahan ini?"

"Iya, saya sangat ikhlas," jawab Haura tanpa ragu, tak terlihat berpikir karena yang dia utamakan saat ini adalah Ray sebenarnya.

Mendengar jawaban Haura yang begitu mantap, pria berambut putih itu tersenyum penuh kelegaan dan mempersilakan Papa Zean untuk menjabat tangan Ervano.

Ervano sempat menatap Haura sekilas sebelum kemudian menjawab tangan Papa Zean. Bukan kali pertama dia lakukan, tapi gugupnya luar biasa sampai telapak tangan Ervano terasa sangat dingin dan gagal di percobaan pertama.

"Mohon maaf, Pak Ustadz ... boleh diulang?" tanya Ervano gugup menatap wajah dua pria di hadapannya secara bergantian.

"Tentu, akan kita ulang."

Papa Zean kembali menarik napas dalam-dalam dan mengulang sighat akad untuk kemudian Ervano jawab.

"Ananda Ervano Lakeswara ... aku nikahkan dan kawinkan engkau dengan putriku Haura Qotrunnada binti Zean Andreatama dengan mas kawin uang senilai 500 ribu rupiah dibayar tunai!!"

"Saya terima nikah dan kawinnya Haura Qotrunnada binti Zean Andre Taulany dengan mas kawin_"

"Aduh!! Stop-stop!! Andreatama tuli!! Telingamu dimana sampai nyasar jadi Andre Taulany!!" teriak Abimanyu dari paling heboh sendiri karena sudah percobaan kedua Ervano belum mampu menuntaskannya.

Alhasil, umpatan itu tak lagi mampu Abimanyu tahan sementara Papa Zean susah payah menahan tawa. Di sisi lain, Ervano yang sama sekali tidak sengaja melakukan kesalahan tersebut panik.

"Tahu nih aneh, sekali lagi gagal Ray yang maju buat gantiin."

"Nah benar, kesempatan sekali lagi ... sampai gagal game over, Ray yang nikahi!!"

.

.

- To Be Continued -

1
Herlina Yus warkop
udah baca d tapi baca lagi kangen KK arya mbak Desh ,mau nyamperin di KBM mentok ah
Desy Puspita: Makasih banyak kak 🫶🏻🫶🏻🫶🏻
total 1 replies
SNN 💠
recommended 💫
nana mail
GOOD
Ra~~~~~
Novelnya bagus 😍
*k🎧ki€*
Ervano is Casper😱😱😱
Efratha
baca part ini aku sampe ketawak bengek 🤣🤣🤣🤣
Efratha
jangan² Sofia kaum lesbiola 🤭
Efratha
pertengahan part ini hampir mewek saya bacanya,eh tetiba akhir jadi ngakak "anggap aja anak hantu " 🤣🤣🤣🤣
Borahe 🍉🧡
sempet"nya liatin ke mang Udin🙈
Borahe 🍉🧡
Persis Kayla dan Evan😂
Borahe 🍉🧡
bener bener mulut Haura. apa yg ada diotak itu yg diungkapin tanpa filter😂😂🙈
Borahe 🍉🧡
kecintaan banget pak
Borahe 🍉🧡
wihh banyak duit nih Bpk dua bini🤣
Borahe 🍉🧡
hahaah
Borahe 🍉🧡
hahaga panik gak
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙜𝙠𝙜𝙠𝙜𝙠𝙠𝙠... 𝙖𝙠𝙪 𝙠𝙞𝙧𝙖 𝙢𝙖𝙪 𝙣𝙮𝙚𝙗𝙪𝙩 𝙗𝙤𝙩𝙤𝙡 𝙮𝙖𝙠𝙪𝙡𝙩 𝙚𝙝 𝙜𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙤𝙩𝙤𝙡 𝙠𝙚𝙘𝙖𝙥.😆😆😆
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙉𝙖𝙠𝙖 𝙗𝙨 𝙙𝙞 𝙖𝙟𝙖𝙠 𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙟𝙜 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙥𝙖𝙥𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖... 𝙨𝙚𝙙𝙞𝙠𝙞𝙩 𝙡𝙜 𝙡𝙪𝙡𝙪𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙢𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙝𝙖𝙙𝙪𝙪𝙝𝙝 𝙠𝙙 𝙠𝙬𝙗𝙖𝙬𝙖 𝙟𝙚𝙣𝙜𝙚𝙡 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙀𝙫𝙖𝙣, 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙘𝙪𝙢𝙖 𝙗𝙖𝙘𝙖 𝙣𝙤𝙫𝙚𝙡 𝙩𝙥 𝙥𝙚𝙧𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙃𝙖𝙪𝙧𝙖 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞 𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙞𝙖𝙩𝙧𝙞 𝙥𝙡𝙞𝙨 𝙞𝙗𝙪 𝙮𝙜 𝙙𝙞𝙠𝙚𝙘𝙚𝙬𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙖𝙠𝙪 𝙟𝙙 𝙞𝙠𝙪𝙩2𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙟𝙜.𝙬𝙠𝙬𝙠𝙬𝙠𝙠...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙬𝙖𝙟𝙖𝙧 𝙨𝙞𝙝 𝙥𝙖𝙥𝙖𝙝 𝙕𝙚𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙠𝙧𝙣 𝙮𝙜 𝙣𝙖𝙢𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙡𝙖𝙝𝙞𝙧𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙖𝙚𝙪𝙝 𝙣𝙮𝙖𝙬𝙖 𝙩𝙥 𝙖𝙞 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙜𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙨𝙞 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙞𝙣𝙜𝙣𝙮𝙖 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙧𝙣 𝙣𝙜𝙤𝙗𝙚𝙤𝙡 𝙨𝙖𝙣𝙩𝙖𝙞 𝙙𝙜𝙣 𝙩𝙢𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙚𝙙𝙖 𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙡𝙜 𝙨𝙞𝙡𝙪𝙖𝙧 𝙠𝙤𝙩𝙖/𝙥𝙪𝙡𝙖𝙪 𝙠𝙧𝙣 𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖 𝙢𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙣 𝙢𝙖𝙖𝙞𝙝 𝙗𝙨 𝙙𝙞 𝙢𝙖𝙠𝙡𝙪𝙢𝙞.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙧𝙖𝙨𝙖𝙞𝙣, 𝙢𝙜 𝙃𝙖𝙪𝙧𝙖 𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙥𝙚𝙡𝙖𝙟𝙖𝙧𝙖𝙣 𝙩𝙪𝙝 𝙨𝙞 𝙀𝙧𝙫𝙖𝙣𝙤 𝙟𝙜𝙣 𝙙𝙞𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙢𝙖𝙖𝙛 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙠𝙧𝙣 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙖𝙗𝙖𝙞 𝙨𝙢 𝙩𝙪𝙜𝙖𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙥𝙡𝙪𝙨 𝙖𝙮𝙖𝙝 𝙖𝙞𝙖𝙜𝙖.. 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙠𝙖𝙥𝙤𝙠 𝙨𝙚 𝙚𝙣𝙖𝙠𝙣𝙮𝙖.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!