Four Twins. Mereka adalah seorang Bad Girl. Walaupun begitu, mereka adalah jenius muda. Mereka memiliki keluarga yang membuang keempatnya karena dituduh pembawa sial.
Namun siapa sangka, mereka adalah seorang pemimpin Mafia teratas di dunia yang biasa disebut sebagai Black Diamond.
Setelah mereka membalas dendam, mereka terbunuh dan terlahir kembali menjadi 4 bayi kembar di zaman kuno.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zalfa Azz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Berlatih Sihir
H A P P Y R E A D I N G
.
.
.
.
Masing masing dari mereka telah membuat jarak dan membuat Array pelindung di sekitar tempat mereka berlatih agar tidak ada kerusakan. Keempat nya sangat kuat walau masih berumur 5 tahun. Entah apa jadi nya saat mereka dewasa nanti.
Linna si kembar terakhir mulai membuka buku tebal yang berisi mantra sihir ditangan kecilnya. Dialah yang paling bersemangat untuk berlatih karena ia sangat suka apapun yang berbau sihir.
Keempat nya memiliki keistimewaan yaitu, mereka berempat bisa menggunakan sihir tanpa mantra. Mereka bisa mengeluarkan sihir hanya dengan memikirkan apa yang mereka inginkan.
"Apakah ini mantra terkuat? Ah ini sangat mudah"ucap nya seraya menutup buku tebal itu setelah ia selesai membaca nya.
Kemudian ia melemparkan buku itu ke sembarang tempat dan mulai mencoba sihir sihir yang ia baca. Walau mereka bisa menggunakan sihir tanpa mantra, namun untuk itu mereka harus menguasai sihir itu dengan sempurna. Baru setelah nya mereka bisa menggunakan tanpa mantra.
Yang pertama kali ia coba adalah sihir tanaman.
"@*#&$;#(@*;:&*@#$^,;" ucap nya membaca mantra dan keluarlah sulur sulur yang ia arahkan pada pohon yang besar didepan nya.
Sulur sulur tanaman itu mulai melilit pohon itu. Beberapa detik kemudian, pohon itu hancur menjadi debu. Linna tersenyum bangga melihat kekuatannya.
Jika orang lain tahu seorang anak kecil berumur 5 tahun telah menguasai semua sihir tingkat rendah hingga tinggi pasti akan murah darah. Yah apalagi mereka juga menguasai sihir tingkat suci yang telah di anggap punah. Dan jangan lupakan jika mereka bisa menggunakan sihir tanpa mantra setelah menguasai mantra sihir tersebut.
"Ah aku memang yang terbaik dari yang terbaik"ucap nya menepuk dada nya bangga.
Ia mengarahkan tangan kanan nya pada pohon yang telah ia hancurkan tadi. Dengan perlahan pohon itu mulai membentuk seperti sebelum nya.
Linna sangat senang hingga tanpa sadar pohon itu mulai membesar dari yang sebelum nya. Pohon itu membesar hingga pohon pohon di dekat nya tersingkir kan. Saat ia menyadari apa yang telah ia lakukan, Linna mulai menghentikan sihir nya pada pohon itu.
"Ah aku bisa di ceramahin oleh Letta jika kekacauan ini tidak ku bereskan"gumam Linna menepuk kening nya pelan.
Dengan cepat Linna mengembalikan ukuran pohon itu dan mengembalikan pohon pohon yang tersingkir kan. Saat semua selesai, Linna menghela nafas panjang.
"Haah untung saja mereka sibuk berlatih tanpa tahu kekacauan yang telah kubuat tadi"ucap nya melirik ketiga saudara nya yang sibuk sendiri.
Linna pun melanjutkan latihan nya lagi. Tapi kali ini ia akan menggunakan sihir kegelapan yang sangat langka di seluruh benua ini. Linna dan ke tiga saudara kembaran nya hanya membutuhkan waktu 1 minggu untuk menguasai semua sihir tingkat suci.
Padahal orang orang pada umum nya membutuhkan waktu beberapa bulan untuk satu mantra sihir tingkat rendah. Orang genius pun membutuhkan waktu 4-7 minggu untuk menguasai 1 mantra sihir tingkat rendah.
Walaupun begitu, mereka tak pernah sombong. Mereka hanya berfikir jika kemampuan mereka sama seperti orang pada umum nya dan mereka hanya bersikap biasa saja. Mereka hanya akan bersikap sombong, meremehkan dan angkuh saat bersama musuh.
****
Letta juga sama seperti Linna namun dia sangat malas untuk berlatih. Dia hanya ingin menyelesaikan latihan hari ini dengan cepat agar dia bisa bersantai maupun tidur dengan tenang nya.
Saat ini ia telah mempraktek kan 5 sihir yang langsung berhasil.
"Jika bukan karena di dunia ini sihir adalah hal langka, aku pasti sekarang telah bersantai dan memakan cemilan"ucap Letta cemberut.
"Ingin rasa nya mengakhiri latihan ini. Aku sudah mengantuk dan ingin segera berkencan dengan kasur ku di alam mimpi"ujar nya yang sedari tadi menggerutu kesal.
Kemudian dia dengan malas mengucapkan mantra dan mengeluarkan sihir nya. Dia ingin cepat selesai, oleh karena itu dia tidak perlu beristirahat. Sungguh melelahkan sekali.
Sudah 7 jam lama nya mereka berlatih. Namun mereka masih tetap melanjutkan tanpa lelah. Namun Letta akan selesai setelah sihir terakhir yang ada di buku tebal tadi.
Sedangkan ketiga saudara nya juga sama seperti diri nya. Dengan bersamaan ke empat nya mulai memfokus kan diri. Sihir terakhir ini lumayan kuat untuk mereka namun untuk orang orang pada umum nya akan sangat sangat kuat.
Yang menjadi kelinci percobaan mereka kali ini adalah gunung yang cukup jauh dari di belakang rumah mereka. Mereka bisa menghancurkan namun mereka juga bisa memperbaiki. Mereka mulai membaca mantra dan mengarah kan sihir nya pada gunung itu.
Duarrr...
Suara ledakan itu menggetar kan tanah di Kerajaan ini. Terlihat jika gunung tersebut hancur berkeping keping karena sihir dari ke empat gadis kecil itu. Masing masing dari mereka bisa saja menghancurkan gunung itu sendirian. Akan tetapi mereka tidak ingin saja untuk saat ini.
Semua warga, Bangsawan hingga keluarga Istana di Kerajaan ini mulai gempar akan hancur nya salah satu gunung di Kerajaan mereka. Semua orang berkumpul di dekat gunung untuk mengetahui apa yang terjadi.
Keempat gadis kecil itu mulai mengembali kan gunung itu dengan segera. Mereka tidak tahu jika ulah mereka akan menjadi perbincangan di Kerajaan ini. Tapi untung saja orang orang tidak tahu jika mereka yang melakukan hal itu.
Saat gunung itu mulai terbentuk kembali dan tumbuhan di gunung itu yang bertambah subur mengejutkan semua orang. Namun ke empat gadis kecil itu malah duduk santai di rerumputan saat selesai.
"Kemampuan yang kita dapat dari buku itu lumayan juga"ucap Lunna.
"Ya kita harus mempelajari buku buku yang lain juga agar bisa lebih kuat. Aku masih belum puas dengan yang sekarang. Dan di ruang dimensi masih ada 20 buku sihir tingkat suci yang belum kita pelajari" ucap Linna semangat.
"Jangan terburu buru, waktu kita masih panjang. Belum lagi kita harus menunggu perkembangan dari pasukan kita yang hanya berjumlah 1000 orang"ucap Lenna.
"Sudahlah jangan pikirkan itu, kita harus cepat menguasai semua sihir tingkat suci ini agar setelah nya kita bisa melatih mereka tanpa khawatir dengan kemampuan kita"ucap Letta.
"Wahhhh sejak kapan kau menjadi sangat rajin? Bukankah kau ini sangat pemalas"ucap Linna mengejek.
Untuk pertama kali nya ketiga gadis kecil itu melihat Letta yang semangat berlatih. Karena sejak dari zaman modern, mereka tahu jika Letta ini selalu malas berlatih. Dan hanya suka tidur. Tapi itupun setelah ia mengerjakan semua tugas nya.
Letta ini bisa di katakan rajin dan bisa juga di katakan pemalas. Karena dia tidak akan bersantai sebelum tugas nya selesai. Terkadang dia akan ngebut kerja agar bisa bersantai setelah nya.
"Jangan mengejek ku!!"ucap Letta cemberut.
"Linna kau benar sekali hahahah.."ucap Lenna tertawa keras.
"Apa yang kau tertawa kan? Mengapa kau menjadi sangat receh"ucap Lunna.
"Tidak ada"
Mereka berempat tidak sadar jika sedang di lihat oleh pasukan nya dan juga ke dua Kesatria tampan mereka. Semua telah menyaksikan bagaimana ke empat nya menghancur kan gunung dan mengembali kan gunung dengan mudah nya.
Dan setelah itu mereka malah bersikap biasa seperti tak terjadi apa apa. Juga mengatakan jika itu hanya lumayan. Semua nya dengar perbincangan ke empat nya. Yang membuat mereka terkejut adalah buku sihir suci.
"Adik!"panggil Kavlar pada ke empat nya.
Mereka berempat menoleh ke belakang dan mendapati Pasukan dan Kesatria tampan mereka yang menganga tak percaya.
"Eh? kenapa kalian ada di sini?"tanya Linna bingung.
"Sejak lama, ayo kita makan. Ini sudah waktu nya makan siang"ucap Alrick.
Kavlar dan Alrick memang tidak terkejut lagi dengan kekuatan ke empat gadis kecil itu karena sudah terbiasa melihat.
"Baiklah, kami juga sudah lapar. Apa makanan nya sudah siap?"tanya Lunna.
"Sudah.. Semua makanan yang di buat monster kalian telah berada di atas meja makan yang baru"ucap Kavlar.
Yah mereka berempat membuat meja yang besar dan panjang. Agar mereka bisa makan bersama dengan pasukan nya sekaligus.
"Baiklah ayo!"ucap Linna berbinar. Mereka berempat sudah sangat lapar kali ini.
Ayo mampir dan baca novelku, judulnya "We Are Monsters!"
Terimakasih Author dan semuanya! xd