NovelToon NovelToon
Sang Pemilik Hati

Sang Pemilik Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Duda / Cintapertama
Popularitas:64.5k
Nilai: 5
Nama Author: Naira_W

Ardian Herlambang duda tampan yang tak memiliki keinginan untuk menikah lagi setelah sang istri meninggal harus berurusan dengan gadis yang selama ini selalu dihindarinya.
Kinanti Maheswari, dokter cantik yang selama ini selalu menatap satu pria di dalam hidupnya. Rasa cintanya yang besar membuatnya tak bisa berpaling dari Ardi, walaupun berkali-kali lelaki itu mematahkan hatinya.
Hingga akhirnya sebuah kesalahpahaman membuat Ardi terang-terangan membenci Kinanti dan mengucapkan kata-kata yang sangat menyakiti hati gadis itu. Hingga akhirnya Kinan memutuskan untuk benar-benar pergi.
"Jangan pernah menghubungiku hanya karena merasa bersalah, semua yang kamu ucapkan benar. Aku bukan siapa-siapa, hanya parasit yang menumpang hidup di tengah-tengah keluarga kalian." ucap Kinan pada Ardi sebelum berlalu menuju calon suami yang sudah menunggunya.
Akankah Ardi menyadari perasaannya setelah kehilangan Kinanti? Bagaimana kehidupan Kinanti bersama lelaki yang tak pernah bisa dicintainya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naira_W, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa Aku?

Hampir satu jam Kinan berada di kamar inap Firman. Kinan tadi mendiskusikan tentang sekolah Vira dan Firman.

Ternyata, Bu Anisa memang tak sanggup menyekolahkan kedua anaknya karena uangnya habis untuk membawa Firman berobat di mantri dekat tempat mereka tinggal.

Kinan menawarkan pekerjaan untuk Bu Anisa. Kebetulan Bu Siti sudah mau pensiun akhir bulan ini. Kinan sudah menanyakan masalah lowongan itu pada departemen HRD rumah sakit.

Mereka mengatakan jika Bu Anisa bisa bekerja di rumah sakit sebagai petugas kebersihan menggantikan Bu Siti. Namun, statusnya bukan pegawai tetap.

Bu Anisa harus menunjukkan kinerjanya selama dua tahun baru bisa diangkat sebagai pegawai tetap.

Jadi walaupun mendapatkan gaji UMR, namun belum mendapatkan bonus atau insentif seperti yang diterima Bu Siti atau pegawai kebersihan lainnya.

Bu Anisa tak menolak, dia bahkan sangat senang menerima pekerjaan ini. Baginya gaji yang diterimanya sudah lebih dari cukup untuk membiayai hidupnya dan anak-anaknya.

Dan rencananya Bu Anisa mulai masuk minggu depan untuk training terlebih dahulu.

Kinan berjalan melintasi taman, sebenarnya jalan yang dilaluinya untuk sampai ke ruang rawat Winny.

Walaupun ada rasa enggan karena Kinan masih sakit hati dengan ucapan kasar Ardi tapi dia harus menemui mama Putri yang sudah menunggunya di kamar wanita yang baru saja kehilangan anak dalam kandungannya itu.

"Bisa-bisanya kamu berpikiran seperti itu, Ardi. Mbak nggak pernah berpikiran sempit seperti kamu. Mbak sangat menyayangi Kinan seperti anak kandung mbak sendiri."

Kinan menoleh ke arah sebuah taman kecil dekat bangsal rawat inap Winny. Kinan melihat mama Putri dan Ardi sedang duduk di kursi besi yang berada di bawah sebuah pohon rindang.

"Aku tidak bisa seperti mbak. Seandainya aku sudah tau asal-usul Kinan, tak mungkin aku mau membantu ibu merawatnya waktu kecil." kata Ardi jijik.

Kinan tersentak saat mendengar Ardi yang menyebutkan asal-usul Kinan dengan nada seolah-olah Kinan adalah sampah.

Dengan langkah perlahan, Kinan mendekati mereka. Kinan sangat penasaran apa yang akan mereka bicarakan selanjutnya.

"Kalau begitu kamu sama saja membenci mas Permadi."

"Aku nggak membencinya mbak, malah aku kasian sama mas Permadi yang harus tanggung jawab karena kelakuan adiknya yang merebut tunangan mbak." kata Ardi.

"Kinan itu persis ibunya mbak, wanita murahan yang dengan gampangnya menyerahkan diri pada lelaki yang menjadi obsesinya." kata Ardi lagi

"Ardi!! Jaga mulut kamu. Kinan itu anak mbak, kamu sama saja menghina mbak kalau bicara seperti itu." kata Mama Putri dengan sengit.

Kinan menggenggam erat teralis besi pagar yang membatasi mereka.

'Apa maksudnya, merebut? Tunangan mama direbut ibu kandungku?' batin Kinan.

"Tapi tu benar mbak, aku dulunya tak tau kenapa tiba-tiba mbak dibawa sama bapak dan tinggal di kampung. Padahal waktu itu bapak berangkat ke ibu kota buat jadi wali pernikahan mbak. Tapi malah dibawa bapak pulang ke kampung dengan perasaan hancur seperti itu." kata Ardi.

"Kamu salah, justru mbak bersyukur karena kejadian itu. Akhirnya mbak bahagia menikah dengan mas Permadi. Kami saling mencintai dan hidup dengan bahagia. Apa yang dikatakan bulek Nita itu salah, Di." kata Mama Putri.

"Ck, itu sekarang mbak. Aku tau keadaan kalian di awal-awal pernikahan. Tiap hari kalian menyibukkan diri dengan pekerjaan masing-masing dan mbak juga sempat mengabaikan Kinan yang masih bayi. Aku tau mbak pasti sakit hati setiap melihat wajah Kinan. Wajah Kinan mirip dengan orang yang sudah mengkhianati mbak." kata Ardi.

"Ardi!!"

"Sudahlah, mbak jangan membela dia terus. Buah itu jatuh tak akan jauh dari pohonnya. Darah penghianat itu tak akan berubah walaupun dia dibesarkan oleh mas Permadi. Sampai kapanpun mbak dan mas Permadi bukan orang tua kandungnya."

Kinan mendadak lemas, dia merasa jika lututnya tak mampu menopang tubuhnya. Jantungnya terasa seperti diremas kuat dan terasa sangat sakit.

"Ardi!! Jangan pernah kamu bicara seperti itu lagi, kalau kamu masih menganggap mbak ini mbak mu." kata Mama Putri mengingatkan.

Kinan tak tahan lagi mendengar percakapan mereka memilih meninggalkan tempat itu menuju ruangannya.

Sepanjang jalan Kinan hanya membalas sapaan perawat dengan mengangguk saja. Dia tak sanggup berbicara ataupun tersenyum saat ini.

"Ya Tuhan, kenyataan apa lagi ini." Kinan segera berlari menuju ruangan nya yang hampir terlihat.

Kinan segera membuka pintu ruangannya ketika sampai di depan pintu berwarna putih itu.

Dan setelah berada di dalam Kinan meluapkan tangisan yang sedari tadi ditahannya.

"Apa lagi ini, Tuhan. Aku sudah menerima kalau aku bukan anak mama Putri dan sekarang aku juga bukan anak papa. Kenapa sejahat ini takdir hidupku." kata Kinan.

Selama ini dia sudah bisa menerima jika mama Putri adalah mama sambungnya walaupun sebenarnya hatinya sangat sakit ketika mengetahui kenyataan itu di usianya yang baru menginjak bangku SMP.

Dan kini dia mengetahui jika papa Permadi bukanlah ayah kandungnya. Jadi siapa dia ini?

Tadi dia mendengar jika dia adalah anak dari seorang penghianat dan ibunya adalah seorang wanita murahan yang menyakiti mama Putri.

Berarti benar perasaannya saat itu, dia merasa berbeda dengan Kenzo. Walaupun mama Putri menyayanginya, Kinan merasa berbeda. Seperti ada batas tak kasat mata yang berada diantara Kinan dan mama Putri.

Apalagi sewaktu dia kecil hampir setiap hari dirinya berada di rumah Eyang Indah. Ternyata itu karena dia adalah anak orang yang menghancurkan hati mama Putri.

Pantas saja Ardi begitu membencinya, mungkin apa yang dilakukan orang tua kandungnya sudah sangat menyakiti mama Putri.

Dan dia dengan bodohnya, menunjukkan sisi murahnya di depan Ardi demi mendapatkan cinta lelaki itu. Wajar saja dia dicap murahan oleh Ardi.

"Sepertinya, aku harus mencari kebenaran ini sendiri. Aku harus tau siapa orang tua kandungku." kata Kinan lirih.

Kinan melihat kontak yang ada di ponselnya. Dia mencari nama seseorang yang kini berada jauh darinya. Kinan yakin jika papa dan mamanya tak akan mau jujur menceritakan tentang asal-usulnya.

Dua kali dia mendengar tentang asal-usulnya. Tapi tetap saja baik mama atau papanya masih menutup-nutupi siapa orang tua kandungnya.

Padahal dia sudah dewasa dan berhak mengetahui tentang orang tua kandungnya.

Dan yang kini dia ketahui adalah ibunya adalah adik dari orang yang dipanggilnya papa. Dengan kata lain Permadi adalah pamannya, kakak dari ibu kandungnya.

"Halo, mas Bian."

"Mas, aku mau minta tolong, boleh?"

Kinan menghela nafas panjang sebelum mengatakan permintaannya pada laki-laki yang mengajaknya berpacaran beberapa hari yang lalu.

Dia tau resiko yang akan diambilnya ini, tapi dia tak bisa hanya diam saja menunggu penjelasan dari mama Putri dan papa Permadi.

"Mas, aku...."

1
Cici Sri Yunita
bagus
tiara
semoga Rukmini segera hancur biar yang lain selamat semua
Susi Akbarini
moga2 juan segera datang dan selamtkan Era..

😀😀😚😍😙😗
Susi Akbarini
ya...
alfian bawa kabur aja Era..
biar Rukmini keoanasan..
❤❤❤😘😍😙😙
Al Fatih
Semakin seru dan menegangkan....,, semoga ada keajaiban supaya opa prabu baik2 saja....,, semuanya bisa berjalan lancar tanpa harus ad pengorbanan dari opa prabu.
Susi Akbarini
moga ad ajln keselamatn buat prabu...
❤❤❤😘😍😙😙😙
Susi Akbarini
oalahhhh..
kasihan pak prabu...
❤❤❤😘😍😙😙
tiara
sepertinya Rukmini sudah mulai kerut -kerut tuh mukanya
Arieee
semangat Kinan💪💪💪💪💪💪💪
Arieee
si nana kepede an banget🤧🤧🤧🤧🤧🤧
Susi Akbarini
lanjutttt..

❤❤❤❤❤
Susi Akbarini
waahhh..
gmna kabar Rukmini yaa..
apakah masih kenceng mukanya..
decara si tuan golek kan dibuang gak dikasih makan lagi..

❤❤❤❤😀😀😘😍😍😙
Susi Akbarini
biar kapok Rikmini dan antek2 nya..
❤❤❤❤😀😀😀😘😙😙
Susi Akbarini
akhirnya Mahesa beetemu lagi ama kinan...
❤❤❤❤❤
Susi Akbarini
lanjutttt...
❤❤❤❤
Aryati Ningsih
Gak nyangka Mas Ardi bisa ngombal juga .lanjut thor sampai End /Smile//Drool/
Susi Akbarini
waahhh..
nana syok tuhhh..
😀😀❤❤❤❤
Susi Akbarini
daus emang top..
laki2 tau dori dan baik hati..
❤❤❤❤❤
tiara
waduh nanana ko aneh banget sih udah punya suami malah sibuk ngejar Bian sih.dasar ngga ada akhlah tuh orang
Arieee
semoga diterima ya😁😁😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!