waktu Update :
Selasa & Jumat
Pukul : 20.00 Wib
Kisah, dua sejoli yang berbeda generasi, seorang guru yang jatuh cinta pada sang murid,
Sang guru, sangat sabar memendam perasaan terhadap muridnya, karna sang Guru tidak ingin merusak masa-masa indah yang katanya indah pada saat SMA, meskipun pada akhirnya mereka dekat, tetap saja sang Guru, menyimpan rapat perasaanya, sampai suatu saat si murid pun menyadarinya.
Lalu, bagaimana kelanjutan hubungan mereka?,
Penasaran?, silahkan membaca😇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie Alfredo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22 Dewa Jodoh
"Paman dongengkan cerita untuk Nizzar dong!" pinta Nizzar pada Alif.
"hmmm baiklah!" Alif segera mendongengkan sebuah cerita anak sampai Nizzar tidur, Cici masih terjaga walaupun terlihat memaksa.
"Tidurlah Ci, apa kau takut padaku??" tanya Alif
"emmm tidak Guru,," jawab Cici gugup.
"segeralah tidur, aku ingin mengerjakan sesuatu!, tenanglah aku tidak akan berbuat apapun padamu!" ujar Alif membuka laptopnya dan menyibukan diri dengan laptopnya.
Cici akhirnya tertidur...
Alif menyelimuti Cici dan Nizzar dan tersenyum
"andai ini benar-benar keluarga kecilku,betapa bahagianya aku saat ini!" ujar Alif berbicara sendiri.
karna merasa lelah Alif meletakan, laptopnya dan tidur menyanding Nizzar,
Bu Lastri masih sibuk dengan mesin jahitnya,namun Bu Lastri sudah tidak mendengar suara berisik dari kamar Alif yang membuatnya penasaran dan segera bangkit dan berjalan menuju Kamar Alif, dengan perlahan Bu Lastri membuka pintu kamar,
"astaga!!! Ini pemandangan yang menyentuh hati seorang ibu!" ujar Bu Lastri segera mengambil ponselnya dan segera mengambil gambar di moment yang langka ini.
"cekrek, cekrek, cekrek ,cekrek" Bu Lastri memotret beekali-kali dari kanan kiri atas bawa dari segala arah.
"hmmmmm manisnya mereka!" ujar Bu Lastri melihat -lihat hasil potretanya.
"Nizzar benar-benar dewa Jodoh!" Gumam bu Lastri girang berjalan kembali ke mesin jahitnya Bu lastri segera menyelesaikan pakian Nizzar.
Ke esokan harinya,
Bu Lastri pelan - pelan membangunkan Nizzar,
"ssst ayo ikut nenek belanja, dan membeli beberapa camilan untukmu!" ajak bu Lastri dengan suara Lirih.
Nizzar, terpaksa bangun karna ada embel-embel camilan yang di janjikan bu Lastri
Dalam perjalanan pulang dari pasar
"Nenek aku tahu niat Jahatmu hehheheh" ujar Nizzar.
"eh, siapa yang berniat jahat?" tanya bu Lastri terkejut dengan perkataan Nizzar.
"nenek berusaha menjodohkan kakak dengan paman kan?" tanya Nizzar menebak.
"aduh bagaimana anak sekecil dirimu, bisa menebak pikiran orang dewasa?" ujar Bu Lastri heran.
"tapi nenek, saingan paman itu banyak sekali nek, sepertinya kakak asuhku juga menyukainya, tapi nenek tenang, aku sudah menjodohkan kakak asuhku dengan teman kak Cici, karna memang mereka serasi...!" ujar Nizzar seperti para normal.
"oh, ya ? Nizzar anak yang baik sekali,..nenek akan buatkan baju yang lebih banyak untuk Nizzar...!" ujar Bu Lastri.
Semoga semua ini petunjuk dari Tuhan,bahwa jodoh Alif adalah Cici,...
Wah 2 tahun tidak akan lama jika aku ,menunggu Cici untuk menjadi menantuku,..
Semoga Tuhan memberiku umur panjang sampai aku bisa menimang Cucu nanti,
Dalam hati bu Lastri.
"nenek, terimakasih! Karna sangat baik hati pada Nizzar!, meskipun paman mengesalkan tapi Nizzar tahu paman orang baik yang berhati sangat lembut!" ujar Nizzar.
"Ya, karna dia adalah anak nenek!, Nizzar tidak perlu berterimakasih, karna yang nenek lakukan hanya hal kecil!" jawab Bu Lastri.
"meskipun hal kecil ini sangat berarti untuk kami, paman juga membelikan semua teman-teman Nizzar baju baru!kami sangat senang" ujar Nizzar girang.
"Nenek, apa aku ini lucu?" tanya Nizzar.
" sangat lucu dan menggemaskan,pintar dan sangat sopan!" jawab Bu Lastri.
"tapi kenapa orang tuaku tidak menginginkanku??" ujar Nizzar berhenti melangkah, dengan raut wajah yang sedih.
"ada apa Nizzar, jangan bersedih!" ujar Bu Lastri mencoba menghibur.
"Nizzar, ingat saat ibu meninggalkan Nizzar di pinggir jalan begitu saja,Nizzar menangis sepanjang jalan karna tidak tahu arah pulang, sampai akhirnya Nizzar bertemu dengan kak Grenn!,dia menggendongku pulang ke tampat kak Grenn merawat anak-anak yang bernasib sama sepertiku ! Hiks hiks hiks hiks hiks" ujar Nizzar bercerita dan menangis.
Bu Lastri segera menenangkan Nizzar dalam perjalanan pulang,
Sementara di kamar Alif..
Alif,terbangun dan terkejut melihat Cici tidur memeluknya seperti gulung, dan clingukan mencari sesosok genthong Air,tiba-tiba Cici bergerak...
Alif pura-pura memejamkan mata, cici membuka mata dan meregangkan tubuhnya,
"nyenyak sekali tidurku!" ujar Cici kembali memeluk Alif dan terkejut karna yang dia peluk ternyata bukan guling ternyata gurunya.
Cici melepaskan pelukanya pelan-pelan, dan berbalik badan memunggungi Alif,
Astaga kenapa aku tidur memeluk guru?, untung saja guru masih tidur, jika guru bangun melihatku tidur memeluknya ini pasti akan sangat memalukan.
Dalam hati cici yang malu sampai pipinya memerah.
Tiba-tiba terdengar suara Nizzar menangis di luar, Cici segera bangun dan membangunkan Alif.
"Guru, sepertinya itu suara Nizzar menangis!" ujar Cici pada gurunya.
Alif membuka mata dan mencoba mengenali suara tangisan anak kecil diluar, saat yakin itu rengekan Nizzar Alif langsung bergegas keluar,begitu juga dengan Cici.
"Mah, Nizzar kenapa?" tanya Alif panik.
"aduh dia tidak mau berhenti menangis sepanjang jalan!,mamah bingung!" ujar Bu Lastri,
"huuuuaaaaa huuuuuaaaa huuuuaaaaa" tangis Nizzar semakim keras.
"Nizzar katakan pada paman? Nizzar kenapa menangis?" tanya Alif.
"paman, kenapa ibuku tidak mau punya anak seperti Nizzar??" ujar Nizzar menangis.
"tidak masalah,justru Paman sangat ingin punya anak seperti Nizzar, jika ibumu tidak mau biar paman saja yang merawatmu untuk menjadi anak paman!" ujar Alif.
"iya, aku juga ingin memiliki, cucu seperti Nizzar!" sahut Bu Lastri.
"tapi Nizzar juga ingin punya Ibuuuuuuu huhuhuhu" ujar Nizzar masih menagis.
"tenanglah, Nizzar bisa memanggil kak Cici ibu mulai sekarang!,jadi anakku yang tampan berhentilah menangis!" ujar Cici membujuk Nizzar.
"Benarkah, Cici boleh memanggil paman dan kakak, ayah ibu?!"tanya Nizzar yang masih sesenggukan mencoba menghentikan tangisnya.
"tentu, panggil aku ayah dan kak Ciici ibu, kau juga punya nenek sekarang? Apa sudah cukup ?" tanya Alif.
"ya, ya ayah ibu ayo bermain!" ajak Nizzar girang dan sudah berhenti menangis.
"ya, kalian bermainlah dengan anak kalian mamah mau masak!"
"Ibu belum mandi nak, kamu bermain dengan ayahmu dulu, ibu mandi dan segera menysul bermain!" ujar Cici.
Alif membisikan sesuatu pada Nizzar, dan Nizzar menganggukan kepala dan berlari ke sudut taman.
"Ibu,tunggu sebentar!" ujar Nizzar berlari.
"Guru,apa yang kau bisikan??" tanya Cici penasaran...
Tiba-tiba ada air yang mengguyur tubuh Cici.
"waaaawwww "teriak Cici karna terkejut merasakan guyuran air.
"ibu, tidak perlu mandi, sekarang aku sedang memandikanmu!" ujar Nizzar girang menyemprotkan selang Air ke cici.
"hahahahhahahaha" alif terpingkal-pingkal
Tapi seketika Alif menghentikan tawanya saat melihat baju Cici menjadi tembus pandang saat basah. Alif segera menundukan pandanganya
"sudah nak hentikan!" teriak Alif langsung masuk kedalam
Cici dan Nizzar bingung dengan Alif, melihat Alif keluar membawa selimut,Cici merasa aneh dan menunduk,cici melihat ketubuhnya baru tersadar, jika dalamanya sangat jelas terlihat cici langsung berjingkok karna malu dan panik,
Alif segera merangkapkan selimut Ketubuh Cici.
"Guru..." ujar Cici memerah.
"maaf aku tidak sengaja melihatnya!, mandilah dan segera ganti baju, ada beberapa baju untukmu di lemari gantung!" ujar Alif.
Cici berjalan masuk dengan sangat malu...
Nizzar menghampiri Alif..
"Ayah,kenapa dengan ibu?" tanya Nizzar.
"tidakpapa nak,segeralah mandi akan ku antar pulang,teman-temanmu pasti sudah rindu padamu!, setelah pulang dari desa ,ayah ibu akan sering mengunjungimu!"ujar Alif pada Nizzar,
Nizzar segera menuruti kata Alif.
Setelah selesai mandi Cici membuka lemari gantung Alif ternyata banyak baju wanita seukuranya tergantung,tidak hanya baju bahkan ada beberapa box dalaman wanita.
"mamah pasti yang menyiapkan ini semua untuk Cici!" ujar Cici menebak, cici segera mengambil salah satu baju dan segera berganti, setelah itu bergegas keluar.
Terlihat bu Lastri sedang menata sarapan di meja.
"mah, Guru dan Nizzar kemana?" tanya Cici
"Alif mengantarnya pulang! Tadi ingin berpamitan padamu tapi mandimu lama sekali" jawab Bu Lastri.
"oh, apa Nizzar tidak sarapan dulu?" tanya Cici.
"mamah sudah membawakan dia box makanan untuknya dan teman-temanya!" jawab Bu Lastri.
"oh, mah aku bantu!" ujar Cici membantu menata makanan di meja.
"Cantiknya anak mamah, baju itu sangat cocok untukmu!" puji Bu Lastri
"benarkah?,bukankah mamah yang menyiapkanya di lemari gantung Guru?" tanya Cici
"Bukan, semua Alif yang menyiapkan!" jawab Bu Lastri tersenyum.
"Gu guru?? Lalu siapa yang menyiapakan dalaman wanitanya??" tanya Cici
" Ya Alif dong Cii, " jawab Bu Lastri santai.
"whaaaaaaatttt, mah yang bener??" tanya Cici terkejut dan malu.
"iya, kapan mamah bohong!?" ujar Bu Lastri terasenyum.
Author
Nah, loe...apa yang terpikir dalam benak Ciici??
Like dan komen jangan lupa😊😊😊